Posts tagged with “guru indonesia”

Hari Keduabelas Belajar di Negara China

Kamis, 14 Maret 2019 adalah hari keduabelas kami belajar di negara china. Kali ini kami diminta berangkat pukul 07.00 waktu setempat. Sarapan pagi sudah disiapkan mulai pukul 06.30, dan setelah itu kami menuju bus besar yang sudah disiapkan oleh panitia.

Saya duduk di bagian paling belakang bus seperti biasa. Namun oleh pemandu, kami diminta pindah bus sebanyak 4 orang. Jadilah saya, pak dedi, kadek dan pak lanang pindah ke bus dua. Di sana ada rombongan P4TK kemdikbud dan Sesdikjen GTK Kemdikbud. Untuk sementara, omjay berpisah rombongan dengan group dikdas kemdikbud.

» Continue reading “Hari Keduabelas Belajar di Negara China”

Comments (24)

Hari Kesebelas Belajar di Negara China

Rabu, 13 Maret 2019, tak terasa kami sudah berada di hari kesebelas di negara china. Pagi ini tak begitu dingin seperti biasanya. Saya pakai jaket tipis saja. Baru saya beli kemarin dengan harga 39 yuan. Murah sekali harganya. Kalau dirupiahkan sekitar Rp. 78.000. Biasanya saya beli lebih dari Rp.200.000,-, karena ukuran 6L sangat jarang ada dijual orang di pasar.

Dengan jaket baru itu saya begitu pede sarapan pagi. Namun ternyata tubuh saya tak kuat menahan hawa dingin pagi ini. Saya pun ambil jaket tebal yang saya beli di mall lotus 69 yuan. Harga-harga barang di negara china memang murah. Asalkan tahu tempatnya dan pandai tawar menawar, maka harga murahpun kita dapatkan.

» Continue reading “Hari Kesebelas Belajar di Negara China”

Comments (25)

Hari Kesepuluh Belajar di Negara China


Hari kesepuluh berada di negara china.

Alhamdulillah. Akhirnya sampai juga di dormitory.   Tempat menginap kami selama berada di negara china.

Setengah harian jalan-jalan. Pergi ke pusat pembelanjaan. Praktik bahasa mandarin yang kami pelajari selama 2 hari di kampus China University of Mining and Technology (cumt).

» Continue reading “Hari Kesepuluh Belajar di Negara China”

Comments (32)

Hari Kesembilan Belajar di Negara China

Senin, 11 Maret 2019 adalah hari kesembilan kami belajar di negara china. Sudah kangen dengan anak dan istri. Kepengen cepet kembali pulang. Apalagi setelah nonton film barat di kamar pak Afrizal. Ingin rasanya cepat pulang memeluk istri tercinta. hehehe.

Namun, kursus singkat ini belum usai. Baru sedikit ilmu kami dapatkan. Sayangkan, kalau sudah jauh pergi ke china tapi tak dapat ilmu baru. Apalagi pemerintah sudah keluar uang banyak untuk membiayai kami keluar negeri. Tentu, kami harus sungguh-sungguh belajar di negeri China.

» Continue reading “Hari Kesembilan Belajar di Negara China”

Comments (27)

Hari Kedelapan Berada di Negara China

Minggu, 10 Maret 2019, kami mengikuti kuliah ceramah umum di Universitas Jiangsu. Di tempat ini kami bertemu kembali dengan kawan-kawan guru dan pengawas serta kepala sekolah yang kuliah di tempat ini. Saat pembukaan acara program guru ke luar negeri, kami bertemu di gedung ini.

» Continue reading “Hari Kedelapan Berada di Negara China”

Comments (29)

Hari Keenam Belajar di Negara China

Hari Keenam Belajar di Negara China

Saya terbangun dari mimpi. Waktu telah menunjukkan pukul 05.03 di kota Xuzhou. Suhu di luar dormitory ada 2 derajat. Begitulah info di ponsel omjay.

Saya langsung ke kamar mandi, melaksanakan hajat buang air besar dan mandi dengan air hangat. Badan terasa segar setelah tersiram air dan gosok gigi.

Sholat subuh pagi ini lebih khusyuk dari biasanya. Omjay bersyukur karena hari ini adalah hari pernikahan kami yang ke-21. Istri kirim sms via wa, mengingatkan hari ini adalah hari pernikahan kami.

» Continue reading “Hari Keenam Belajar di Negara China”

Comments (36)

Bisakah Gaji Guru Indonesia Rata-rata 5 Juta Sebulan?

pejuang

Bisakah gaji guru Indonesia (PNS/Non PNS) rata-rata 5 juta sebulan? Pertanyaan itulah yang saya lontarkan di facebook group ikatan profesi guru Indonesia.

https://www.facebook.com/groups/ikatanprofesiguruindonesia/

Berikut ini jawaban mereka.

» Continue reading “Bisakah Gaji Guru Indonesia Rata-rata 5 Juta Sebulan?”

Leave a Comment

Mengapa Banyak Guru Mau Digaji Murah?

64768_810087229044680_9144167819929067356_n

Sebuah pertanyaan omjay lontarkan di facebook group Komunitas guru TIK dan KKPI (KOGTIK), dan Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI). Mengapa banyak guru mau digaji murah?

Tak berapa lama kemudian komentarpun berdatangan, berikut ini jawaban mereka para guru tangguh berhati cahaya.

Mengapa banyak guru yang mau digaji murah?

» Continue reading “Mengapa Banyak Guru Mau Digaji Murah?”

Comments (1)

Rakernas IPGI di Wisma UNJ Rawamangun Sabtu, 28 Februari 2015

rakernas ipgi

Alhamdulilah Rapat kerja nasional Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI) berjalan dengan baik dan lancar, salam hormat. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada rekan-rekan guru dan pengurus kota dan kabupaten yang bisa hadir dalam acara Rakernas pada tanggal 28 Pebruari 2015.

» Continue reading “Rakernas IPGI di Wisma UNJ Rawamangun Sabtu, 28 Februari 2015”

Comments (5)

Ikatan Profesi Guru Indonesia

Omjay bersama mendikbud Anis Baswedan

Omjay bersama mendikbud Anis Baswedan dan ibu Puji di kantor kemendikbud Senayan Jakarta

Terkadang saya suka tersenyum-senyum sendiri. Ada banyak organisasi guru, tetapi pengurusnya bukan guru. Lucunya, banyak guru yang belum menyadari akan hal itu, sehingga organisasi profesi guru masih dikendalikan oleh mereka yang bukan guru.

Saya mempunyai mimpi. Ada organisasi profesi guru yang diurusi sendiri oleh guru. Mereka saling melengkapi dan berbagi dengan motto respect, excelent dan friendship. Saya yakin mimpi atau impian saya ini akan berwujud nyata bila mendapatkan dukungan penuh dari guru indonesia.

Tetapi perlu dicermati juga bahwa sebagian besar guru Indonesia tak berani muncul untuk memperjuangkan nasibnya sendiri. Sementara itu mereka cuma bisa berkeluh kesah saja. Kebanyakan mereka menunggu segelintir guru yang berani berkoar-koar mengangkat permasalahan guru di media, dan di depan aparat pemerintah.

Dulu saya pikir organisasi guru yang terkenal itu adalah organisasi milik guru. Ternyata tidak, pengurusnya banyak yang bukan guru. Terutama pengurus di tingkat pusat yang tidak punya kartu PTK. Oleh karena itu, kami ingin membentuk organisasi guru yang benar benar dari guru dan tidak ada muatan politis atau kepentingan di dalamnya. Organisasi gurru yang independent dan berdiri di atas kakinya sendiri. Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI) akan kita bentuk dengan kebersamaan dan keyakinan bahwa organisasi profesi guru harus diurusi sendiri oleh guru.

Seringkali guru menjadi obyek dari mereka yang bukan guru. Kini saatnya guru menjadi subyek dan memiliki organisasinya sendiri. Organisasi Profesi guru harus dipegang dan dipimpin oleh guru itu sendiri. Mari bergabung di Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI).

Sebenarnya undang-undang guru dan dosen sudah mengatur bahwa guru boleh saja membentuk organisasi profesi selain PGRI, hanya saja kawan-kawan guru di beberapa daerah tidak memahami undang-undang tersebut, karena selama ini organisasi guru cenderung ditunggangi kepentingan tertentu.

Seorang kawan menuliskan komentar yang panjang di facebook. Kita harus belajar dari teman-teman profesi dokter. Hanya ada satu organisasinya sehingga punya bargaining yang kuat terhadap pemerintah. Sampai organisasinya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) oleh pemerintah dibuat Undang-Undangnya khusus. Organisasi mereka hidup penuh dari iuran anggota, begitu juga organisasi guru di luar negeri.  Sangat berbeda dengan guru di Indonesia kesadaran membayar iuran organisasi tidak gampang. Lalu bagaiman mesin organisasi bisa berjalan tanpa dukungan dana dari anggotanya? Kalau organisasi guru hanya ada di atas kertas, pengurusnya hanya tampil di koran-koran, dan televisi hanya bisa mengeritik pemerintah, lalu apa bedanya dengan LSM?”.

Perlu diketahui, organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pengurus pusatnya bukan guru. Seharusnya organisasi profesi guru harus dipimpin guru dan organisasi profesi dosen harus diurusi oleh dosen. Begitu juga organisasi profesi dokter yang harus diurusi sendiri oleh dokter. Saat ini PGRI belum sepenuhnya memperjuangkan nasib guru karena pengurusnya terutama di tingkat pusat hingga daerah kebanyakan bukan berprofesi sebagai guru aktif yang mengajar di sekolah.

Saya memberikan masukan untuk mendikbud baru, Pak Anies Baswedan, agar setiap Pengurus Organisasi Profesi guru harus memiliki kartu NUPTK. Hal ini untuk membedakan antara guru dan bukan guru. Organisasi Profesi guru harus dipimpin oleh guru, dan biarkan guru mengurusi rumah tangganya sendiri.

Kami akan membentuk sebuah organisasi Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI) yang semua pengurusnya adalah guru dan memiliki NUPTK. Kepengurusan akan dibentuk pada 29 Nopember 2014 pukul 10.00 – 12.00 WIB di Kampus UNJ Rawamangun Jaktim. Apakah anda bersedia menjadi pengurus Ikatan Profesi Guru Indonesia?

» Continue reading “Ikatan Profesi Guru Indonesia”

Comments (6)

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi