Posted on: February 21, 2010 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 9

Blog dan Pendidikan Kewirausahaan

sumber: MTsuperclub.com
sumber: MTsuperclub.com

Buat kamu yang fokus untuk mengelola blog dengan baik tentu kamu akan berusaha menghiasi blog kamu itu dengan pernak pernik blog yang mempesona. Untuk mempelajari itu, banyak teman-teman blogger yang akan menolongmu, dan memberikan tutorial menambahkan pernak-pernik blog dalam blog mereka yang kreatif itu.

Bila kamu telah fokus dan memahami benar pernak-pernik blog, untuk menghiasi blog kamu, maka mulailah sesuatu yang unik dalam blogmu itu, sehingga lambat laun, blog yang kamu kelola itu menghasilkan dari sisi finansial.

Tanpa kamu sadari, sebenarnya kamu sedang membangun sebuah wirausaha yang mandiri. Kamu bisa menjadikan blog sebagai media promosi dari apa yang kamu tawarkan. Bisa berbentuk barang, dan bisa juga berbentuk jasa yang nyaris tanpa modal.

Buku Best Seller Mengenal PTK
Buku Best Seller Mengenal PTK

Sebagai contoh, dulu penulis pernah mempromosikan buku karya penulis yang berjudul mengenal penelitian tindakan kelas (PTK). Penulis mempromosikan buku itu lewat blog. Alhadulillah, hanya dalam waktu setahun saja, buku edisi pertama penulis telah terjual habis, dan menjadi buku best seller di kalangan guru dan calon guru.

Dari blog itu, banyak yang memesan buku penulis, dan banyak juga yang meminta penulis untuk menjadi pembicara. Dari promosi dalam blog itu, ternyata bukan hanya buku (barang) yang laku terjual, tetapi juga mereka meminta penulis untuk menjadi pembicara PTK ke berbagai daerah di Indonesia. Jasa penulis sebagai pembicara PTK terpublikasikan dengan baik. Dari blog gratis itulah penulis membangun jiwa kewirausahaan tanpa modal dan hanya mengandalkan media blog.

Membaca kompas cetak, Jumat 20 November 2009 bahwa Jumlah penganggur terdidik, khususnya lulusan perguruan tinggi, sudah sangat mencemaskan karena angkanya terus meningkat. Untuk mengatasi persoalan ini, pendidikan kewirausahaan sejak dini bisa menjadi solusi dan terbukti ampuh di banyak negara.

Penulis  sangat bersetuju sekali dengan solusi yang ditawarkan bahwa pendidikan kewirausahaan harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Mereka harus terbiasa mencoba untuk berwirausaha sehingga ketika mereka lulus dari sekolah atau perguruan tinggi, dapat menciptakan lapangan kerjanya sendiri dan tidak bergantung kepada lowongan mencari pekerjaan. Sebab selama ini, kurikulum kita masih belum memasukkan pendidikan kewirausahaan ini dalam materi pembelajaran.

Wajar saja, bila ada siswa yang putus sekolah, mereka sangat kesulitan dalam menciptakan pekerjaan, apalagi bila mereka itu masih berada dalam bangku persekolahan.  Bahkan mereka yang sudah duduk di bangku perguruan tinggi pun kesulitan menciptakan lapangan pekerjaan karena memang mereka belum belajar pendidikan kewirausahaan sehingga yang ada dalam benak mereka adalah mencari pekerjaan bukan menciptakan lapangan pekerjaan.

Penulis  banyak belajar dari bapak K Usman dan mas Kurnia. Mereka komitmen dalam bidang tulis menulis. Mereka tidak mencari pekerjaan, malah pekerjaan yang akhirnya mendatangi mereka. Banyak tokoh yang hidupnya sukses dari tulis menulis, dan tidak mencari pekerjaan menjadi pegawai. Orang-orang seperti ini adalah oarng-orang yang jiwa enterprenershipnya sudah terjaga ketika mereka masih duduk di bangku sekolah, sehingga ketika kuiah tinggal mengembangkannya saja.

Mohon maaf, kurikulum sekolah dan perguruan tinggi kita masih berorientasi kepada mental pekerja dan bukan mental pengusaha yang tahan banting. Para peserta didik berpikir, bila mereka lulus nanti dan bergelar sarjana akan mendapatkan pekerjaan yang layak, sehingga wajarlah kalau pengangguran terdidik di negeri ini mencemaskan. Mereka tidak dididik untuk siap mengembangkan potensi uniknya.

Saya jadi teringat ejekan teman saya yang tak selesai kuliah tapi sukses dalam hidupnya. Omongannya masih saya ingat, “Buat apa kamu kuliah kalau setelah sarjana, cuma cari pekerjaan”. Bnyak loh orang-orang sukses tanpa ijazah.”, Begitulah kata mereka.

Teman penulis  itu memang orang hebat. Ketika dia memutuskan untuk menjadi pengusaha, dan berhenti kuliah, dia benar-benar belajar ilmu kewirausahaan dan mengembangkannya lewat blog. Alhamdulillah, karena fokus dan kerja keras, maka dia kini sukses sebagai pengusaha, dan taraf ekonominya jauh lebih sukses daripada mereka-mereka yang bergelar sarjana. Bahkan anak buahnya yang bekerja di perusahaannya banyak yang sudah bergelar doktor. Mereka bekerja dan mengabdi di perusahaan milik teman saya itu yang bukan sarjana. Sayang penulis tak mendapatkan izin untuk mempblikasikan beliau.

