Posted on: November 7, 2012 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Ada Apa di Konferensi Guru Nusantara?

Rabu, 7 Nopember 2012 saya mengikuti kegiatan Konferensi Guru Nusantara (KGN) di Universitas Atmajaya, Gedung Yustinus Lt-14-15 Jakarta Pusat. Tema kegiatan ini adalah “Pendidikan Sains, Sains untuk masyarakat dan sains untuk masa depan”.

Konferensi Guru Nusantara 2012
Konferensi Guru Nusantara 2012

Usai mengajar TIK di SMP Labschool Jakarta, saya langsung mengikuti kegiatan KGN ini yang akan dilaksanakan selama 2 hari yaitu 7-8 Nopember 2012. KGN 2012 merupakan sebuah ajang yang sangat berguna bagi kalangan pendidik, dimana dalam konferensi ilmiah ini para pembicara akan berbagi pengalaman, dan pengetahuan untuk menambah wawasan serta inspirasi dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Saya datang ketika materi “Peranan Matematika dalam Pendidikan Sains Masa Kini” sedang dibawakan oleh Frederic Ezerman dari Center for Quantum Technologies, National University of Singapore. Lalu disusul dengan inspiring session yang dibawakan oleh Ronal Stones OBE- Expert Advisor Provisi Education secara berpasangan dengan panitia KGN. Namun sayang, slidenya terlalu kecil, sehingga kami yang di belakang tidak bisa membaca isi slidenya.

Ramai sekali suasananya. Saya sempat bertemu dengan teman-teman dari pengurus pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), juga para anggota IGI yang dikomandani pak Dahli Ahmad dari IGI Bekasi. Semua itu dalam koordinasi direktur program IGI pusat yaitu mbak Dita Puti Sari. Tahun ini, IGI mengirimkan 40 orang guru yang dibiayai oleh sponsor Indonesia Power, dan alhamdulillah hampir semuanya hadir dalam KGN 2012 ini. Bila tak dapat sponsor setiap peserta dari umum dikenakan biaya Rp. 480.000,-.

Saya melihat lebih dari 500 orang guru dari seluruh Indonesia hadir dalam KGN yang sudah dilaksanakan untuk yang ketujuh kalinya. Panitia sudah mempersiapkan acara ini 6 bulan sebelumnya. Hal ini bisa dilihat di website panitia KGN di http://www.konferensigurunusantara.net/index2012.php.

Saat istirahat, sholat, dan makan siang, saya sengaja berkeliling melihat stand pameran dari para sponsor acara. Saya temukan secara tak sengaja penerbit Indeks dimana saya biasa menerbitkan buku-buku saya. Tak sengaja saya bertemu dengan penggemar tulisan saya, dan kami berfoto bersama dengan buku mengenal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dibeli oleh seorang guru peserta KGN. Waduh saya lupa menanyakan namanya.

Asyik juga berkeliling stand, saya membeli buku Rahasia Mudah mendidik dengan Hati karya Alpiyanto. Saya juga membeli kertas phot untuk mencetak foto-foto dengan printer berwarna. Mumpung murah dan ada discount, hehehe.

Setelah ishoma, saya sempat bingung mau mengikuti sesi pararel yang sangat menarik. Di lantai 14 ada pak Wayan Tjatra (kepala SMA St. Laurensia Serpong) memberikan materi “Model Pembelajaran Fisika untuk membentuk Keterampilan Berpikir Ilmiah”. Sedangkan di lantai 15 ada materi “Model Pembelajaran Sains untuk usia 6-12 tahun yang mengembangkan rasa ingin tahu dan keterampilan berpikir kritis dan kreatif”. Materi ini dibawakan oleh ibu Najelaa Shihab (Direktur Utama Sekolah Cikal, jakarta).

Saya memilih materi di lantai 14, sebab keterampilan berpikir ilmiah ini sangat menarik bagi saya, dan ternyata pilihan saya sangat tepat. saya mendapatkan materi dari pakarnya langsung. Meskipun Pak wayan bukan orang yang berlatar pendidikan guru (beliau Enginer atau Insinyur), apa yang beliau lakukan dalam melakukan inovasi di bidang pendidikan sangat bagus untuk diterapkan di sekolah bertaraf internasional. Budaya meneliti harus ditumbuhkan ketika mereka sudah berada di sekolah, dan ini dilakukan oleh beliau dengan mengajak peserta didiknya untuk belajar fisika dengan sangat menyenangkan.

Slide demi slide saya ambil gambarnya, dan saya upload ke facebook. Anda bisa mengambilnya secara gratis. Hal yang sangat menginspirasi adalah ada produk yang dihasilkan oleh peserta didik, seperti karya tulis, dan benda hasil penelitian lainnya. Semua itu dikumpulkan sebagai hasil portofolio siswa. Pendekatan yang bersifat holistik dan keterampilan berpikir ilmiah menjadi fokus dalam pembelajaran yang dilakukan.

Pukul 14.15 acara KGN dihentikan sejenak untuk rehat/coffe break. Di depan podium acara saya melihat seorang bule yang sudah siap dengan presentasinya. Sayapun langsung mendekatinya. Ternyata bule ini bisa bahasa Indonesia, dan beristri orang Bugis, Makasar, Sulawesi Selatan. Saya berkenalan dengannya, dan saya dapatkan sebuah nama keren: Noan Fesnoux, seorang guru di Green School, Bali.

Mr. Noan Fesnoux memberikan materi “Science Education in Harmony with Nature and Global Issues: Cultivating Responsibility and Calling for Actions”. Bagus sekali cara penyampaiannya.

Meskipun beliau menyampaikannya dalam bahasa Inggris, kami yang hadir mudah memahami apa yang disampaikan karena slide demi slide diperlihatkan foto-foto kegiatan yang mereka lakukan di luar kelas.

Mereka belajar dari alam sekitar, khususnya tentang membuat minyak kelapa sawit, dan bagaimana melihat bendungan. Kekompakan tim atau Kolaborasi sangat ditonjolkan dalam pembelajaran di luar kelas ini.

Alam begitu banyak menarik minat mereka, dan terus terang saya sangat terinspirasi sekali dengan apa yang disampaikan oleh Mr Noan ini. Saya kirimkan slide demi slide untuk anda di facebok omjay di sini.

Saat terjadi dialog atau tanya jawab, saya berlari ke lantai 15 untuk melihat juga materi yang disampaikan oleh ibu Sri Wahyaningsih dari Sanggar Anak Alam Yogyakarta. Materi yang beliau sampaikan adalah “Belajar sains Sekolah dasar dengan mengakar pada Budaya Masyarakat dan Alam Sekitar”.  Inti dari materi ini adalah bagaimana anak desa belajar di desanya sendiri. Itu sedikit informasi yang saya dapatkan dari beberapa teman yang mengikuti materinya.

Saya kembali lagi ke lantai 14, dan mencuri kesempatan untuk melakukan wawancara dengan Mr Noan. Alhamdulillah saya dapat mewancarainya secara langsung, dan saya rekamkan suaranya untuk anda di sini.

Senang sekali bisa mengikuti acara KGN hari pertama. Lebih senang lagi saya bisa mewawancarai langsung pak Leo yang merupakan ketua Panitia KGN. Saya rekamkan suaranya untuk anda di sini. Semoga tujuan KGN yang mulia ini tercapai, dan kita berharap ada kerjasama saling menguntungkan antara provisi edukasi dengan IGI dalam pelaksanaan KGN tahun depan.

Ada apa di Konferensi Guru Nusantara? Ada sebuah harapan besar agar para guru di Indonesia dapat meningkatkan kualitas pembelajarannya. Ada tempat untuk saling silahturahim berbagi pengalaman dan pengetahuan. Ada tempat dimana para guru belajar dan berbagi. Semoga besok saya mendapatkan materi yang lebih banyak lagi, dan bisa mengikti materi di hari kedua yang lebih menarik lagi.

salam blogger persahabatan
omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.