Posted on: April 28, 2012 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Rahasia Menulis Buku diungkap di Acara Intip Buku

Berbagi rahasia Menulis Buku dalam acara intip buku
Berbagi rahasia Menulis Buku dalam acara intip buku

Senang sekali bisa berbagi rahasia menulis buku di acara intip buku yang merupakan kegiatan baru dalam dunia perbukuan kita. Dimana intip buku sangat berbeda dengan acara intip buku.

133563026719009425
Para nara sumber di Acara Intip Buku

Sabtu, 28 April 2012 ruangan aula serbaguna menara Syafrudin Prawiranegara dipenuhi oleh 230 orang peserta acara intip buku. Acara ini terselenggara berkat dukungan IB perbankan syariah yang telah menyediakan ruangan, doorprize, dan konsumsi untuk peserta secara gratis.

Panitia dari meetpro yang dipimpin oleh mas Yulef Dian mampu melayani peserta dengan baik. Mulai dari meja registrasi peserta sampai pemberian sertifikat untuk peserta. Tim Islamic banking (ib) perbankan syariah yang luar biasa diwakili oleh pak Sukria, dan mbak Yuri. Berkat kekompakan tim panitia dan tim sponsor, acara ini dapat berjalan dengan meriah, dan meninggalkan kesan yang mendalam di hati para peserta intip buku yang kebanyakan para guru.

1335645370781767152
Peserta Intip Buku Mendengarkan Rahasia Menulis dari Para Nara Sumber

Tak ada kata lain selain ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung acara intip buku menjadi sebuah ikon baru dalam dunia perbukuan kita. Intip buku adalah sebuah acara yang diperuntukkan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan menulis kepada khalayak ramai, sehingga mereka yang hadir terinspirasi untuk segera menulis buku sebelum mati.

Mas Isjet Sedang Mengenalkan Profil Kompasiana, sumber foto: Babeh Helmi
Mas Isjet Sedang Mengenalkan Profil Kompasiana, sumber foto: Babeh Helmi

Tak kuasa saya menahan haru, kepada para nara sumber dan bintang tamu yang telah mengisi acara intip buku yang pertama ini. Ke depan acara ini akan menjadi tradisi dalam membudayakan virus menulis di kalangan guru dan juga profesi lainnya. Para kompasianer yang telah menulis buku diharapkan mampu berbagi ilmu tentang kepenulisan kepada kompasianer lainnya. Oleh karenanya saya mengucapkan terima kasih kepada Teh pipiet senja, bang Julianto Simanjuntak, bang Ahmad Sidiq, Mbak Winda Krisnadefa dari kampung Fiksi, Kang Agus Hermawan, bang Nusa Putra, Mas Arif dari Edumedia, siapa lagi ya?? (lupa) yang telah menyumbangkan bukunya sebagai doorprize di acara intip buku. Semoga Allah membalas semua budi baiknya. Amin.

13356455561843147197
Kang Pepih Mencerikan pengalamannya dalam dunia tulis menulis

Terima kasih tak terhingga saya sampaikan kepada kang pepih nugraha yang telah membocorkan rahasia untuk mampu menulis dan terpilih oleh redaksi dalam kolom opini kompas cetak di halaman 6. Pengalaman kang pepih yang segudang membuat kami terdiam dan takjub akan matangnya pengalaman beliau dalam dunia tulis menulis. Dunia orang biasa yaag mampu eksis menulis karena terbiasa menulis. Nulis bareng pepih di facebook membuat saya semakin mengenal dunia tulis menulis.

Saya pun terpana melihat kemampuan seorang mahasiswa yang mampu menulis buku yang berjudul menjadi jurnalis itu gampang. Imam fr Kusumaningati mampu memotivasi peserta untuk membuat buku dan menerbitkannya. Pembawaannya yang kalem membuat kami yang hadir tersentuh dengan apa yang disampaikan. Pokoknya cool banget deh!

