Mengapa Saya Ngeblog?

Habis sholat subuh berjamaah di masjid perut terasa sakit. Rupanya sudah waktunya buang air besar (BAB). Racun dan sampah dalam tubuh memang harus dikeluarkan. Kalau tidak nasib saya akan seperti tante sun. Tante saya yang terpaksa dioperasi di luar negeri karena tidak bisa buang air besar.

Dapat anda bayangkan orang yang tidak bisa buang air besar. Kotorannya mengumpul di perut. Kentut bisa jadi keluar di sana sini yang mengeluarkan bau yang tidak sedap. Tapi kalau sudah dikeluarkan dari tubuh, maka terasa plong dan perut kembali kosong. Seperti saya saat ini, merasakan nikmatnya buang air besar di rumah kakak ipar saya di tempat mudik di Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Sebenarnya, saya mau bercerita mengapa saya menulis di blog atau ngeblog. Dengan menulis di blog saya bisa mengeluarkan apa apa yang ada di kepala saya. Bila dibaca oleh orang lain itu berkah buat saya. Apalagi bila mencerahkan pembaca. Banyak sms yang masuk dan mengucapkan terima kasih kepada omjay.

Mereka senang karena mendapatkan informasi yang dituliskan. Meski terkadang informasi itu ada yang menyenangkan, dan ada yang menyakitkan. Tergantung kita yang merasakannya. Hidup itu selalu berada dalam dua sisi. Baik atau buruk. Ciptakan saja informasi baru yang ada di sekitarmu.

Semua orang butuh informasi. Media sosial bisa dijadikan sarana untuk berinteraksi. Blog bisa jadi salah satunya. Blog bisa menjadi alat rekam yang ajaib. Fungsinya menyimpan apa apa yang sudah dituliskan. Barangkali kita akan memerlukannya lagi. Apalagi bila ingin dirajut menjadi sebuah buku yang menginspirasi.

Di zaman yang katanya edan seperti ini memang perlu cara tersendiri agar tulisan yang dibuat terasa beda. Semua orang punya gaya menulisnya masing masing. Tinggal kita belajar kreatif dalam menulis setiap hari.

Seperti buang air besar yang dilakukan setiap hari. Hanya beda bentuknya saja. Tapi intinya manusia butuh buang air besar dan manusia butuh untuk menulis dari apa yang sudah dibacanya. Manusia makan dan minum lalu kenyang. Pasti setelah itu ada yang dibuang. Kalau tidak dibuang pasti tubuhnya akan terasa sakit.

Begitu juga dengan membaca dan menulis. Banyak baca kalau tidak dituliskan, cuma diri sendiri yang tahu. Tapi kalau hasil bacaan dibagikan dalam bentuk tulisan akan banyak mencerahkan orang lain yang mungkin belum sempat baca langsung bukunya atau cerita pengalaman sehari hari yang menginspirasi.

Hal itulah yang membuat saya eksis ngeblog dari tahun 2007. Blog bukan hanya tempat narsis tapi juga tempat eksis saya dalam menulis. Kalau itu dilakukan akan ada orang lain yang mengapresiasinya. Seperti sms yang saya baca pagi ini.

Selamat malam, pak Wijaya. Saya Uti dari Jawa Pos pak. Redaksi kami ingin mengangkat beberapa profil guru berprestasi. Salah satu rekomendasi yang kami dapat pak Wijaya sebagai penggerak guru blogger. Apa bisa kita bertemu pak? Terima kasih sebelumnya.

2 Responses to “Mengapa Saya Ngeblog?”

  1. Rizka Alifa says:

    Assalamu’alaikum. Saya Rizka kelas 8A. Saya masih baru Pak di bidang blogging, mohon bimbingannya, Pak.

  2. yetty says:

    Selalu ada motivasi baru dari omjay untuk menulis

Leave a Reply

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi