Hari Keduapuluh Belajar di Negara China

Jumat, 22 Maret 2019 adalah hari ke-20 kami berada di negara china. Ingin rasanya pulang kembali ke rumah. Sudah rindu ingin bertemu anak dan istri tercinta. Rindu itu berat. Biar Dilan saja yang merasakannya, hahaha.

Pagi ini ruang makan penginapan kampus tidak seramai hari biasanya. Rombongan setditjen kemdikbud sudah meninggalkan kampus menuju shanghai. Rombongan kami juga terbagi dua group. Satu group sudah berangkat ke Beijing untuk menikmati keindahan tembok china. Sedangkan dari group PMPTK kemdikbud akan pulang dan keluar dari kampus menuju Beijing nanti siang. Praktis hanya rombongan kami yang masih tersisa.

Saya sendiri sibuk memasukkan barang belanjaan ke dalam koper. Sudah lebih berat bawaan saya, dan beranak pinak. Tadi pagi sempat pinjam alat timbangan elektronik milik pak Sony. Wow sudah 32 kg lebih. Sudah over dari 30 kg jatah kami di bagasi pesawat.

Bingung mengaturnya dan akhirnya pasrah saja. Kasihan kawan-kawan di Jakarta kalau tidak diberikan oleh-oleh. Juga keluarga, saudara, dan tetangga. Ada beberapa  barang belum terbeli. Saat makan pagi, ibu-ibu minta diajak praktik Bahasa mandarin di pasar showmarket.

Kekuatan belajar eh belanja ibu-ibu memang luar biasa. Kami pun akhirnya berangkat dengan bus nomor 19. Bayarnya hanya 1 yuan. Kami naik bus dari depan kampus China University of Mining and Technology (CUMT) bagian kiri.

Saya perhatikan, ada 3 metode pembayaran di bus ini. Pertama dengan uang koin 1 yuan, kedua dengan Quick Respon (QR) menggunakan ponsel, dan ketiga menggunakan kartu e-money atau uang elektronik. Saya potret untuk dokumentasi, kebetulan saya duduk di depan pak supir yang sedang bekerja mengendarai bus yang kami tumpangi.

Sampai showmarket, rombongan terpecah menjadi 2 kelompok. Satu ke tempat belanja tas, pakaian dan sepatu, dan satunya lagi belanja hp (belanja elektronik). Kabarnya harga barang-barang elektronik seperti hp di china sangat murah. Apalagi kalau buatan china.

Saya ikut rombongan ibu-ibu belanja sepatu, tas, dan baju. Memang murah tempat belanja di sini. Saya beli sepatu untuk istri tercinta. Juga tas untuk oleh-oleh. Di pasar ini saya ketemu rombongan ibu-ibu dari dikmen kemdikbud. Mereka juga sedang belanja. Pinter-pinter nawarnya. Mereka pandai pakai Bahasa mandarin, walaupun pakai Bahasa mandarin tarzan, hahaha. Kalkulator dan jari tangan menjadi alat yang efektif untuk tawar menawar harga.

Waktu sholat jumat tiba. Kami berpisah dengan rombongan ibu-ibu yang masih asyik belanja. Tempat sholat jumat cukup jauh juga. Kaki terasa berat melangkah. Saya paksakan untuk berjalan untuk menunaikan kewajiban.

Sampai dekat masjid, kami beli mie yang ada tulisan halalnya. Seorang nenek china yang beragama Islam melayani kami dengan sangat ramah bersama suaminya. Kami dipersilahkan duduk dengan kursi lipat dan mejanya. Harga mie kuah hanya 5 yuan. Kami menikmatinya di pinggir jalan dekat masjid.

Selesai makan mie, kami menuju masjid. Ternyata di sana banyak orang Indonesia. Kami bertemu dengan rombongan kepala sekolah yang belajar di universitas Jiangsu. Mereka juga sholat jumat di masjid Qing Zhen Si ini.

Saya baru sekali ini sholat jumat di tempat ini. Nampak polisi berjaga-jaga. Mungkin takut ada teroris di sini. Seperti yang terjadi di New Zealand. Umat Islam yang sedang sholat jumat berjamaah ditembaki dengan senjata otomatis. Ada 50 orang meninggal dunia, dan puluhan orang masih dirawat di rumah sakit. Umat Islam sungguh berduka melihat kejadian ini.

