miina minamoto gets a huge cock to smash her hairy twat. xvideos india

Archive for July 10th, 2009

Jangan Tiru Adegan Ini

Menonton adegan demi adegan dalam acara the master yang disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta ternama membuat saya terkagum-kagum di buatnya. Otak saya bekerja cepat dan pikiran saya bekerja ekstra, apa mungkin ya mereka itu bisa melakukannya?

Namun yang saya lihat benar-benar nyata. Bagaimana kuping manusia yang bernama ishak bisa menarik truck yang beratnya 2,5 ton. Belum lagi orang yang bernama kosmos yang pandai bermain cantik dengan adegan yang menggelitik mempermainkan pisau tajam yang dihujamkan ke seluruh tubuhnya.

Hal-hal yang saya lihat dalam acara the master dengan produser Dedi Cobuzer ini, tidak diajarkan dalam bangku persekolahan kita. Makanya jangan heran banyak anak sekolah yang menyukai acara ini. Termasuk juga saya, gurunya anak-anak.

Terkadang saya tak habis pikir kok bisa ya, para the master itu melakukan suatu adegan yang tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa seperti kita. Tetapi mereka mampu melakukannya. Seperti, memasukkan paku kedalam hidung dengan palu, memasukkan kawat ke dalam mulut tanpa ada darah keluar dari wajah sang master. Menghipnotis orang, dan lain-lain.

Apalagi kalau lihat gaya romi rafael yang sanggup menghipnotis orang-orang kayaknya gampang banget ngeliatnya. Coba anda bayangkan kalau kemampuan seperti ini dilakukan oleh orag jahat, wah bisa gawat negara ini.

Contohnya, bila dalam pemilu 2009 ini ada banyak pemilih no. 2 kemudian para the master itu bekerja menghipnotis mereka, sehingga mereka tak sadar mencontreng no. 3. Kalau ini sampai terjadi, bakal seru pilpres kita, hehehhe.

Setelah melihat adegan demi adegan yang menghibur ini, hanya satu pesan saya dalam acara the master. “JANGAN TIRU ADEGAN INI”

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Comments (2)

Menulislah Dengan Hati

Penulis dengan anak tersayang
Penulis dengan anak tersayang

Sering saya ditanya oleh teman-teman, kok bisa pak wijaya aktif menulis setiap hari?. Lalu saya jawab bahwa menulis itu sama halnya kita makan. Kita membutuhkan makanan setiap harinya. Jadi kalau nggak nulis itu sama artinya nggak makan. Begitu kata saya kepada teman-teman sambil bercanda. hehehhe…3x.

» Continue reading “Menulislah Dengan Hati”

Leave a Comment

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi