Posted on: June 16, 2008 Posted by: Wijaya Kusumah Comments: 1

LANDASAN ILMIAH DAN PENELITIAN TP

MATERI KULIAH
LANDASAN ILMIAH DAN PENELITIAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

PENDAHULUAN
Teknologi sejak dahulu kala sudah ada dan keberadaannya sudah dimanfaatkan oleh manusia, misalnya teknologi memahat contoh membuat candi untuk kebutuhan ritual beribadah dan teknologi pertanian contoh bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan sebagainya. Dengan demikian maka teknologi tidak lepas dari kebutuhan hidup manusia dan merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat sejak dahulu. Menurut Yusufhadi Miarso, 2008, teknologi merupakan hasil dari rekayasa manusia dan diciptakan untuk mengatasi masalah dan/atau mengatasi keterbatasan manusia. Dengan demikian, maka teknologi selalu digunakan oleh manusia untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi karena terbatasnya kemampuan yang dimiliki oleh manusia. Teknologi terus berkembang sejak dahulu dari yang sederhana sampai dengan yang mutakhir sampai saat ini sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

Berkembangnya teknologi di dalam kehidupan masyarakat termasuk di dalam bidang pendidikan. Teknologi di bidang pendidikan digunakan oleh masyarakat misalnya pada waktu memberikan pelatihan baik untuk memberikan informasi atau pengetahuan maupun keterampilan. Selain itu, teknologi juga digunakan oleh tenaga pendidik baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah dalam rangka mentransfer ilmu pengetahuan maupun keterampilan kepada peserta didik. Teknologi baik sebagai sarana maupun sebagai pendukung di bidang pendidikan di sebut teknologi pendidikan.

Namun demikian, sampai saat ini istilah ”teknologi pendidikan” masih terjadi dua pendapat, yaitu ada pihak yang menyatakan ”teknologi pendidikan” dan ada pula yang menyatakan ”teknologi pembelajaran” . Menurut Barbara B. Seels & Rita C. Richey,1994, ada dua pendapat yang setuju dengan istilah teknologi pembelajaran. Pertama, karena kata teknologi. Kedua, karena kata pendidikan lebih sesuai dengan hal-hal yang berhubungan dengan sekolah lingkungan pendidikan. Istlah pembelajaran tidak hanya mencakup pengertian pendidikan mulai dari TK hingga SLTA, juga mencakup pelatihan atau training. Menurut Knirk dan Gustafson, 1986, kata ”pembelajaran” berkenaan dengan permasalahan belajar dan mengajar, sedangkan ”pendidikan” terlalu luas karena mencakup segala aspek pendidikan. Sebaliknya mereka yang setuju dengan ”teknologi pendidikan” berdalih bahwa karena pembelajaran atau instruction dianggap oleh banyak orang sebagai bagian dari pendidikan. Oleh karena itu, untuk memahami teknologi pendidikan maka perlu memahami lebih dahulu mengenai hakekat teknologi dan teknologi pendidikan. Hal ini dilakukan agar dalam memahami mengenai teknologi pendidikan tidak keliru.

Hakekat Teknologi menurut para ahli
Menurut Iskandar Alisyahbana, 1980, teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi meskipun istilah teknologi belum digunakan. Istilah teknologi berasal dari techne atau cara dan logis atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan dengan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindera dan otak manusia. Menurut Jaques Ellul, 1967, teknologi yaitu ” ”keseluruhan metode yang secara rasioal mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia”. Sedangkan menurut Hoban, 1977, teknologi merupakan perpaduan yang kompleks dari organisasi manusia dan mesin, ide, prosedur dan pengelolaan.

Hakekat Teknologi Pendidikan menurut AECT
Menurut Komisi definisi dan terminologi The Association for Educational Communication and Technology atau AECT, 1972, menyatakan bahwa teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang berkepentingan dengan memfasilitasi belajar pada manusia, melalui usaha sisematik dalam identifikasi, pengembangan, pengorganisasian dan pemanfaatan berbagai macam sumber belajar serta dengan pengelolaan atas keseluruhan proses tersebut. Dengan demikian, maka teknologi pendidikan sebagai suatu bidang keilmuan dan memiliki kepentingan untuk memfasilitasi belajar pada manusia dengan menggunakan suatu sistem. Teknologi pendidikan dinyatakan sebagai suatu bidang keilmuan, karena pada tahun 1976 di Indonesia sudah menjadi suatu program studi baik untuk jenjang S1; dan pada tahun 1978 ditingkatkan pada jenjang S2; dan S3

Teknologi pendidikan ditinjau dari filsafat pengetahuan
Bidang pendidikan saat ini terus berkembang, ini terjadi karena adanya tuntutan dari masyarakat agar pendidikan dapat sesuai dengan kebutuhan masa kini dan masa mendatang. Selain itu, pendidikan juga harus meluas sehingga semua orang dapat memperoleh pendidikan sehingga lulusannya dapat berkompetisi dalam tataran global. Hal ini sejalan dengan pernyataan UNESCO mengenai empat pilar pendidikan yaitu learning to do; learning to be; learning to know; dan learning to live together. Learning to do, dimana intinya yaitu bagaimana mengembangkan potensi maksimal pebelajar, sedangkan learning to know yaitu bagaimana melakukan penelitian agar pebelajar dapat mengetahui yang ada di sekitarnya. Semua itu, tentunya bermuara kepada bagaimana cara memecahkan masalah belajar pada manusia.

Teknologi pendidikan ditinjau dari segi filsafat pengetahuan, maka dapat pula disebut sebagai obyek formal atau landasan ontologi teknologi pendidikan. Obyek formal tersebut digarap dengan cara khusus yaitu dengan:
• Pendekatan isomeristik yaitu menggabungkan berbagai pemikiran atau bidang keilmuan seperti psikologi, komunikasi, ekonomi, manajemen, dan sebagainya ke dalam kebulatan tersendiri.
• Pendekatan sistemik yaitu dengan cara yang berurutan dan terarah dalam usaha memecahkan persoalan.
• Pendekatan sinergistik yaitu yang menjamin adanya nilai tambah dari keseluruh kegiatan dibandingkan dengan bila kegiatan itu dijalankan sendiri-sendiri.
• Sistemik yaitu pengkajian secara menyeluruh.
• Inovatif yaitu mencari penyelesaian masalah dengan pendekatan baru. Komponen inovatif Ini merupakan usaha khusus atau pendekatan ini merupakan asas epistemologis teknologi pendidikan.

Kesimpulan
Teknologi pendidikan merupakan suatu cara bagaimana memecahkan masalah belajar pada manusia yang memilki keterbatasan. Dengan teknologi pendidikan maka pendidikan dapat diberikan secara efisien dan efektif serta meluas sehingga semua orang dapat memperoleh pendidikan yang bermutu. Dengan memiliki hasil pendidikan yang bermutu atau kompeten sehingga diharapkan dapat bersaing atau berkompetisi baik secara nasional, regional maupun internasional.

REFERENSI

1. Miarso, Yusufhadi, Prof. Dr.,M.Sc., Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Penerbit Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Pustekkom) dan Diknas, 2007, Jakarta.
2. ——————–, Makalah “Landasan Ilmiah dan Penelitian Teknologi Pendidikan, 208.
3. ——————-, Makalah “Strategi dalam teknologi pendidikan”, 2008
4. Seels, B, Barbara & Richey C. Rita, Teknologi Pembelajaran, Penerbit Universitas Negeri Jakarta, 1994, Jakarta.

Categories:

1 people reacted on this

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.