Posted on: March 12, 2012 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

Umroh Bersama Keluarga Tercinta

Satu hal yang belum terwujud dalam sejarah hidup saya adalah pergi umroh bareng sekeluarga ke tanah suci Mekah dan Madinah. Tadi sore, sesudah sholat ashar saya tertidur sebentar. Dalam tidur itu saya bermimpi pergi umroh bersama keluarga tercinta. Kami satu pesawat terbang ke mekah dan madinah. Dengan wajah penuh kegembiraan, kami pun bersholawat, dan sekaligus mengucapkan rasa syukur karena telah diberikan kelapangan rezeki. Alhamdulillah.

Semoga mimpi itu berwujud nyata. Saya sudah mulai menabung sedikit demi sedikit. Mencoba untuk tidak boros dan menekan keinginan. Terkadang kita sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Kalau keinginan bisa kita tunda, tetapi kalau kebutuhan itu sebuah hal yang pokok.

Sehabis sholat magrib berjamaah bersama keluarga di rumah, saya ceritakan mimpi saya itu kepada istri dan kedua putri saya intan dan berlian. Betapa senangnya mereka bila itu sampai terwujud. Saya pun sedikit memberikan tausyiah kepada mereka. Bila kita yakin pasti akan terwujud, asalkan keyakinan itu diikuti dengan usaha. Tidak cuma berdoa lalu berharap rezeki datang dari langit.

Saya intip si bungsu berlian di kamarnya. Dia asyik menghitung uang receh dari tabungannya. Katanya semoga cukup buat nambah perjalanan umroh nanti. Saya tertawa geli sekaligus haru. Jumlah uang recehnya memang tidak banyak, tetapi semangat menabung itu yang saya hargai. Saya pun menjadi lebih termotivasi lagi dalam mencari dan menjemput rezeki Allah.

Kakaknya Intan lain lagi. Uang jajan bulanan yang diberikan mamanya dia tabung. Dia berusaha membawa makanan dan minuman dari rumah. Dengan begitu, bisa mengurangi biaya jajan di sekolah. Begitu katanya suatu ketika. Saya menjadi terharu dan semakin bersemangat melihat usaha mereka dalam menabung. Bahkan istriku berusaha memasak sendiri makanan di rumah. Dengan begitu anak-anak tak perlu lagi jajan di kantin sekolah.

Pada saat makan malam bersama, kami sempat diskusi. Si bungsu seneng banget kalau ayahnya selalu bersama dalam acara makan malam. Katanya, ini baru namanya keluarga ideal hehehe. Saya pun terkejut mendengarnya, karena berlian baru kelas 3 SD, tapi omongannya sudah mirip kayak orang tua.

Kita sebagai orang dewasa terkadang memang terlalu egois. Kurang memahami perasaan anak. Dengan adanya diskusi sambil makan malam itu, tercipta kehangatan yang membuat komunikasi yang tadinya mungkin kurang nyambung menjadi tersambung dengan baik. Anak-anak kita butuh perhatian orang tuanya. Namun terkadang pikiran kita sudah terkuras habis dalam pekerjaan. Tinggallah anak-anak sering merasa kecewa, bila orang tua mereka tak memperhatikannya.

Alhamdulillah, beberapa hari ini saya memang sengaja pulang lebih awal dari biasanya. Begitu semua pekerjaan di sekolah beres, saya langsung pulang dan berkumpul bersama keluarga. Tentu saja anak-anak senang, karena biasanya ayahnya pulang malam. Selalu saja ada pekerjaan yang membuat saya tertahan untuk pulang sore hari.

Hari ini saya merasa waktu bersama keluarga tercinta begitu panjang. Semoga mimpi pergi umroh bareng bersama keluarga tercinta dapat terwujud. Mohon doa dari pembaca.

Salam Bloger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

1 people reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.