Posted on: April 5, 2011 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 3

Bagaimana Caranya Mengubah Mindset Dari Pencari Kerja ke Pengusaha?

13020533871769725084

Seorang mahasiswa bertanya kepada saya bagaimana mengubah mindset dari pencari kerja ke pengusaha? Pertanyaan ini keluar begitu saja dari salah seorang mahasiswa ketika kami berdiskusi dalam mata kuliah hukum bisnis di STMIK Muhammadiyah Jakarta.

Sebagai dosen mereka tentu saya tersenyum mendengar pertanyaan ini. Sayapun langsung menjawab dengan jawaban yang sangat sederhana. Mulailah dengan menulis. Dengan menulis, sedikit demi sedikit mindset kita akan berubah dari pencari kerja ke pengusaha. Sebab dari menulis itulah kamu akan banyak membaca. Membaca begitu banyak peluang bisnis tersebar di mana-mana. Kitapun menjadi tahu apa bedanya menjadi seorang bawahan dengan atasan. Kita bisa melihat bagaimana bos (pengusaha) bekerja, dan kita menjadi pegawainya (karyawan). Kita pun akan merasakan bagaimana nestapanya menjadi seorang karyawan yang hidupnya miskin. Pergi pagi pulang malam penghasilan pas-pas-an. Tak ada yang bisa ditabung untuk hari tua.

Jumlah pencari kerja setiap tahun semakin bertambah. Para mahasiswa kita tidak disiapkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru, tetapi justru dibiarkan untuk mencari pekerjaan. Akibatnya, dalam alam bawah sadar mereka, yang hanya terpikirkan adalah bagaimana mencari pekerjaan setelah lulus dari perguruan tinggi, dan menjadi seorang sarjana. Bila itu dibiarkan, maka bila tidak siap bersaing mereka akan menjadi pengangguran terdidik. Pengangguran yang bergelar sarjana. Bahkan banyak diantaranya dari perguruan tinggi ternama.

Kenyataan di lapangan membuktikan, begitu banyak para pencari kerja yang bergelar sarjana. Setiap kali lowongan kerja dibuka, maka akan diserbu oleh ribuan orang pencari kerja. Padahal posisi atau tempat yang dibutuhkan sangatlah terbatas. Terjadilah persaingan yang begitu besar dan tajam. Siapa yang tak siap bersaing, dan bertanding, maka dia akan tergeser dengan sendirinya.

Merubah mindset dari pencari kerja ke pengusaha tidaklah mudah. Dibutuhkan sebuah perjuangan nyata dari dalam diri untuk berani mencoba, dan berani menemui kegagalan. Sebab kegagalan awal dari sebuah kesuksesan.

Kalau anda saat ini berposisi sebagai seorang karyawan, lihatlah bagaimana bos anda bekerja, dan memimpin perusahaannya agar mencapai kesuksesan. Pelajari cara mereka mempekerjakan kita, dan bayangkan bila anda yang menjadi bosnya. Kursi bos itu akan tertukar bila kita mampu merubah mindset kita dari seorang karyawan menjadi seorang pengusaha. Jadi belajarlah menjadi seorang karyawan yang baik, dan rasakan bagaimana bos anda memperlakukan anda.

Begitupun ketika anda menjadi orang tua. Tentu anda ingin anak-anak sukses. Berbagai carapun anda lakukan agar anak-anak kita terdidik dengan baik. Tegakkan kedisiplinan dan keteladanan itu kuncinya dalam mendidik anak menjadi sukses.

Dalam dunia usaha, kegagalan itu pasti kita temui, namun bila kita menyerah kalah, maka kita akan musnah. Justru yang harus diingat bagi mereka yang ingin menjadi pengusaha adalah bagaimana menangkap ide atau peluang menjadi sebuah lahan bisnis besar. Ketika ide itu dipraktikkan, belum tentu bisa langsung sukses sesuai harapan, sebab pasti kita akan menemui apa yang disebut dengan kegagalan. Karena takut gagal inilah akhirnya alam bawah sadar kita mengatakan jangan mau menjadi pengusaha, dan lebih baik menjadi karyawan saja. Kita menjadi takut gagal padahal belum pernah mencobanya.

Seorang teman yang tak lulus kuliah menjadi sukses dalam pekerjaannya dengan berwirausaha. Ketika saya bertanya apa kunci suksesnya, maka dia menjawab harus berani mencoba. Dengan mencoba itu akan terjadi trial and error. Kita pun menjadi tahu langkah yang benar dalam mencari peluang bisnis. Anda perlu menjadi pembelajar sejati dalam dunia bisnis.

Mengubah mindset para mahasiswa kita saat ini tidaklah mudah. Banyak mahasiswa yang sudah memasrahkan dirinya hanya untuk menjadi seorang karyawan. Dalam alam pikirannya dia menyangka kalau telah menjadi sarjana, maka pekerjaan akan semakin mudah didapat. Dalam kenyataannya belum tentu demikian. Padahal sudah puluhan juta uang orang tuanya terkuras hanya untuk membiayai anaknya menjadi seorang sarjana.

Mulai sekarang, rubah alam bawah sadar kita untuk menjadi seorang pengusaha. Perhatikan seorang pengusaha bekerja, dan perhatikan pula seorang karyawan bekerja. Pakai aturan pegawai mereka yang sukses dalam memimpin bila kelak kita menjadi pengusaha.

Katakan dalam diri bahwa kamu bisa. Pasti akan bisa. Tak ada yang tak bisa bila kita berani mencoba menjadi seorang pengusaha. Buktinya, seorang yang hanya tamatan Sekolah Dasar (SD) saja bisa menjadi kaya dengan menjadi seorang pengusaha. Dia bisa mempekerjakan orang pintar karena orang pintar biasanya kurang lincah dalam menangkap peluang bisnis. Mereka kaya akan teori, tetapi miskin aplikatif.

Seorang pengusaha mudah saja berkata dan menyuruh pegawainya bekerja. Sebab ada target yang harus dicapai. Perlu kemampuan leadership dan memotivasi para karayawannya agar target penjualan tercapai. Cecar karyawan kita dengan berbagai pertanyaan yang akhirnya membuat karyawan itu tahu apa yang mesti dikerjakan, begitulah seorang kawan yang telah sukses menjadi pengusaha mengatakan kepada saya.

Peluang bisnis hanya bisa ditangkap oleh mereka yang kreatif. Mereka akan mendapatkan berbagai ide bisnis, dari yang mulai sederhana sampai yang paling rumit. Ide adalah salah satu bentuk modal yang sangat berharga disamping uang, relasi, dan nama baik. Apabila seseorang memiliki ide, ia bisa memiliki sebuah bisnis walaupun ia tak memiliki modal uang.

Salah satu caranya bila anda tak memiliki modal uang adalah dengan cara menjual ide kepada orang lain yang memiliki modal uang. Dengan begitu, anda akan menjadi orang kreatif yang mampu menangkap peluang bersama orang lain. Biar bagaimanapun, kolaborasi saat ini penting dalam mencapai prestasi. Kita harus mencari relasi sebanyak-banyaknya untuk mendukung ide-ide kreatif kita berwujud menjadi kenyataan.

Contoh yang paling mudah adalah membuka peluang bisnis dengan menulis. Ketika anda komitmen menjadi seorang penulis, maka anda akan menjadi orang yang hebat dalam dunia tulis menulis. Mulailah menulis di blog, dan dari situ ide-ide segar muncul dari alam bawah sadar anda. Seperti apa yang saya alami saat ini ketika mendapatkan SMS dari orang yang baru saya kenal.

Kalimatnya seperti ini:

Assalamu’alaikum pak Wijaya, salam kenal. Saya Rully Bhaskara dari http://www.pengajarplus.com. Kami tertarik dengan tulisan bapak khususnya seputar eduprenership, blogging, dan ICT bagi guru/pendidik. Hal ini sangat berhubungan dengan program pilot project 10.000 laptop untuk guru yang akan kami launching bulan April ini. Kami bermaksud menjajaki kerjasama dalam materi pelatihan/ seminar dan konten situs portal pengajarplus.com. Semoga bapak berkenan, TERIMA KASIH.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

3 People reacted on this

  1. Memang benar…hal itu om jay, namun jika saya boleh usul alangkah baiknya di setiap pendidikan formal juga mengadakan pelajaran Wirausaha serta sekolah menyediakan fasilitas untuk mengaplikasikan ilmu yang dia dapatkan dari pelajaran wirausaha. karena dengan seperti itu akan mengubah pola pikir atau main set dari anak didik menjadi pengusaha. Okelah menyediakannya tidak tiap hari tapi setiap ada event saja. hal ini kan cukup berdampak untuk siswa. Insyaallah.

    saya setuju mas wahid

    salam
    Omjay

  2. benar mas wahid setiap ada event untuk mata kuliah mungkin entrepreneur ship bisa di masukan pelatihan2 yg membuat anak didik itu lebih berani berfikir dan berani untuk mencoba…

    sepakat mas

    salam
    omjay

  3. Ok, trim tulisany sangat bgus. Tp bgaimana cra merubah mindset kita, jika orang tua membimbing kita jd bermental pegawai. Karna tertarik level nyaman PNS di Indonesia skarang. Tlog djawab ya

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.