Posted on: June 26, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Guru Berdaya, Siswa Berjaya

Rapat Kerja 2013 SMP Labschool Jakarta
Rapat Kerja 2013 SMP Labschool Jakarta

Setelah bermalam di Hotel Grand Zurri BSD City, saya langsung meluncur ke sekolah Labschool Rawamangun dengan taxi Bluebird. Ada undangan rapat kerja guru SMP Labschool Jakarta dengan tema “Menyongsong Kurikulum 2013, Guru Berdaya, Siswa Berjaya”. Sebuah tema yang begitu menggoda dan membuat saya ingin sekali mengikutinya.

Alhamdulillah, perjalanan melalui tol Bumi Serpong Damai sampai Rawamangun lancar. Saya melewati jalan tol JORR, lalu terus meluncur ke jalan tol lingkar luar Jakarta. Sejam, kemudian saya sudah sampai di sekolah dengan wajah sumringah. Sebelum pukul 07. 00 WIB pagi saya sudah tiba.

Acara rapat kerja (raker) dibuka oleh pimpinan Badan Pengelola Sekolah (BPS) Labschool, yaitu ibu Indira. Tak lupa kepala sekolah SMP Labschool Jakarta (Pak Ali Chudori) memberikan pula sambutan dan laporannya. Hangat sekali suasananya. Kami serasa berada dalam rumah sendiri, dan sekolah sudah menjadi rumah kedua kami. Antara pimpinan sekolah, dan guru sebagai tenaga pengajar sangat cair. Tak ada kesenjangan yang membuat kami merasa senang membesarkan sekolah kami. Guru-guru merasa diberdayakan.

Ketika guru berdaya, maka siswa akan berjaya. Guru menjadi orang yang merdeka. Mereka bekerja bukan karena mencari uang, tetapi benar-benar bekerja sepenuh hati untuk melayani peserta didiknya. Itulah yang membuat sekolah kami berprestasi. Baik guru maupun murid memiliki motivasi tinggi untuk untuk berprestasi. Nama sekolah pun terus berkibar seantero negeri. Bahkan terus berkibar sampai penjuru dunia. Hal ini dapat dibuktikan dari para alumni yang telah sukses melanjutkan pendidikan di luar negeri.  Mereka yang kuliah di dalam negeri pun tak kalah berjayanya. Banyak jabatan dan profesi penting diraih mereka.

Dalam raker, terjadi dialog antara pimpinan sekolah dengan tenaga pengajarnya. Terjadi saling diskusi dan memberi masukan untuk perbaikan kegiatan sekolah yang lebih baik. Masing-masing guru diberi kesempatan berbicara tentang kekurangan, dan kejadian penting yang dialami sebagai introspeksi diri. Kamipun akhirnya sama-sama mengerti dan tahu diri. Banyak sekali hal yang harus diperbaiki. Terutama kegiatan akademik dan non akademik. Masing-masing harus dikelola secara baik agar hasilnya bagus dan menghasilkan prestasi tinggi.

Guru berdaya, dan siswa berjaya. Ketika guru diberdayakan dan terus mengembangkan ilmunya, maka guru akan melahirkan peserta didik yang berjaya. Mereka pasti akan berprestasi dan berkarakter. Oleh karena itu, pengetahuan harus diimbangi dengan sikap yang baik. Kognitif, psikomotor, dan afektif harus berjalan dengan baik. Seiring sejalan, dan seimbang. Kita tak hanya melatih otak, tetapi juga watak. Siswa harus dididik menjadi pemimpin masa depan yang mandiri, bertanggung jawab dan berwawasan global. Sebab tujuan bersekolah salah satunya adalah melahirkan seorang pemimpin.

Usai acara dialog dan pembagian tugas mengajar, kepala sekolah mengajak semua guru untuk pergi ke toko buku gramedia di Matraman. Kami semua diminta memilih buku yang bagus untuk membantu guru merancang pembelajaran yang seru bagi peserta didiknya. Bila guru banyak membaca, maka akan banyak ilmu yang diperoleh. Bila guru senang menambah ilmu, maka dia sesungguhnya sudah memberdayakan dirinya sendiri untuk mampu seperti mata air yang tak pernah kekeringan air pengetahuan. Murid akan lupa bila mendengar ceramah guru. Ia akan mengingat apa yangg diperlihatkan kepadanya. Ia akan memahami bila melakukannya. Guru medioker kerjanya ngomong. Guru senior kerjanya mendemonstrasikan kewibawaan. Guru terpuji menjelaskan perkara rumit dgn cara simpel. Itulah kalimat penting yang saya baca dalam buku Guru Gokil Murid Unyu karya J. Sumardianta.

Akhirnya, guru berdaya dan siswa berjaya semoga terjadi di kurikulum 2013. Kurikulum apapun bentuknya, guru harus mampu mengolahnya menjadi pembelajaran yang mengundang dan menyenangkan siswa. Kami para guru harus menyongsongnya untuk memperbaiki kurikulum 2013 ini dari dalam. Cuma guru hebat yang mampu menerapkan kurikulum untuk melahirkan siswa yang berjaya. Mereka memiliki prestasi tinggi dengan nilai yang patut dibanggakan. Guru yang hebat menginspirasi murid. Ia sadar sepenuhnya punya 1 mulat dan 2 telinga. Guru hebat tidak obral bualan di kelas sepanjang waktu. Baginya, pengetahuan tidak berakar pada fakta-fakta yang tertulis di buku. Pengetahuan harus berakar pada rasa ingin tahu siswa. Pengetahuan itu memang pahit untuk mencapainya, tapi akan terasa manis buahnya ketika kita mampu untuk mengamalkannya.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.