Bagaimanakah Menulis Tanpa Ada Mood?

Omjay di Jepara
Omjay di Jepara

Banyak orang tidak menulis pada keadaan tidak mood menulis. Sebab mood dijadikan alasan untuk tidak menulis. Padahal pada kondisi tidak mood itulah kita akan merasakan betapa indahnya menulis. Kita menjadi semangat menulis apa yang kita bisa dan apa yang kita kuasai. Tanpa mood orang masih bisa menulis kalau tahu caranya. Hal itulah yang saya sampaikan pada guru-guru PAUD di Jepara beberapa waktu lalu.

Tak perlu harus begini dan begitu. harus mengikuti tata bahasa yang baku dan justru membuat kita kaku dalam menulis. Mengalir saja seperti air.

Menulis ya menulis, tak perlulah dianggap susah. Ada mood atau tidak ada mood ya menulis saja. Menulis tentang kegalauan hati bisa menjadi tulisan tersendiri. Menulis ketidakmampuan menulis bisa menjadi cerita tersendiri. ungkapkan saja. Jangan berbelit-belit yang akhirnya melilit pikiran kita menjadi sulit.

Dalam Alam bawah sadar kita harus tertanam bahwa menulis itu mudah. Menulis itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Masalahnya kita selalu menjaga gengsi. Padahal dalam dunia kepenulisan tidak ada yang terbaik. Semua sama saja. Kalau pun ada cuma dua kata saja laku atau layu. Itu yang saya dapatkan setelah membaca tulisan kong ragile di lapaknya.

Bagi tulisan yang laku maka dia akan diburu, karena tulisannya menginspirasi orang banyak. Tetapi bagi mereka yang tulisannya layu ya tak diburu. hanya dibaca sepintas, dan itulah buah dari pikiran kita yang terlalu diililit oleh aneka macam peraturan tulis menulis. Peraturan menulis membuat kita tak bisa menulis.

Menulis itu seperti kita ngomong. lancar saja. Bahkan ada yang bilang kayak ngegosip. Ajak pembaca untuk berbicara kepada tulisan kita, dan pada akhirnya ada umpan balik yang kita dapatkan. Ada interaksi di kolom komentar.

Jadi, ketika tidak ada mood dalam menulis, tuliskan saja. Itu cara yang paling jitu. Sebab sesuatu yang sulit dalam menulis adalah MEMULAI. Ketika sudah memulai ya lancar saja. Buktinya saya tak mengalami hambatan apapun karena saya menuliskan ini rileks saja. Tak ada beban dalam diri. Bila menulis tak ada beban, maka pembacapun tak memiliki beban.

Bagaimana menulis tanpa mood? ya tuliskan saja yang kamu alami saat ini. Semoga moodnya bisa hilang, dan anda pun senang karena bisa menulis tanpa ada mood. Sebab mood bisa diciptakan setelah kamu memulai menulis.

salam Blogger Persahabatan

Omjay

http;//wijayalabs.com

by

Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Edupreneurship, Pendidikan Karakter Bangsa, Konsultan manajemen pendidikan, serta Praktisi ICT. Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis. Semua perjalanan itu ia selalu tuliskan di http://kompasiana.com/wijayalabs. Omjay bersedia membantu para guru dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) online, dan beberapa Karya Tulis Ilmiah Omjay selalu masuk final di tingkat Nasional, dan berbagai prestasi telah diraihnya. Untuk melihat foto kegiatannya dapat dilihat dan dibaca di blog http://wijayalabs.wordpress.com Hubungi via SMS : 0815 915 5515/081285134145 atau kirimkan email ke wijayalabs@gmail.com atau klik hubungi omjay yg disediakan dalam blog ini, bila anda membutuhkan omjay sebagai pembicara atau Narasumber.

4 thoughts on “Bagaimanakah Menulis Tanpa Ada Mood?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.