Hari Keenam Belajar di Negara China

Hari Keenam Belajar di Negara China

Saya terbangun dari mimpi. Waktu telah menunjukkan pukul 05.03 di kota Xuzhou. Suhu di luar dormitory ada 2 derajat. Begitulah info di ponsel omjay.

Saya langsung ke kamar mandi, melaksanakan hajat buang air besar dan mandi dengan air hangat. Badan terasa segar setelah tersiram air dan gosok gigi.

Sholat subuh pagi ini lebih khusyuk dari biasanya. Omjay bersyukur karena hari ini adalah hari pernikahan kami yang ke-21. Istri kirim sms via wa, mengingatkan hari ini adalah hari pernikahan kami.

Anak-anak sudah besar sekarang. Intan sudah jadi mahasiswa di UIN Bandung dan Berlian siswa kelas X di SMA Labschool Jakarta.

Pukul 07.00 pagi seperti biasa kami sudah sarapan pagi. Kemudian mempersiapkan diri menuju kampus. Kali ini kuliah di tempat hari kedua. Materinya Theory and practice on Xuzhou (action plan of”Learning in and speaking out”) dengan fasilitator tim teaching and research department of Xuzhou Education Bureau.

Pembicara atau dosen kuliah hari ini adalah Mr. Zhenguo He. Beliau direktur pendidikan di sekolah china.Kuliah menggunakan dua Bahasa, Bahasa mandarin dan Bahasa Inggris.

Slide presentasi yang dibuat Mr. Zhenguo He bagus-bagus. Walaupun dalam tulisan china, kami jadi paham karena diterjemahkan dengan sangat baik oleh Mr. Peterson. Beliau sudah 5 tahun berada di China dan menguasai banyak Bahasa.

Perencanaan pembelajaran dibuat dengan mengikuti teori-teori pembelajaran terkini. Praktis dan mudah dipelajari oleh siapa saja. Pembelajaran dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan karena guru menguasai materinya dengan sangat baik. Teori maslow diterapkan dengan mengikuti hirarki piramida kebutuhan manusia.

Gaya belajar diterapkan di kelas dengan teach othets/immediate use of learning 90 %, Practice by doing 75%, Disscution Group 50%, Demonstration 30%, Audio Visual 20%, Reading 10%, dan Lecture 5%.

Pembelajaran dilaksanakan dengan kemerdekaan penuh di tangan siswa dan guru aktif sebagai fasilitator yang menyenangkan di kelas. Demokrasi berjalan baik di kelas dan guru tidak otoriter dan one man show selama dalam pembelajaran.

Pemakaian peralatannya yang canggih membuat kita ingin menggunakannya langsung dan praktik cara memakainya, karena sempitnya waktu kami belum belajar menggunakan peralatan tersebut secara menyeluruh. Hanya sample saja beberapa guru.

Kedepan kami diberikan kesempatan menggunakan perlatan canggih tersebut sehingga dapat palikasikan dalam pembelajaran di kelas ketika pulang ke Indonesia. Jadi tidak hanya demo produk saja. Jadi kita sebagai guru terbiasa menggunakannya.

 

Tinjauan pendidikan dasar di kota Xuzhou China ini memiliki sejarah dan budaya yang kaya. Kota bersejarah dan memiliki budaya nasional serta Kyushu China. Tempat kelahiran budaya Han selalu menjadi tradisi Chongwen dan Jiaojiao. Tempat pendidikan yang sangat bagus dan memiliki potensi pengembangan pendidikan yang sangat bagus di kota ini.

Kota ini termasuk lengkap sistem pendidikannya dan sangat besar perannya dalam pendidikan di negara china. Sekolah dasar di kota ini berjumlah 2138 sekolah, dengan jumlah murid hampir 1,64 juta. Hampir seperenam jumlahnya dari total provinsi Jiangsu.

Kerangka pasar dan bangunan pendidikan pertama di 13 kota besar di china dan terus meningkat perkembangannya hingga saat ini. Efek pengembangan aglomerasi pendidikan semakin jelas, menjadi dataran tinggi ilmiah dan merupakan pendidikan zona ekonomi Huaihai dan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) di negara China.

Metode pembelajaran terus ditingkatkan, hubungan guru dan siswa meningkat dalam pembelajarn di kelas, dan mereka sangat antusias belajar dan mengajar. Dari bentuk biasa ke konten yang menarik dan membuat guru memiliki hubungan kesetaraan dengan siswa, demokrasi, dan harmonis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Guru harus fokus kepada produktivitas mengajar dan memobilisasi antusiasme mengajar dan belajar sehingga siswa menjadi aktif dan kreatif dalam pembelajaran yang menggembirakan. Trjadi pembelajaran yang menyenangkan di kelas.

Pembelajaran yang dilakukan didasarkan pada bimbingan teoritis, juga melalui studi teoritis, dengan fokus pada kemampuan mengajar dan kesadaran reformasi kurikulum untuk meningkatkan tingkat teori pendidikan guru, meningkatkan kualitas pengajaran guru, dan pada akhirnya menetapkan peningkatan kemampuan belajar siswa.

Hal ini diharapkan rencana studi yang dibuat berhasil yaitu peningkatan kemampuan belajar siswa dan peningkatan kualitas pengajaran, peningkatan kualitas pengajaran guru, dan perubahan keadaan mental, inovasi metode manajemen pengajaran.

Ringkasan pengalaman, menangani hubungan terdahulu dan inovasi harus merangkum guru menemukan masalahnya di akar rumput atau sekolah. Sehingga menciptakan rasa hormat dan mengadvokasi manajemen pengajaran dan metode pengajaran untuk menjadi baik dalam menemukan, pengalaman belajar, inovasi pembelajaran, dimana guru mengajarkan 5 elemen pengalaman efektif, serius, pengeboran rekayasa, peningkatan lebih lanjut, dan promosi.

Pembelajaran didasarkan pada informatisasi, dengan fokus pada penerapan teknologi informasi untuk menyelesaikan masalah. Pekerjaan mengajar di masa depan harus fokus pada integrasi yang mendalam dari teknologi informasi dan pembelajaran. Lalu fokus pada penggunaan teknologi informasi untuk menyelesaikan masalah yang tidak dapat kami pecahkan karena kemampuan kami yang terbatas untuk menyelesaikannya.

Guru harus memahami situasi akademik, mendorong siswa untuk belajar secara mandiri, dan memiliki kemmapuan mengevaluasi serta mengimplementasikan bentuk-bentuk interaktif seperti interaktif dan komunikatif selama belajar di dalam kelas.

Rencana studi adalah rencana untuk mempromosikan transformasi metode pengajaran yang dipandu oleh penerapan gaya belajar, dengan tujuan mereformasi dan mengajar yang baik, meningkatkan ekologi pengajaran di kelas, dan mempromosikan promosi sains.

Inilah strategi di seluruh kota untuk mencapai terobosan baru dalam kualitas pengajaran di kelas. Gaya belajar nyata siswa belajar menjadi status subyek sebagai inti, untuk promosi administrasi ke dalam aplikasi mode pembelajaran.

Siswa diharapkan untuk mampu belajar mandiri dan menemukan metode embelajaran utama dalam dirinya sebagai bentuk utama dari organisasi pengajaran, mampu bekerjasama dan memahami arah dan tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran di kelas sangat diperlukan siswa untuk memahami materi yang sedang dipelajari secara keseluruhan.

Rencana pembelajaran yang dibuat guru harus mampu mempromosikan dan mentransformasikan metode pengajaran sehingga meningkatkan pengajaran di kelas. Niat siswa belajar menjadi kuat, mampu mempromosikan ilmu pengetahuan, dan menerapkan strategi pembelajaran yang efektif.

Tentu saja untuk mendapatkan dan mencapai terobosan baru harus mengikuti mode dan cara belajar yaitu belajar kooperatif. Hal ini menjadi persyaratan dasar kelas dalam menggunakan metode pengajaran.

Program studi mengacu pada metode belajar, belajar mandiri, belajar kooperatif, dan mempertanyakan pembelajaran, dimana siswa aktif dalam bertanya dan mendapatkan pengalaman baru dalam belajar.

Peran tutor sebaya dalam saling membantu sesama teman juga berperan penting untuk memecahkan masalah. Penekanannya adalah pada peninjauan dan penguatan pengetahuan dan pengembangan dalam proses komunikasi dan mengajar orang lain. Hasil dari kualitas diri yang komprehensif menjadi motivasi dan simpul dalam belajar yang mampu berkomunikasi dengan baik kepada sesama.

Dasar teoritis dari rencana belajar adalah student center, teori kontruktivisme, teori pengembangan kognitif vigotsky, teori pembekaran yang bermakna, pemikiran pendidikan, dan minat belajar siswa. Semua dilakukan dengan mengembangkan 4 konsep yaitu membangun potensi alamai, menetapkan konsep belajar mandiri, membangun konsep peluang yang hadir, dan membangun konsep pengajaran demokrasi.

Ada 6 prinsip desain pembelajaran yaitu:

  1. Menguasai prinsip akademik
  2. Prinsip pembelajaran mandiri
  3. Prinsip pembelajaran kooperatif
  4. Prinsip siswa mengajar
  5. Prinsip solidaritas di ruang kelas
  6. Prinsip panduan pembelajaran

Ada 6 sesi pengajaran yaitu: diskusi kelompok, pertukaran tempat duduk, pameran, tantangan, pengembangan materi, umpan balik, studi kasus, dalam pemecahan masalah.

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Blog http://wijayalabs.com

Leave a Reply

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi