Posted on: June 16, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 2

Rumah Sakit Idamanku

Ketika dirawat di rumah sakit karena menderita penyakit demam berdarah, aku bermimpi berada di rumah sakit berwawasan lingkungan. Rumah Sakit Berwawasan Lingkungan (Green Hospital) yang kuimpikan adalah sebuah rumah sakit yang di dalamnya ada pelayanan prima, dan kondisi lingkungan yang membuat pasien betah berada di rumah sakit.

http://rsudaya.org/
http://rsudaya.org/

Kebetahan itu terasa bila di saat pagi hari terasa udara segar. Ada taman dan pepohonan hijau terlihat dari kaca jendela. Aku pun menikmati mentari pagi yang keluar malu-malu dari peraduannya. Seakan-akan menyambutku untuk berolahraga pagi menyehatkan tubuh.

Sewaktu tubuh lemah dan terbaring tak berdaya di rumah sakit, barulah terasa nikmat sehat itu. Ingin rasanya cepat sembuh dan menikmati taman nan hijau yang ada di dalam area rumah sakit. Aku merasa berada di sebuah villa di puncak gunung, dan bukan berada di rumah sakit yang menyebalkan.

Pagi hari, para perawat menyapa ramah, dan menanyakan keadaanku. Dengan senyuman yang termanis, mereka merawat pasiennya dengan kasih sayang yang tulus. Seperti menyambut seorang bayi yang baru lahir ke dunia. Sang bayi menangis, perawat tersenyum sambil memandikannya.

Aku memimpikan pelayanan rumah sakit yang seperti itu. Perawat dan dokternya sangat ramah sekali. Ketika dokter memeriksa pasien, tak ada kesan buru-buru karena jadwal praktek dokter yang padat. Dokter tak boleh tergesa-gesa memeriksa pasiennya. Periksa secara detail bagian tubuh pasien yang sedang sakit. Ajak dialog sehingga pasien bicara dari hati ke hati tentang penyakit yang dideritanya.

Kebanyakan dokter, terutama dokter-dokter di kota besar, mulai tak ramah lagi melayani pasiennya. Hal itu mungkin disebabkan jadwal praktek mereka yang padat dari rumah sakit ke rumah sakit. Akh, ini hanya pendapatku secara subyektif saja. Tak semua dokter seperti itu. Kulihat masih banyak dokter yang benar-benar melayani pasiennya dengan pelayanan yang prima. Pasien pun cepat sembuh karena penanganan yang cepat dan tepat.

Pelayanan rumah sakit yang seperti itulah menjadi dambaan kami yang telah merasakan dirawat di rumah sakit. Suasana kumuh dan terkesan menakutkan sebaiknya dihindari. Rumah sakit harus menjadi surga dan rumah kedua bagi pasien agar mereka cepat sembuh dari penyakitnya. Pengelolaan taman, dan penghijauan di sekitar rumah sakit harus terjaga dengan baik. Siapapun yang berada di lingkungan rumah sakit akan merasakan kondisi Rumah Sakit Berwawasan Lingkungan (Green Hospital).

Pohon yang rindang, udara yang sejuk dari alam menambah kehangatan suasana. Gas CO2 dan O2 tersebar gratis untuk kehidupan manusia dan makhluk lain di sekitarnya. Oksigen dibutuhkan manusia, dan karbondioksida diharapkan diproduksi oleh pepohonan yang ada di sekitar rumah sakit.

Kucari informasi di internet. Karbon dioksida adalah senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen terikat kovalen dengan atom karbon. Berbentuk gas pada temperatur dan tekanan standar dan berada di atmosfer. Konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi ± 387 pp. Tetapi jumlah bervariasi tergantung lokasi dan waktu. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang penting karena mampu menyerap gelombang inframerah.

Karbon dioksida diproduksi oleh hewan, tumbuh-tumbuhan, fungsi, dan mikroorganisme dalam respirasi dan dipergunakan tanaman pada fotosintesis. Sehingga karbon dioksida termasuk komponen yang penting dalam siklus karbon. Karbon dioksida juga dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Karbon dioksida anorganik dikeluarkan dari gunung berapi dan proses geotermal lainnya seperti pada mata air panas. Itulah hal terpenting yang kubaca tentang karbon dioksida di dunia maya.

Mampu menerapkan Green Hospital di rumah sakit impianku jelas menjadi impian yang semoga dapat diwujudkan oleh semua rumah sakit yang ada di Indonesia. Namun, mahalnya harga tanah di perkotaan dan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari kepulauan membuat impian ini membawa tantangan tersendiri. daerah lahan yang terbuka dan menghijau dengan penggunaan air yang efisien tentu menjadi dambaan rumah sakit idaman. Apalagi bila tak perlu memakai AC, dengan pencahayaan yang cukup. Tentu saja rumah sakit yang seperti ini akan menghemat penggunaan listrik.

Bukan hanya itu saja. Demi neningkatkan mutu pelayanan bagi pasien rumah sakit impianku, Rumah Sakit di Indonesia harus merubah konsep pelayanan, dari pelayanan konvensional bergeser ke arah pelayanan paripurna dengan berbasis kenyamanan dan keamanan lingkungan. Pasien harus menjadi raja dengan pelayanan berawawasan lingkungan. Sosialisasi tentuk harus digalakkan dengan berbagai bentuk media. Pengelola rumah sakit harus kreatif dalam mempublikasikannya.

Usul konkrit saya, Departeman Kesehatan RI harus membangun rumahsakit berwawasan lingkungan (Green Hospital) dengan perlindungan dan kenyamanan bagi pasien dan pengunjung lainnya untuk memenuhi unsur kenyamanan ekologis sebagai pertimbangan pasien dalam pemilihan rumah sakit. Pihak swasta pun diharapkan ikut andil dalam mewujudkan rumah sakit idamanku.

Semoga rumah sakit idamanku dapat terwujud. Akupun sembuh dari penyakitku. Rumah sakit idamanku harus menjadi model pembangunan berkelanjutan untuk industri rumah sakit di pelosok nusantara, sehingga pengelola rumah sakit tidak terjebak pada orientasi bisnis semata, tetapi juga memberikan pelayan sosial bagi seluruh pasien tanpa pengecualian.

Konsep Green Hospital yang kuimpikan adalah dimana pasien yang menginap di rumah sakit tersebut akan senyaman mungkin berada di sana, karena seakan-akan pasien sedang berada didalam sebuah taman yang hijau dan sejuk. Aku tidak akan merasa bosan lagi, walaupun sedang menjalani perawatan dari penyakit yang menyerangku. Akupun akan disambut dengan gemercik suara air dan pemandangan nuansa taman hijau yang alami. Oh Indahnya! Begitulah suara dalam hatiku berkata.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

2 People reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.