Saya ambil air wudhu dibagian bawah masjid. Ada air hangat dan air dingin. Kita tinggal pilih saja. Usai berwudhu, saya naik ke atas tempat sholat. Di dalam masjid sudah ada seorang ustadz berceramah dalam Bahasa mandarin. Jamaah yang hadir belum banyak. Saya dan teman-teman mengambil posisi di bagian belakang saja. Harapannya, bisa memotret dari bagian belakang jamaah masjid.

Suara adzan dilantunkan, khotib naik mimbar. Ceramahnya singkat saja, tidak terlalu lama seperti di Indonesia. Setelah itu kita sholat jumat berjamaah dengan bacaan surat yang pendek-pendek.

Sholat jumat selesai. Jamaah berhamburan keluar masjid. Saya melihat kebanyakan orang-orang dari berbagai negara. Jarang sekali penduduk aslinya. Pedagang makanan diserbu para jamaah dan ada pengemis meminta bantuan uang. Kasihan saya melihat kondisinya yang cacat.

Pulang dari masjid, kami bertiga (omjay, pak sutopo dan pak hartono) langsung naik bus. Kalau di Indonesia namanya bus transjakarta. Kami turun di depan kampus dan mampir sebentar di mall Lotus.

Di mall Lotus saya beli jam tangan untuk istri tercinta. Juga beli sepatu untuk kakak ipar. Pak Sutopo dan pak Hartono menemani omjay belanja di mall ini. Kami sempat berkeliling mencari barang yang kami cari. Setelah dapat kami pulang dan kembali ke penginapan di kampus CUMT.

Dari mall ke penginapan sekitar 1 km. Selama belajar di kampus ini, kami biasa berjalan kaki agar badan menjadi sehat dan kuat. Awalnya capek juga, lama-lama sudah terbiasa. Sering berjalan kaki di kampus, membuat kami menjadi sehat selama mengikuti kursus singkat ini.

Alhamdulillah sampai di penginapan langsung tepar. Kami beristirat di tempat tidur masing-masing. Bangun-bangun sudah masuk waktu sholat maghrib dan makan malam.

Setelah mandi, kami langsung ke ruang makan. Kali ini suasana makan malam di ruang makan lantai 2 sepi. Kami ngobrol sebentar dengan teman-teman yang datang makan malam. Kami cerita tentang barang belanjaan kami masing-masing.

Di luar penginapan, Udara sangat dingin sekali. kabarnya sudah minus 4 derajat. Kami kembali ke kamar masing-masing. Untunglah jarak ruang makan ke kamar tidak jauh. Saya tak perlu keluar gedung seperti kawan-kawan lainnya yang diinapkan di gedung ketiga.

Malam ini saya melanjutkan membuat laporan jurnal harian dan laporan individu.

Pengalaman belajar hari ini adalah kami menjadi lebih tahu tempat-tempat belanja yang ada di provinsi Xuzhou, dan tempat ibadah umat Islama atau masjid tempat kami melaksanakan sholat jumat. Selama kami di negara china, sulit sekali mencari masjid di sekitar kampus CUMT.

Materi yang telah dipahami hari ini adalah betapa senangnya bila kita menguasai Bahasa mandarin dan juga Bahasa Inggris. Kita bisa saling berkomunikasi dalam Bahasa mereka sehingga bisa lebih berinsteraksi dengan masyarakat sekitar yang belum menguasai Bahasa Inggris.

Materi yang belum kami pahami hingga saat ini adalah penguasaan Bahasa mandarin. Ternyata tidak mudah menguasai Bahasa ini. Kendalanya adalah kami belum dibekali penguasaan Bahasa china yang praktis selama pembekalan di Indonesia dan di sini kami harus mampu mandiri berkomunikasi dengan mereka walaupun banyak menggunakan bahasa Tarzan atau Bahasa isyarat tangan.

Usaha dan cara kami mengatasi hal ini adalah kami terus belajar bahasa mandarin setiap hari selama berada di negara china. Baik dengan cara berbelanja maupun naik kendaraan. Di dalam bus ada suara rekaman seorang wanita memberikan informasi tentang halte-halte yang kami lewati dalam Bahasa mandarin. Dari si ilah kami belajar sambal menikmati kota Xuzhou yang ramah penduduknya dan bahagia warganya.

Upaya pengayaan yang kami lakukan adalah bertanya langsung dengan teman sejawat yang lebih bagus penguasaan bahasanya dan pemandu kami selama berada di negara china. Lalu rajin mencari informasinya di internet. Setelah tahu, biasanya saya mempublikasikannya lewat blog pribadi di http://wijayalabs.com

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

56 Responses to “Hari Keduapuluh Belajar di Negara China”

  1. tabina says:

    wah seru sekali pak

  2. erlin says:

    mntp bgt omjay

  3. alya taqiyya says:

    amazing

  4. Sakti Bimasena says:

    keren tuh pak masjidnya

  5. Raissa nadhifa A says:

    “…di sini kami harus mampu mandiri berkomunikasi dengan mereka walaupun banyak menggunakan bahasa Tarzan atau Bahasa isyarat tangan.”

    ya ampun, tapi bener juga sih hehehehe

  6. ifal says:

    sepertinya belajar bahasa mandarin susah ya

  7. Aleska Fayza C. says:

    wow keren
    tapi susah banget ya belajar bahasa mandarin

  8. Keren China/Tiongkok/Pabrik Negara Yang Keren

  9. aziiz says:

    keren pak omjay, disana belajar bahasa mandarin susah ga ya, ashiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaapp

  10. Fatharani A says:

    hebat pak 🙂 dan bias belajar di china menambah pengetahuan baru

  11. miftah farid says:

    keren pak perjalanan ke cina nya

  12. aiko f says:

    bahasanya lumayan rumit ya pak

  13. keren banget omjaayyyy, semoga dpt bermanfaat

  14. dinara says:

    yeeyyyy so cool, belajar di china emang menyenangkan dan kita juga harus belajar dari negara lainnya

  15. wiiih bagus sekali Omjay masjidnya

  16. Orang disana tolerannya sangat kuat bahkan sampai membuat masjid padahal cina mayoritas beragama konghucu. saluttt

  17. amirah qn says:

    ternyata oh ternyata bahasa mandarin susah yak

  18. chelsea says:

    seru banget ya pak bisa sekalian belajar bahasa mandarin

  19. Irsyad says:

    seru tuh pasti ya udah hari ke 20 aja

  20. Bariq says:

    ternyata walaupun cina mayoritas beragama asing, tetapi pemerintah masi ada hati untuk membangun masjid bagi penduduk islam dan pasti adzan disana dapat membangkitkan hati kita karena disana dada masjid masa kita kalah dengan mereka sih

  21. Fadli Abizar says:

    ternyata ada masjid juga di china ya pak

  22. Hafa says:

    wAH AKHIRNYA MENEMUKAN MASJID

  23. M Omar says:

    siap belajar di negara china agar bangsa ini mampu mempersiapkan sdm yg handal

  24. Om apakah anda tahu arti ‘Cao Ni Ma’? terima kasih banyak.

  25. Fattan says:

    bawain oleh-oleh dong

  26. tsamil says:

    masjidnya keren pak,
    bahasa mandarin susah juga ya pak

  27. ilham says:

    mie di china sama g pak kyak di indonesia

  28. aflah says:

    mantul jg ya omjay

  29. lia says:

    keren omjayy

  30. Alodya says:

    Masjidnya keren ada air hangatnyaaa

  31. raishaa says:

    wahh keren sekali masjidnyaa… jadi pengen kesanaa

  32. kenar says:

    keren ya

  33. hisyam says:

    masjidnya adem nggak pak? terima kasih

  34. sarah says:

    bahasa mandarin susah juga yaa

  35. saya jadi tertarik untuk belajar mandarin walaupun itu susah

  36. dinda says:

    wahh senangnya berbelanja

  37. Farrel RP says:

    nggakpapa omjay kangen keluarga, untuk menuntut ilmu, seru ya belanjanyaaaa. semoga belajarnya sama pengalamannya bisa berhikmah.

  38. kami tidak di beri oleh2 pak?

  39. babapk kami tidak di beri oleh-oleh?

  40. riznandika says:

    dandy di mana om

  41. Jordan Rafael H says:

    ok pak

  42. shanaya raisya says:

    keren bat bs ke china

  43. Zia Joviani Adianto says:

    wow

  44. Fhatika says:

    belajar ke china sepertinya akan menjadi cita-cita semua orang, omjay beruntung bgt

  45. Bapak belajar mandarin terus ga pusing tuh pak? Hehehe

  46. Oh, aku pernah shalat di sebuah masjid sewaktu liburan di Hong Kong bersama ibuku, papaku, dan kakak2ku. Tetapi letaknya beda.

  47. Shaquilla says:

    alhamdulillah

Leave a Reply

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi