Posts tagged with “warisan”

Mengenal Angklung, Warisan Musik Tradisional Asli Sunda

sumber:uzone.id

Angklung, alat musik asli Sunda ini adalah salah satu warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya. Berasal dari Kabupaten Kuningan, alat musik yang terbuat dari bambu ini sudah diakui UNESCO sebagai peninggalan budaya dunia milik Indonesia.

» Continue reading “Mengenal Angklung, Warisan Musik Tradisional Asli Sunda”

Comments (17)

Warisan Terakhir Seorang Blogger (9)

Omjay di Bangka belitung

Omjay di Bangka Belitung

Dalam cerita yang lalu diceritakan bahwa ada seorang blogger yang mewariskan blog pribadinya kepada ketujuh anaknya. Masing-masing anak mendapatkan warisan sebuah blog untuk terus dikelola dan diupdate dengan baik.

Bagi anda yang belum sempat membacanya dapat membuka url http://media.kompasiana.com/group/new-media/2010/10/26/warisan-terakhir-seorang-blogger-8/.

» Continue reading “Warisan Terakhir Seorang Blogger (9)”

Comments (24)

Warisan Terakhir Seorang Blogger (4)

Omjay Bersama mario Teguh

Omjay Bersama mario Teguh

Setelah Intan dan Berlian membuka kotak emas pemberian almarhum ayah mereka yang merupakan seorang blogger handal di era global, maka kini tibalah giliran anak ketiga yang bernama Permata membuka kotak emas yang berisi pesan terakhir dari almarhum ayahnya. Sebuah pesan yang merupakan warisan terakhir seorang blogger.

» Continue reading “Warisan Terakhir Seorang Blogger (4)”

Comments (1)

Warisan Terakhir Seorang Blogger (3)

Mas Budi Putra, Tokoh Blogger Indonesia

Setelah intan selesai membaca pesan dari almarhum ayahnya, maka kini giliran Berlian anak kedua dari blogger handal membuka kotak emas pemberian ayahnya.

Dibukanya kotak itu perlahan-lahan, dan dilihatlah sebuah kertas berwarna pink. Ayahnya tahu benar warna kesukaan Berlian, dan dengan cepat segeralah dibuka pesan ayahnya itu. » Continue reading “Warisan Terakhir Seorang Blogger (3)”

Leave a Comment

Warisan Terakhir Seorang Blogger (2)

Setelah 7 hari wafatnya sang blogger handal di era global, maka dibukalah kotak emas yang berisi wasiat  ayahanda mereka. Wasiat itu merupakan warisan terakhir dari seorang blogger kepada anak-anaknya. Di dalam kotak emas itu ada secarik kertas yang berisi pesan ayah mereka. Pesan terakhir dari seorang blogger handal di era global.

Dibukalah kotak pertama oleh Intan, anak pertama sang blogger handal. Dari dalam kotak emas itu terlihat secarik kertas berwarna putih yang berisi pesan ayahnya. Lalu dibacalah pesan ayahnya itu di depan ibunda, dan saudara-saudara intan lainnya.

“Anakku intan, ayah berikan blog kesayangan ayah ini untuk kamu upadate terus setiap bulannya. Inilah blog pertama kali yang ayah buat, ketika mulai belajar ngeblog. Nama dan alamat blog itu adalah http://wijayalabs.blogspot.com. Ayah berikan username dan password untuk login ke blog itu.

Bila kamu loginn ke dalamnya, maka ada 4 blog yang ayah kelola secara khusus  di sana, yaitu:

  1. http://materi-tik-sma.blogspot.com/
  2. http://materi-tik-smp.blogspot.com/
  3. http://acep-transbisnis.blogspot.com/
  4. http://wijayalabschool.blogspot.com/

Isilah blog ayah itu dengan dengan tema-tema yang berbasis pendidikan, agar pendidikan di negeri ini bagus dan berkualitas. Ayah yakin kamu bisa menuliskannya, sebab profesimu sekarang ini adalah seorang guru. Buktikan kepada dunia, bahwa kamu adalah guru yang berkualitas, dan mampu menjaga kehormatan seorang guru.

