Posted on: March 21, 2012 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

Ingin Buku Gratis? Bertemanlah dengan Penulis (1)

Kejutan dari Omjay
Omjay dan Kelucuan Johan Wahyudi
Omjay dan Kelucuan Johan Wahyudi


Catatan Eko Prasetyo
editor Jawa Pos
Kamis, 15 Maret 2012 
Ponsel saya berdering. Namun, nomornya tak dikenal. Saya tetap mengangkatnya, siapa tahu ada kabar penting. Di ujung sana, suaranya keras dan tegas. Yang bersangkutan ingin bertemu saya pada Sabtu, 17 Maret 2012, di acara #Blogshop N5M Kompasiana. Dia memperkenalkan diri, Omjay!
Sungguh saya sangat terkejut karena yang menelepon saya adalah salah satu ”selebriti” Kompasiana. Ya, kebetulan kami sama-sama bloger di kompasiana.com. Namun, jam terbang Omjay jauh lebih tinggi. Dia bahkan tercatat sebagai Kompasianer (sebutan bagi bloger Kompasiana) paling aktif. Paling produktif menulis.
Tidak main-main, ia punya moto yang begitu terkenal. Yakni, Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Ya, di bawah tulisannya, selalu ada kalimat tersebut. Inspiratif.
Omjay adalah sebutan akrab untuk Wijaya Kusumah, guru TIK SMP Labschool Jakarta. Selain mengajar, ia aktif sebagai trainer TIK dan menulis. Ya, meski seorang guru di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), Omjay aktif menulis. Beberapa media blog ia pakai sebagai media untuk melampiaskan kegemarannya menulis. Kini, dari menulis, ia telah meraih berbagai penghargaan dan juara di bidang karya tulis ilmiah guru. Salah satu prestasinya adalah menulis penelitian tindakan kelas (PTK). Dari situ, ia mulai berkarya dan menghasilkan buku PTK yang ditulis bersama Dedi Dwigatama. Hasilnya luar biasa, dari royaltinya saja, Omjay mengaku bisa membeli iPad.
Karena itu, saya merasa pantas terkejut saat ditelepon oleh penulis terkenal seperti Omjay.
 
Jumat, 16 Maret 2012 
Omjay mengirimkan pesan singkat ke nomor ponsel saya. Intinya, ia mengabarkan bakal tiba di Bandara Internasional Juanda sekitar pukul 08.00 pada Sabtu keesokan hari. Acara #Blogshop N5M Kompasiana sendiri rencananya dimulai sekitar pukul 08.30 di gedung Bank Indonesia, Jalan Pahlawan 105 Surabaya.
Saya sendiri menerima kabar bahwa acara itu akan dihadiri langsung oleh novelis kondang A. Fuadi. Namanya dikenal lewat novel laris Negeri 5 Menara yang filmnya kini banyak diputar di berbagai bioskop. Juga akan hadir admin Kompasiana Mas Isjet.
Saya berjanji berusaha menemui Omjay. Rasanya tak sabar menunggu Sabtu dan segera bertemu dengan para penulis terkenal itu. Juga tentu saja berfoto bersama mereka.
Sabtu, 17 Maret 2012 
Apes, saya gagal bertemu Omjay karena ada keperluan mendadak. Saya kabari beliau via pesan singkat dan tak lupa saya minta maaf. Nyesel abisss!
Betapa tidak, acara itu juga akan diisi oleh Johan Wahyudi, kompasianer yang juga guru asal Sragen, Jawa Tengah. Dia juga tercatat sebagai penulis buku selain trainer menulis di tingkal nasional. Sungguh acara yang betul-betul menjanjikan seru!
Saya sedih lagi karena Omjay sebelumnya berjanji memberikan buku terbarunya secara langsung pada acara #Blogshop N5M Kompasiana yang diadakan di Surabaya tersebut. Dan kami rencananya akan tukar-menukar cenderamata berupa buku karya kami masing-masing. Apalagi, saya dan Omjay kebetulan termasuk dalam penulis buku terbitan PT Indeks Jakarta, sebuah penerbit yang banyak memublikasikan karya-karya di bidang pendidikan.
Omjay membalas SMS saya. ”Tidak apa-apa. Bukunya saya titipkan Mas Idris,” singkatnya.
Selasa, 20 Maret 2012
Saya terima pesan singkat. Nomornya asing alias belum tersimpan diphone book saya. Dari Idris. Ah, ini dia… Mas Idris adalah kompasianer pendatang baru. Betul-betul baru karena mendaftar pada 8 Maret 2012.
Kami janji bertemu di Graha Pena lantai empat pukul 19.00. Namun urung di Graha Pena. Sebab, Idris meminta ketemuan di gedung DBL Arena saja, sebelah selatan gedung JTV yang tak jauh dari Graha Pena. Ia beralasan buru-buru karena mengerjakan tugas kuliah. Oya, Idris ini adalah mahasiswa Pascasarjana (S-2) IAIN Sunan Ampel. Tentu saja kami langsung akrab. Selain sama-sama kompasianer, tempat Idris berkuliah tak jauh dari kantor saya. Sama-sama di Jalan A. Yani, hanya dipisah dua jalur jalan besar saja, hehe.
Akhirnya, yang saya tunggu datang juga. Idris memberikan titipan dari Omjay. Yakni, buku yang berjudul Menulis Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi.
Dahsyat! Omjay akhirnya membuktikan bahwa menulis setiap hari itu bermanfaat. Dan kini buku itu sudah ada di tangan saya. Dari moto penyemangat menulis menjadi buku, sungguh masih berdecak kagum. Bahkan hingga tulisan ini saya buat.
Buku itu menambah koleksi perpustakaan pribadi saya. Banyak pula di antaranya yang saya dapat dari penulisnya langsung. Gratis! Mau buku gratisan juga? Bertemanlah dengan penulis.
Graha Pena, 21 Maret 2012
sumber:
Categories:

1 people reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.