Posted on: January 17, 2009 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 0

Ternak Teri (Anter Anak, dan Anter Istri)

PAGI tadi cuaca lebih cerah dari biasanya. Kebetulan hari Sabtu saya tidak kemana-kemana. Sekolah kami hanya 5 hari sekolah. Sabtu Libur dan bisa berkumpul dengan keluarga. Saya sangat menikmati benar hari ini. Bisa bersama anak dan istri seharian. Sayangnya dua orang anak saya, Intan dan Berlian tetap sekolah di hari Sabtu. Jadi biasalah mereka menjadi manja dan ingin diantar oleh ayahnya ke sekolah. Begitu pun istri tercinta minta dianter juga belanja pagi ke pasar dekat rumah. Katanya, mumpung ayah ada di rumah jadi bisa masak enak kesukaan ayah, sayur asem dan ikan goreng!

Saya bahagia sekali. Bisa ternak teri (anter anak dan anter istri). Sesuatu yang tidak bisa saya lakukan setiap harinya karena harus juga berangkat mengajar ke sekolah. Sebagai guru yang harus digugu dan ditiru saya tak boleh terlambat. Jadi saya usahakan selalu berangkat lebih pagi dari anak didik saya. Karena hal itu, saya jarang mengantar anak ke sekolah. Apalagi menemani istri belanja ke pasar. Sesuatu yang mungkin buat orang lain mudah, tapi buat saya susah. Jadilah istri saya yang sibuk setiap harinya mengurus anak-anak setiap pagi sebelum mereka berangkat ke sekolah.

Ketika mengantar anak pertama saya ke sekolahnya, saya menemukan sesuatu yang perlu saya contoh untuk saya lakukan di sekolah saya. Di sekolah anak saya itu ada kantin yang namanya kantin KEJUJURAN. Anak-anak melayani sendiri apa yang dibelinya dan meletakkan uangnya di tempat yang sudah disediakan. Di depan kantin tertulis “Selalulah berbuat Jujur, Karena malaikat mencatat, Allah Melihat”. Lalu ada tulisan pula di dinding, “Berbuatlah Jujur bila ingin disayang Allah”.

Saya sangat terinspirasi sekali dengan tulisan di dinding sekolah itu. Di saat sekarang ini, dimana kejujuran sudah mulai dilupakan orang. Coba anda lihat dan baca di koran, Sudah berapa banyak pejabat kita yang tertangkap basah oleh KPK dan terkena perkara korupsi karena tidak jujur.

Kejujuran. Satu kata yang tak mudah untuk dilakukan. Hanya orang-orang yang berkarakter baik yang sanggup untuk melakukannya. Karena itu sungguh tepat apabila sifat jujur ini sudah diajarkan pada anak didik kita sejak dini, sehingga mereka terbiasa berbuat jujur. Apabila mereka sudah besar nanti, meraka akan jadi pejabat yang jujur, guru yang jujur, dokter yang jujur, pengusaha yang jujur dan profesi lainnya yang selalu menjunjung kejujuran.

Kembali kepada TERNAK TERI (Anter anak dan Anter Istri). Tak terasa mentari pagi telah berubah siang. Sudah saatnya saya menjemput mereka. Kedua anak saya yang bersekolah di TK dan di SD. Masih kecil-kecil dan membutuhkan perhatian kedua orang tuanya. Apakah kita sebagai orang tua sering memikirkan hari-hari mereka. Memperhatikan mereka dari mulai bangun tidur sampai mau tidur lagi?

TERNAK TERI menyadarkan saya kalau saya juga punya istri dan anak-anak yang menunggu saya setiap harinya. Menunggu belaian lembut dan kasih sayang ayahnya. Bukan uang yang mereka minta, tapi kesempatan waktu bersama mereka. Sudahkah anda melakukannya???

Categories:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.