Posted on: April 1, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 2

Ikutilah Seminar Nasional Kesiapan Guru Menghadapi Kurikulum Baru dan Problematika yang Dihadapinya

382273_400996259995521_630267321_n

“Kesiapan Guru Menghadapi Kurikulum Baru, dan Problematika yang Dihadapinya.”

susunan cara- seminar

Dari hasil wawancara dengan teman-teman guru di beberapa daerah, hanya sedikit guru yang benar-benar fokus dan menerima sepenuh hati kurikulum baru. Ada yang menerima karena terpaksa, dan ada yang masa bodoh dengan kurikulum baru. Mereka yang menerima adalah mereka yang rata-rata terlibat dalam penyusunan kalender akademik sekolah dan berkepentingan dengan pembagian tugas mengajar para guru. Padahal kita sama-sama tahu bahwa guru adalah kunci utama dalam suksesnya sebuah implementasi kurikulum.

seminar nasional-guru

Guru yang baik dan apalagi profesional tentu akan mampu mengubah kurikulum yang tidak jelas dan amburadul sekalipun menjadi sebuah pembelajaran yang bermakna bagi para siswa. hal itulah yang dituliskan Prof Suyanto (Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta), di kolom opini Kompas (Senin, 1 April 2013) yang berjudul Guru dalam Pembelajaran.

Beliau juga menuliskan bahwa untuk mengimplementasikan kurikulum 2013, pelatihan guru mutlak harus dilakukan dengan baik dan profesional.  Pemerintah harus mempersiapkan desain pelatihan  bagi ratusan ribu guru di negeri ini agar dapat melaksanakan kurikulum baru secara profesional.

Menyadari akan hal itu, Ikatan Guru Indonesia (IGI) bekerjasama dengan badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) akan mengadakan kegiatan Seminar Nasional “Kesiapan Guru Dalam Menghadapi Kurikulum Baru dan Problematika yang Dihadapinya.”

Adapun kegiatan ini dilaksanakan pada:
Minggu, 7 April 2013
Pukul : 08.00-12.30 wib
Tempat di Aula Perpustakaan Kampus A UNJ Rawamangun
Biaya Rp. 75.000 (Seminar kit, Sertfikat, dan konsumsi snack)

Pembicara:

  1. Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S. (Wakil menteri Pendidikan dan kebudayaan RI)
  2. Dr. Nusa Putra (Dosen UNJ-Balitbang Kemendikbud)
  3. Dedi Gumelar (Komisi X DPR) *dalam konfirmasi
  4. Dr. Itje Chodidjah (IGI Pusat)
  5. Dra. Retno Listiyarti (Ketua FSGI)
  6. DR. Sulistyo (Ketua PGRI) *dalam konfirmasi
musliar-kasim
Musliar Kasim

Hubungi Panitia Seminar Nasional “Kesiapan Guru Dalam Menghadapi Kurikulum
Baru & Problematika yang Dihadapinya” di BEM UNJ

  • Ihsan Abdan Syakura (089605508455)
  • Email : syakuraihsan@gmail.com

m._nuh

Categories:

2 People reacted on this

  1. Yang paling penting ditunda dulu,diperbaiki dulu,disempurnakan dulu karena kurikulum 2013 belum siap diluncurkan.Kalau nekad diluncurkan akan membahayakan penumpang (anak didik dan guru).Jangan pakai hukum rimba,siapa yang kuat dan berkuasa dia akan menang.
    Rekan-rekan guru,orangtua murid marilah kita berjuang lewat pena untuk menumbangkan kediktatoran dalam dunia pendidikan. Jangan sampai masa depan generasi muda dirugikan.Rawe-rawe rantas,malang-malang putung!

  2. Kepada para pembaca,

    Sebagai orangtua murid eks-RSBI SD negeri di Jawa Tengah, izinkanlah kami memberikan masukan agar kurikulum 2013 dibatalkan karena:
    1.Ada kesenjangan yang sangat jauh antara kurikulum 2013 dengan kurikulum RSBI,dan ini sangat merugikan siswa eks-RSBI. Siswa RSBI sudah terbiasa mendapatkan pelajaran dengan materi yang jauh lebih tinggi dan sulit,KKM tinggi.Kalau kurikulum 2013 dipakai sama artinya dengan kemunduran mutu pendidikan. Benar kata Adik Galang,kurikulum 2013 ini sangat dangkal.Pemerintah harus memberikan kurikulum yang sesuai dengan tingkatan pelajaran yang telah didapat oleh anak eks-RSBI.Lebih baik lagi kalau sekolah eks-RSBI tetap diizinkan memakai kurikulum RSBI.
    2.Kurikulum 2013 dibuat tergesa-gesa tanpa riset yang cukup terhadap kurikulum sebelumnya,yaitu KTSP dan outputnya. Tirulah negara Eropa yang tidak mudah mengganti kurikulum. Mereka mengganti kurikulum setelah 50 tahun dan dengan pemikiran yang matang.
    3.Kurikulum bukan sekedar proyek pemerintah,jadi perlu dengar pendapat dalam ruang lingkup yang luas. Guru,murid,praktisi pendidikan,dan orangtua murid perlu dilibatkan dalam pembuatan kurikulum.
    4.Uji publik belum dilakukan tetapi Mendikbud sudah memanggil penerbit buku.Ada apa Pak?Rakyat curiga nih.
    5.Anggaran kurikulum 2013 yang makin membengkak, dikhawatirkan rawan mark up dan korupsi.2,49 trilyun itu jerih payah rakyat jadi jangan dihambur-hamburkan.
    6.Kurikulum 2013 belum jelas kelanjutannya karena Mendikbud tinggal menjabat setahun lagi dan pasti diganti.
    Demikianlah surat saya.Harap menjadikan perhatian dan pertimbangan dalam memutuskan sesuatu agar tidak merugikan rakyat.Sebagai pemimpin contohkanlah demokrasi dan bukan otoriter.Terimakasih.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.