Posted on: August 4, 2010 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

Facebook Masih Unggul

Bapak wakil Mendiknas
Bapak wakil Mendiknas

Selasa, 3 Agustus 2010, Wakil Menteri Pendidikan Nasional  Prof. Dr. dr. Fasli Djalal membuka kegiatan simposium nasional hasil penelitian dan inovasi pendidikan 2010 di ruang Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh Balitbang Kemendiknas.

Dalam sambutannya, pak Fasli mengatakan bahwa para peneliti hendaknya fokus untuk memberikan masukan kepada kemendiknas dalam penelitian kebijakan. Beliaupun memberikan data tentang hasil penelitian kebijakan di 12 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa belum meratanya penyebaran guru  dan kurangnya pemanfaatan ICT dalam pembelajaran.

Setelah memberikan sambutan, Wakil mendiknas ini langsung melayani para wartawan dalam press conference tentang hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan kemendiknas, termasuk sertifikasi guru yang banyak menarik perhatian itu.

Setelah sambutan pak Fasli, dimulailah kegiatan pemaparan materi kunci yang disampaikan oleh bapak Sumantri Hadi Suseno, S.Pd, M.Kom dengan judul makalah National Education Research Library (collaboration Through Research).

Makalah yang disampaikan oleh pak Sumantri ini sangat menarik, dimana diperlukan sebuah media informasi penelitian untuk mengukur kapasitas kemampuan riset sebagai media berbagi informasi untuk para peneliti untuk saling berkolaborasi dan menghindari duplikasi. Oleh karena itu diperlukan sebuah media informasi bagi pemerintah untuk dapat mempelajari database riset untuk melihat nilai potensi dan nilai strategis bagi Negara. Sehingga dapat digunakan sebagai referensi ilmiah dalam pengambilan keputusan.

Menurut pak Sumantri, riset, thesis, dan disertasi yang terdokumentasikan secara terstruktur dalam sebuah database adalah merupakan asset Negara yang memiliki efek signifikan pada posisi/strata sebuah Negara pada segmentasi keilmuan.

Dalam pemaparan makalahnya, pak Sumantri mengatakan bahwa facebook masih menjadi idola para pengguna internet di Indonesia yang berjumlah lebih dari 30 juta. Oleh karena itu, mau atau tidak mau para peneliti harus bisa memanfaatkan facebook sebagai media sosial dalam berinteraksi dan bertukar informasi antar sesama peneliti.

Data http://www.alexa.com/topsites/countries/ID, 10 website yang sering dibuka oleh para pengguna internet  di  Indonesia menunjukkan bahwa traffic penggunaan internet masih didominasi oleh:

  1. Facebook.com
  2. Google.co.id
  3. Google.com
  4. Yahoo.com
  5. Blogger.com
  6. Kaskus.us
  7. Youtube.com
  8. WordPress.com
  9. Detik.com
  10. Twitter.com

Dari data itu, dapatlah diketahui bahwa facebook untuk saat ini masih menjadi idola para pengguna internet di tanah air.

Sebagai Negara dengan 5 besar pengguna internet di Asia, seharusnya pemerintah telah memiliki nasional education research Library sehingga hasil penelitian yang telah dilakukan terdokumentasikan dengan baik dan mengurangi budaya plagiarisme.

Demikianlah laporan singkat dari Hotel Bidakara, semoga bermanfaat.

salam Blogger Persahabatan

Omjay

https://wijayalabs.com

Categories:

1 people reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.