Category: pendidikan


Buatlah Sebuah Film Pendek (Kelas 9)


  1. Buatlah sebuah film pendek tentang kelasmu sendiri
  2. Durasi Film antara 2-5 Menit saja
  3. Temanya tentang Penguatan Pendidikan Karakter
  4. Film dibuat secara berkelompok (Maksimal 4 orang)
  5. Upload film tersebut ke Youtube.com dan kirimkan urlnya ke email wijayalabs@gmail.com
  6. Carilah contoh filmnya di youtube.com

Buku Blogger Ternama


Harga Buku Cuma Rp. 62.700,- (belum termasuk ongkos kirim), transfer ke rekening Bank tujuan : BNI Nomor Rekening : 0247943909 Atas Nama : Wijaya Kusumah bni cabang senayan Jakarta Pusat


Soal Essay Kelas 8


Jawablah 5 soal essay di bawah ini melalui email kalian ke email wijayalabs@gmail.com dengan subyek Jawaban Soal Essay.

  1. Jelaskan cara menginstall wordpress yang kamu ketahui!
  2. Mengapa banyak orang sekarang ini membuat toko online di blog wordpress???
  3. Bagaimana cara mensetting network dan login ke ecommerse???
  4. Bagaimana cara menambah produk dan setting toko online?
  5. Apa yang dimaksud dengan Optimasi SEO?

Yuk Ikut OTN 2019 di JCC


Disain flyer ini dibuat oleh seorang kawan dari timika papua. Beliau membantu dengan ikhlas membuat poster yang ada menjadi lebih menarik. Pak Ali menawarkan diri membuat disainnya. Tentu saja saya terima kasih.

otn2019, otn4, kogtik, pgri,

Buat kawan kawan di seluruh tanah air. Ayo kita meriahkan kegiatan olimpiade tik nasional yang keempat.

Tak ada dana dari apbn seperti olimpiade sains nasional atau OSN. Namun berkat kebersamaan alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar setiap tahunnya.

Ratusan guru hadir di acara seminar nasional dan ribuan siswa hadir mengikuti 10 lomba. Ayo jangan lewatkan kesempatan emas ini karena kegiatannya berbarengan dengan pameran komputer terbesar di Asia.

Pendaftaran OTN 2019
www.bit.ly/OTN2019

Surat undangan http://www.bit.ly/UndanganOTN2019

Juknis OTN 2019 http://www.bit.ly/JuknisOTN2019

Semnas ICT untuk umum, Kamis, 31 Oktober 2019, di JCC Senayan Jakarta, Donasi Rp. 100.507,- Info wa 08159155515 bit.ly/SemnasICT


BUATLAH CERITA AMT 2019 di BLog Kamu!


Buatlah cerita tentang perjalananmu mengikuti kegiatan AMT kelas 9 ke Bogor. Panjang tulisan minimal 700 kata dan harus ada teks, foto dan video dalam cerita kamu di blog. Kirimkan alamat url tulisanmu di blog ke wijayalabs@gmail.com. Contoh artikel bisa kamu baca di sini.


Buatlah cerita Invita Yogyakarta 2019


Buatlah cerita tentang perjalananmu mengikuti kegiatan INVITA kelas 8 ke Yogyakarta. Panjang tulisan minimal 700 kata dan harus ada teks, foto dan video dalam cerita kamu. Contoh Tulisan bisa kamu baca di sini dan di sana. (Ingat tidak boleh copas!)

Point-point penting yang harus ada dalam ceritamu adalah:

  1. Saat berangkat dari Stasiun Gambir
  2. Saat berada di kereta
  3. Tiba di Stasiun Tujuan
  4. Bus yang kalian gunakan
  5. Tempat-tempat yang kamu kunjungi
  6. Suasana hotel tempat menginap
  7. Kunjungan tempat yang paling berkesan
  8. Perjalanan Pulang.
  9. Pelayanan travel agency kusuma tour selama di perjalanan
  10. Buatlah sebuah film pendek dari perjalanan kalian ke yogyakarta dan tuliskan kisahnya di blog masing masing.

Kirimkan alamat url blog tulisanmu ke email wijayalabs@gmail.com, dan harus selesai hari ini juga!

