Posted on: March 26, 2011 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

Kiat Ortu & Guru Dalam Mengantisipasi Dampak Negatif Internet Bagi Anak

Peserta Talkshow Internet Sehat di SDIT AL Hikmah Bintara Bekasi
Peserta Talkshow Internet Sehat di SDIT AL Hikmah Bintara Bekasi

Sabtu, 26 Maret 2011, SDIT AL Hikmah di Jl. Bintara Raya 12, Bekasi melaksanakan kegiatan talkshow dan diskusi tentang internet sehat. Tema kegiatan ini adalah kiat-kiat orang tua dan Guru dalam mengantisipasi dampak negatif internet bagi anak.

Bersama tim dari internet sehat, saya diundang oleh panitia Talkshow untuk memberikan materi peran guru dan orang tua  dalam pemanfaatan internet.

Kegiatan ini juga didukung oleh koran Radar Bekasi dan tim internet sehat ICT Watch, Kang Acep Syaripudin, dan Mas Arief Taufik.

Terima kasih atas undangannya dan salut untuk para orang tua dan guru yang mau hadir dalam kegiatan internet sehat ini.

1301104691355439258

130110530594937233

Banyak hal positif dan negatif terjadi di internet. Hal positifnya jelas telah sama-sama kita rasakan. Namun hal negatifnya jangan sampai juga terasakan oleh kita. Sebab bila hal negatifnya lebih menonjol, maka akan banyak kemaksiatan kita temui. Diantaranya, pornografi, dan porno aksi. Belum lagi kasus pencurian, dan penipuan di internet. Lalu bagaimanakah peran kita sebagai orang tua, dan guru dalam memanfaatkan internet?

Peran orang tua, dan guru sangat penting dalam memanfaatkan internet. Mereka harus memberikan contoh kepada anak-anaknya bagaimana mengunakan internet secara sehat. Ketika di rumah, orang tua memberikan contoh kepada anaknya bagaimana memanfaatkan internet dalam kehidupan sehari-hari, dan ketika di sekolah, guru memberikan contoh bagaimana memanfaatkan internet dalam pembelajaran. Tanpa ada contoh dari orang tua, dan guru jangan berharap anak-anak kita dapat memanfaatkan internet secara sehat. Bahkan bila lemah dalam pengawasan, anak-anak kita bisa jadi terperosok dalam jurang negatif pemanfatan internet dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Hal itu pernah saya singgung dalam materi aktivitas belajar C-Generation di Aceh, saya sampiakan langsung kepada para guru.

Internet adalah guru yang tak pernah tidur. Segala hal dalam kehidupan bisa kita temui dalam dunia maya. Hanya saja selama ini internet masih kita gunakan sebatas mencari informasi belaka. Anak-anak tidak diarahkan untuk menciptakan informasi di internet. Alhasil, anak-anak kita menjadi anak-anak yang malas berpikir, karena setiap ada pertanyaan yang tidak diketahuinya, mereka akan dengan mudah menemukannya melalui mesin pencari seperti Google. Jadilah google tempat bertanya anak-anak kita.

Seharusnya kita tak hanya menyuruh anak-anak kita mencari informasi di internet. Kita sudah harus menyuruh anak-anak kita untuk mampu menciptakan informasi di internet. Sebab tak semua informasi di internet itu benar. Ada saja orang jahil yang menyebarkan informasi bohong atau hoax.

Sebagai orang tua saya kaget juga ketika anak sulung saya mengerjakan pekerjaan rumahnya (PR). Dia mengandalkan google untuk mencari jawaban soal-soal. Saya lihat anak saya itu kurang membaca buku teorinya. Katanya, kalau lewat google lebih cepat dapat hasilnya daripada harus membaca buku.

Betapa kagetnya saya mendengar jawabannya itu, dan dengan penuh perhatian saya luruskan jalan pikirannya bahwa tak semua informasi di internet itu benar, dan kamu harus banyak membaca buku. Sebab buku membawa semua persoalan atau materi dari awal sampai akhir. Tidak seperti di internet yang biasanya membahas materi secara sepotong-sepotong. Anak saya pun akhirnya sadar dengan kesalahannya. Dia lebih banyak membaca buku daripada mencari informasi di internet.

Sebagai seorang guru di sekolah, saya pun mengarahkan anak-anak saya untuk menciptakan informasi di internet. Mereka saya ajarkan menulis. Menulis apa saja yang disukai, dan kuasai. Pokoknya menulis telah menjadi trend anak-anak di sekolah labschool. Mereka saya arahkan untuk menulis di blog pribadi mereka. Semua blog anak-anak saya link ke blog materi-tik-smp.blogspot.com. Sayapun bisa mengawasi langsung tulisan mereka. Tulisan yang saya anggap layak, saya diskusikan dengan guru bahasa Indonesia untuk direkomendasikan, dan kami muat dalam majalah sekolah yang dikelola oleh redaksi majalah GEMA.

Peran orang tua dan guru dalam memanfaatkan internet sangat penting. Anak-anak kita telah mampu membuat film atau video animasi. Kalau mereka diarahkan untuk mengupload filmnya ke dunia maya via youtube.com, maka mereka akan menjadi pelajar yang mampu mengupload file-file yang bermanfaat buat orang banyak. Mereka pun tak lagi menjadi pelajar yang suka download.

Saya sangat sedih juga, ketika saya menuliskan kata smp di google. Dengan segera google akan menayangkan pada halaman pertama video porno siswa smp yang beritanya ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi. Nomor keduanya setelah itu baru nama sekolah kami di labschool.

Hal ini membuktikan bahwa hal-hal yang berbau porno masih disukai oleh para pengguna internet. Oleh karenanya, saya selalu mengingatkan anak didik saya untuk mencantumkan tag smp ketika mereka mempostingkan tulisan terbarunya di blog. Dengan begitu, dalam keywork pencarian, mesin pencari akan mengarah kepada hal-hal positif yang dituliskan oleh para pelajar.

Jangan jadikan anak-anak generasi muda kita rusak moralnya karena dampak negatif dari internet. Guru, dan orang tua harus bahu membahu untuk mampu memanfaatkan internet secara sehat. Sebaiknya para orang tua, dan guru belajar menulis informasi di internet, sehingga konten-konten positif menjadi semakin banyak. Saya salut dengan adanya blog http://rumahinspirasi.com, http://matematikamenyenangkan.com, dan http://invir.com. Ketiga blog itu adalah contoh dari para orang tua yang membuat blog pembelajaran, dan bermanfaat untuk orang banyak.

Disamping itu, sudah banyak juga guru yang telah mampu membuat blog pembelajaran. Diantaranya http://urip.wordpress.com, http://gurukreatif.wordpress.com, dan http://dedidwitagama.wordpress.com.

Sebagai seorang guru, saya banyak belajar ngeblog dari mereka, dan akhirnya lahirlah blog saya di http://wijayalabs.wordpress.com, dan telah mendapatkan penghargaan sebagai juara pertama lomba blog tingkat nasional dari pusat bahasa di tahun 2009.

Demikianlah sedikit uraian singkat dari saya tentang bagaimana peran orang tua dan guru dalam memanfaatkan intenet. Sebagai orang tua di rumah, dan para guru di sekolah tak boleh lagi lepas tangan membiarkan anak-anak kita menggunakan internet tanpa pengawasan. Bila lingkungan sekitar kita baik, semoga anak kita pun terbawa baik. Oleh karenanya mari kita ciptakan lingkungan yang baik agar internet menjadi sahabat anak-anak kita untuk mengembangkan kreativitasnya dalam menulis. Dengan menulis, namanya akan dikenal, dan terkenal karena telah bermanfaat untuk orang lain.

Akhirnya, konten-konten positif harus banyak bertebaran dalam dunia maya. Dengan semakin banaknya konten-konten positif, maka anak-anak kita akan terjaga dari dampak negatif internet yang kalau tak segera diawasi akan mengancam perkembangan anak-anak kita menjadi manusia yang berkarakter. Manusia berkarakter lahir dari para orang tua, dan guru yang selalu memberi contoh dan figur yang baik. Selalu berusaha memberikan keteladanan kepada anak-anaknya.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

1 people reacted on this

  1. Omjay, terima kasih atas partisipasi bapak sebagai Narasumber, informasi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi kami para guru & orang tua.

    Semoga kerjasama yg akan terus terjalin ya om..

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.