Posted on: July 27, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

Bisakah Menulis di Saat Menunggu?

Pukul 06.00 pagi pak Neming sudah sampai di rumah saya di Jatibening. Beliau adalah supir dari sekolah guru indonesia yang akan mengantarkan saya mengisi materi penelitian tindakan kelas bersama pak dedi dwitagama.

IMG_1068

Tak berapa lama kemudian, kami langsung meluncur ke rumah pak Dedi Dwitagama di Cipinang Muara. Pukul. 06.45 wib kami sudah tiba di depan rumah pak Dedi. Suasananya masih sepi sekali.
Sambil menunggu pak Dedi mempersiapkan diri, saya menuliskan status di facebook, dan mulailah saya menulis.
Ternyata menulis sambil menunggu enak juga. Kita bisa mencurahkan apa yang ada di kepala sekarang juga. Dengan kemudahan teknologi, kita bisa mempublish apa yang dituliskan. Itulah kehebatan teknologi informasi dan komunikasi saat ini. Kita serasa dimanjakan olehnya. Dunia serasa semakin dekat saja.
Adanya media sosial seperti blog, facebook dan twitter membuat orang lebih mudah menulis dan menyampaikan informasinya. Siapa yang rajin menulis dan ngeblog pasti dibuat senang karenanya. Mereka bisa setiap saat online. Mereka bisa setiap saat menulis dimana saja dan kapan saja, sesuka hatinya. Jadi bisakah menulis di saat menunggu?
Yes betul, di saat menunggu kita bisa menulis, minimal menuliskan status anda di facebook atau twitter. Anda bisa berkicau ria di twitter seperti Fahira Idris, dan bisa juga berkicau seperti jamil Azzaini. Tetapi jangan lupa untuk ngeblog setiap hari, karena ngeblog lebih tahan lama dan mudah dokumentasinya. Suatu saat kita akan bersilahturahim dengan tulisan kita kembali.
Tak berapa lama, pak Dedi pun siap. Kami segera meluncur ke Bogor berbagi ilmu penelitian tindakan kelas kepada teman-teman SGI angkatan 5. Sampai nanti ya!
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Categories:

1 people reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.