Ayah yakin, kamu bisa menjadi guru ngeblog yang luar biasa, dan dikenal khalayak ramai di Indonesia. Pesan ayah, tuliskan apa yang kamu kerjakan, dan kerjakan satu demi satu apa yang kamu tuliskan. Perlahan namun pasti kamu sempurnakan pekerjaanmu itu dengan prestasi tinggi.

Guru Indonesia harus menjadi guru super. Guru yang pantang menyerah dengan keadaan apapun. Oleh karena itu, ayah berikan kepadamu warisan terakhir seorang blogger. Sebuah blog yang semoga bisa menginspirasi para guru untuk ngeblog setiap saat. Mohon jaga blog ayah ini agar senantiasa terupdate setiap bulannya. Hilangkan kemalasan diri, dan teruslah menulis. Ayah akan berikan warisan lainnya kepada enam orang adikmu yang tak kalah hebat dengan warisan yang ayah berikan kepadamu.

Selamat ngeblog anakku sayang, dan ajaklah orang lain juga untuk ikut ngeblog. Jasad ayah boleh mati di telan bumi, tapi tulisan-tulisan ayah tetap terjaga dan abadi sepanjang masa.”

Setelah membaca pesan ayahnya itu, Intan berjanji di depan ibundanya dan juga saudara-saudaranya untuk selalu mengupdate blog peninggalan ayahnya itu dengan sepenuh hati.

Demikianlah pesan dari sang blogger handal kepada anak pertamanya, intan. Masih ada 6 pesan lainnya di dalam kotak emas yang belum terbuka. Apa isinya? Mari nantikan postingan berikutnya. (Bersambung)

Tulisan sebelumnya:

http://media.kompasiana.com/group/new-media/2010/10/12/warisan-terakhir-seorang-blogger/

Catatan:

Tulisan  bersambung ini dibuat untuk merayakan hari blogger nasional yang akan jatuh pada tanggal 27 Oktober 2010.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Comments (2)

Warisan Terakhir Seorang Blogger (1)

Warisan Terakhir Seorang Blogger

Warisan Terakhir Seorang Blogger

Alkisah, ada seorang bloger handal di era global yang sakit parah. Dokter telah memvonisnya menderita penyakit kanker kulit studium 4. Hidupnya sudah tak lama lagi. Nafasnya pun tinggal satu dua saja. Mirip sapi mau dipotong dipemotongan hewan.

Melihat hal itu, sang istri mengumpulkan semua anak-anaknya. Kebetulan, pasangan suami istri ini dikaruinia 7 orang anak. 6 orang anak putri yang cantik-cantik mirip ibunya, dan 1 orang putra yang gagah seperti ayahnya. Anak ketujuh adalah seorang anak laki-laki yang sangat disayanginya. Masing-masing anak diberinya nama yang indah-indah oleh sang blogger handal ini.

Anak pertama diberinya nama Intan, anak kedua diberinya nama Berlian, anak ketiga diberinya nama Permata, anak keempat diberinya nama mutiara, anak kelima diberinya nama Safira, anak keenamnya diberi nama Ruby, dan anak ketujuh yang laki-laki diberinya nama zamrud, dengan nama panjang zamrud katulistiwa kusumah. Di belakang setiap anaknya tertuliskan nama belakang ayah mereka.

Dimintalah anak-anaknya itu berkumpul di sebuah ruangan perawatan dalam rumah sakit itu untuk melihat kondisi terakhir ayah mereka.  Berkatalah sang istri kepada suaminya, sang blogger handal itu.

“Kakanda, adinda telah mengumpulkan semua anak-anak kita. Mohon perkenan kakanda menyampaikan pesan kepada mereka sebagai warisan terkahir seorang blogger sesuai dengan amanat kakanda”.

Begitulah sang istri blogger berkata lemah lembut kepada suaminya. Membuat hati dan jantung suaminya berdetak lebih keras dari sebelumnya. Maklumlah, sang blogger takut sekali berpisah, dan kehilangan istrinya yang cantik ini, dan telah memberinya tujuh orang anak. Kata orang, istrinya itu secantik Tina Talisa.

Maka berkatalah sang blogger handal itu kepada ketujuh putra-putrinya dengan suara yang terbata-bata.

“Anak-anakku, sebentar lagi akan datang kematian menjemput ayah kalian. Sebelum ayah meninggalkan kalian, ada warisan terakhir yang hendak ayah bagikan kepada kalian sebagai seorang blogger. Warisan ini bukanlah harta karun yang berupa benda, tetapi warisan ini akan terus abadi walaupun nanti kalian sudah mati. Sepanjang sang pemilik modal masih hidup, dan sepanjang dunia internet terus berkembang, maka nama kalian akan terus dikenang sepanjang jaman. karena tulisan-tulisan kalian yang memotivasi dan bermanfaat untuk orang lain. Niatkan diri untuk berbagi. Berbagi pengalaman dan pengetahuan”.

Begitulah kata sang blogger handal dengan suara yang sudah semakin pelan kepada ketujuh anaknya.

Lalu diambillah 7 kotak perhiasan yang terbuat dari emas itu dengan bantuan istrinya. Ketujuh kotak perhiasan itu terbuat dari emas perak yang berkilauan dan didalamnya ada secarik kertas putih sebagai wasiat atau pesan terakhir kepada penerimanya. Masing-masing kotak telah diberinya nama sesuai dengan nama ketujuh anaknya. Diberikannya satu persatu kotak emas itu kepada ketujuh anaknya.

Setelah ketujuh anaknya menerima kotak emasnya masing-masing, maka berkatalah sang blogger handal kepada ketujuh anaknya itu.

“Anak-anakku, mohon kotak ini jangan dibuka sebelum ayah tiada. Masing-masing kalian telah ayah belikan laptop dengan teknologi terkini. Manfaatkan laptop itu dengan sebaik-baiknya. Semua laptop sudah bisa terkoneksi ke internet karena sdh ada modem di dalamnya. Kalianpun sdh bisa saling “connecting and sharing”. Kalian bisa saling curhat-curhatan di dunia maya. Hanya satu pesan ayah, jangan terlalu asyik bermain games, dan berchating ria melalui facebook dan twitter. Sebab itu  tak akan membuatmu kaya ilmu dan pengetahuan. Jangan pernah pula meninggalkan sholat 5 waktu karena terlalu asyik di dunia maya.”

Begitulah pesan terakhir sang blogger handal di era global kepada ketujuh anak-anaknya.

Keesokan harinya, sang blogger handal ditemukan telah wafat di kamar perawatannya. Penyakit kanker kulit yang menggerogotinya telah membawanya menghadap sang Kuasa, Pemilik alam semesta.

Terdengar  tangisan pilu di sana- sini. Para anggota keluarga dan kerabatnya, menangisinya dengan rasa haru sekaligus bangga. Sebab sang blogger handal itu telah banyak berjasa dalam dunia blog di Indonesia. Berkat jasa beliaulah dunia blog di tanah air menjadi meriah hingga saat ini.

Berita tentang wafatnya sang blogger handal di era global cepat sekali tersebar ke seantero dunia. Melalui internet, berita itu tersebar hanya dalam waktu hitungan detik. Ucapan bela sungkawa pun berdatangan dari para tokoh blogger.  Ucapan duka cita itu memenuhi facebook sang blogger yang sebelum meninggal telah dikelola dengan baik oleh sang istri. Selama sakit, username dan password sudah diberikan kepada istrinya. Ribuan orang memenuhi dinding facebooknya untuk menyampaikan duka yang mendalam. Bahkan presiden Republik Indonesia, melalui ajudan khususnya telah mengirimkan karangan bunga sebagai ungkapan duka cita yang mendalam. Mereka telah kehilangan tokoh blogger handal di era global. Tokoh blogger yang selalu menulis setiap hari, dan memberi inspirasi kepada siapa saja yang membutuhkannya. Bendera setengah tiang pun dikibarkan sebagai lambang dukacita…………..

(Bersambung)

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Catatan:

Tulisan  bersambung ini dibuat untuk merayakan hari blogger nasional yang akan jatuh pada tanggal 27 Oktober 2010.

Comments (3)

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi