Posted on: April 28, 2012 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Mengapa Setiap Keluarga Perlu Perpustakaan Kecil di Rumah?

Selesai mengikuti acara intip buku di aula serbaguna menara Syafrudin Prawiranegara Komplek Perkantoran bank Indonesia, saya berdiskusi dengan seorang ibu guru yang berasal dari Cikarang Bekasi. Beliau mengatakan perpustakaan kecil itu penting bagi keluarga di rumah. Dengan demikian buku-buku yang ada menjadi terjaga perawatannya. Di samping itu, kita akan semakin mudah menemukan buku yang pernah kita baca, bila kita meletakkan kembali buku itu dengan tersusun rapi.

Sambil memegang buku terbaru saya, TIK: Menulis Blog untuk Pendidikan, ibu itu juga menceritakan pentingnya seorang ibu membuat dan mengelola perpustakaan kecil di rumah. Dengan begitu, budaya membaca anak-anak kita sudah benar-benar tertanam mulai dari rumah hingga sekolah. Bila di rumah anak mempunyai perpustakaan kecil, dan menemukan kenikmatan membaca di ruangan itu, maka  sedari kecil anak akan senang dan menyukai buku.

Saya tertegun sejenak, dan membayangkan bila saya mempunyai perpustakaan kecil di rumah. Di dalam ruangan itu ada rak atau lemari buku yang berisi buku-buku yang saya beli. Lalu dengan program microsoft excel, saya buat daftar nama-nama buku, dan diberikan nomor kodenya. Dengan harapan akan memudahkan saya mencari buku yang diperlukan, bila buku itu terus bertambah banyak.

Setiap keluarga sebaiknya memiliki perpustakaan kecil di rumah. Dari perpustakaan kecil ini kita membiasakan anak membaca dan senang dengan buku-buku atau majalah atau berlangganan koran. Masalahnya, kita kurang memperhatikan hal kecil ini. Perpustakaan masih dianggap sesuatu yang tak perlu ada di dalam rumah. Apalagi ketika rumah kita berukuran mungil, dan deket ke mana-mana (maksudnya deket ke kamar tidur, deket ke kamar makan, dekat ke dapur, deket ke kamar mandi, dll).

Alhasil,  jarang ditemui ada sebuah keluarga yang mengelola buku-bukunya dengan baik melalui perpustakaan kecil yang dikelola secara bersama. Terkadang sering ditemui buku dan majalah berserakan dimana-mana. Kita tak menyimpannya dalam sebuah lemari atau rak buku. Ketika hendak membutuhkannya, barulah kita mencarinya kemana-mana. Waktupun terkadang menjadi habis hanya untuk mencari sebuah buku yang pernah kita baca.

Bahkan ada buku yang belum sempat terbaca. Masih dalam keadaan bersampul plastik dari penerbit. Belum dibuka dan baru dibaca cover depan dan belakangnya saja. Belum sempat terbaca secara utuh, buku itu telah hilang dalam ingatan kita.

Berbeda halnya bila kita memiliki perpustakaan kecil di rumah. Buku terjaga kerapihannya. Kita mudah mencarinya kembali, dan membuat kita terbiasa disiplin untuk meletakkannya kembali ketika sudah selesai membacanya.

Membiasakan diri meletakkan buku kembali ke dalam rak buku bukanlah perkara mudah seringkali kita begitu saja meletakkan buku-bukunya setelah selesai membacanya. Begitu kita membutuhkannya, barulah terasa kalau kita memerlukan buku itu sebagai referensi.

Saya bersyukur memiliki seorang ibu yang melatih saya disiplin untuk masalah buku. Ibu selalu mengingatkan saya untuk melatakkan kembali buku-buku yang saya baca dalam sebuah rak buku yang dibelinya. Buku pelajaran terpisah dengan buku umum. Hal itu sengaja dilakukan ibu untuk memudahkan anak-anaknya mencari buku yang diperlukannya.

Untuk membuat dan mengelola perpustakaan kecil di rumah sebenarnya tidaklah susah. Hal yang diperlukan hanya komitmen dan kedisiplinan saja. Kita tak perlu menggunakan ruangan yang luas. Cukup memanfaatkan ruangan yang ada dengan membuat rak gantung di ruangan. Persoalannya hanya pada kemauan kita untuk membudayakan minat baca pada keluarga. Bila kita sudah memulainya dengan membuat perpustakaan kecil di rumah, tentu akan membuat anak-anak suka dengan buku-buku, dan majalah.

Mengapa setiap keluarga perlu perpustakaan kecil di rumah? jawabannya adalah perpustakaan kecil di rumah diperlukan agar memudahkan anggota keluarga mencari buku yang telah dibacanya. Membuat mereka menjadi suka dan senang membaca karena buku tertata dan terkelola dengan baik. Pada akhirnya, budaya baca menjadi melekat dalam diri anak-anak kita, karena sudah dimulai dalam keluarga.

Bila kita belum memiliki perpustakaan kecil di rumah, mulailah dengan hal-hal yang mudah dan sederhana. Belilah rak buku atau lemari buku, kemudian susun dengan baik. Akan lebih mudah bila kita menyusunnya berdasarkan abjad atau judul buku. masalahnya, ukuran buku sekarang tidaklah sama panjang dan lebarnya. Ada yang panjang, dan ada yang pendek. Tinggal pandai-pandailah kita meletakkannya. Dibutuhkan sebuah kreativitas dalam mengelola perpustakaan kecil menjadi sesuatu tempata yang menyenangkan,

Bila rumah kita kecil dan mungil, buatlah rak gantung di dinding. Letakkan buku-buku di dinding dengan rapi. Namun yang harus diperhatikan jangan biarkan buku langsung menempel di dinding sebab udaranya terkadang embab dan dingin dan akan menyebabkan buku menjadi rusak.

Jangan biarkan buku-buku kita tak terawat dan terkelola dengan baik. Yuk kita kelola buku-buku yang dimiliki dengan meletakannya pada almari atau rak buku yang sudah disiapkan. Bila ada uang berlebih, buatlah lemari buku yang disesuaikan dengan panjang dan lebar ruangan sehingga nyaman dan indah dipandang mata.

Buku adalah jendela ilmu. Dengan buku akan banyak ilmu yang didapat. Siapa yang rajin membaca pastilah luas wawasan berpikirnya. Orang yang berilmu  pengetahuan biasanya sangat senang dan suka membaca buku. Kalau ditelaah lagi, mereka pasti memiliki perpustakaan pribadi di rumah yang terkelola dengan baik.

Setiap keluarga sebaiknya memilik perpustakaan kecil. Orang tua harus memberi contoh anak-anaknya untuk mampu mengelola buku-bukunya dengan baik dan cermat. Ketika buku ditelakkan pada tempatnya, kita pun akan berselara untuk segera membacanya. Baca buku buka dunia. kita serasa berkeliling dunia bila menemukan buku yang menggoda hati.

Sekarang pertanyaannya adalah sudahkah anda memiliki perpustakaan kecil di rumah?

salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.