Posted on: February 19, 2009 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 7

Bulliying: Sebuah Fenomena Negatif pada sekolah-sekolah di Indonesia

Awalnya saya tidak percaya kalau masih ada bullying di sekolah-sekolah kita di Indonesia. Tetapi setelah mendapatkan penjelasan yang disertai pemutaran film yang dibuat oleh kamera tersembunyi membuat hati ini menangis dan menjerit pilu. Rupanya telah banyak anak muda kita yang tak berdosa akhirnya mati sia-sia akibat bullying yang ada di sekolah.

Hari Rabu sore kemarin, 18 Pebruari 2009 sekolah kami mendapatkan seorang tamu yang sangat bersahaja. Namanya ibu Diena Haryana dari SEJIWA. Dalam presentasinya beliau mengatakan bahwa telah banyak korban berjatuhan akibat adanya Bullying di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. Hasil penelitiannya menunjukkan hal itu.

Kekerasan yang sering terjadi di sekolah itu adalah corporal punishment, bullying, pelecehan seksual, penggunaan senjata, dan pembentukan geng-geng. Namun dari semuanya itu yang paling terbanyak adalah bullying dan corporal punishment.

Corporal punishment adalah hukuman yang paling banyak dilakukan oleh guru di sekolah terhadap siswa dengan menggunakan kekerasan dengan sebuah alasan karena hendak mendisiplinkan siswa. Misalnya memukul tangan dengan penggaris, menjambak rambut karena terlalu panjang, menyuruh push up karena terlambat, menampar kepala karena tak dapat membaca dengan lancar.

Apakah perilaku Bullying?

Bullying terjadi ketika seseorang merasa teraniaya, takut, terintimidasi, oleh tindakan seseorang baik secara verbal, fisik atau mental. Ia takut bila perilaku tersebut akan terjadi lagi, dan ia merasa tak berdaya mencegahnya. (Andrew Mellor, antibullying network, univ. of edinburgh, scotland).

Beberapa macam tindakan Bullying adalah:

  1. Psikologis seperti memfitnah, mempermalukan, menakut-nakuti, menolak, menghina, melecehkan, mengecilkan, mentertawakan, mengancam, menyebarkan gosip. mencibir, dan mendiamkan
  2. Fisik seperti menendang, menempeleng, memukul, mencubit, menjotos, menjewer, lari keliling lapangan, push up, bersihkan WC, dan memalak.
  3. Verbal seperti berteriak, meledek, mengata-ngatai, name calling, mengumpat, memarahi, dan memaki.

Bullying perlu kita cermati karena tak ada seorang pun punya hak dan alasan untuk membullying orang lain. Serta tak ada seorangpun layak menjadi korban bullying.

Gejala-gejala tengah terjadinya tindakan bullying pada anak kita di sekolah adalah:

  • Adanya penurnan pada penampilan akademisnya
  • Adanya penurunan pada kehadirannya di sekolah
  • Hilangnya minat pada pekerjaan sekolah / PR
  • Sulit berkonsentrasi pada pekerjaan sekolah
  • Berkurangnya minat pada kegiatan-kegiatan sekolah
  • Drop out dari kegiatan yang tadinya dia sukai

Lalu Apakah yang perlu dilakukan oleh orang tua untuk menghadapi hal itu?

  • Cermati gejala-gejala perubahan anak, dan segeralah lakukan pendekatan padanya
  • Tenanglah dalam bertindak, sambil meyakinkan anak bahwa ia telah mendapat perlindungan dari perilaku bullying mendatang
  • Laporkan kepada guru/ pihak sekolah untuk segera dilakukan penyelidikan
  • Meminta counsellor ( guru BK)  sekolah melakukan penyelidikan tentang apa yang telah terjadi
  • Meminta pihak sekolah untuk memberikan info tentang apa yang sebenarnya telah terjadi
  • Mengajarkan anak cara-cara menghadapi bullying

Strategi Menghadapi Bullying di sekolah adalah:

  1. Ajarkan anak kita untuk menyembunyikan kemarahan atau kesedihannya. Bila ia tampak bereaksi si bullying akan senang
  2. Ajarkan anak berani memandang mata si bullying
  3. Ajarkan anak berdiri tegak, kepala ditegakkan dalam menghadapi bullying
  4. Tidak berjalan sendirian
  5. Tetap tenang dalam situasi apapun
  6. Bila dalam bahaya segera menyingkir.

Tulisan di atas semoga membantu para orang tua dan guru dalam menghadapi bullying yang terjadi di sekolah. Semoga bullying tak terjadi lagi di sekolah-sekolah kita, apabila kita mampu melakukan pengawasan.

Categories:

7 People reacted on this

  1. Pak Wijaya, memang cukup memprihatinkan mengenai perkembangan tingkah laku anak2 generasri penerus bangsa ini bila tidak diawasi dengan beik. Bullying kini banyak terjadi, seperti kita lihat di TV, baru2 ini ada geng perempuan tertangkap di Nus Tenggara? kalau tidak salah…mau kemana anak2 kita itu…tugas guru juga mengingatkan dan menyadarkan mereka ya Pak…memang mulia dan berat. Selamat bertugas. Good Luck.Salam>Pray

  2. Bullying? waw…. sesuatu yang mengerikan. Sudah sampai ambang batas manakah toleransi rupanya. Haruskah budaya santun dan ramah yang merupakan karakter budaya asli bangsa kita harus makin memunah? Ini harus kita cegah secara bersama-ama. Bukan hanya mutlak tugas guru di sekolah saja, tapi ini merupakan tugas seluruh komponen bangsa, termasuk para boss media cetak dan elektronika (*halah halah* he he he ….. ) Saya salut artikelnya Bapak Wijaya Kusumah. Terima kasih, saya sudah diberbolehkan numpang baca.

  3. Aslm.wr.wb.
    fenomena negatif trhadap pendidikan skrg memang bnyak dan itu nyata. Menurut saya, guru sangat besar andilnya terbukti ada sbg pelaku, tapi tidak semuanya lho, ….nah usul saya, untuk k depan, universitas2 yg menghasilkan tenaga pendidik, agar di tes betul (tes khusus/ujian khusus) bagi caln2 pendidik…….(ini jg usul untk pemerintah). spt, tes psikologis, budi pekerti, …….. agar bangsa ini berubah……..krn d t4 saya nyata lho….ada guru yg cuek n masa bodoh thd sikap anak2 skrg……..kasiankan anak2 kita, gimana bangsa ini nantinya………..
    waslm………..

  4. iya pak bullying itu ga bagus apalagi kalo kita menindas adik kelas yg gasalah apa2, tapi kalo misalnya itu adek kelas nyolot terus salah itu perlu dikasih tau tuh pak iya sih caranya ga bullying tapi cuma dikasih tau dan dinasehati aja gitu pak, dan adek kelas nya juga musti ngerti pak kalo misalnya dia emang salah

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.