Buatlah Artikel ‘Melawan Hoaks Di Era Digital’


Silahkan tonton video ini dan Bacalah artikel kompas di bawah ini, dan setelah itu buatlah artikel baru dalam blog pribadi kamu tentang Melawan Hoaks di Era Digital dengan panjang tulisan antara 500-700 kata. Kirimkan alamat URL tulisanmu di blog ke email wijayalabs@gmail.com. Selamat mengerjakan tugasnya dengan baik!

Melawan Hoaks di Era Digital

ESTER LINCE NAPITUPULU 12 Juni 2019

https://kompas.id/baca/utama/2019/06/19/melawan-hoaks-di-era-digital/


Di era digital, informasi begitu gampang diterima lewat gengaman tangan. Beragam informasi berseliweran di media sosial yang aktif sepanjang waktu. Terkadang, kita tidak mengetahui mana informasi yang benar dan berita bohong alias hoaks.


Lebih bahaya lagi, tanpa disadari dengan mudahnya kita meneruskan informasi di media sosial. Sebuah informasi yang belum bisa dikonfirmasi kebenarannya, bisa menjadi viral. Tak jarang, tanpa kita sadari, ikut berkontribusi dalam penyebaran berita hoaks.


Motivator Merry Riana baru-baru ini bergegas membuat video klarifikasi di media sosial. Maksud baik dari video yang diunggah ke YouTube dengan judul Indonesia Masih Ada Harapan atau Video Harapan, ternyata disebarkan dengan tidak utuh. Video asli berdurasi 3 menit 48 detik yang isinya untuk membangun optimisme pada masa depan bangsa, justru diedit dengan cara dipotong.


Potongan video Merry diunggah oknum tak bertanggung jawab via medsos. Video sepanjang tiga menit diotong menjadi hampir dua menit dengan konten bernuansa negatif tentang Indonesia. Padahal, jika diunggah secara utuh, video itu menyebarkan semangat optimisme untuk masa depan Indonesia.


Merry melawan hoaks tentang dirinya dengan membuat video yang mengklarifikasi video editan yang beredar dan mengajak orang untuk menonton video versi utuhnya agar dirinya tidak disalah mengerti. “Kalau kamu pernah menonton Video Harapan yang hanya berdurasi 1:55 menit itu adalah video editan. Mohon nonton video lengkapnya dulu sebelum menyimpulkan, berkomentar, apalagi membagikan,” kata Merry.


Merry tidak mau diam menghadapi hoaks. Menurut dia, media sosial seharusnya digunakan bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk saling menguatkan. “Namun, sayangnya media sosial justru malah disalahgunakan.


Kita harus melawan hoaks yang jelas-jelas sedang terjadi di hadapan kita dengan lebih banyak menyebar berita baik dan benar. Berita hoaks yang negatif dan tidak benar akan terkalahkan dengan sendirinya. Bersama, kita bisa membalikkan keadaan,” ujar Merry.


Bukan hanya Merry sebagai figur publik yang harus melawan hoaks, para mahasiswa pun berusaha untuk tidak percaya begitu saja informasi yang beredar. Novi Berlianti, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia,

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Semarang, mengatakan, dia tak percaya semua informasi yang beredar melalui akun medsos miliknya. “Saya enggak gampang percaya begitu saja. Kalau ada informasi meragukan, coba cek dulu ke situs berita yang biasa dikenal. Kalau enggak ada di situs berita terpercaya, ya berarti hoaks,” ujar Novi.


Jika tidak sempat mengecek kebenaran informasi, Novi tidak sungkan untuk bertanya lebih jauh di grup. Tak jarang, dia mendapat tautan untuk menandatangani sebuah petisi. “Saya mesti pastikan dulu link-nya dan siapa yang mengadakan. Sebagai mahasiswa, kita harus kritis,” kata Novi.
Hal senada disampaikan Astri Pasaribu, mahasiswa Administrasi Publik, Universitas Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara. Ia mengaku tidak gampang membagikan informasi dari medsos, tanpa mengecek terlebih dahulu ke sejumlah situs berita gratis yang terpercaya. “Kadang cari tahu juga langsung ke akun resmi dari orang yang diberitakan. Misalnya, saat Ibu Ani Yudhoyono meninggal, meskipun ada di situs berita, saya mengecek ke akun Instagram anak-anaknya,” ujar Astri.


