Posts tagged with “guru”

Hari Ketujuh Belajar di Negara China

Sambil menonton film perang antara pasukan PBB (UN) dengan teroris, saya menuliskan cerita ini. Hampir saja saya tidak menulis cerita hari ini karena filmnya bagus dan menegangkan. Bukan hanya perang fisik tapi juga technology. Pasukan PBB akhirnya menang, walaupun ada korban dari pasukan PBB (UN) .

» Continue reading “Hari Ketujuh Belajar di Negara China”

Leave a Comment

Hari Kelima Belajar di Negara China

Hari kelima belajar di china

Kamis 7 maret 2019 adalah hari kelima kami berada di china university  of mining and technology. Kami singkat namnya jadi cumt.

Usai sarapan pagi di ruang makan penginapan kampus, kami diajak untuk berkeliling kampus baru cumt.

» Continue reading “Hari Kelima Belajar di Negara China”

Leave a Comment

Menjadi Orang China Selama 4 Hari

Tak terasa ini hari keempat kami berada di negara china. Tepatnya di China University of Mining and Technology (CUMT). Di kampus ini kami menginap selama 20 hari dan belajar Sains, Technology, Engenering and Mathematic yang disingkat STEM.

» Continue reading “Menjadi Orang China Selama 4 Hari”

Comments (1)

Hari Keempat Belajar di Negara China

Rabu, 6 Maret 2019 adalah hari keempat kami belajar di negara china. Pagi ini dingin sekali. Saya paksakan untuk mandi. Dengan begitu tubuh menjadi hangat. Di kamar mandi ada air hangat. Badan terasa segar setelah mandi.

» Continue reading “Hari Keempat Belajar di Negara China”

Leave a Comment

Membangun Keterampilan Menulis Guru

guru menulis

Guru Belajar Menulis di Kampus UNJ Rawamangun Jakarta Timur

Malam ini saya terbangun dari tidur. Tiba tiba saja saya tertarik ingin menulis tentang cara membangun keterampilan menulis guru. Sebuah cara yang saya gunakan untuk melatih diri untuk menulis setiap hari. Dari apa yang saya baca, dan saya alami dalam kehidupan sehari-hari.

Sebuah bangunan yang kokoh karena pondasinya kuat. Begitu juga keterampilan menulis. Pondasinya harus kuat dulu dengan cara banyak membaca. Semakin banyak yang dibaca maka semakin banyak pula yang bisa dituliskan. Mereka yang rajin membaca pasti akan gemuk menulik. Mereka yang rabun membaca, maka akan lumpuh dalam menulis.

» Continue reading “Membangun Keterampilan Menulis Guru”

Comments (2)

Mengupas Buku Arief Rachman Guru

arief rachmanPagi ini, hari Senen, tanggal 4 Januari 2016, saya mendapatkan sebuah buku dari petugas Tata Usaha sekolah. Judul Bukunya “Arief Rachman Guru“. Sebuah buku yang dituliskan berdasarkan catatan Ukim Komarudin.

Saya tahu sosok pak Arief Rachman. Beliau adalah penasehat kami di Labschool. Umurnya sudah lebih dari 70 tahun. Tapi kalau melihat semangatnya, orang muda pasti kalah. Beliau selalu bersemangat dan senantiasa menyemangati. Terkadang kami yang muda menjadi malu, karena pak Arief Rachman sangat pandai beretorika dan memainkan kata. Kemampuan ini terus terang belum saya miliki. Apa yang beliau ucapkan seringkali membuat saya akhirnya menulis, karena khawatir saya lupa akan pesan-pesannya. Retorika bicaranya lancar dan lama bersemayam di alam pikiran.

Rupanya dalam hal membuat catatan harian, saya kalah gesit dengan penulis buku ini. Saya kenal betul pak Ukim Komarudin yang merupakan guru saya dalam menulis. Beliau guru bahasa Indonesia yang kemudian dipercaya menjadi kepala sekolah di SMP Labschool Kebayoran Jakarta Selatan.

