Hari Keduapuluh Satu Belajar di Negara China

Sabtu, 23 Maret 2019, adalah hari ke-21 kami berada di negara china. Sarapan pagi tidak seramai biasanya. Teman-teman masih di Beijing sebagian. Kami masih menunggu waktu untuk pulang ke Indonesia. Rencananya hari minggu pagi, tanggal 24 Maret 2019 kami keluar dari kampus China University of Mining and Technology (CUMT).

Kami beres-beres barang dan mencoba atur koper agar cukup 30 kg. Namun apa daya lebih dari 30 kg saya hitung. Saya kelebihan 4 kg dan akan terkena biaya tambahan 400 yuan (sekitar 800.000) untuk tambahan biaya di bagasi pesawat. Sementara barang yang saya bawa ke kabin ada sekitar 7 kg. Itupun sudah saya atur-atur dan bongkar pasang koper bersama pak Hartono, teman sekamar omjay. Tadinya malah kelebihan 39 kg. hahaha.

Ternyata banyak juga barang bawaan omjay. Sudah beranak pinak kopernya. Tadi pagi masih belanja lagi. Takut ada kawan di Indonesia belum kebagian oleh-oleh. Tak apalah lebih sedikit bayar bagasi pesawat terbang, asalkan kawan-kawan bisa bahagia mendapatkan oleh-oleh. Biar bagaimana saya berterima kasih kepada kawan-kawan yang sudah mendoakan kami selama berada di sini. Alhamdulillah kami semua sehat wal afiat.

Setelah berolahraga di tempat tidur, saya diajak pak Hartono ke pasar tradisional. Di sana kami membeli telor asin dan ikan teri goreng. Buat cemilan kami di kamar. Setelah itu kami mampir ke toko kelontong yang menjual oleh-oleh China.

Puas juga belanja hari ini meskipun bakalan nambah lagi isi koper. Maklumlah banyak yang harus dibagi. Saya membeli lagi oleh-oleh dari china. Harganya murah dan tidak mahal. Semoga semuanya kebagian. Aamiin.

Dari pasar tradisional, kami jalan-jalan mengelilingi kota Xuzhou. Kemudian kami mampir untuk membeli makanan di Mall Lotus. Di sana ketemu Miss Mona, Pendamping kami yang cantic. Beliau selalu setia menemani kami selama di Negara China. Sayangnya saya lupa untuk minta foto Bersama. Dari kemarin ingin sekali foto Bersama berdua dengannya. Hahaha.

Kami beli roti dan snack untuk persiapan di perjalanan besok. Dulu waktu berangkat, kami lupa tidak bawa cemilan, jadi terasa banget lapernya. Mau beli di jalan takut makanannya tidak halal. Kalau sudah tahu halal, barulah kita membelinya. Sekalian praktik Bahasa mandarin sama orang china di mall.

Di dekat pasar tradisional, kami berhenti sejenak menikmati angina sepoi-sepok dan Udara dingin 13 derajat di depan perumahan. Ada bangku Panjang disediakan buat mereka yang ingin beristirahat dan menikmati pemandangan kota. kami duduk di sana sekitar 15 menit lamanya. sambal membuka pesan di wa group yang belum dibaca.

Pulang dari praktik Bahasa mandari di mall lotus, kami kembali ke penginapan kampus CUMT. Orang sisni menyebutnya dormitory. Selagi asyik berjalan, pak Sarno telepon. Beliau menanyakan makan siang di mana hari. Saya jawab, makan siangnya di kedai muslim setiap Sabtu dan Minggu. Sebab selama liburan, restoran di penginapan tidak menyiapkan makan siang dan makan malam. Jadi kami harus beli sendiri untuk makannya.

Untungnya, makan nasi di kampus CUMT ini tidak mahal. Nasi 1 yuan saja, lauknya tergantung pilihan kita. Kalau daging ayam biasanya 6 yuan, Daging sapi 7 yuan, dan sayuran 3 yuan. Jadi kita sudah makan enak dengan biaya murah. Ada semangkuk sup gratis disediakan oleh pihak kedai. Banyak mahasiswa yang datang ke tempat ini karena murah di saat jam makan.

Kami berhenti sejenak di depan apartemen kampus CUMT. Saya tidak kuat kakinya. Rasanya ada yang sakit sebelah kiri. Maklumlah saya jarang sekali berjalan kaki. Selama di China, saya rutin berjalan kaki setiap hari. Baru sekarang kaki terasa sakit sekali.

Perjalanan kami lanjutkan. kaki sudah agak enakan. Sampai kamar langsung ganti pakaian dan kemas-kemas berang untuk dibawa besok pagi. Timbangan barang nambah lagi. Saya serahkan saja pada Ilahi. Rezeki bisa dicari, tetapi kawan yang abadi, senasib dan sepenanggungan sulit dicari. Beli oleh-oleh buat kawan-kawan di Indonesia menjadi kebahagian tersendiri.

Akhirnya, semua barang bawaan sudah di dalam koper. Ibu Zalna Fitri mengumumkan kalua ada yang perlu tas bawaan, bias menghubunginya di kamar 3303. saya pun langsung meluncur mengambil tasnya. Alhamdulillah, barang bawaan omjay bisa masuk semuanya. Tinggal nanti dibagi ada yang dibagasi dan ada yang di kabin pesawat. Semoga ada yang jatahnya kurang dari 30 kg. Aamiin.

Selama 1 hari belajar di negaraChina, banyak pengalaman berharga omjay dapatkan. Orang China banyak yang jujur dan ramah. Contohnya saat kami belanja sepatu. harga sepabtunya murah hanya 2 yuan. ketika omjay mau bayar, penjaga tokok mengatakan bahwa nomor sepatunya tidak sama. Mereka minta omjay menunggu untuk mereka ganti.

Wah jujur sekali mereka. Padahal saya tidak tahu kalau sepatu tersebut berbeda nomornya karena sepintas nomornya sama. Kami juga mendapatkan keramahan dari eorang wanita cantic penjual boneka. Pedagang wanita ini sangat ramah melayani pembelinya. Saat itu kami menawar boneka panda, dan wanita cantic ini memberikan kami harga murah. dari harga 25 Yuan menjadi 18 yuan. begitu juga dengan dompetnya. dari harga 25 yuan menjadi 15 yuan saja. padahal harganya sudah dituliskan, dan kami tawar tidak marah.

Berbeda sekali sewaktu saya berada di tempat wisata Qufu. Saya hanya pegang saja cangkir the. Pedagang itu maksa saya untuk membelinya. Akhirnya saya tawar dari harga 85 Yuan ke 11 Yuan. Alhamdulilah masih bias ditawar dan dia mau asalkan membeli 4 buah menjadi 44 Yuan.

Begitulah pengalaman omjay selama berada di negara China. Pengalaman lainnya menyusul kalua sudah ingat lagi. Maklumlah sudah mulia menu, sehingga mudah sekali lupa. Itulah mengapa omjay menulis setiap hari.

salam Blogger Persahabatan

Omjay

Blog http://wijayalabs.com

57 Responses to “Hari Keduapuluh Satu Belajar di Negara China”

  1. Lantip says:

    Keren Pak, saya berharap bahwa orang Idonesia dapat mencontoh ornag Cina dalam kesopanan dan kejujuran.

  2. adam says:

    ashiaaap keren ashiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaap

  3. alisa says:

    omjay keren banget

  4. tabina says:

    hebat sekali pak, semoga perilaku masyarakat china dapat menjadi contoh bagi masyarakat indonesia

  5. bhagas says:

    wow keren. omjay memang guru panutanku

  6. erlin says:

    keren bgt omjay

  7. nasya says:

    kece bgtt omjayy

  8. ragil s says:

    keren banget omnjayyyy

  9. wah pasti seru belanja di pasar tradisional

  10. alya taqiyya says:

    so cool pak

  11. ra says:

    keren abis oomjay

  12. orang-orang di China ternyata sangatb jujur semoga Indonesia bisa mencontohnya

  13. ifal says:

    kayaknya orang-orang disana ramah ya

  14. Raissa nadhifa A says:

    wuih belanja – belanja gak nih omjay? hehe

  15. Sakti Bimasena says:

    itu pasar orang-orangnya ramah ya pak

  16. rafi hariyo says:

    mantap pak, saya jadi pengen ke china

  17. M. Dwantara says:

    keren Omjay

  18. Khalisa Safana F says:

    waw

  19. Shaquilla says:

    Kelihatannya seru pak

  20. Aleska Fayza C. says:

    wow keren emang china, dan jadi tempat untuk belajar stem

  21. balqis says:

    wahh keren pak,, semangat selalu

  22. Keren China/Tiongkok/Pabrik Negara Yang Keren

  23. Fatharani A says:

    keren pak 🙂

  24. aiko f says:

    dingin banget ya di china

  25. aziiz says:

    pengalaman nya bayak banget pasti di china ya pak

  26. wihh china seru banget ya pakk

  27. amirah qn says:

    hebat omjay tawar menawarnya. saya juga mau sepatunya

  28. aviora z says:

    wah keren bgt pak

  29. disya says:

    wah seruu banget pak belajar di cinaaa

  30. Menginspirasi sekali bagi kita semua Omjay.

  31. semoga indoensia bisa mencontoh sifat sifat bagus di cinaa

  32. keren deh omjay, semoga saya bias ikut belajar ke negara china

  33. amirah qn says:

    keren pak tawar menawarnya

  34. Irsyad says:

    kece beuutt omjaay

  35. Bariq says:

    sudah hampir satu bulan kurang seminggu bapak tidak ketemu keluarga bapak di Indonesia tetapi bapak masih semangat menggapai ilmu keren omjay

  36. Fadli Abizar says:

    tawar terus pak belanja terus borong

  37. tsamil says:

    keren pak, kapan-kapan ajak farhan

  38. Fattan says:

    Wah keren

  39. aflah says:

    amazingg cool……….

  40. omjay, artinya cao ni ma apa?

  41. Farrel RP says:

    waduh, berat banget tuh barang bawaannya om jay. semoga belajarnya sama pengalamannya bisa berhikmah.

  42. jadi pengen ke china pak

  43. riznandika says:

    keren, saya juga mau belajar di china

  44. dandy says:

    oleh oleh dong om jay

  45. sahl samudro says:

    woow keren om

  46. arina fahrani says:

    wah keren banget

  47. dyanettanr says:

    WOW, keren!

  48. Jordan Rafael H says:

    Wah berfaedah sekali omjay!!

  49. fuad says:

    wow. jadi begini ya negara china. keren banget omjay

  50. Heh, emang kalau beli oleh-oleh, jangan lupa tentang batas berat barang bawaan. Siapa tahu kehabisan uang hanya karena barang bawaan beratnya 1 kilo di atas batas!

  51. zidan says:

    wow keren omjay ke cina jangan beli yng mahal mahal ya kena pajak

  52. Wahh Omjay beli oleh-oleh, bagi dong bapak buat anak-anak Labchool.. Hehe bercanda kok pak

Leave a Reply

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi