Posted on: July 24, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 4

Membuat Status di Facebook dan Menjadi Bahan Tulisan di Blog

tumblr_mhbpc2AmCW1qj8ylyo1_1280

Siapa bilang menulis itu sulit. Tulisan status kita di facebook, bisa kita pindahkan ke blog dan jadilah sebuah tulisan yang utuh.

Berikut ini adalah tulisan saya yang berasal dari status di facebook. Saya menuliskannya dalam perjalanan dari rumah menuju sekolah.

Bismillah saya berangkat ke sekolah. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin. Ibu Lailatul Qodriyah menuliskan: “Selalu ada peningkatan kualitas hidup ya Om Jay…”. Lalu pak Mas Sukani mendoakan, “Amin ya Rab..”.

Alhamdulillah, keluar dari rumah ada mikrolet 30a jurusan pulogadung. Langsung naiklah saya menuju Rawamangun. Pak Edy Maryanto menuliskan, “pak sholat subuhnya di mobil ya he… he…he….”. saya hanya tersenyum saja membacanya, sebab saya berangkat setelah menunaikan sholat subuh berjamaah.

Mobil mikrolet 30A terus melaju kencang. Dari mulai masuk tol Jatibening terus meluncur menuju Cawang. Inilah enaknya berangkat pagi. Jalan tol masih lancar dan tak ditemui kemacetan. Kalau kita berangkat kesiangan, kita tak akan temui kelancaran seperti ini. Ibu D’alia Halmahera menuliskan komentarnya, “Wow keren, lia malah baru bantu ibu cuci piring nich! Hehehe”.

Selama dalam perjalanan, saya melihat hanya saya dan supir saja yang terjaga. Sisanya, ada 7 orang sedang asyik memejamkan matanya. Bahkan ibu yang berada di sebelah kiri supir tengah terlelap dalam mimpi. Entah apa yang sdg diimpikannya. Ibu Eni Meiniar Gito menuliskan komentar di fb saya, “2 yang terjaga? satu pandangan lurus ke depan, satu asyik merangkai kata-kata. Salam pagi ceria Pak Wijaya Kusumah”.

Pukul 05.00 wib mobil mikrolet sudah sampai Cawang atas. Sebagian besar penumpang terbangun untuk turun di Cawang. Tinggallah 2 orang penumpang bersama supir menuju arah Rawamangun. Rasanya cepat sekali mobil ini meluncur, tahu-tahu kita sudah sampai cawang atas. Saya melihat ibu yg berada di sebelah kiri supir masih terlelap dlm mimpi. Sedangkan saya sendiri duduk di belakang supir sambil asyik menuliskan cerita ini melalui ponsel jadul saya. Gak kerasa dua jempol jari tangan ini begitu cepat mengetik

Di perempatan cawang, 4 orang penumpang naik. Seorang lelaki gemuk berkacamata dan 3 orang wanita naik ke mobil. Satu diantaranya, memakai seragam sekolah anak SMA.

Di lampu merah halim penumpang semakin bertambah saja. Ada 2 orang siswa berpakaian seragam SMA menambah jumlah penumpang di dalam mikrolet. Kini sudah 12 orang penumpang tak terasa. Penuh sesak dengan kapasitas bangku 12 orang ketika sampai kebon nanas.

Mobil mikroletpun penuh sesak, dengan seorang ibu yang masih saja terlelap tidur di sebelah kiri supir. Padahal masih ada tempat 1 orang penumpang lagi. Nampaknya supir mikrolet tak tega membangunkannya. Barulah ketika sampai Prumpung, naiklah seorang wanita menemani ibu yang terlelap tidur tadi, dan terbangun dengan sendirinya.

Mobil mikrolet terisi penuh, bahkan ada penumpang yang memaksa ikut sampai berdiri. Penumpang itu naik dari kebon nanas. Dia nampaknya menikmati dinginnya angin sepoi-sepoi yang menerpanya. Jumlah penumpang kami kini berjumlah 16 orang beserta sopirnya. Wow!

Alhamdulillah, sudah sampai sekolah. Begitulah ceritanya. Pak San Alonso menuliskan, “Semangat OmJay!”,

 

Sedang pak Pramana Hadi meledek saya dengan komentar, “Sudah kelas berapa Omjay sekarang? Baik-baik ya di jalan. Kalau mau gratis naik bis warna kuning.
Ha ha ha ha.”

 

 

====================================================

Berikut ini adalah copas status facebook saya, dan komentar teman-teman fb selama saya berada di dalam perjalanan.

Bismillah saya berangkat ke sekolah. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin

 

Categories:

4 People reacted on this

  1. aku salut dengan karya2 tulisan bapak yg terampil otak atik huruf demi huruf terciptalah sebuah karya yg hebat.lam kenal pak

Leave a Reply to Edy Maryanto Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.