Posted on: August 10, 2009 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 2

Kota Nganjuk Kota Sejuta Impian

Pagi ini, Minggu 9 Juli 2009 saya dan Pak Dedi Dwitagama penulis buku PTK diundang oleh klub guru cabang Kediri perwakilan Nganjuk untuk berbagi ilmu tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Senang juga berada di sini kota yang sejuk dan membuat orang luar seperti saya betah untuk bermalam di kota ini. Bagi saya, kota Nganjuk adalah kota Sejuta Impian. Mengapa? Karena impian saya untuk sampai dan menginap di kota Nganjuk akhirnya kesampaian. Dulu saya hanya dapat bermimpi untuk bisa ke Nganjuk, yang kata orang sangat enak makanan pecelnya. Tapi, kini impian itu terwujud dan saya merasakan benar berada di kota impian ini. Penduduknya ramah, dan suasananya sangat bersahaja. membuat orang betah untuk tinggal di kota ini.


Sebenarnya saya ingin mengupload semua foto di sini, namun karena saya memiliki blog khusus untuk foto-foto kegiatan saya di multiply dan tumbrlr, maka foto-foto itu saya upload ke sana. Juga di facebook tentunya, hehhehe. Narsis banget Omjay ini. Maklumlah blogger asli loh!

Dari Jakarta, saya berangkat dengan naik kereta api Bima dari Stasiun Gambir menuju Surabaya. Sudah lama juga saya tak naik kereta api. Kepala terasa pusing dan telinga seperti pengeng. Pukul 17.00 sore kereta tepat diberangkatkan dari gambir. Dalam perjalanan di kereta, nikmat sekali rasanya merasakan kenyamanan kereta eksekutif bima ini. Dengan gerbong yang ditata apik dan juga 2 televisi yang dipasang di depan dan belakang gerbong membuat saya dan penumpang lainnya nyaman berada di dalamnya. Setidaknya kami sangat menikmati perjalanan ini.

Tanpa terasa, kami telah berada di stasiun Kertosono, Jawa Timur. Jam Hp saya menunjukan pukul 5.oo pagi. Alhamdulillah telah sampai dengan selamat dan kami dijemput oleh panitia dari PT Indeks, Bapak Huda untuk menuju penginapan di kota Nganjuk. Enak sekali penginapan ini, bersih dan asri dengan nuansa Bali di dalamnya. Pokoknya enak deh, dan saya pun bersyukur dan bersujud kepada Allah dengan melakukan sholat subuh berjamaah.

Akhirnya, jam sudah menunjukkan pukul 08.00,  tiba saatnya untuk berangkat ke Gedung Wanita Nganjuk. Namun di tengah jalan Pak Dedi meminta kami untuk berhenti, menikmati nasi uduk dengan sambal pecel khas Nganjuk plus peyek tipis-tipik dengan sedikit kacang dengan perkedel. Enak sekali, dan saya pun merasakan kelezatan makanan pagi ini. Alhamdulillah.

Demikianlah sharing saya untuk pembaca kompasiana, mohon maaf kalau agak sedikit narsis. Maklumlah blogger sejati. Setiap pergi pasti ada cerita sebagai oleh-olehnya. Mohon maaf, saya belum sempat beliin oleh-oleh, buat teman-teman kompasiana dan klub guru tercinta. Beli apa ya di Nganjuk?

Salam Blogger Kompasiana dan klub guru Indonesia.

Omjay

http://public.kompasiana.com/2009/08/09/kota-nganjuk-kota-sejuta-impian-1/
Categories:

2 People reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.