Posted on: December 9, 2009 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

Mengajak Anak Didik Tidak Mencontek (2)

Mengajak Siswa Tidak Mencontek
Mengajak Siswa Tidak Mencontek

Saya akan melanjutkan bagian kedua dari tulisan saya yang pertama dengan judul kenapa siswa suka mencontek di sini.  Semoga anda sudah membacanya ya, hehehehe. Kalau belum, baca dulu ya, supaya bisa nyambung, hahahaha.

Sebagai pendidik yang memiliki tugas yang berat dalam mendidik generasi penerus bangsa, tentu tak tinggal diam mencari cara agar peserta didik tidak mencontek.  Salah satu caranya adalah menanamkan nilai-nilai KEJUJURAN dalam diri siswa. Bila anak itu sudah terlatih dan terbina kejujurannya, walaupun ada peluang mencontek, mereka tak akan tergiur untuk mencontek. Sebab bagi mereka kejujuran adalah panglima tertinggi dalam kehidupan. Apalah artinya hidup bila tidak jujur. Tidak jujur kepada dirinya sendiri dan tidak jujur kepada orang lain. Biarlah dapat nilai jelek, yang penting hasil karya sendiri, daripada mendapatkan nilai bagus, tpi hasil dari mencontek.

Kalau kita lihat kondisi negara Indonesia saat ini, dimana korupsi sulit diberantas, hal itu disebabkan mereka tidak menempatkan nilai-nilai kejujuran di dalam dirinya. Menghalalkan segala cara agar cepat kaya dan tak perduli orang lain.

Budaya jujur telah hilang, kalaupun ada orang yang jujur, mereka tergilas oleh banyaknya orang yang tidak jujur. Wajar saja, kalau kasus bibit-hamzah yang pimpinan KPK itu terjadi dan kita lihat juga kasus bank century yang berasal dari ketidakjujuran orang-orang cerdas yang tak memiliki watak yang baik.

Dalam mengajak anak untuk tidak mencontek, dibutuhkan pula keteladanan guru. Ketika guru mampu memberikan keteladanan, akan membuat peserta didik menaruh hormat yang tinggi kepada guru yang bersangkutan.

Pendidikan tidak hanya menjadikan anak cerdas otaknya, tetapi juga cerdas wataknya. Otak dan watak harus saling bersinergi dalam diri agar kelak mereka nanti bisa menjadi manusia unggul.

Kebiasaan anak yang suka mencontek, tidak bisa begitu saja kita arahkan. Mereka harus diperbaiki dulu wataknya. Mereka harus dibekali dengan pengaruh ajaran agama yang kuat. Ketika ajaran Ilahiah telah masuk ke dalam rohaniah mereka, maka secara alamiah mereka tak akan mencontek. Mungkin tingkat keilmiahannya masih harus diteliti, tetapi sepanjang saya lima belas tahun menjadi guru, anak yang taat beragama tak akan mau mencontek. Bagi mereka mencontek itu hukumnya HARAM. Berdosa bila dilaksanakan.

Akhirnya, kenapa siswa suka mencontek, karena mereka kurang menguasai materi yang telah diberikan guru. Mereka kurang belajar dan banyak berlatih soal-soal, dan di sinilah guru harus melakukan refleksi diri dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Dengan PTK, guru bisa memperbaiki cara mengajarnya, memperbaiki cara pembuatan soal-soalnya yang mungkin kurang dipahami oleh siswa. Mungkin soalnya terlalu sukar (perlu analisis butir soal yang valid), mengoptimalkan pengawasan ketika ulangan, menanamkan nilai kejujuran kepada para siswa dengan mengembangkan nilai-nilai imtak (keimanan dan ketakwaan) ke dalam pembelajaran dan memperdalam ilmu agama yang diajarkan di sekolah.

Peran agama begitu penting dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran ini. Sekolah kita harus mampu melahirkan dan menyiapkan calon pemimpin masa depan yang bertakwa, berintegritas tinggi, mempunyai daya juang yang kuat, mempunyai kepribadian yang utuh, berbudi pekerti yang luhur, mandiri serta mempunyai kemampuan intelektual yang tinggi.

Bila kejujuran sudah ditanamkan, kita tak perlu memasang alat perekam seperti CCTV di setiap kelas yang masih dianggap barang mewah di sekolah. Oleh karenanya peran guru sebagi pengawas agar lebih dioptimalkan lagi dalam melakukan pengawasan. Mengawas dengan penuh cinta dan kasih sayang. Bila mereka benar-benar bertugas dengan baik, mudah-mudahan jumlah anak yang suka mencontek bisa dikurangi. Syukur kalau bisa sampai nol persen. Mungkinkah? Mungkin saja.

Kalau memang susah, kapan-kapan sekolah perlu juga tuh mengundang Mas Uya Memang Kuya yang suka tayang di SCTV atau Mas Romy Rafael di The Master RCTI untuk datang ke sekolah. Loh ngapain? Sekali-sekali perlu juga tuh anak-anak dihipnotis, lalu menanyakan kepada mereka bagaimana cara mereka mencontek. Dalam alam bawah sadar mereka, pasti akan ada siswa yang mengaku secara terus terang bagaimana cara mereka mencontek, dan kita akan termehek-mehek dibuatnya. Kalau nggak percaya, coba aja undang mereka ke sekolah anda, hehehehe.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Categories:

1 people reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.