Posted on: April 13, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 6

Propaganda Kotor di Kurikulum 2013

13658250741146884841

Pagi ini saya mendapatkan sms Kurikulum2013: Pada Pelajaran PPKN, ada kompetensi yang dituntut dari siswa untuk melakukan tindakan nyata sebagai warga negara yang baik. Saya menjadi geli sendiri, membaca propaganda yang dibaut eh dibuat kemdikbud melalui sms gratis yg dipublikasikan kepada khalayak ramai. Bagi saya, hal yang dituliskan itu bukanlah hal yang baru dan sudah dilaksanakan oleh guru ppkn dalam kurikulum sebelumnya.

Propaganda-propaganda yang membuat seolah-olah kurikulum 2013 lebih bagus atau lebih baik dari ktsp dan kbk membuat saya terkadang menjadi senyum-senyum sendiri. Seharusnya, kemdikbud sudah memberikan dokumen asli tentang kurikulum 2013 kepada publik secara resmi, dan bukan akhirnya terkesan malu-malu karena takut mendapatkan kritikan dari sejumlah kalangan.

Bagi mereka yang menolak kurikulum 2013 jelas ini menjadi santapan empuk buat mereka melakukan propaganda juga. Namun sebaiknya, propaganda yang dituliskan tetap menganut asas kesopanan dan etika orang timur. Bagi saya, tak ada propaganda kotor. Setiap orang berhak saling mempengaruhi melalui tulisan yang dibuatnya. Mereka tentu punya landasan kenapa menuliskannya.

Dalam seminar nasional kesiapan guru dlm menghadapi kurikulum baru dan problematika yg dihadapinya, ibu retno mempresentasikan sebuah slide yang membuat para peserta seminar tertawa terbahak-bahak. Tentu ini bukan propaganda kotor, tapi kami mencoba mengkritisi rancangan draft kurikulum 2013 yang terus berubah-rubah khususnya kompetensi inti dan kompetensi dasar. Hal inilah yang selalu dikritisi oleh para guru besar di perguruan tinggi. Adalah wajar bila kemudian, Dokumen kurikulum 2013 yg belum siap pakai itu ditelanjangi habis oleh pakar dan praktisi pendidikan.

Sebagai seorang guru yang mata pelajarannya akan diintegrasikan dalam kurikulum 2013 (baca dihapus), tentu saya harus kritis dan tidak menerima begitu saja apa yang disampaikan pejabat kemdikbud. Sudah saatnya guru kritis dan mengkritisi kebijakan pemerintah agar tak salah arah. Sebab anggaran yang digunakan oleh mereka adalah uang rakyat yang didapat dari pajak, kekayaan alam, dan hasil bumi lainnya. Jadi sudah sepatutnya kita kritis dan mulai melakukan pergerakan guru menolak kurikulum 2013 sampai kurikulum ini benar-benar siap.

Saya pun salut kepada ibu Retno Listiyarti. Guru pns yang berani menentang kebijakan pemerintah. Adalah sangat langka guru pns yang berani menyuarakan hati nuraninya. Kebanyakan guru pns berlindung dari SK pnsnya dan takut dapur tidak ngebul kalau bernai melawan atasan atau pemerintahnya sendiri.

Kembali kepada topik kita. Propaganda kotor adalah propaganda yang sengaja dihembuskan dengan maksud yang tersembunyi. Bisa niatnya jahat dan bisa juga niatnya baik. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Hal itulah yang saya arasakan sendiri ketika ada orang menuduh saya melakukan propaganda kotor di facebook group ikatan guru indonesia (igi pusat).

Tentu buat mereka yang kenal dengan saya dan mengetahui jalan pemikiran saya akan membela saya, dan menjelaskan secara terang benderang. Tetapi buat mereka yang memang tidak suka dan merasa kenyamanannya terganggu akan berusaha keras menyudutkan saya dengan sejumlah argumentasi yang dibenarkan oleh mereka sendiri.

