Posted on: April 16, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 8

Ujian Nasional Untuk Siapa?

Harap tenang sedang ada ujian nasional
Harap tenang sedang ada ujian nasional

Ujian Nasional sebenarnya untuk siapa? Kita sering bertanya seperti itu. Sebab peserta didik kita seringkali menjadi kelinci percobaan bagi penentu kebijakan. Mereka para pejabat seperti menerapkan hukum rimba dalam dunia pendidikan kita. Tak boleh ada yang membantah, sebab ini adalah domainnya pemerintah. Bila ada yang membantah, dianggap tidak membantu pemerintah dalam mengatasi masalah pendidikan.

Bagi saya, ujian nasional adalah diperuntukkan untuk kepentingan peserta didik, tapi sifatnya bukan untuk menentukan kelulusan. Sifatnya untuk pemetaan saja. Dari sini, pemerintah akan tahu, sekolah di daerah mana saja yang nilai ujian nasional-nya rendah. Lalu segera memperbaikinya dengan meningkatkan mutu pembelajaran di daerah itu. Bukan dibiarkan saja setelah tahu hasilnya. Realitas di lapangan membuktikannya.

Jadwal UN SMA
Jadwal UN SMA

Seringkali dibuat membingungkan. Sebenarnya ujian nasional (un) itu untuk pemerintah atau untuk peserta didik kita? Kalau un untuk pemerintah seharusnya un harus dikelola secara baik, dan profesional. Pemerintah dalam hal ini kemdikbud harus lebih profesional dalam pelaksanaannya. Uang negara yang cukup besar itu harus dikelola secara baik dan tepat sasaran. Tak ada siswa yang dirugikan, dan tak ada sekolah yang merasa dianak tirikan. Pemerintah harus berlaku adil dan segera melakukan pemerataan pendidikan.

Namun, bila ujian nasional benar-benar dilaksanakan untuk peserta didik kita, maka pemerintah wajib untuk memperbaiki mutu guru, dan sarana prasarana sekolah.  Mereka yang berprofesi sebagai guru harus diperhatikan benar tentang kesejahteraan, dan kualitas akademiknya. SDM guru harus menjadi perhatian pemerintah bila ingin peserta didik kita baik kualitasnya. Guru yang berkualitas akan melahirkan peserta didik yang berkualitas pula. Itu sudah hukumnya, dan tak perlu diperdebatkan lagi.

Adanya uji kemampuan guru (UKG) semestinya membuat pemerintah segera melakukan berbagai pelatihan yang diharapkan. Dari hasil UKG pemerintah dapat merencanakan berbagai pelatihan guru. Guru harus menguasai berbagai strategi pembelajaran sehingga apa yang diberikan sampai ke otak siswa dengan baik. Bila guru menguasai berbagai strategi pembelajaran, maka prestasi siswa pun akan meningkat.

dilarang masuk

dilarang masuk

Ujian nasional bukan untuk pemerintah. Kalau ujian nasional untuk pemerintah saja buat apa? Lebih baik dibubarkan atau dihapuskan saja. Itulah yang terjadi saat ini. Pelaksanaan ujian nasional SMA/SMK tahun ini ternyata ditunda untuk 11 PROPINSI di Indonesia. Mendikbud M. Nuh segera tampil ke publik dan meminta maaf atas penundaan ini. Nampak terlihat pemerintah sangat lemah dalam hal pengawasan. Kinerja pemerintah sangatlah buruk. Ujian nasional SMA yang seharusnya digelar secara serentak menjadi kandas di tengah jalan. Berbagai cacian dan makian datang bertubi-tubi. Pak Nuh (mendikbud) dipanggil mendadak oleh presiden SBY untuk menjelaskan apa yang terjadi.

IMG01825-20130417-0555

Di sekolah kami (SMA Labschool Jakarta), ujian nasional dilaksanakan baik-baik saja. Kami sudah mempersiapkannya dengan sangat baik. Anda bisa melihatnya dari foto-foto yang saya tampilkan. Selamat dan sukses menempuh ujian nasional 2013. Ujian nasional di rumah keduaku dilaksanakan untuk kalian. Sukses ya!

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

8 People reacted on this

  1. Salam blogger..
    Assalamu’alaikum..
    Entah,terlalu sulit untuk bisa kita mengerti. Bila kita kilas balik ke masa lalu semenjak adanya EBTA-UNAS dan UN,sebenarnya telah menghasilkan tokoh kelas dunia seperti apa dan bagaimana akhlaqnya..? Begitu pentingkah UN/UNAS dan apa pun sebutannya? Disisi lain tidak adakah pilihan test akhir tiap tingkatan /jenjang pendidikan yang bisa lebih memanusiakan para peserta (kesannya dibuat robot) dan tidak semacam horror..!?
    Omjays, kita sebagai anak bangsa yang beradab sungguh tidak mengerti apa sebenarnya dibalik ambisi Kemdikbud tetap ndableg sama seruan MK dan para ahli pendidikan di waktu yang lalu. Apa benar-benar Kemdikbud (M.Nuh) itu bermuka gedek (ray gedek) dan berkepala batu. Amat pantas bila dicatat dalam sejarah sebagai mendikbud yang tidak memiliki prestasi ketika mengelola pendidikan nasional. Saya pribadi sebagai pemerhati, memberi nilai raport pada M.Nuh dengan skore murni 3.00 ( ditulis merah)

    1. Maaf saya kurang setuju dengan pendapat di atas.Jangan mudah membubarkan sesuatu yang tidak sesuai harapan,cari dulu akar masalahnya dan perbaiki.Menurut saya UN ataupun UNAS sangat penting sebagai tolok ukur keberhasilan metode pengajaran, bagus atau tidaknya kurikulum,dan pemetaan sekolah.Namanya proses belajar mengajar harus diuji keberhasilannya secara nasional.Kalau tidak ada ujian berarti tidak ada target. Kalau tidak ada target,buat apa sekolah?Yang harus diberantas bukan UN ataupun UNAS nya tetapi ketidakjujuran di dalamnya. Ketidakjujuran,itulah akar masalahnya. Ketidakjujuran para pejabat makan uang anggaran, ketidakjujuran para pengawas UN/UNAS yang tidak profesional/pura-pura tidak tahu, kecurangan guru/sekolah dalam mark up nilai,kecurangan siswa yang menyontek. Ketidakjujuran harus kita berantas dengan tindakan tegas, perangkat hukum yang jelas,dan aparat yang disiplin.
      Kalau ingin menjadi bangsa yang besar,hargai dan upayakanlah kejujuran.

    1. Maaf saya kurang setuju dengan pendapat di atas.Jangan mudah membubarkan sesuatu yang tidak sesuai harapan,cari dulu akar masalahnya dan perbaiki.Menurut saya UN ataupun UNAS sangat penting sebagai tolok ukur keberhasilan metode pengajaran, bagus atau tidaknya kurikulum,dan pemetaan sekolah.Namanya proses belajar mengajar harus diuji keberhasilannya secara nasional.Kalau tidak ada ujian berarti tidak ada target. Kalau tidak ada target,buat apa sekolah?Yang harus diberantas bukan UN ataupun UNAS nya tetapi ketidakjujuran di dalamnya. Ketidakjujuran,itulah akar masalahnya. Ketidakjujuran para pejabat makan uang anggaran, ketidakjujuran para pengawas UN/UNAS yang tidak profesional/pura-pura tidak tahu, kecurangan guru/sekolah dalam mark up nilai,kecurangan siswa yang menyontek. Ketidakjujuran harus kita berantas dengan tindakan tegas, perangkat hukum yang jelas,dan aparat yang disiplin.
      Kalau ingin menjadi bangsa yang besar,hargai dan upayakanlah kejujuran.

  2. assalamu’alaykum
    salam blogger
    yang jelas bukan untuk kepentingan anak pak hehe
    kita memang terjebak di dunia tes.
    kita tidak perlu pengukuran tetapi penilaian.
    pengukuran sifatnya membandingkan dengan sesuatu yang dianggap sebagai standar.
    penilaian itu proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.
    artinya selama ini anak-anak kita dipaksa untuk mencapai standar, padahal anak-anak kita masing-masing berbeda kemampuannya.
    dengan penilaian otentik, kita bisa menilai anak apa adanya sesuai dengan kemampuan mereka. sehingga setiap anak yang berbeda itu merasa PeDe dengan kemampuannya sendiri.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.