Guru seharusnya juga telah mengajarkan pendidikan kewirausahaan di sekolah. Mungkin bisa disisipkan sebagai mata pelajaran pengayaan sehingga bila kelak peserta didik lulus, mental mereka tidak lagi bermental pegawai, tetapi mental mereka adalah mental pengusaha. Mental yang telah siap menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri dari potensi unik yang dia kuasai dan sukai. Seperti tokoh-tokoh muda yang sukses dan memulai karirnya dari nol dan bukan bertitel sarjana. Anda bisa lihat sejarah perjuangan hidup mereka di buku-buku Motivasi atau mencarinya di internet.

Semoga saja, depdiknas dan para guru di sekolah serta para dosen di perguruan tinggi sudah mulai menyisipkan materi pendidikan kewirausahaan dalam pembelajarannya. Pendidikan kewirausahaan bukanlah menyuruh siswa atau mahasiswa berdagang di sekolah, tetapi memberikan mereka keterampilan usaha agar bisa mandiri dan bermanfaat untuk orang banyak.

Seperti apa yang telah dilakukan oleh teman penulis Wiranto, Guru Seni Budaya  SMAN 1 Wonosegoro, Jawa tengah yang telah menyusun buku yang berjudul, “Bagaimana Cara Menjadi Wirausaha Remaja”. Buku yang beliau susun dan telah mendapatkan juara I dalam bidang IPS di tingkat SMA pada sayembara naskah buku pengayaan pusat perbukuan depdiknas 2009.

Blog dan pendidikan kewirausahaan jelas sangat penting dikuasai oleh para siswa untuk dipelajarai agar mampu mengembangkan diri menjadi seorang enterprenership unggul. Para siswa itu perlu dibekali dengan keterampilan menulis dan juga ilmu kewirausahaan sehingga bila nanti mereka ingin mencari penghasilan tambahan, blog bisa menjadi media jitu untuk mempromosikan produk mereka. Melatih Feeling mereka dalam berbisnis yang diawali dari hobi menjadi hoki. Seperti raja microsoft Bill Gates yang kaya dan terkenal itu.

Banyak sekali para blogger handal yang memulai bisnisnya dari blog gratisan terlebih dahulu, lalu seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya mengarahkan blog mereka ke dalam blog profesional karena kepercayaan customer atau pelangan semakin meningkat.

Begitu banyak pula peluang usaha yang yang bisa dipromosikan melalui blog. Namun masih sedikit para blogger yang memanfaatkannya karena minimnya kreativitas dalam berbisnis. Hal ini juga dikarenakan,   orang ngeblog rata-rata hanya ingin berbagi saja, dan melupakan promosi. Mereka lebih asyik menulis dan mengganggap bahwa blog hanya sebagai sarana untuk melatih keterampilan menulis saja. Padahal, kebermanfaatan blog sangat banyak sekali. Hanya blogger-blogger kreatiflah yang bisa menangkap peluang itu. Mengelola blognya dengan baik dan menjadikannya blogger handal di era global.

Blog memang dahsyat. Banyak orang sukses karena ngeblog. Tinggal kita sendirilah yang mengembangkan kreativitas menulis menjadi sesuatu yang menghasilkan secara financial.

Dengan menjadi blogger handal, kamu ditantang untuk berjiwa pengusaha, membangun bisnis dari blog kreatif kamu dengan sabar. Bila kamu bersabar, dan terus menerus belajar memperbaiki diri, baik dari sisi penampilan, keterampilan, maupun kecerdasan, maka kamu akan menjadi blogger handal di era global.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Categories:

9 People reacted on this

  1. Saya setuju dgn apa yang bapak tulis diatas, dengan menjadi seorang blogger kita dapat lebih berkreasi dan berinovasi. Dan pastinya, suatu saat pasti ada kejadian yg tak terduga sbg akibat dr kita hobi ngeblog. Saya aja contohnya, dengan mengeblog akhirnya saya bisa berangkat ke pertemuan blogger nasional di Bekasi maret nanti. Alhamdulillah…

  2. artikel bapak bak gayung bersambut disaat saya ingin banyak belajar, khususnya dunia menulis di media blogger yg sy sdg kelola. kendalanya adalah minimnya bahan bacaan yg saya miliki. bagmn sya memilih dan memilah tuk mencari bhn bcaan di dunia maya tanpa byr ini tuk menutupi kekurangan saya agar bs menjadi penulis seperti bapak. mohon pencerahannya ! thanks so much…

  3. Sebelumnya mindset saya tentang blog itu hanya sesederhana hoby.. tapi setelah lumayan lama di dunia ini ternyata banyak hal yang di dapatkan dari ngeblog..Maunya sih sukses seperti Blogger ceria yang sukses dengan traffic nya.. 😀 .. Salam kenal Pak..

  4. Asalamualaikum Bapak,

    Saya sangat bersetuju dengan komentar bapak kerana para pelajar harus dididik dengan Pendidikan Kewirausahaan semenjak dari bangku sekolah rendah lagi.

    Memang ramai mereka yang telah sukses menjadi pengusaha walaupun tidak sampai ke tahap pendidikan ijazah.

    Yang pentingnya mempunyai semangat jati diri , rajin dan tidak mudah mengaku kalah.

    Nabi Muhammad SAW juga dalam hadisnya menyarankan bahawa satu persepuluh daripada rezeki di dunia ini datangnya dari perniagaan, yang bermakna juga kekayaan datangnya dari perniagaan yang diusahakan oleh pengusaha.

    Wasalam

  5. Bagus posting tentang Blog dan Pendidikan Kewirausahaan. Saya sangat terkesan dengan waktu dan usaha anda telah dimasukkan ke dalam menulis kisah ini . Aku akan memberikan Anda sebuah link di blog media sosial saya. Semua yang terbaik!

Leave a Reply to handout Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.