Kini saatnya kita berpikir jernih, dan terus mengkritisi kurikulum 2013.Kami berniat baik dan percayalah ini dilakukan untuk kemajuan pendidikan di bumi pertiwi dan bukan untuk menolak sebuah perubahan. Sebab perubahan itu pasti dan tidak ada satupun yang dapat menolaknya ketika badai perubahan menerpa diri.

1365825464881579116

Salam blogger persahabatan
Omjay
https://wijayalabs.com

Categories:

6 People reacted on this

  1. Pak,yang namanya iklan pasti mengaku kalau barang yang dijualnya adalah nomor satu walaupun itu menipu orang lain tidak masalah,yang penting barang jualannya laku.Tinggal kita sebagai pembeli,pemakai harus kritis menyikapinya.Seperti halnya dengan kurikulum 2013 ini.Pihak yang memasarkan dan akan mendapatkan keuntungan pasti berjuang dengan sekuat tenaga menggunakan seluruh kekuasaannya agar tujuan tercapai. Untuk itu kita harus bersatu demi anak-anak kita.TOLAK KURIKULUM 2013.TIDAK MENCERDASKAN BANGSA TETAPI MEMBODOHKAN BANGSA.

    1. Kepada para pembaca,
      Sebagai orangtua murid eks-RSBI SD negeri di Jawa Tengah, izinkanlah kami memberikan masukan agar kurikulum 2013 dibatalkan karena:
      1.Ada kesenjangan yang sangat jauh antara kurikulum 2013 dengan kurikulum RSBI,dan ini sangat merugikan siswa eks-RSBI. Siswa RSBI sudah terbiasa mendapatkan pelajaran dengan materi yang jauh lebih tinggi dan sulit,KKM tinggi.Kalau kurikulum 2013 dipakai sama artinya dengan kemunduran mutu pendidikan. Benar kata Adik Galang,kurikulum 2013 ini sangat dangkal.Pemerintah harus memberikan kurikulum yang sesuai dengan tingkatan pelajaran yang telah didapat oleh anak eks-RSBI.Lebih baik lagi kalau sekolah eks-RSBI tetap diizinkan memakai kurikulum RSBI.
      2.Kurikulum 2013 dibuat tergesa-gesa tanpa riset yang cukup terhadap kurikulum sebelumnya,yaitu KTSP dan outputnya. Tirulah negara Eropa yang tidak mudah mengganti kurikulum. Mereka mengganti kurikulum setelah 50 tahun dan dengan pemikiran yang matang.
      3.Kurikulum bukan sekedar proyek pemerintah,jadi perlu dengar pendapat dalam ruang lingkup yang luas. Guru,murid,praktisi pendidikan,dan orangtua murid perlu dilibatkan dalam pembuatan kurikulum.
      4.Uji publik belum dilakukan tetapi Mendikbud sudah memanggil penerbit buku.Ada apa Pak?Rakyat curiga nih.
      5.Anggaran kurikulum 2013 yang makin membengkak, dikhawatirkan rawan mark up dan korupsi.2,49 trilyun itu jerih payah rakyat jadi jangan dihambur-hamburkan.
      6.Kurikulum 2013 belum jelas kelanjutannya karena Mendikbud tinggal menjabat setahun lagi dan pasti diganti.
      Demikianlah surat saya.Harap menjadikan perhatian dan pertimbangan dalam memutuskan sesuatu agar tidak merugikan rakyat.Sebagai pemimpin contohkanlah demokrasi dan bukan otoriter.Terimakasih.

      1. 1. Masalah RSBI, saya yakin sekali kalo masih ada. kompetensi dasar yang ada pasti sama dengan sekolah biasa karena menggunakan kurikulum KTSP. Ujian nasional kelulusannya juga sama. cuma prestise n tarif
        2. Saya belum membca kurikulum 2013 tetapi saya yakin bahwa kemendiknas pasti sudah memperhitungkan tingkat keberhasilan sehingga berani untuk memberlakukan kurikulum yang baru.saya yakin juga kemendiknas memiliki master plane pengembangan kurikulum baik kurikulum 74, kurikulum 94, 2004(KBK), 2006. Dengan adanya uji publik mengharapkan adanya perubahan dan perbaikan dari semua elemen sehingga didapatkan yang lebih baik.

        1. Setahu saya,kurikulum RSBI bukan hanya KTSP karena banyak sekali materi tambahan yang bersumber dari luar negeri.Sister school sekolah anak-anak saya adalah universitas ternama di Singapura.Untuk Bahasa Inggris, bukunya saja memakai Alive Longman. Untuk Bahasa Inggris diajarkan 8 jam pelajaran per minggunya,dan di kelas 3 SD anak-anak saya mempelajari General English,English for Math dan English for Science yang kesemuanya merupakan materi yang berbobot dan sangat jauh berbeda dibandingkan dengan sekolah reguler biasa. Untuk TIK dan multimedia lainnya selalu digunakan dalam proses belajar mengajar,tiap guru mengajar dengan power point,dan murid selalu mendapatkan PR project browsing dari internet dan dipresentasikan di depan kelas dengan dua bahasa,Indonesia dan Inggris.Untuk matematika,banyak sekali materi pengayaan yang diajarkan,disesuaikan dengan kurikulum luar negari.Saat anak-anak saya duduk di kelas dua SD,mereka sudah diajari teori Phytagoras,jadi sudah lebih luas dibanding reguler.Untuk sains juga demikian, jauh berbeda dibandingkan dengan sekolah reguler biasa.Anak-anak saya pernah mendapatkan tugas mencari gambar anatomi telinga manusia dan dipresentasikan dengan power point dalam Bahasa Inggris dan Indonesia.Seperti itulah perbedaannya.Untuk ujian mid dan semester,ada bahan dari Dikpora setempat dan ada bahan khusus RSBI.
          Begitulah Bapak/Ibu gurune.Memang kalau tidak masuk di dalam RSBI hanya tahu sepintas kilas bisa salah persepsi. Saya punya pilihan dalam menyekolahkan anak,dan Anda juga punya.
          Apa yang cocok untuk saya belum tentu cocok untuk Anda.

  2. Kemendikbud tenang-tenang saja walaupun mendapat kritikan dari seluruh Indonesia,kelihatannya ini untuk meredam konflik.
    Menurut saya kurikulum 2013 sangat dangkal materinya,dan bukan merupakan penyempurnaan dari kurikulum terdahulu. Sebagai orangtua dari dua anak kembar yang masih duduk di tingkat SD, saya mohon saran kepada para pembaca tentang kemungkinan menyekolahkan anak di luar negeri.Di negara manakah yang ada sekolah dasar bermutu dengan kurikulum yang baik?Biaya berapapun tidak masalah demi kebaikan mereka, karena saya dan suami terlanjur tidak percaya dengan pejabat Indonesia,kebanyakan hanya tahu korupsi,makan anggaran proyek negara dan mengorbankan masa depan bangsanya.
    Mohon jawaban lewat blog ini.

    1. Saya kurang setuju dengan kurikulum 2013 karena:
      1.Kurikulum 2013 belum matang karena dibuat secara tergesa-gesa tanpa evaluasi terhadap kurikulum sebelumnya. 2.Kurikulum 2013 terkesan hanya proyek Kemendikbud dengan anggaran yang terus menerus meroket.3.Kurikulum 2013 dibuat dengan menabarak dasar hukum UU Sisdiknas 4.Kurikulum 2013 tidak jelas kelanjutan dan pertanggungjawabannya karena masa jabatan Mendikbud tinggal setahun lagi dan tidak mungkin terpilih kembali.5.Kurikulum 2015 tidak sesuai dengan sekolah eks-RSBI karena materinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan kurikulum RSBI. 6.Kurikulum 2013 adalah kekerasan dan hukum rimba dalam dunia pendidikan,bagi anak/pelajar,bagi guru/pengajar dan bagi masyarakat luas. 7.Kurikulum 2013 tidak memperhatikan kesinambungan pendidikan, tetapi hanya menciptakan pembodohan belaka. 8.Kurikulum 2013 adalah proyek yang rawan korupsi.
      TOLAK KURIKULUM 2013.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.