Posted on: September 29, 2010 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 2

Menulislah Setelah Tidur!

Menulislah Setelah Tidur!
Menulislah Setelah Tidur!

Semoga di saat anda membaca tulisan saya ini, anda berada dalam keadaan sehat wal’afiat.

Semoga pula kesuksesan hidup dan kebahagiaan anda bersama keluarga tercinta mengisi hari-hari anda dengan perasaan gembira penuh canda dan tawa. Tak lupa saya pun berdoa, semoga anda selalu diberikan rezeki yang banyak sehingga bisa membayar tagihan internet, dan juga membeli pulsa untuk berinternet ria. Amin.

Teman-teman blogger Kompasiana yang saya sayangi dan banggakan.

Beberapa waktu lalu, saya pernah menuliskan postingan yang berjudul “menulislah sebelum tidur” di sini. Kini saya akan melanjutkannya dengan sebuah tulisan yang agak berbeda tetapi memilik pesan yang sama, yaitu “menulislah setelah tidur”.

Ketika anda letih dan lelah karena baru saja selesai menjalankan aktivitas pekerjaan sehari-hari, maka tidurlah. Dengan anda tidur, segala rasa letih dan lelah terasa hilang. Lalu di saat anda terbangun, maka andapun merasakan badan terasa segar. Pikiranpun serasa tenang dan nyaman.

Seperti apa yang saya alami malam ini. Kegiatan mengajar di sekolah yang begitu padat, dan rapat-rapat kegiatan kesiswaan yang menyita waktu, membuat saya letih dan lelah hari ini. Kalau sudah begitu, biasanya saya baringkan diri ini ke tempat tidur. Bermimpi indah dengan ditemani mas guling dan mbak Bantal. Istri dan anak saya pun maklum kalau saya sudah seperti itu, dan tak akan mengganggu bila saya sudah terlalu letih dan lelah.

Ketika saya terbangun, selain melaksanakan sholat tahajud, ada sebuah kebutuhan yang terasa harus saya tunaikan. Sebuah kebutuhan yang tiba-tiba saja melekat dalam diri ini setelah bergabung di rumah sehat kompasiana. Sebuah kebutuhan yang saya usahakan terus menerus setiap hari.

Kebutuhan itu adalah MENULIS. Dengan menulis, saya merasakan ada sebuah kepuasan tersendiri yang bisa saya tunaikan kepada khalayak ramai. Dengan menulis, ada pesan yang ingin saya sampaikan sebelum ajal menjemput. Dengan menulis ada kebutuhan yang tersalurkan, dan dengan menulis ada pengalaman dan pengetahuan yang ingin dibagikan. Dengan menulis itu pulalah saya menjadiconnecting and sharing. Saling berinteraksi bersama dengan teman-teman di bloghttp://kompasiana.com tercinta.

Menulis untuk hidup, hidup untuk menulis. Itulah yang telah menjadi motto hidup saya saat ini.

Rasanya, hidup saya saat ini tak pernah jauh dari kegiatan tulis menulis. Oleh karena itu, kebutuhan akan membaca menjadi bagian yang sangat penting dari hidup saya. Tanpa membaca, saya akan kekeringan ide. Membaca apa saja yang “sreg” di hati. Membaca apa saja yang dilihat, dan membaca apa saja yang disenangi.

Pernah ada seorang teman yang bertanya kepada saya, “kok omjay bisa menulis setiap hari?” Lalu saya jawab pertanyaan itu dengan sebuah senyuman, dan perkataan lembut penuh makna.

“Saya bisa menulis setiap hari, karena saya tak pernah jauh dari aktivitas MEMBACA”.

Seorang penulis yang rakus membaca, maka dia tak akan pernah kekeringan ide. Sebab dengan membaca, pikirannya akan terbuka, dan kreativitas menulispun akan keluar dengan sendirinya.

Menulislah setelah tidur bisa anda jadikan rutinas yang baik bila anda konsisten dan komitmen dalam melakukannya. Sebab, di saat anda terbangun, pikiran anda masih “fresh”. Otak anda akan mudah bekerja jernih karena belum terkontaminasi dengan pikiran-pikiran lain. Apalagi, bila anda terbangun dari tidur anda di malam hari, dan anda menulis di malam yang sunyi. Penuh ketenangan dan kedamaian. Andapun akan menulis dengan sangat lancar tanpa gangguan. Kalaupun ada gangguan, gangguan itu justru berasal dari diri anda sendiri yang merasa rendah diri, karena tak mampu untuk menulis. Ketika anda tak pernah melakukan proses menulis, maka anda tak akan pernah bisa menulis.

Seperti halnya anda ingin bisa mengendarai sepeda dengan baik, tetapi anda tak pernah belajar mengendarai sepeda. Begitupun dengan menulis. Anda haruas terus belajar menulis, sehingga anda terlatih menulis. Tak ada satu orang pun di dunia ini yang langsung bisa menulis tanpa berlatih menulis.

Menulislah setelah tidur harus menjadi kebiasaan positif yang membuat anda menjadi penulis yang produktif.  Terus menerus menulis karena ingin berbagi. Dengan anda sering berbagi, maka anda akan menjadi seperti mata air yang terus mengeluarkan air.

Falsafah hidup mengatakan, “Semakin banyak berbagi, maka anda akan semakin banyak pula menerima”.

Di rumah sehat kompasiana, saya banyak membaca tulisan teman-teman yang luar biasa. Tak salah bila kompasiana adalah tempat berkumpulnya para penulis hebat. Saya pun banyak belajar dari mereka. Belajar dari cara mereka menulis, dan lalu membagikan pengalaman saya itu ke blog keroyokan ini.

Menulislah setelah tidur! Dengan menulis setelah tidur, ada kebahagiaan tersendiri yang anda rasakan, bila anda mau berbagi. Dengan menulis setelah tidur, ada ide-ide segar muncul dari alam bawah sadar pikiran anda. Mengalir dan terus mengalir bagai air sehingga membawa anda menjadi seorang penulis handal di era global.

Menulis itu ekspresi diri, menulis itu menyenangkan, menulis itu bisa menghasilkan uang, dan menulis adalah bagian dari kehidupan kita. Namun sayang, masih banyak orang yang menganggap bahwa menulis itu sulit.

Jangan pernah berhenti untuk menulis. Sebab ketika anda berhenti untuk menulis, maka anda akan kehilangan moment indah dalam perjalanan hidup anda yang indah ini. HIDUPLAH DENGAN MEMBERI SEBANYAK-BANYAKNYA, BUKAN MENERIMA SEBANYAK-BANYAKNYA. Percayalah!

Salam blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

2 People reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.