Posted on: February 25, 2013 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

Mensyukuri Nikmat Allah

mensyukuri-nikmat2Setelah sholat Tahajud malam ini, seperti biasanya saya membuka laptop, dan lalu membuka program MP3. Mulailah terdengar Q.S. Ar-Rokhman dari dalam laptop saya itu. Enak di telinga dan teduh di hati. Alangkah indahnya bila kita sering mendengarkan kalam ilahi, memahami isinya dan melaksanakannya dalam kehidupan. Tentu kita akan termasuk orang yang senantiasa bersyukur. Mensyukuri nikmat Allah yang luar biasa besarnya. Sehingga tak heran bila Beliau yang diatas menegur kita dengan firman-Nya, Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Saya renungi perjalanan hidup saya. Saya pandangi foto kedua orang tua saya yang sudah almarhum. Tentu mereka ingin anaknya kelak menjadi orang yang berguna untuk sesamanya. Saling berbagi kebaikan dan mengajarkan kebajikan.

Saya masih ingat, ketika ayah masih hidup. Tak pernah sedikitpun beliau marah. Kalaupun beliau marah, marahnya tak terlihat dan biasanya beliau langsung ambil air wudhu lalu sholat. Berbeda dengan ibu. Ibu selalu memarahi kami. Apalagi bila kami malas untuk belajar. Tapi, bila kami ujian, ibulah yang selalu berpuasa untuk kami. Menyiapkan sarapan pagi dan segala keperluan kami. Dari mulai kami bangun sampai kami mau tertidur lagi.

Kini keduanya telah dipanggil Allah. Meninggalkan kenangan yang tak akan terlupakan. Saya bersyukur mempunyai kedua orang tua yang menyayangi saya. Mereka memberikan contoh bagaimana mengarungi kehidupan. Kadang bersahabat, dan kadang kurang bersahabat. Itulah hidup harus dihadapi dengan keluhuran budi. Pandai memadukan tata rasa, tata pikir, dan tata tindakan ke dalam tata krama yang berujung kepada akhlak mulia. Tak banyak orang seperti ini, dan tidak mudah untuk dapat seperti itu.

Mensyukuri nikmat Allah harus menjadi bagian dalam hidup kita. Kadang tak sadar kita kurang bersyukur kepada-Nya. Mengeluh dan hanya mengeluh. Tak pernah kita berterima kasih kepada-Nya. Padahal sudah begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita. Mulai dari nikmat kesehatan, nikmat kekayaan, dan nikmat-nikmat Allah yang lainnya.

Syukur menjadi barometer Allah terhadap hambaNya, ketika seorang hamba bersyukur, maka Allah akan memasukkannya kedalam ummat yang Ia akan lindungi.

Ketika kita tidak bersyukur, Allah tidak berharap akan keburukan terhadap kita, Allah hanya memberi peringatan, bahwa AzabNya amat pedih. Apakah ini kurang menunjukkan betapa sayangnya Allah terhadap hambaNya yang bernama manusia?

“Jika engkau mensyukuri nikmatKu, maka akan Aku tambah nikmatKu, tapi jika engkau mengingkari, sesungguhnya azabKu amat pedih”

Tak terasa adzan subuh sudah berkumandang di masjid. Saling bersahutan antara masjid satu dengan masjid lainnya. Panggilan untuk umat muslim sholat berjamaah. Tapi, mengapa sedikit yang datang ke masjid? Apakah ini tanda kita mensyukuri nikmat Allah??

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

1 people reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.