Hari Ketujuh Belajar di Negara China

Sambil menonton film perang antara pasukan PBB (UN) dengan teroris, saya menuliskan cerita ini. Hampir saja saya tidak menulis cerita hari ini karena filmnya bagus dan menegangkan. Bukan hanya perang fisik tapi juga technology. Pasukan PBB akhirnya menang, walaupun ada korban dari pasukan PBB (UN) .

Baru hari ketujuh televisi di kamar bisa menyala kembali. Petugas teknisi datang membetulkan setelah kami lapor ke panitia kalau televisi di kamar kami bermasalah. Sejak saat itu kami menonton televisi lewat internet saja. Laptop saya nyalakan sambil menonton live streaming TV one.

Pak Dedi datang menanyakan laporan mingguan. Saya belum mengerjakannya dan baru mau mengerjakannya. Untunglah pak Dedi, guru dari Kalimantan Barat datang, saya menjadi tahu apa yang seharusnya kami kerjakan malam ini. Ketua kelas bapak Mansur Palawi sudah mengingatkan untuk mengumpulkannya malam ini.

Saya sholat maghrib dan isya dulu. Setelah itu saya baru mulai menulis laporan jurnal harian hari ini. Berikut ini saya tuliskan jurnal harian yang kami tuliskan sebagai laporan. Aslinya berbentuk table, dan disini saya buat tidak berbentuk table supaya lebih enak bacanya.

JURNAL HARIAN

Hari/Tanggal : Sabtu/ 9 Maret 2019

Kegiatan/Materi : Belajar Menulis Kaligrafi China

Narasumber : Mr. Xueli Chang, Prof

Pengalaman Belajar hari ini:

Kami mendapatkan pengetahuan baru tentang cara menulis kaligrafi China dan filosofinya, dilanjutkan dengan praktik menulis kaligrafi china di kanvas. Prof Xueli Chang memberikan contoh cara menuliskannya, dan cara memegang koas yang benar. Kalau salah memegangnya, maka tulisan kita menjadi kurang bagus.

Materi yang telah dipahami:

Kami menjadi tahu cara menulis huruf dan kaligrafi china yang unik melalui kanvas yang bisa digunakan untuk latihan menulis berkali-kali bila tintanya sudah kering. Ternyata menulis kaligrafi itu menyenangkan dan membuat kita menjadi tahu filosofi di dalamnya. Ada berbagai konten menarik yang bias dituliskan dan memiliki makna yang sangat baik.

Materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasan dan kendalanya:

Menulis kata dan kalimat dalam Bahasa china masih perlu bimbingan terus menerus. Selama ini kami baru bisa meniru tulisan yang sudah ada. Maklum kami masih buta huruf Bahasa china. Kendala ini kami hadapi karena belum banyak mengenal huruf-huruf china sehingga wajar kalua kami mengalami kesulitan dalam menulsikannya. Untungnya Prof. Xueli Chang sangat sabar membimbing dan melatih kami menulis kaligrafi china.

Usaha dan cara untuk mengatasi:

Kami harus mempelajari bahasanya dulu, Karena Bahasa china atau mandarin ini unik. Huruf dan katanya beda kalau sudah menjadi kalimat. Usaha yang saya lakukan adalah mencontek huruf china yang sudah ada, misalnya tulisan kampus kami di China University of Mining and Technology.

Upaya pengayaan:

Upaya yang kami lakukan untuk belajar menulis kaligrafi adalah berlatih menulis di atas kanvas yang sudah disediakan. Semakin banyak berlatih, maka akan semakin baik cara menuliskannya.

Begitulah bentuk jurnal harian yang kami buat di hari ketujuh ini. Semoga bermanfaat buat para pembaca setia tulisan omjay. Bila ada yang kurang nanti akan omjay perbaiki, terima kasih.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Blog http://wijayalabs.com

25 Responses to “Hari Ketujuh Belajar di Negara China”

  1. mereka juga melestarikan budaya mereka dalam bidang kesenian. semoga bisa ditiru di Indonesia

  2. Irsyad says:

    keren banget deh budaya dari cina, bener bener melestarikan keseniannya

  3. Tidak hanya pendidikan, kebudayaan China ternyata memang terus dilestarikan.

  4. Fadli Abizar says:

    di china pada ngelestarikan budayanya di indonesia harus ditiru nih

  5. wah ternyata kebudayaan cina itu sangat dilestarikan oleh penduduknya dan itu sangat keren buat saya untuk dicontoh.

  6. chelsea says:

    keren banget cina

  7. Safira says:

    budayanya sangat delestarikan ya

  8. kania says:

    keren ya di cina budayanya di lestarikan banget

  9. fariez says:

    keren banget.. budayanya menarik juga..
    boleh dong beli barang sebagai kenang-kenangan..
    ditunggu oleh-olehnya yaa…

  10. sarah says:

    budaya cina sangat dilestarikan, hal itu bisa ditiru

  11. Alliyah N says:

    ternyata ada caranya sendiri ya pak untuk membuat kaligrafi bahasa china yang baik dan benar

  12. Fattan says:

    Wah, keren

  13. argi says:

    kalo nulis laporan lagi blog saya juga ditulis ya pak biar viewer saya juga banyak kayak bapak

  14. dinda says:

    wahh ternyata kaligrafi cina memiliki filosofinya masing-masing ya. hebat sekali

  15. Nadiv Nugroho says:

    wah kcina berusaha sekali untuk melestarikan budayanya! indonesia harus menyontoh dri cina

  16. sahl samudro says:

    keceeee oooommmm

  17. dyanettanr says:

    Cina keren banget

  18. Ghifariy Pramana says:

    wew

  19. Zia Joviani Adianto says:

    hebatt

  20. Enver says:

    Wah sampai belajar kaligrafi di cina bisa bermanfaat juga

  21. Nailah Amanda says:

    wahh

  22. noeriza says:

    hebat banget omjay

  23. dyota says:

    belajar kaligrafi bahasa china memang seru tuh

  24. Belajar kaligrafi China? Ribet juga yaa?

Leave a Reply

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi