Berbagi Ilmu Menulis di Aula FKIP UNS Surakarta

Alhamdulillah diberi kesempatan berbagi ilmu menulis di aula fkip uns surakarta. Ada sekitar 300 mahasiswa dan juga perwakilan mahasiswa pgsd se indonesia.

Selain omjay ada ibu wati dosen uns yg.menjadi nara sumbernya. Juga pak idam sebagai moderatornya. Tema semnas kali ini adalah menggalakkan budaya menulis di kalangan guru dan mahasiswa.

Senang sekali bisa berbagi ilmu menulis di kampus uns surakarta dan semoga bisa kembali lagi di kampus yang asri ini

Assalamu’alaikum wr. wb.

Selamat malam Bapak, sebelumnya perkenankan saya memperkenalkan diri. Saya, Amalia Ulfah seksi acara kegiatan SEMINAR NASIONAL Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sehubungan dengan adanya kegiatan Seminar Nasional pada:

Hari/Tanggal : Sabtu/5 Desember 2015

Tempat : Aula FKIP UNS

Waktu : 08.00-11.45 WIB

Tema : Menggalakkan Budaya Menulis untuk Meningkatkan Kualitas Guru

Dengan membaca hasil karya tulis Bapak di beberapa buku, panitia semakin bertambah keyakinan apabila Bapak mampu memberikan motivasi peserta seminar untuk lebih giat lagi dalam menghasilkan karya tulis. Kami akan sangat berterimakasih apabila Bapak berkenan menjadi pembicara dalam seminar tersebut. Untuk selanjutnya kami akan mengikuti peraturan yang diberikan dari pihak manajemen Bapak.

Terimakasih atas perhatian Bapak.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

One Response to “Berbagi Ilmu Menulis di Aula FKIP UNS Surakarta”

  1. TERM OF REFERENCE
    SEMINAR NASIONAL

    Pembicara : Bapak Wijaya Kusumah, M. Pd.
    Pokok bahasan :
    1. Bagaimana cara mengasah dan membiasakan budaya menulis
    2. Macam-macam karya yang bisa dihasilkan dari menulis
    3. Kiat-kiat menembus media nasional
    4. Pengalaman dalam bidang kepenulisan
    5. Respon masyarakat terhadap karya tulis

    Budaya menulis merupakan sebuah budaya yang sangat sedikit peminatnya dibandingkan budaya yang lain. Hal ini dikarenakan dibutuhkan keterampilan saat menulis seperti keterampilan mengolah kata, memilih kata (diksi) serta keterampilan dalam mengaitkan kalimat yang satu dengan yang lain. Wajar apabila sekarang ini tak sedikit mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan skripsi karena malasnya mereka belajar menulis.
    Selain itu, sebagai seorang calon guru sudah seharusnya kita mampu memberi contoh kepada calon peserta didik kita untuk menulis. Karena ada banyak manfaat yang bisa kita ambil dari menulis seperti popularitas, masukan tambahan, wawasan baru serta yang lainnya.
    Disini, kami berharap Bapak Wijaya Kusumah mampu memotivasi peserta seminar untuk lebih semangat dalam menulis. Karena saat ini, menulis dijadikan sebagai syarat bagi calon guru untuk kenaikan tingkat. Selain itu, kami ingin Bapak menceritakan tentang pengalaman-pengalaman selama menjadi penulis, kendala-kendala saat menulis serta kiat-kiat dalam menembus media nasional.
    Pengalaman dalam dunia kepenulisan Bapak sekiranya mampu menjadi motivasi bagi peserta seminar untuk mengikuti kiprah Bapak dalam hal menulis. Kami berharap kelak para calon guru di Indonesia akan lebih bersemangat lagi dalam menulis serta masyarakat akan memberikan respon positif terhadap seluruh hasil karya tulis para calon guru tersebut. Karena dengan menulis kita akan membaca, dengan membaca kita akan memiliki wawasan yang seluas-luasnya.

Leave a Reply

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi