Posted on: December 15, 2012 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Menumbuhkan Minat Menulis

Teman-teman dunia maya yang omjay sayangi dan banggakan. Gak kerasa yah sekarang sudah bertemu dengan hari Sabtu lagi. Begitu cepat waktu berlalu, dan sayang banget bila kita tak menuliskan apa yang menjadi moment penting hidup kita sellama seminggu itu.

Memang sih menulis itu bukan pekerjaan mudah. Saya saja butuh waku sejam untuk bisa fokus sepeti sekarang. Perlu keberaniaan untuk bisa menulis. Intinya, tuliskan saja dan edit kemudian.

Sewaktu diminta menjadi pembicara workshop menulis kreatif “Go Write Go Bright”, panitia Gebyar PLS UNJ memberikan TOR (Term Of Referenci) tentang menumbuhkan minat menulis. Bagi saya tentu aja ini sangat menarik. Sebab untuk menumbuhkan minat menulis dibutuhkan kekuatan untuk melawan diri sendiri.

Bagi anda yang beum mampu menaklukan diri sendiri, sebaiknya bergaul dengan para penulis hebat dan berkumpul dengan teman-teman yang berani “kejam” kepada dirinya sendiri. Itulah mengapa para penulis hebat mampu menuangkan ide cerdasnya dan tidak terbelenggu lagi dalam aturan ini dan itu dalam menulis. Lepas dan bebas seperti burung-burung pagi yang berkicauan di tepi pantai di huan mangrove. Bila anda mendengarnya secara langsung, pastilah anda akan sangat bersyukur dengan keindahan ciptaan yang Maha Kuasa. Sebuah keindahan yang hanya dapat dirasakan dengan hati yang bersih dan suci.

Untuk dapat menumbuhkan minat menulis sebanarnya mudah saja. Anda cukup bermodalkan pantat dan bukan otak. Itulah sebuah ajakan cerdas dari bang Nusa Putra ketika saya mengikuti Teacher writing camp di wima UNJ kampus A UNJ Rawamangun Jaktim. Artinya, anda perlu menyempatkan waktu untuk duduk sejenak dan mengeluarkan isi hati yang sudah terkumpul di kepala anda. Perlu duduk dan menatap layar komputer atau laptop untuk mampu menulis.

Persoalannya, kesibukan yang terkadang menyita waktu membuat kita akhirnya tak mampu duduk tenang untuk menulis. Segudang alasanpun datang tiba-tiba dan membuat kita akhirnya tak mampu menulis.

Dalam buku bunga Rampai Problematika Bahasa Indonesia dengan editor Syarifudin Yunus (Trikarsamedia, 2010) dituliskan bahasa guru, begitu lemahnya yang dituliskan Drs. Shobir Purwanto, M.Pd. Banyak guru masih lemah dalam bertutur. Hal ini menandakan bahwa guru harus banyak membaca dan menuangkan apa yang ada dalam bahan bacaan menjadi sebuah tulisan yang menark.

Menumbuhkan minat menulis harus dibarengi dengan budaya baca. tanpa membaca agak sulit rasanya bagi anda untuk mampu menulis dengan baik. SEringkali saya menulis setalah melakukan proses membaca.

Sambil menonton film Doraemon di RCTI bersama anak-anak saya (Intan dan Berlian), saya dapati sebuah cerita yang hebat dari penulisnya. Tak mungkin film doraemon menjadi bagus dan disukai oleh banyak oang tanpa ada seorang penulis hebat di belakangnya. Kalau begitu, saya menjadi semakin bersemangat untuk menulis. Bagi saya, menulis menjadi sebuah kebutuhan kalau sudah melihat karya-karya hebat mereka.

menumbuhkan minat menulis memang tidak cuma sekedar membaca. Anda perlu pula sekali waktu berjalan-jalan di sekitar anda. Melihat dari dekat apa yang terjad hari ini. Pasti banyak hal menarik yang bisa dituliskan. Pasti banyak bahan tulisan yang sebenarnya bisa diajikan. Hanya saja, kemalsan diri dan berjuta alasan selalu saja datang menghampiri. Kalau sudah begitu, jadi Doraemon aja, hehehe. Apapaun yang diminta, akan keluar dari kantong ajaibnya. Mau?

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http//wijayalabs.com

Categories:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.