Kalau melihat buku Arief Rachman guru, sebenarnya tak ada hal yang istimewa. Tapi kalimat-kalimat yang dituliskan pak Ukim Komarudin membuat mata ini tersihir untuk terus melumatnya sampai habis. Meskipun sebagian isinya juga sudah saya tuliskan di berbagai blog yang saya kelola.

Iman, ilmu, dan Amal adalah 3 hal yang sering dikampanyekan di rumah kedua kami. Dengan iman, seseorang bisa memilah baik buruk dari semua pilihannya, selaras dengan agama yang dianutnya. Dengan ilmu, seseorang mampu membedakan apa yang benar, dan apa yang salah, sehingga keputusannya dalam hidup semakin bermakna. Dengan amal, seseorang mampu mengenal kekuatannya, untuk menjadi manusia yang berharkat dan bermartabat.

Membaca buku Arief Rachman guru, membuat mereka yang berprofesi guru akan berusaha kehadirannya menginspirasi, dan menggerakkan peserta didiknya. Persis seperti apa yang dilakukan pak Arief Rachman yang kini telah menjadi guru besar emeritus di Fakultas bahasa dan seni Universitas Negeri Jakarta.

Menjadi guru bukanlah pengorbanan, tetapi menjadi guru adalah sebuah kehormatan. Itulah sedikit pesan pak Anies Baswedan dalam buku ini. Beliau sangat terkesan dengan sosok pak Arief Rachman yang mampu menginspirasi dan menggerakan.

Salam Persahabatan

Omjay

Comments (1)

Lomba Blog KSGN Periode 29 Juni 2015 sampai tanggal 29 Juli 2015

KSGN Kembali mengadakan lomba blog dengan tema “GURU dan RAMADHAN”. Sebuah artikel yang dibuat untuk menuliskan kisah nyata guru di bulan suci ramadhan. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu artikel saja.

Tulisan di blog dikirimkan URL Linknya ke fb group KSGN dan email wijayalabs@gmail.com. Jumlah kata minimal 500 kata dan harus ada foto dalam blog, dan menuliskan KSGN minimal 5 kali dalam tulisannya.

Lomba blog mulai berlaku hari ini, Senen, 29 Juni 2015 sampai tanggal 29 Juli 2015. Pemenang pertama akan mendapatkan hadiah domain dan hosting dari https://www.skyhosting.me/ dan hadiah kejutan lainnya.

Comments (8)

Menjadi Guru di Zaman Edan

Menjadi guru di zaman edan memang harus memiliki kekuatan moral yang tinggi. Bila tidak, maka akan banyak tantangan dan halangan melintang di depan mata. Musuh bisa menjadi kawan begitupun sebaiknya. Kawan bisa menjadi musuh dalam selimut. Tetaplah percaya dengan kemampuan diri agar engkau tak sakit hati ketika mereka meninggalkanmu hanya karena uang dan kekuasaan.

Indahnya suasana pagi di jl pemuda rawamangun.

Indahnya suasana pagi di Jl. Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur.

» Continue reading “Menjadi Guru di Zaman Edan”

Comments (3)

Guru Supermen dan Guru Superteam

Guru Supermen atau superteam?

Guru Supermen atau superteam?

Guru Supermen atau Guru Superteam? Tentu anda akan bertanya kepada saya bila membaca judul di atas.

» Continue reading “Guru Supermen dan Guru Superteam”

Leave a Comment

Mengapa Banyak Guru Mau Digaji Murah?

64768_810087229044680_9144167819929067356_n

Sebuah pertanyaan omjay lontarkan di facebook group Komunitas guru TIK dan KKPI (KOGTIK), dan Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI). Mengapa banyak guru mau digaji murah?

Tak berapa lama kemudian komentarpun berdatangan, berikut ini jawaban mereka para guru tangguh berhati cahaya.

Mengapa banyak guru yang mau digaji murah?

» Continue reading “Mengapa Banyak Guru Mau Digaji Murah?”

Comments (1)

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi