Posted on: October 2, 2010 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

Ada Banjir di Rumahku dan Kecelakaan Kereta Api

Banjir didepan Rumahku
Banjir didepan Rumahku

Siang ini, Sabtu 2 Oktober 2010 hujan turun sangat deras di Jatibening, bekasi. Saya lihat keluar rumah, jalan sudah digenangi oleh banjir. Untunglah rumah saya sudah ditinggikan, sehingga air tak sampai masuk rumah. Sedangkan tetangga saya oma, rumahnya digenangi oleh banjir. Hampir semua ruangan dimasuki oleh air. Sedih juga melihatnya, dan saya jadi teringat beberapa bulan lalu, ketika rumah kami belum direnovasi. Air masuk ke dalam rumah, sampai-sampai buku-buku bagus saya ikut terendam banjir. Sedih sekali saya saat itu. Banjir telah membuat suasana rumah serasa kapal pecah.

Banjir oh banjir. Karena banjir, saya tak bisa kemana-mana. Termasuk menghadiri kopdar, dan halal bihalal kompasiana di rasuna said. Saya pun tak bisa pergi silahturahim ke tempat teman yang sudah saya jadwalkan.

Adanya banjir justru membuat anak-anak gembira
Adanya banjir justru membuat anak-anak gembira

Adanya banjir membuat saya berduka, karena tak bisa kemana-mana, tetpai bagi anak-anak itu, banjir justru membuat mereka gembira. Akh dasar anak-anak, belum mengerti kalau banjir membawa duka.

Saya setel pesawat televisi, dan saya saksikan berita kecelakaan kereta api. Lebih dari 30 orang meninggal, dan puluhan orang luka-luka. Jumlahnya diperkiran 80 orang. Telah terjadi dua tabrakan kereta api pagi subuh tadi.

Sebuah kereta api agro anggrek menabrak kereta senja utama yang sedang berhenti di sebuah stasiun di pemalang jawa tengah. Saya sedih sekali melihat banyak korban terhimpit oleh kereta api. Bahkan menurut kabar masih ada 16 orang lagi yang masih terhimpit kereta api yang bentuknya sudah amburadul tak berbentuk.

Kecelakaan antara KA Argo Anggrek yang menabrak KA Senja Utama di lintasan Desa Jatimulyo, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah menurut saya pribadi, merupakan kecelakaan yang terparah selama 2010. Korbanpun banyak sekali yang meninggal. Sedih sekali hati ini melihatnya. Ada yang kepala dan badannya sudah berpisah terlepas dari tubuhnya. Ngeri saya membayangkannya.

Kenapa ini sampai terjadi? Apakah ini human error? Kita tunggu saja hasil investigasi. Semoga cepat ketahuan apa yang menjadi penyebabnya.

Berita-berita duka di televisi akhir-akhir ini, membuat saya berpikir ada apa di negeri kita? Apakah Allah murka kepada kita? Banjir dimana-mana. Bencana alam silih berganti. Kerusuhan demi kerusuhan terjadi, dan membuat kita bersedih hati. Lagi-lagi Mengapa ini sampai terjadi? mari kita saling menginstrospeksi diri kita masing-masing. Tak usah saling menyalahkan.

Akhirnya, banjir di rumahku, dan kecelakaan kereta api hari ini membuatku sadarkan diri. Allah yang Maha pemberi sedang menguji kita. Semoga kita bisa menghadapi berbagai musibah ini dengan baik dan terus menerus berdoa agar badai ini cepat berlalu.

saya pun berpesan kepada anda. Mohon jangan datang ke rumahku. Sebab banjir masih mengalir di depan rumahku. Kalau butuh aku, sms aja aku, atau mampir ke facebookku sekedar melepas rindu. Oh malam Minggu kelabu.

Banjir masih menghadang di depan pagar rumahku
Banjir masih menghadang di depan pagar rumahku

salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

1 people reacted on this

  1. Siang ini banjir datang lagi

    Hujan tiada berhenti

    Air terus mengalir deras

    Mengepung rumah mungilku ini

    anak dan istri sedang pergi

    tinggallah aku sendiri

    menyaksikan air mulai meninggi

    membuatku siap sedia sedari tadi

    Kalau ada banjir di rumahku

    Ada banjir air mata di tempat itu

    Kehilangan sanak saudaranya di hari Sabtu

    Akibat tabrakan kereta yang tiba-tiba itu

    Ya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang

    Jangan kau berikan azab kepada kami

    Ampunilah dosa-dosa kami

    Jauhkanlah kami dari banjir bandang

    Banjir datang lagi

    Selalu begitu tiap tahun terjadi

    Membuatku terbiasa dengan banjir

    Semoga air cepat mengalir

    Wahai para pejabat pemerintah

    Dengarkanlah derita rakyatmu ini

    Walau sering kau bohongi mentah-mentah

    Dalam kampanyemu yang cuma janji-janji

    Banjir datang lagi

    Seperti hari kemarin dan hari ini

    Membuatku semakin menyadari

    Akan hakekat hidup ini.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.