Astri mengaku informasi atau link yang dibagikan di media sosial seringkali memancing rasa penasaran untuk mengetahuinya. “Tapi aku tetap selalu coba cari tahu, apa ini hoaks atau bukan. Cukup membantu sih dengan rajin ngecek ulang di situs berita lain yang terpercaya. Aku diingatkan kakak senior di kampus supaya bijak bermedia sosial. Diingatkan juga supaya tidak mudah menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya. Kan, ada pasal hukuman untuk yang menyebarkan hoaks. Jadi mesti berhati-hati,” ujar Astri.


Penguatan literasi


Muhammad Khairil dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mapindo) di acara Ngobrol Publik Online dengan tajuk Hati-hati Hoaks mengatakan, informasi hoaks bukan hanya berita, bisa juga foto, dan video. Namun, upaya untuk memerangi hoaks terus tumbuh, salah satunya dilakukan Mapindo dengan memeriksa untuk bisa menyatakan suatu informasi sebagai fakta atau hoaks.


Menurut Khairil untuk dapat memerangi hoaks butuh penguatan literasi, terutama dalam menguatkan nalar atau berpikir kritis. Hoaks biasanya menyentuh emosional seseorang lewat judul yang bombastis dan menarik perhatian.


“Kami dapat laporan dari situs, gambar, video, dan melakukan pencarian sumber referensi sebanyak mungkin, seharian bisa periksa hoaks. Rujukan ke media yang kredibel bisa membantu untuk yakin apakah informasi itu fakta atau hoaks. Intinya tulisan harus ada nama penulis, susuan redaksi, dan alamatnya. Adapun untuk gambar, ada tools digital yang dipakai untuk mengecek,” ujar Khairil.


Khairil mengatakan, banyak informasi hoaks yang bisa dibuktikan kalau informasi memang bohong. Namun, banyak pihak yang tetap lebih memilih percaya hoaks. “Mesti sabar. Kami konsisten, kalau ada hoaks ya kasih tahu, meskipun enggak direspon. Lama-lama orang jadi bisa nanya, apakah ini hoaks atau beneran,” kata Khairil.


Penyebaran hoaks yang semakin masif, terutama terkait Pemilu dan politik, membuat pemerintah bertindak. Pascakerusuhan Mei lalu, Pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informasi sempat mengambil kebijakan untuk memblokir media sosial pada 20-24 Mei, utamanya dengan membatasi penyebaran foto dan gambar yang mudah memicu rasa percaya pada hoaks. Kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra, apalagi di era penyebaran informasi lewat media sosial mulai jadi andalan masyarakat.

(ELN)
https://kompas.id/baca/utama/2019/06/19/melawan-hoaks-di-era-digital/


Sri Utami Pemilik Klinik MojoSongo, Solo.


Buatlah tulisan tentang Perjuangan Bunda Sri Utami, pemilik klinik Mojosongo Solo Jawa Tengah, lalu posting di blog kamu dengan video youtubenya di https://www.youtube.com/watch?v=Fpt-5rYvH3k


10 Soal Perlindungan Data Pribadi


BACALAH ARTIKEL OPINI KOMPAS, 30 SEPTEMBER 2019 BERIKUT INI!

Artikel Opini


DARURAT PERLINDUNGAN DATA PRIBADI
Oleh: Munawar Deputi Direktur di Otoritas Jasa Keuangan 30 September 2019 · 03:00 WIB

Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita. Kini data lebih berharga daripada minyak,” ucap Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam sidang bersama DPR-DPD, Jumat (16/8/2019).

Di era Revolusi Industri 4.0, data merupakan kekayaan yang sangat berharga. Google, misalnya, mengibaratkan data pribadi sebagai sinar matahari. Sayangnya, penjualan/penyalahgunaan data pribadi marak. Mei lalu, harian Kompas memuat hasil risetnya terkait dengan penjualan data pribadi di Indonesia.

Setiap hari kita juga menerima layanan pesan singkat (SMS) dari nomor yang tidak dikenal. Nomor ponsel kita sudah beredar luas, berada di tangan pihak-pihak yang memanfaatkannya untuk kepentingan bisnis mereka tanpa seizin kita. Kebocoran data pribadi terjadi di dunia. Nama-nama korporasi beken tersangkut kasus. Pada Juli 2019 diberitakan salah satu maskapai penerbangan global dikenai denda 230 juta dollar AS. Ada 500.000 data pribadi pelanggan dicuri peretas melalui internet maskapai tersebut.

