Posted on: June 16, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 3

Guru Masa Depan

Sabtu, 15 Juni 2013 saya diundang untuk mengikuti acara Forum Group Diskusi (FGD) Sekolah Guru Indonesia (SGI). Hadir dalam kesempatan itu, para dosen SGI dan Prof. Dr. Marwah Daud Ibrahim (Ketua Presidium Dewan Pakar ICMI). FGD ini dilaksanakan di ruang rapat Wisma Syahida Lt.6 Kampus II UIN Jakarta.

Diskusi Guru Masa Depan di UIN Jakarta
Diskusi Guru Masa Depan di UIN Jakarta

Ketika saya datang, peserta diskusi belum semuanya hadir, dan saya diminta oleh panitia untuk makan siang terlebih dahulu di lantai 3. Hemmm, nikmat sekali rasanya makan di saat lapar. Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah.

Acara dimulai setelah Prof Marwah Daud Ibrahim tiba. Ada presentasi menarik sebelum Ibu Marwah menyampaikan buah pemikirannya. Pak Asep Safaat memberikan sambutannya sebagai Direktur SGI. Saya terkesima ketika beliau menyampaikan kondisi pendidikan di tanah air. Beliau mengatakan kita harus melahirkan pengajar, pendidik, dan pemimpin (3P) di masa depan.

Ibu Marwah menyampaikan pendapatnya tentang Wawasan Pendidikan Marginal Indonesia. Menurutnya, guru harus mampu menginspirasi dan menemukan passion atau potensi unik dalam hidupnya. Kekuatan anak itu ada dalam potensi dirinya yang mampu dilatih oleh guru yang hebat. Indonesia sangat membutuhkan guru yang hebat ini dan terutama untuk ditempatkan di daerah terdepan, terluar dan terkebelakang. Negara kita yang luas dan terdiri dari ribuan pulau sangat membutuhkan guru yang hebat.

Setelah Ibu Marwah, saya diminta menyampaikan pendapat tentang guru masa depan. bagia saya, guru masa depan itu harus mampu menciptakan seorang pemimpin di masa depan. Kita membutuhkan pemimpin dan bukan pengekor. Kita butuh pelopor dalam berinovasi dan memotivasi guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. baik dalam proses maupun hasilnya.

Oleh karenanya, guru masa depan itu harus belajar sepanjang hayat. Inilah investasi yang sesungguhnya sehingga guru menjadi sumber mata air ilmu bagi peserta didiknya. Dengan banyak belajar, guru akan berprestasi tinggi. Apalagi bila senang meneliti di kelas sendiri. Dengan begitu guru menjadi suka membaca dan hoby menulis.

Melalui tulisan-tulisannya, guru akan berpikir merdeka. Guru akan menuliskan buah pemikirannya dan apa-apa yang akan dilakukannya. guru pun akhirnya dituntut untuk berbuat demi kemajuan belajar peserta didiknya. Guru menjadi banyak berinteraksi dengan murid-muridnya. Terjadilah pembelajaran yang mengundang dan menyenangkan. Inilah yang disebut Prof Conny Semiawan sebagai pembelajaran Metamorfosis. Pembelajaran yang membuat guru dan muridnya aktif dalam menggali potensi yang ada dalam dirinya. Kemampuan berpikir tingkat tinggi pun terjadi.

Guru masa depan adalah guru yang harus peka dan tanggap dengan keadaan di sekitarnya. Masa depan Indonesia menjadi beban moral yang harus ditanggungnya. Guru harus berpikir kreatif, sehingga tak lekas menua dan melupa. Sekolah harus menjadi tempat belajar yang mengajak guru untuk menjadi kreatif. Itulah hal penting yang disampaikan oleh pak Agus sampurno. beliau adalah seorang freedom writers dalam blog http://gurukreatif.wordpress.com.

Salah satu keunggulan dari guru masa depan adalah guru yang melek internet dan kemampuannya berbagi pengetahuan dan pengalamannya di dunia maya.  Berbagai macam pelatihan diikutinya untuk meningkatkan diri di bidang ICT. Guru bisa mengikuti kegiatan Intel Teacher Community. Sebuah kegiatan yang digagas oleh intel di seluruh dunia. Informasi inilah yang saya dapatkan dari ibu Widya yang bekerja di intel.

Konsep guru masa depan dapat terjadi, bila guru mau belajar sepanjang hayat dan menjadi pembelajar sejati. Berbagilah dan sebarkan hal-hal positif melalui media sosial. Guru sekarang harus bisa menerapkan ICT dalam pembelajaran di sekolah. Oleh karenanya penguasaan Teknologi amatlah penting dikuasai guru. Guru tak boleh gaptek. Sekecil apapun persoalan guru, itu akan menjadi persoalan terbesar bagi dunia pendidikan.

Guru masa depan dapat dibentuk bila ada best practice yang mampu dipahami guru dan diterapkan di kelas. Indonesia membutuhkan guru model yang mampu memberikan contoh secara tepat dalam mengaplikasikan pembelajaran abad 21. Dimana siswa mampu berkomunikasi dengan baik, bekerjasama, bertanggungjawab, menjadfi pemimpin, jujur, dan lain-lain.

Foto lengkap kegiatan FGD ada di facebook ini.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

3 People reacted on this

  1. guru masa depan adalah guru yg memiliki doktrin keguruan SPG dilanjutkan sarjana Pendidikan dan memiliki jiwa trainer/melatih sesuai bidangnya sehingga bila lulus baik sma/slta/perturuan tinggi tidak magang lagi sudah dapat bekerja (tidak pelu lagi training oleh perusahaan) ini namanya guru masa dan paradigma guru masa depan … ini baru dambaan, kalau cuma belajar teoritis ya sampai sekarang gak maju-maju, paradigma saja tidak maju bagaiman anak bangsa akan maju. Jiwa trainer/melatih agar kompeten dibidangnya amat sangat penting. Semoga orang-orang pinter akan paradigma pendidik/guru masa depan, jadilah guru memiliki doktrin keguruan dan berjiwa trainer … analisa dengan matang kemudian disosialisasikan … monggo …

  2. Guru yang baik adalah guru yang dapat melakukan transfer ilmu kepada anak didik,mampu mendidik sekaligus mengajar,mampu membimbing tanpa menggurui,menjadi teladan anak didik dalam sifat sikap dan tingkah laku,memiliki visi ke depan,bekerja dengan hati,tulus,ikhlas,tidak pilih kasih,selalu belajar agar ilmunya up to date(selalu baru),mampu menggali kemampuan anak didik dalam 8 kecerdasan,mampu berkomunikasi dengan orangtua murid maupun pihak lain.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.