13356474461248759545
Imam FR Kusumaningati, Penulis Buku Jadi Jurnalis itu Gampang!

Lebih mengharukan adalah ketika mendengarkan secara langsung kisah nyata dari mas Taufiq Efendi menjadi buta. di usia remaja, beliau kehilangan penglihatannya. Hanya air mata yang bisa dilakukannya, karena semua menjadi gelap. Apa yang disampaikan Mas Taufiq membuat saya semakin termotivasi untuk terus belajar. Mereka yang tak memiliki penglihatan saja mampu berprestasi. Kenapa kita yang melek justru frustasi?

Dipandu oleh blogger gaek Amril Taufik Gobel atau Daeng Battala membuat suasana sesi satu intip buku semakin hidup dan memberikan pencerahan kepada semua peserta yang hadir. Mereka pun berbondong-bondong untuk bertanya kepada para nara sumber intip buku. Terus terang saya berterima kasih kepada para penanya dengan memberikan doorprize buku kepada para peserta yang bertanya.

1335645791478875459
Peserta Banyak yang Mengacungkan Tangan untuk Bertanya

Satu hal yang membanggakan adalah kehadiran pak Prayitno Ramelan dalam acara intip buku. Beliau berbagi rahasia pengalamannya menulis dan menerbitkan buku. Katanya, menulis membuatnya untuk selalu berpikir kritis dan menghindari lupa. Banyak tulisan pak Pray di kompasiana dan blog pribadinya dibaca banyak orang. Beliau menulis diniatkan untuk ibadah.

1335646459487735729
Sambutan Pak Prayitno Ramelan di Acara Intip Buku

Di sesi kedua lebih meriah lagi. Setelah sambutan dari pak Sukria dari IB perbankan syariah, mas Johan Wahyudi maju memberikan pengalamannya menulis dan menerbitkan buku pelajaran. Guru Bahasa Indonesia di Sragen ini banyak memancing tawa peserta karena diberi waktu hanya 15menit saja. Pembawaannya yang enerjik, dan stamina yang prima membuat Johan Wahyudi mampu menyihir peserta dalam presentasinya.

1335646328455556418
Johan Wahyudi Menyihir Peserta Intip Buku

Mas Isjet, admin kompasiana menjelaskan lebih detil apa itu kompasiana, dan beberapa penghargaan yang sudah diraihnya. Kebetulan, banyak sekali peserta dari guru yang belum bergabung di kompasiana.com. Mas Isjet memaparkan secara singkat keunggulan ngeblog di kompasiana dan bagaimana registrasinya. Kompasiana adalah situs yang menampung tulisan warga dari berbagai segmen latar belakang dan profesi, serta dengan beragam corak maupun tema tulisan. Prinsip utama Kompasiana adalah menjadi media yang menampilkan buah pikiran, aspirasi, pendapat maupun gagasan warga untuk memajukan kehidupan bersama. Keriuhan dan keramaan di kompasiana membuat kompasiana mendapatkan penghargaan sebagai blog jurnalis warga di Asia Tenggara.

13356468931079888072
Para Nara Sumber di Sesi Kedua Acara Intip Buku

Sebagai penutup, omjay memberikan sedikit motivasi tentang manfaat menulis. Banyak hal kita dapatkan dari menulis. Termasuk perjalanan omjay ke pelosok nusantara yang didapat dari hasil menulis. Omjay banyak diundang ke berbagai daerah karena menulis buku. Acara tak terasa selesai, dan kang Agus Hermawan sebagai moderator memberikan waktunya kepada MC acara, Mbak Mira.

Akhirnya, saya harus berterima kasih kepada semua peserta yang telah hadir dalam acara intip buku. Semoga dapat saling memotivasi kita untuk selalu bersemangat menulis. Buatlah buku sebelum ajal menjemputmu. Buatlah buku untuk menuju keabadian. Selamat Berkarya!

1335646171270144006
Omjay Bernarsis Ria di Menara Syafrudin

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.