Posted on: September 3, 2010 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 5

Belajar Dari Para Penulis Hebat di Pikiran Rakyat Bandung

Gembira sekali saya hari ini, Jum’at 3 September 2010. Bukan karena mendapatkan uang yang banyak, tetapi saya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan menulis dari para penulis terkenal.  Pengetahuan itu saya dapatkan ketika sore hari ini menghadiri buka puasa bersama penulis opini harian pikiran rakyat Bandung.

Buka Puasa Bersama Penulis Opini Harian Pikiran rakyat
Buka Puasa Bersama Penulis Opini Harian Pikiran rakyat

Gambar.0289

Kemunculan saya yang tak terjadwal ini bermula dari SMS saya pagi ini ke kang Sukron Abdilah. Salah satu kompasianer (blogger kompasiana) yang menetap di Bandung.

Tiba-tiba saya ingin sekali bertemu dengan beliau. Sebab selama ini kami hanya berkomunikasi lewat dunia maya saja. Kang Sukron banyak memotivasi saya agar tulisan-tulisan saya di kompasiana dirajut menjadi sebuah buku populer yang enak dibaca. Lewat komunikasi dengan kang Sukron itulah banyak postingan-postingan saya yang tiba-tiba mengalir deras dan keluar dari alam bawah sadar pikiran saya. Contoh judul postingan yang keluar begitu saja adalah “Guru Kok Narsis?”

Alhamdulillah, SMS saya itu mendapatkan jawaban dari kang Sukron. Kita janjian untuk bertemu dalam buka puasa bersama penulis opini harian pikiran rakyat Bandung pukul 16.30 WIB. Tempatnya di jalan Soekarno-Hatta No. 147 Bandung.  Sebuah tempat yang saya sudah tahu lokasinya.

Namun sayang, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Saya terjebak macet di jalan Setiabudi, setelah mengantar kakak ipar ke kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Saya telepon kang Sukron, kalau saya datang terlambat karena terjebak macet. Rupanya bukan hanya Jakarta saja yang suka macet, di Bandung pun ternyata kemacetan bisa lebih parah dari kota Jakarta.

Akhirnya, setelah berjuang mencari jalur alternative, saya bersama kakak ipar sampai juga di kantor Harian Pikiran Rakyat. Sampai di sana, kami disambut seorang satpam yang sangat ramah. Petugas itu menemani kami ke ruang Aula di lantai 2 dimana tempat buka puasa itu dilaksanakan.

Silahturahmi Penulis Opini Harian Pikiran rakyat
Silahturahmi Penulis Opini Harian Pikiran rakyat

Gambar.0279

Di dalam ruangan itu, sudah banyak sekali para penulis yang hadir. Sekitar 50-an orang hadir dalam pertemuan buka puasa itu. Saya langsung disambut hangat oleh kang Sukron, dan pada saat itulah saya pertama kali bertemu dengan beliau. Walaupun baru pertama kali bertemu dengan beliau, saya langsung akrab, karena pertemanan kami di dunia maya sudah cukup lama. Kompasiana sudah menyatukan hati kami.

Ternyata, di dalam Aula itu ada juga kang ibnu Ghifari, salah seorang kompasianer juga yang rajin menulis di kompasiana dalam bidang keagamaan. Saya bergembira sekali bisa bertemu dengannya.

Tanpa rasa sungkan kami masuk ruangan dengan penuh percaya, walaupun sebenarnya kami belum mandi, hehehehehe. Saya dan kakak ipar langsung bergabung dengan para penulis lainnya.

Inilah Para penulis hebat Itu
Inilah wajah Para penulis hebat Itu!

Gambar. 0313

Dalam kesempatan itu sedang terjadi dialog dan tanya jawab antara pimpinan redaksi pikiran rakyat dan para penulis. Salah satu penulis hebat yang sedang berbicara pada saat itu adalah pak H.Soeharsono Sagir. Seorang penulis sepuh yang handal dan masih terus menulis walaupun usianya sudah 74 tahun.

Pak Suharsono dengan Laptop Mungilnya
Pak Suharsono dengan Laptop Mungilnya

Gambar. 0320

Beliau masih mampu menulis sendiri apa yang menjadi buah pikirannya dalam laptop mungil berwarna biru yang selalu dibawanya. Beliau termasuk lelaki lanjut usia (lansia) yang tidak gaptek, dan masih mampu mengoperasikan komputer dengan sistem operasi windows 7, lengkap dengan microsoft officenya. Bahkan laptopnya itu sudah pula diinstal dengan anti virus terbaru. Kami yang menyaksikan itu, terus terang salut luar biasa dengan kakek yang sudah memiliki beberapa cucu ini.

Dua tokoh Penulis Lansia yang hebat
Dua tokoh Penulis Lansia yang hebat

Gambar.0310

Di samping beliau, ada tokoh penulis sepuh lainnya yaitu pak Jacob (usianya sekitar 71 tahun). Beliau adalah salah satu penulis hebat yang tulisannya juga sudah banyak sekali di media masa. Hanya saja, menurut pengakuannya beliau masih menggunakan mesin ketik merk “brother” untuk menuliskan opininya. Katanya, mesin ketik itu merupakan kenangan tak terlupakan, karena dibeli dari hasil menulis di Harian Kompas selama beberapa kali di tahun 1974.

Terus terang, saya banyak belajar dari kedua penulis ini. Kepandaian mereka menulis membuat kami yang muda-muda merasa tersulut untuk membuat tulisan opini yang jauh lebih baik dari mereka. Kepiawaian mereka menulis dapat dilihat juga dari gaya mereka bicara yang membuat kami merasakan mendapatkan dosen menulis yang luar biasa. Mereka tak hanya pintar menulis, tetapi pandai juga berbicara.

Omjay bersama Pemred Pikiran Rakyat dan teman-teman penulis
Omjay bersama Pemred Pikiran Rakyat dan teman-teman penulis

Gambar. 0306

Sayang, kami dibatasi oleh waktu. Pertemuan kami yang singkat itu, tentu sangat berkesan di hati saya. Kepandaian mereka dalam merangkai kata memang luar biasa. Kamipun saling bertukar nomor handphone dan kartu nama.

Pada saat turun ke lantai 1, saya sempatkan melihat teman-teman redaksi harian pikiran rakyat bekerja dalam menghadirkan informasi. Saya lihat mereka sibuk sekali dan berupaya keras menyelesaikannya sesuai dengan liputannya masing-masing. Saya pun tak lupa mendokumentasikan ruangan kerja mereka.

Staf Redaksi Harian Pikiran Rakyat Sedang Bekerja

Staf Redaksi Harian Pikiran Rakyat Sedang Bekerja

Gambar. 0325

Tak lupa pula saya menawarkan diri untuk mengantarkan kang sukron dan kawan-kawan untuk menumpang pulang bersama mobil kijang kakak ipar saya.  Mobilpun terus melaju menuju arah Cibiru. Kita akan menuju Kampus IAIN/ UIN Sunan Gunung Jati, tempat di mana kang Sukron dan kawan-kawan berkreativitas menulis. Di kampus itu, saya dan kakak ipar Sholat Isya dan Tarawih di masjid kampus.

Setelah sholat, kang Sukron dan kang Ibnu Ghifari sedang asyik membuka kompasiana. Jaringan hotspot di kampus itu lumayan kencang juga. Ada kabar dari admin kompasiana kalau kang sukron mendapatkan hadiah pertama dari lomba menulis ib blogger competision edisi bulan Juni. Hadiah Blackberry Gemini pun sudah menanti.

Saya mengucapkan selamat kepada kang Sukron Abdilah yang hebat.  Sudah 4 buah buku dibuatnya. Kepandaiannya menulis memang luar biasa dan patut diacungi jempol. Semoga terus menulis, dan tuliskan hal-hal yang bermanfaat untuk warga kompasiana. Terus terang, saya banyak belajar dari kang Sukron Abdillah. Seorang blogger handal yang kini sedang fokus untuk membesarkan komunitas penulis yang bernama jejaringku.com. Anda bisa bergabung dalam situs jejaring ini.

Akhirnya, hari ini saya mendapatkan sebuah pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan. Siapa saja orang yang konsisten dan komitmen dalam menulis, pastilah dia akan menjadi penulis hebat dan terkenal. Tulisannya dicari oleh penerbit, dan juga para redaktur koran. Bila kita sudah punya nama besar seperti Rosihan Anwar misalnya, menulis sesuatu yang ringan-ringan saja sudah banyak orang yang akan membaca tulisannya. Itulah buah yang didapat dari mereka yang tekun menulis setiap hari, dan menjadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan. Mari kita belajar menulis dari mereka.

Pemred Pikiran rakyat dan Para Penulis Muda
Pemred Pikiran rakyat dan Para Penulis Muda

Gambar.0305

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

5 People reacted on this

  1. udah tahu nama, sering dengar cerita dari Astri Mahadewi FS siswi STSI Teather tapi belum pernah ketemu.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.