26 People reacted on this

  1. Wah om, keren juga tuh buku.

    mmmh, coba saya tawarkan ke ibu dey (ibu guru SD di kampung halaman saya, hehe…)

    sapa tau beliau tertarik.. 🙂

  2. Salam sahabat,
    Senang banget bisa mengenal Anda. Saya beruntung. Bisa menambah motivasi juga nih. Bukunya bagus Omjay. Kayaknya belum ada ya yang memilih tema Tindakan Kelas!

    Benar, menulislah terus setiap hari dan rasakan dampak dasyatnya.

    Wasalam,

    Dodi Mawardi

  3. Ass…
    Rasanya senang bisa menemukan seseorang yang bisa memberikan informasi dan motivasi, saya adalah seorang guru muda yang baru saja terjun dalam dunia pendidikan, dan saya baru merasakaan betapa indahnya bisa berbagi dan berbagi ilmu dengan orang lain, karena itulan saya bertekad untuk menjadi seorang guru yang bisa memberikan sesuatu yang bisa bermanfaat untuk orang lain.
    mohon bimbingannya.
    terimakasih..+_+

  4. Film tentang tiga orang yang dianggap sama gurunya tidak pintar bagus. Guru yang ada didalam film kayaknya dendam banget sama siswa yang tiga orangnya itu sampai-sampai ingin mamberikan soal yang berbeda pada tes mareka bertiga.

  5. Assalaamu’alaikum…..

    Pak Jaya Yang terhormat.
    Salut saya kepada Panjenengan, yang sempat nulis buku sebagus itu.
    Kalau boleh menyampaikan alasan, maka banyak guru yang akan beralasan untuk tidak menulis, terlebih meneliti(tidak sekedar mengamati). Hanya, kita tidak boleh beralasan. jika tidak menulis atau meneliti, ya cukup diam. Tak usah beralasan.
    Dan saya sangat paham, jika banyak guru yang enggan meneliti/menulis. beberapa sebab diantaranya: Boros energi, boros biaya, minim pendapatan.
    bagi guru PNS mungkin menguntungkan.tapi bagi guru swasta? apa manfaatnya?
    Pragmatis saja. Dengan honorarium tak lebih dri mRp 300.000,-/bulan, sepertinya memberi privat hingga malam hari, jauh lebih menguntungkan. dan jelas dapat dirasakan langsung hasilnya.
    Tapi Bapak, jikalau menuruti idealisme, memang menulis bisa lebih banyak menguntungkan. Hanya butuh latihan yang tidak singkat waktunya, sementara perut tak bisa menunggu untuk diisi. terlebih lagi, jika berpikir berhasil dan tidaknya.
    beruntunglah Panjenengan, bisa bersama orang2 idealis.

  6. Sekali lagi Bapak, tidak boleh ada alasan, jika tidak mampu menulis. Kami paham betul itu. Dan, kami juga tidak akan beralasan.
    Hanya saja, sejauh yang kami tahu, tujuan menulis dan meneliti, yang terjadi selama ini telah melenceng dari yang seharusnya. Istilah salahnya; Berkhianat pada Ilmu Pengetahuan.
    Saya yakin, panjenengan paham betul akan hal itu.

  7. Hi everyone,

    I am very pleased to be part of the SMP Labschool staff in Rawamangun… it is so great .. the staff is so friendly and I have a lot of fun with the students…

    So great… I hope things will be fine for the semester.. just as much as it is going on so far…

    Take care…

    Bernard

  8. Alhamdulilah aku sudah memiliki dan membaca buku Om Jay
    tapi perlu diingat oleh semua rekan guru bahwa:
    Bukan laporan PTKnya,tapi kegiatan nyata melakukan penelitian di kelas dalam rangka meningkatkan profesionalnya itulah yang lebih utama. terkadang karena untuk kenaikan pangkat atau keperluan lain, seorang guru hanya buat laporan PTK saja tapi pelaksanaan PTKnya di kelas tidak dilaksanakan…….. itu sama juga bohong ……………..????

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.