Sejatinya, data pribadi bukanlah hak milik yang dapat dipindahtangankan. Data pribadi adalah hak asasi (Sinta, 2019). Pihak lain yang memanfaatkan data pribadi haruslah mendapatkan persetujuan (consent) dari pemilik data.

Setidaknya ada dua hal yang perlu menjadi fokus perhatian pemerintah dan publik terkait dengan data pribadi. Dua hal itu adalah kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi.

Rendahnya literasi digital masyarakat kita menyumbang munculnya persoalan penggunaan data pribadi yang tidak bertanggung jawab. Data Hootsuite (2019) menyebutkan, pengguna internet di Indonesia sebanyak 150 juta (56 persen dari jumlah penduduk). Namun, angka besar ini belum diikuti literasi digital secara memadai.

Banyak dari masyarakat kita yang senang dengan banyaknya aplikasi gratis yang bisa diunduh, padahal sejatinya tidak gratis. Pemilik aplikasi dapat melakukan barter dengan mendapatkan data pribadi penggunanya. Saat akan mengunduh/menggunakan aplikasi, pengunduh akan diminta mengizinkan mengakses data yang ada di telepon pintarnya.

Dengan belum komprehensifnya pengaturan, banyak pihak dapat bebas mengakses data pribadi dalam bisnis daring. Mereka bahkan dapat mengakses data yang sebenarnya tidak relevan atau kurang dibutuhkan untuk kegiatan bisnisnya. Aksesnya menjadi berlebihan.


Lemahnya perlindungan data pribadi


Hingga saat ini, Indonesia belum memiliki undang-undang (UU) yang secara khusus mengatur dan melindungi data pribadi. Regulasi terkait data pribadi tersebar di sepuluh undang-undang dan sepuluh peraturan perundang-undangan lainnya (Kemenkominfo, 2019). Indonesia tergolong terlambat dalam pengaturannya.

Beberapa negara ASEAN, seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina, telah memiliki UU yang secara khusus mengatur perlindungan data pribadi (Deloitte, 2018). RUU Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) hingga kini masih dalam proses. Meskipun telah masuk program legislasi nasional, dengan pergantian anggota DPR, RUU tersebut dikhawatirkan tertunda jika tak ada kekuatan yang mendorong pengesahannya tahun ini.

Saat ini yang gencar mengampanyekan pentingnya perlindungan data pribadi adalah Uni Eropa. Global Data Protection Regulation (GDPR) yang diberlakukan Mei 2018 dapat menjadi salah satu rujukan Indonesia dalam memproteksi data pribadi di era Industri 4.0.


Beberapa prinsip/aturan di GDPR yang menarik adalah setiap data yang digunakan harus mendapat persetujuan dari pemilik data. Juga data yang diakses harus relevan dan benar-benar dibutuhkan oleh pelaku bisnis.

Tidak dibolehkan mengakses data yang tidak dibutuhkan (berlebihan).


Peran aktif pemerintah atau regulator


Pemerintah/regulator perlu terus mendukung optimalisasi penggunaan data pribadi di dalam bisnis digital. Mendorong para pelaku bisnis dan institusi publik untuk memanfaatkan big data. Namun, ada batasannya, harus bertanggung jawab (tidak merugikan pemilik data pribadi). Penggunaan big data dapat optimal dilakukan tanpa harus mengakses dan menggunakan data pribadi secara berlebihan.

Sambil menunggu disahkannya UU PDP hingga beberapa bulan ke depan, dalam rangka perlindungan terhadap publik, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah/regulator sektor dan pemangku kepentingan lainnya.

Pertama, perlu peningkatan literasi digital melalui edukasi masif kepada publik agar masyarakat paham risiko dan manfaat penggunaan data pribadi. Masyarakat diedukasi agar selektif memberikan akses data pribadi kepada pihak lain.

Kedua, regulator sektor dituntut lebih sensitif terhadap potensi penyalahgunaan data pribadi. Sebisa mungkin membuat/mendorong regulasi yang menutup celah potensi pelanggaran data pribadi sebelum UU PDP disahkan. Regulasi dapat dibuat secara langsung ataupun melalui pendekatan market conduct melalui asosiasi industri. Ini langkah preventif untuk melindungi publik.

