Posted on: May 18, 2012 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Melihat Kota Bandung dari Menara Masjid Raya

Sebelum waktu sholat jumat, saya sudah tiba di masjid raya bandung. Pukul 10.30 wib saya sudah tiba di parkiran basement alun-alun kota bandung. Sayapun memarkirkan motor pinjaman saya di bawah masjid raya yang luas. Dari situ saya langsung ke atas dan tiba di depan pintu utama masjid raya.

Banyak sekali tukang dagang di seputaran masjid. Ada yang sudah siap dengan dagangannya dan ada pula yang baru menyiapkan barang dagangannya. Saya sempatkan mampir di pedagang peci untuk membeli kopiah berwarna coklat. Dari situ sayapun berkeliling masjid untuk melihat pintu lift menara. Barangkali ada pintu lift dibuka dan kita bisa naik ke atas menara berlantai 19.

Melihat Kota Bandung dari Menara Masjid Raya
Melihat Kota Bandung dari Menara Masjid Raya

Alhamdulillah, ada satu pintu menara dibuka. Kata petugas masjid, pintu lift menara baru dibuka usai sholat jumat. Saya pun merasa kecewa karena pintu lift menara tutup dan baru bisa dibuka hari sabtu dan minggu saja.

Alhamdulillah Pintu lift Menara Masjid dibuka, sayapun naik ke lantai 19. Dok: Pribadi

Saat saya mulai kecewa, tiba-tiba pintu lift terbuka dan petugas menawarkan saya naik ke atas. Kebetulan bersama saya ada 2 orang ibu datang dari kota padang ingin naik ke atas menara. Kamipun bertiga diantar petugas menuju lantai 19 menara. Lantai yang paling tinggi di menara masjid raya.

Subhanallah. Allahu akbar. Ind13373908081195828271ah sekali pemandangannya. Saya sempat memotret indahnya alam dari atas menara. Juga suasana kota bandung yang padat. Terlihat sekali iringan mobil kecil-kecil seperti semut merayap memenuhi kota bandung yang padat. Saya seperti raksasa besar melihat kota bandung dari atas. Seperti naik helikopter dan memotret kota bandung dari atas. Saya pun mengambil gambar-gambar cantik dari atas menara.

13373905341071230163

Pemandangan kota Bandung dari atas Menara. Dok. Pribadi

Sungguh indah melihat dan menikmati kota bandung dari atas menara. Saya melihat geliat kota bandung yang tak pernah henti. Sayang sekali petugas lift memanggil kami dan segera memerintahkan kami untuk segera turun dari menara. Rasanya cuma sebentar saja saya berada di atas menara. Mungkin sekitar 10 menit saja. Tapi bagi saya, 10 menit ini waktu yang sangat berharga. Saya pun bernarsis sejenak di atas menara dan memotret dua orang ibu yang berasal dari padang.

1337390593698125315

Tiket masuk menara cuma Rp. 2000,-

Melihat dan menikmati kota bandung dari atas menara masjid memberi nilai sejarh tersendiri buat saya. Ini kali kedua saya menaiki menara kembar yang ada di masjid raya. Saya pun telah mencetak rekor menaiki puncak menara kembar itu kiri dan kanan. Sesuatu yang sulit diperoleh orang bandung sekalipun. Banyak orang bandung yang lahir dan besar di bandung belum pernah menaiki kedua menara kembar ini. Alhamdulillah saya sudah menaiki keduanya dan melihat kota bandung dari atas menara.

13373911661839098276

Dua orang ibu dari kota padang di atas menara

Semoga lain waktu bisa menikmati dan melihat wajah kota bandung lebih lama dari atas menara. Ponsel sayapun berdering karena orang yang saya tunggu sudah berada dalam masjid raya. Seorang penulis hebat dari kota bandung. Beliau sudah berkeliling indonesia dan menebarkan virus pembuatan kurikulum yang baik buat guru di seluruh indonesia. Untuk cerita yang dahsyat ini akan saya postingkan tersendiri. Judulnya belajar menulis dari kang agus hermawan. Nanti saya ceritakan ya. Juga traktirannya makan siang dengan kupat tahu bandung dan es kelapa muda. Sampai nanti ya!

1337391515796539819

Salam blogger persahabatan
Omjay

Categories:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.