Posted on: April 6, 2011 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Sekolah Kejujuran Dimanakah Tempatnya?

13020034011904911740

Seorang peserta didik bertanya kepadaku dimana sekolah kejujuran. Akupun langsung berpikir keras seraya tersenyum kepadanya. Sebuah pertanyaan tak terduga dari murid yang cerdas kepada gurunya.

Sekolah kejujuran sebenarnya banyak tempatnya. Hanya saja, kita sering tak menggunakannya. Dimana bumi berbijak, disitulah sekolah kejujuran dimulai.

Sekolah kejujuran dimulai dari diri orang yang suci. Tanpa kesucian diri mustahil kejujuran dapat bersemayam di dalam hati. Sebab kejujuran terlahir dari hati yang suci, hati yang bersih yang senantiasa menghamba kepada Ilahi Rabbi. Itulah yang disebut KETAKWAAN.

Kejujuran sebenarnya sudah ada dalam diri semenjak kita dilahirkan. Ketika lahir kita jujur dengan cara menangis. Tangisan bayi seolah-olah mengatakan aku jujur membutuhkan pertolongan orang lain. Dirikupun menyadari bahwa diriku datang tak membawa apa-apa. Aku bugil, ayah dan ibukulah yang memberikan aku pakaian. Aku pun jujur ketika aku lapar. Aku minta air susu ibu. Ibuku memberinya dengan ikhlas, dan bahkan aku digendongnya sambil menyanyi indung-indung anakku sayang. Sebuah kejujuran yang diungkapkan oleh ibunda kepada anaknya.

Aku harus jujur bahwa ibuku sangat menyayangiku dengan sepenuh hatinya. Tak ada orang tua yang berdusta untuk anak yang disayanginya. Indung-indung anakku sayang adalah sebuah nyanyian yang membuatku sangat menyayanginya. Ibukulah yang mengajariku untuk selalu jujur kepada siapa saja, dan dimana saja.

Kalau kamu tanya dimana sekolah kejujuran?, maka jawabku adalah ada pada ibuku. Ibukulah yang telah membimbingku dalam hal kejujuran. Manusia harus jujur, sebab jujur adalah modal utama mencapai kesuksesan, dan keberhasilan dalam hidup ini. Maka motto hidupku adalah kejujuran kunci keberhasilan dan kesuksesan.

Sekolah kejujuran memang bukan sekolah biasa. Dia terlahir dari sebuah proses kehidupan yang amat panjang. Lingkungan keluarga membentuk aku dan keluargaku untuk selalu jujur.  Kejujuran selalu diajarkan oleh ibuku.

Beruntunglah aku karena terlahir dari ibu yang memberi aku arti sebuah kejujuran. Meski terasa pahit kurasakan. Beruntunglah aku karena ibu mengajarkanku untuk selalu jujur kepada siapapun. Meskipun terasa pahit, namun selalu berbuah manis dalam hidupku. Sebab orang yang jujur pasti disayang Allah, Tuhan yang Maha Mengawasi.

Jujurlah kepada siapapun karena itu akan membuatmu menjadi orang yang terpercaya. Itulah pesan almarhum ibuku. Ketika aku tidak jujur, maka orang pun akan menjauh dariku.

Kejujuran saat ini menjadi barang langka dan sangat mahal di negeri ini. Mungkin banyak ibu yang tak lagi menyekolahkan anaknya di sekolah kejujuran. Mungkin sudah banyak ibu yang lupa bahwa anak adalah amanah yang harus dijaga, dan diajari cara berkata jujur. Dari buaian hingga liang lahat.

Memang tidak mudah mendidik anak. Selain peran ibu, ada peran ayah yang sangat penting dalam menanamkan kejujuran kepada anaknya. Pendidikan keteladanan dalam keluarga adalah cara jitu mendidik anak. Ketika pendidikan dalam keluarga berhasil, maka tiba saatnya sekolah, menjadi tugas gurulah sebagai pendidik untuk mengimplementasikan kejujuran dalam kehidupan anak.

Sekolah juga memiliki peranan penting dalam membangun kejujuran peserta didiknya dengan berbagai kegiatan positif yang membuat anak didik akhirnya mengalami sendiri tentang manfaat menjadi orang yang jujur. Orang jujur pasti disayang Allah. Diapun mampu mengatakan apa adanya tanpa harus takut berkata dusta.

 

 

Kembali kepada pertanyaan utama di atas. Dimanakah sekolah kejujuran? maka jawabnya sekolah kejujuran ada dalam diri kita masing masing. Hanya saja peran ayah dan ibu, khususnya ibu sangat berperan penting dalam menanamkan kejujuran di dalam keluarga. Ketika pendidikan keluarga sudah bagus, maka menjadi tugas sekolah untuk menjadikan anak-anak didik memiliki karakter yang unggul, dan salah satunya adalah selalu jujur dalam kedaan apapun dan dimanapun. Itulah pentinya pendidikan karakter.

Jujur tak lagi hanya sebagai kata penghias bibir, tetapi jujur ada dalam relung hati kita yang terdalam. Semua itu terjadi karena proses pendidikan yang baik. Dimulai dari pendidikan keluarga, dan dilanjutkan dengan pendidikan di sekolah.

Sekolah harus bekerjasama dengan orang tua peserta didik agar mampu mendidik anak-anaknya menjadi peserta didik yang senantiasa jujur dalam perkataan dan perbuatan.

Akhirnya sekolah kejujuran dapat kita temukan dari diri kita sendiri bila kita menyadari bahwa kita cuma makhluknya yang lemah. Bahkan sangat lemah. Kita pun sangat tahu bahwa Allah melihat, dan malaikat mencatat. Lalu kenapa kita masih saja berdusta dengan sesama manusia? Jujurlah padaku.

 

 

 

 

Salam blogger persahabatan
omjay
https://wijayalabs.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Categories:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.