Posted on: May 17, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 4

Kapan dan Dimana Saat Tepat Untuk Menulis?

Para Pemenang Lomba Menulis
Para Pemenang Lomba Menulis

Seorang mahasiswa bertanya kepada saya melalui sms. Kapan dan dimana saat tepat untuk menulis? Saya tersenyum membaca smsnya, dan saya pun menjawab,  “dimana saja dan kapan saja”.

Dengan kecanggihan teknologi saat ini, kita bisa menulis dimana saja dan kapan saja. Kita tak perlu pusing membuka laptop atau personal computer (PC) kita.

Seperti saya saat ini yang terjebak dengan kemacetan kota Jakarta. Saya menikmatinya sebagai orang yang bekerja di Jakarta. Saya naik metromini menuju manggarai. Sepanjang jalan kanan dan kiri macet sekali. Saya pun menggunakan ponsel jadul saya untuk menuliskan keadaan ini.

Jalanan macet tak menjadi penghalang untuk kita menuliskan apa saja yang ada di kepala kita. Tuangkan saja kalau memang anda berkesempatan untuk menulis. Dengan begitu, ide menulis langsung meluncur dengan deras tanpa harus menunggu lama.

Di saat kemacetan atau di saat menunggu biasanya menjadi saat asyik dalam menulis. Kalau otak kita tidak macet, kemacetan akan menjadi bahan tulisan yang menarik. Keadaan apapaun bisa dituliskan sesuai selera kita.

Itulah sebabnya kenapa saya lebih suka naik kendaraan umum daripada naik kendaraan sendiri. Banyak kisah yang bisa diceritakan bila kita menggunakan angkutan umum. Kisah nyata itu bisa langsung diceritakan. Berbeda halnya kalau kita pakai mobil sendiri, mana bisa saya seperti ini, karena saya harus nyupir sendiri, hehehe.

Kembali kepada topik kita. Kapan dan dimana saat tepat untuk menulis? Kita sendirilah yang mampu menentukannya. Setiap orang punya cara dan gaya dalam menulis. Ada yang hanya bisa menulis di tempat sunyi dan ada yang bisa tetap menulis di tempat ramai sekalipun. Tinggal tergantung kita sendiri. Pilih saja waktu yang cocok untuk menulis dan tempat yang tepat untuk menuliskan ide cemerlang anda.

Bus metromini jurusan Manggarai-Pasraminggu yang saya tumpangi melaju dengan perlahan. Kemacetan nampaknya masih belum terurai. Beginilah hidup di kota besar seperti Jakarta. Anda berangkat kurang pagian, maka kemacetan akan anda temukan di sepanjang jalan.

Jadi, kapan dan dimana saat tepat untuk menulis? Bagi saya saat tepat untuk menulis adalah ketika macet di ibu kota Jakarta. Di dalam metro mini pun kita bisa menulis. Jadi tak ada alasan kalau kita bilang, “mana sempat?”

Salam blogger persahabatan
Omjay
https://wijayalabs.com

Categories:

4 People reacted on this

  1. Bagi yang sudah terbiasa menulis, saya pikir dimanapun berada bukan halangan untuk menuangkan pa yang dilihat ke dalam artikel…
    Yang jadi persoalan termasuk saya, susahnya menterjemahkan apa yang ada dipikiran ini kedalam tulisan 🙂

  2. iya sih, dimana pun menulis itu akan terasa nyaman bagi yg udah biasa. Tpi bagi sy nih yg masih pemula, knyamanan saat menulis itu trkdang sulit ddpatkan d tempat2 kramaian. Sehingga ide buat nulis gk muncul2. Namun, dgn tekad n semangat yg kuat, dmanapun n kpanpun kgiatan nulis bkakan jdi kbiasaan yg mnyenangkan.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.