Posted on: December 11, 2010 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Pikiran, hati, dan perilaku yang baik adalah pemantas bagi dikabulkannya semua doa.

Pikiran, hati, dan perilaku yang baik adalah pemantas bagi dikabulkannya semua doa.

(Mario Teguh)

Kalimat di atas adalah kalimat yang saya dapatkan dari bapak Mario Teguh. Motivator Indonesia yang saya kagumi tutur katanya. Beliau adalah guru bangsa yang mampu mengantarkan keluarga Indonesia untuk mencapai kebahagiaan melalui tutur katanya yang mempesona.

12921046221516156255Semenjak saya berkenalan dengan beliau, dan mengikuti acara-acara beliau di televisi, saya merasakan ada perubahan dalam diri saya untuk menjadi manusia yang memiliki pikiran, hati, dan perilaku yang baik. Dari pikiran, hati, dan perialaku yang baik itulah saya merasakan doa-doa saya banyak terkabulkan.

Seringkali banyak rezeki yang datang tiba-tiba, dan itu keluar begitu saja dari pintu yang tak pernah saya duga sebelumnya. tak salah bila pak Maro Teguh mengatakan, “Orang baik, Rezekinya baik”.

Jadi, bila anda ingin doa-doa anda dikabulkan oleh Allah, Tuhan yang Maha Pemberi Rezeki, maka perbaiki dulu perilaku, pikiran, dan hati anda menjadi baik. Dari pribadi yang baik inilah Allah akan mengabulkan doa-doa para hambaNya yang berserah diri. Itu pasti, karena sudah tertuliskan dalam kitab Suci Al-Qur’an.

Saya mengakui, tidak mudah menjadi pribadi yang baik. Pribadi yang di dalamnya ada pikiran, hati, dan perilaku yang baik. Seringkali mungkin kita tak sadar sering melakukan hal-hal yang kurang baik dalam hidup kita. Termasuk berprasangka buruk kepada orang lain, bahkan Allah yang Maha Pemberi Rezeki.

Seringkali pula kita “menggugat” Allah, kalau rezeki kita belum baik. Seringkali kita berprasangka buruk kepada Allah bahwa DIA pilih kasih. Padahal, bila kita mampu berpikir dengan hati yang jernih, maka semua itu akan berpulang dari perilaku kita yang kurang baik. Barangkali, masih ada kepongahan dan kesombongan yang menjadi baju utama kita. Sebab Allah tak pernah menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Seringkali kita mungkin tanpa sadar merendahkan orang lain, dan merasa hebat dari orang lain itu. Padahal kita sebenarnya belum jadi siapa-siapa.

Ketika ada orang yang memberikan masukan baik kepada diri kita, bukannya kita berterima kasih, tetapi justru kita malah memaki. Hal inilah mungkin yang perlu kita sadari agar kita memiliki perilaku yang baik. Sebuah perilaku yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Seorang nabi akhir zaman yang telah banyak memberikan contoh dan teladan yang baik bagi manusia. Pikiran, hati, dan perilakunya yang baik, bukan hanya membuat doa-doanya dikabulkan oleh Allah, tetapi juga beliau menjadi manusia atau tokoh yang sangat berpengaruh di dunia, dan menjadi panutan manusia sampai saat ini.

Oleh karena itu, yuk kita menjadi manusia yang memiliki pikiran, hati, dan perilaku yang baik agar doa-doa kita dikabulkan oleh Allah, Pemilik langit dan bumi. Bila ternyata doa-doa kita belum terkabulkan, berprasangkalah baik kepada Allah, karena mungkin ada skenario besar yang dirancang oleh Allah agar kita menjadi hambaNya yang semakin TAKWA.

Bila kita berkeinginan menjadi manusia TAKWA, maka akan ada banyak ujian yang menghadang. Namun ujian yang paling berat adalah ujian melawan diri kita sendiri untuk menjadi manusia yang memiliki pikiran, hati, dan perilaku yang baik. Kalau sudah begitu, ingatlah lagu tombo Ati, dan berkumpullah dengan orang-orang yang baik, agar anda juga menjadi menjadi orang baik.

salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.