Kebutuhan akses data pribadi memang bisa bervariasi setiap industri. Namun, pengaturan akses data pribadi seharusnya sesuai dengan asas perlindungan data pribadi yang baik sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik.

Ketiga, pemerintah perlu menciptakan/mendorong level playing field yang adil bagi industri daring (Passagi, 2019). Ada industri yang telah diatur dalam mengakses data pribadi dalam rangka perlindungan konsumen, tetapi ada yang belum. Saat ini sebagian pelaku industri dapat mengakses data pribadi secara berlebihan.

Keempat, pelaku industri dituntut lebih kreatif dalam menciptakan dan mengoptimalkan big data. Hasil olahan big data dapat optimal dihasilkan melalui cara-cara kreatif, tidak perlu melanggar aturan.

Dengan adanya perlindungan data pribadi yang memadai, dunia bisnis daring diharapkan tumbuh optimal dengan dukungan big data tanpa mengganggu/melanggar privasi. Publik juga lebih tenang dan nyaman tanpa harus khawatir data pribadinya disalahgunakan karena adanya hukuman/denda yang berefek jera.

Jawablah dengan jelas 10 Pertanyaan di bawah ini!

  1. Mengapa terjadi darurat data pribadi?
  2. Apa hasil riset kompas terkait dengan penjualan data pribadi?
  3. Apa pendapatmu tentang informasi dari artikel di atas, ada 500.000 data pribadi diretas oleh orang jahat atau orang yang tidak bertanggung jawab!
  4. Mengapa perlindungan data pribadi di negara kita masih lemah?
  5. Mengapa data pribadi adalah hak asasi?
  6. Kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi menjadi fokus perhatian pemerintah. Apakah kamu setuju? dan jelaskan alasanmu!
  7. Mengapa Literasi Digital masyarakat kita rendah?
  8. Siapa saat ini yang gencar mengampanyekan pentingnya perlindungan data pribadi?
  9. Apa saja yang harus diperhatikan pemerintah dalam rangka perlindungan data pribadi?
  10. Mengapa dunia bisnis daring dapat tumbuh optimal dengan dukungan big data?
https://kompas.id/baca/utama/2019/09/30/darurat-perlindungan-data-pribadi-2/
https://kompas.id/baca/utama/2019/09/30/darurat-perlindungan-data-pribadi-2/

Tentang Omjay

Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd,

Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Edupreneurship, Pendidikan Karakter Bangsa, Konsultan manajemen pendidikan, serta Praktisi ICT. Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis. Semua perjalanan itu ia selalu tuliskan di http://kompasiana.com/wijayalabs.

Omjay bersedia membantu para guru dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) online, dan beberapa Karya Tulis Ilmiah Omjay selalu masuk final di tingkat Nasional, dan berbagai prestasi telah diraihnya.

Untuk melihat foto kegiatannya dapat dilihat dan dibaca di blog http://wijayalabs.wordpress.com

Hubungi via SMS : 0815 915 5515 atau kirimkan email ke wijayalabs@gmail.com atau klik hubungi omjay yg disediakan dalam blog ini, bila anda membutuhkan omjay sebagai pembicara atau Narasumber.

Wijaya Kusumah

Buat Lencana Anda


Jumlah Pengunjung

Flag Counter
free counters


Artikel Terkini


Tulisan Wijaya per bulan


Blog Pendidikan Terkeren di Dunia Maya

Blog ini didedikasikan untuk kemajuan Pendidikan di Indonesia. Blog ini mengajak anda untuk dapat kreatif dalam menulis.

Ciptakan tulisan-tulisan anda yang bermutu dan kirimkan kepada kami untuk ditayangkan di blog ini.

Kirimkan ke wijayalabs@gmail.com atau sms ke 08159155515. Dengan senang hati akan ditampilkan di blog pendidikan ini.

Selamat Membaca!


Jadwal Kegiatan Omjay

Jadwal Kegiatan Omjay: dapat dilihat di Biodata Omjay. Omjay baru bisa mengiasi kegiatan seminar & Workshop hari Sabtu dan Minggu. Hari kerja setelah pukul 16.00 WIB. Kirim ke wa 08159155515


Internet Sehat & Facebook Omjay


Jadwal Kegiatan dapat dilihat di blog http://wijayalabs.com

October 2019
M T W T F S S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  




Komentar blog


komentar blog



Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi