Posts tagged with “agen perubahan”

Hari Kedelapan Berada di Negara China

Minggu, 10 Maret 2019, kami mengikuti kuliah ceramah umum di Universitas Jiangsu. Di tempat ini kami bertemu kembali dengan kawan-kawan guru dan pengawas serta kepala sekolah yang kuliah di tempat ini. Saat pembukaan acara program guru ke luar negeri, kami bertemu di gedung ini.

» Continue reading “Hari Kedelapan Berada di Negara China”

Leave a Comment

Hari Ketujuh Belajar di Negara China

Sambil menonton film perang antara pasukan PBB (UN) dengan teroris, saya menuliskan cerita ini. Hampir saja saya tidak menulis cerita hari ini karena filmnya bagus dan menegangkan. Bukan hanya perang fisik tapi juga technology. Pasukan PBB akhirnya menang, walaupun ada korban dari pasukan PBB (UN) .

» Continue reading “Hari Ketujuh Belajar di Negara China”

Leave a Comment

Menjadi Orang China Selama 4 Hari

Tak terasa ini hari keempat kami berada di negara china. Tepatnya di China University of Mining and Technology (CUMT). Di kampus ini kami menginap selama 20 hari dan belajar Sains, Technology, Engenering and Mathematic yang disingkat STEM.

» Continue reading “Menjadi Orang China Selama 4 Hari”

Comments (1)

Hari Keempat Belajar di Negara China

Rabu, 6 Maret 2019 adalah hari keempat kami belajar di negara china. Pagi ini dingin sekali. Saya paksakan untuk mandi. Dengan begitu tubuh menjadi hangat. Di kamar mandi ada air hangat. Badan terasa segar setelah mandi.

» Continue reading “Hari Keempat Belajar di Negara China”

Leave a Comment

Hari Pertama Belajar di Negara China

Alhamdulillah sudah sampai negara China. Sebuah negara yang dulu hanya saya dengar beritanya. Kini nyata di depan mata. Sambil menonton siaran berita televisi China, saya menulis cerita ini. Kisah nyata seorang guru yang belajar ke negeri China selama 21 hari. Udara dingin menyembut kedatangan kami di malam hari.

» Continue reading “Hari Pertama Belajar di Negara China”

Comments (3)

Guru Adalah Agen Perubahan

Guru adalah agen Perubahan

Saya sempat tercenung dan merenung ketika membaca blog favorit yang merupakan salah satu juara e-learning dari Pustekkom Depdiknas RI. Dedi Dwitagama. Isinya tentang seorang siswa yang merasa beruntung mendapatkan kepala sekolah baru.
===================
Begini isi tulisannya :

“aku merasa sekarang sekolah ku sangat berubah, seakan semangat yang dulu tertidur sekarang terbangun dan membuat ku sangat semangat.

kenapa yah ??

kedatangan pa DEDI DWITAGAMA sebagai Kepala sekolah yang baru di SMKN 36 Membuat suasana tampak berubah, terus semangat…”

aku pun merasakan perubahan yang mendasar. terutama bagi aku dan Teman-temanku II TKJ. sebelumnya aku tak terlalu suka dengan bloging browsing dan berbagi informasi di dunia maya. aku biasanya bosen dan tak ada yang menarik, paling saat aku ingin download lagu saja aku browsing.

Tapi sekarang berbeda,
pak DEDI mengenalkan kami tentang Facebook dan Blog, walaupun aku sih sudah pernah coba facebook dan blog. sebelumnya sudah beberapa kali aku membuat blog dan facebook tapi tetap saja aku merasa bosan. tapi sekarang aku tahu manfaat dari facebook dan dengan blog aku bisa berbagi dan belajar. terima kasih pa DEDI

tak hanya sampai disitu…
Guru-guru sekarang lebih menghargai INTERNET, karna sebelumnya mereka hanya berfikir bahwa internet hanya menghancurkan anak bangsa.

sekarang kami bisa lebih dekat dengan guru-guru dan semuanya walaupun berada di tempat yang jauh.

===================

Membaca isi tulisan siswa di atas, saya pun mengacungkan jempol buat seorang guru yang bernama dedi dwitagama. Dia telah berhasil menjadi seorang guru yang membawa perubahan bagi sekolah yang dipimpinnya. Dia telah berhasil menjadi manager yang baik.

Guru adalah agen perubahan. Di manapun guru berada dia harus dapat membawa perubahan bagi masyarakat di sekelilingnya. Dia harus mampu menjadi motivator dan fasilitator bagi anak didiknya agar mampu menguasai ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Karena itu belajar sepanjang hayat jelas harus dilakukan terus menerus oleh seorang guru. Jangan sampai ada guru yang benar-benar “jadul” di tengah derasnya arus informasi dan komunikasi ini.

Saya jadi teringat, ketika saya menjadi finalis lomba karya tulis IMTAK tingkat nasional di  tahun 2005. Teman sekamar saya adalah seorang guru dari Aceh. Dia mampu menjadi finalis lomba karena memiliki semangat yang tinggi. Di sekolahnya tak ada komputer. Karena semua barang yang ada di sekolah itu sudah habis dibawa Tsunami. Jadi bila beliau mau mengetik laporan penelitiannya, dia harus ke kota yang jaraknya puluhan kilometer. Perjuangannya dalam menuliskan apa-apa yang telah dilakukannya ke dalam bentuk karya tulis telah menghantarkannya menjadi juara dalam lomba karya tulis IMTAK yang diselenggarakan oleh Depdiknas RI.

Beliau kini telah menjadi kepala sekolah di daerah asalnya. Dalam tulisannya itu beliau menceritakan bagaimana murid-muridnya belajar tanpa fasilitas yang memadai. Mirip cerita film “laskar pelangi” yang heboh itu.

Sebagai seorang guru, beliau sanggup menjadi agen perubahan bagi sekolahnya. Dia tak diam saja melihat kekurangan fasilitas yang ada di sekolahnya. Dia kembangkan sumber daya alam yang ada. Dia bikin alat peraga yang menarik sebagai media pembelajarannya. Anakpun senang dan mendapatkan ilmu pengetahuan baru dari sang guru itu.

Sayangnya, tak banyak guru-guru seperti ini. Masih banyak guru-guru kita yang belum menjadi agen perubahan. Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya mengajak para guru untuk bersama-sama menjadi agen perubahan di sekolah kita masing-masing.

Tantangan yang kita hadapi semakin besar. Beribu masalah terjadi dalam dunia pendidikan kita. Sebagai agen perubahan kita diharapkan sanggup mengatasi persoalan-persoalan itu. Sudah saatnya kita melihat dunia ‘luar’ yang akan mengajak kita ke arah yang lebih baik. Salah satunya, dengan menjadi Blogger  dan mengelola blognya dengan baik.

Leave a Comment

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi