Kenapa Pelajaran TIK Dihapuskan dalam Kurikulum 2013? Ini Jawabannya!

omjay 427

Tulisan menarik guru KKPI, bapak Sozo Himamura yang saya dapatkan dari Group facebook IGI:

Beberapa alasan yang terungkap mengapa TIK/KKPI hilang dari Kurikulum 2013 ketika dialog dengan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (WAMEN) bidang Pendidikan dan Perwakilan PUSKUR (Pusat Kurikulum dan Perbukuan) diantaranya :

  1. “Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…”
  2. TIK / KKPI bisa integratif (terintegrasi) dengan mata pelajaran lain
  3. Pembelajaran sudah seharusnya berbasis TIK (alat bantu guru dalam mengajar), bukan TIK/KKPI sebagai Mata Pelajaran khusus yang harus diajarkan
  4. Jika TIK/KKPI masuk struktur kurikulum nasional maka pemerintah berkewajiban menyediakan Laboratorium Komputer untuk seluruh sekolah di Indonesia, dan pemerintah tidak sanggup untuk mengadakannya
  5. Banyak sekolah yang belum teraliri LISTRIK, jadi TIK/KKPI tidak akan bisa diajarkan juga disekolah

Secara normatif alasan-alasan tersebut bisa saja diterima, namun tahukah anda dialog yang terjadi diluar forum resmi tersebut, semua alasan tersebut dapat terbantahkan oleh teman-teman dalam dialog “liar” yang diadakan setelah selesai kegiatan tersebut.

Jika alasannya karena “Anak TK / SD sudah bisa main game dikomputer dan berinternet ria”, maka jika ada yang berpendapat Anak TK/SD pun sudah bisa berbahasa Indonesia karena mereka adalah orang Indonesia, jadi tidak perlu lagi ada Pelajaran Bahasa Indonesia di TK/SD atau tidak perlu lagi ada pelajaran Olahraga karena cukup kasih bola atau buatkan selorotan maka anak sudah berolah raga.

Darimana anak TK/SD bisa main game dan berinternetan ? Bagaimana cara memanfaatkan TIK dengan baik dan benar ? Bagaimana etika penggunaan TIK dst… sulit bahkan tidak bisa didapatkan mereka dengan autodidak.

Pembelajaran abad 21 yang mengarah ke Literacy Informasi mempersyaratkan untuk berbasiskan ICT/TIK, TIK sebagai alat bantu guru dalam mengajar dengan TIK sebagai sebuah mata pelajaran adalah dua hal yang berbeda. Ketika TIK/KKPI bukan lagi sebagai mata pelajaran maka pekerjaan guru akan bertambah, misalnya saja ketika guru bahasa Indonesia memberi tugas kepada siswa untuk membuat laporan deskriptif, disamping mengajarkan teori/materinya tentang bentuk – bentuk laporan deskriptif, guru juga harus mengajarkan bagaimana cara mengetik dan membuat laporan tersebut dikomputer, Inilah yang disebut integratif. Sekarang bagaimana kalau logikanya dibalik, Guru TIK mengajarkan anak-anak cara mengetik di Pengolah Kata (Word misalnya) dan sebagai bahannya bisa berupa laporan deskriptif yang dicari siswa di internet. Singkat kata pelajaran bahasa Indonesia secara keilmuwan juga tidak diperlukan lagi.

Jika TIK/KKPI dianggap akan memberatkan pemerintah karena implikasinya pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarananya maka terkesan pemerintah ingin lepas dari tanggungjawab karena kemanakah anggaran pendidikan yang 20% itu. Padahal jiga logikanya dibalik, karena adanya matapelajaran TIK beberapa tahun terakhir sebagai stimulus bahkan membawa revolusi didalam dunia pendidikan dan pembelajaran, maka TIK akan tetap dipertahankan dan pemerintah akan menganggarkannya, terlebih TIK menjadi persyaratan pergaulan di abad 21 ini, sehinga untuk mengejar ketertinggalan TIK akan dikedepankan tidak hanya sebagai media pembelajaran tetapi sebagai mata pelajaran seperti tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 19.

Dengan adanya TIK sebagai mata pelajaran maka pemerintah secara tidak langsung akan dipaksa untuk membangun infrastruktur listrik dan mengalirkannya hingga pedesaan. Dengan demikian Indonesia akan maju semakin pesat.

Tahukah anda alasan sesungguhnya dibalik RAIBnya TIK dari Kurikulum 2013? Kami mencoba menelusuri Draft Kurikulum 2013 versi terkini (Maret 2013), salah satunya adalah terdapat mata pelajaran prakarya dan lintas peminatan. Ada tambahan beban belajar bagi siswa dan hal tersebut berakibat harus ada mata pelajaran yang dihilangkan. Satu-satunya mata pelajaran yang tingkat resistensinya paling rendah jika harus dihilangkan atau dihapuskan adalah “TIK/KKPI”, Mengapa ?

TIK/KKPI adalah mata pelajaran paling muda dalam struktur kurikulum 2006 (KTSP), sehingga jika “dibunuh” dampaknya tidak akan terlalu besar (kalau yang dihilangkan sejarah/olahraga/lainnya tentu tidak akan berani) mengingat jumlah guru TIK/KKPI murni hanya berkisar 15%, sedangkan 85% sisanya akan dikembalikan ke mata pelajaran induk. Namun terfikirkankah mengapa guru Fisika mengajar mata pelajaran TIK, mungkin sebagian karena tidak adanya guru TIK, namun tidak sedikit pula dikarenakan gurunya berlebih sehingga jika harus balik ke mata pelajaran induk akan menjadi masalah baru. Meskipun akan ada revisi terhadap PP 74 mengenai beban kerja guru, tapi kita tidak tau seperti apakah revisinya.

Disisi lain, hilangnya TIK/KKPI dari kurikulum 2013 tidak hanya akan “membunuh” secara perlahan mata pelajaran TIK (kelas 8,9,11,12 masih ada TIK), akan tetapi akan “membunuh” calon-calon guru TIK yang saat ini sedang dididik di berbagai LPTK(Perguruan Tinggi) yang saat ini membuka Jurusan tersebut. Calon-calon guru TIK ini belum sempat dilahirkan oleh LPTK sudah terancam akan “di aborsi” masal.

Dalam Kurikulum 2013 khususnya di SMA/SMK terdapat peminatan IPA, IPS, Bahasa. Mengapa tidak diberikan peluang ada peminatan TIK, karena tidak sedikit siswa yang ketika lulus dari SMA/SMK langsung bekerja di bidang yang memerlukan penguasaan TIK, dan tidak sedikit pula yang melanjutkan ke perguruan tinggi dengan mengambil jurusan komputer dan informatika atau sejenisnya. Mengapa pemerintah tak memikirkan akan hal ini?

omjay 007

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

554 Responses to “Kenapa Pelajaran TIK Dihapuskan dalam Kurikulum 2013? Ini Jawabannya!”

  1. anik andriani says:

    aneh kalo mapel TIK dihapus, di daerah pedasaan murid saya memegang komputer saja hanya pada saat pelajaran TIK itupun hanya 2 jam perminggu. kata Kemdikbud,TIK akan terintegrasi dengan semua mata pelajaran sebagai media pembelajaran. sementara TIK sendiri memiliki materi tersendiri yang sangat bermanfaat untuk mengerjakan tugas-tugas pada Mapel lain kok malah “dihapus”. Benar jika WAMEN bilang “anak TK dan SD bisa berinternetan atau bermain game” tapi apakah anak-anak juga bisa membuat dokumen tanpa pembimbingan?. lalu bagaimana dengan anak-anak didesa apakah mereka juga bisa secara otododik mampu mengoperasikan komputer dengan baik jika hanya 2 jam perminggu dan lebih parahnya lagi mereka tidak memiliki komputer dirumah. kesenjangan teknologi akan lebih tajam antara kota dan desa. TIK dihapus adalah suatu kebijakan yang sangat aneh.

    1. Wijaya Kusumah says:

      itulah yg kami tak habis pikir dgn jawaban pejabat kemdikbud

      1. brow says:

        mungkin saja mereka tidak mau dipersalahkan atau dipermasalahkan pada akhirnya, dikarenakan semakin pesatnya tingkat informasi dan kemajuan teknologi hingga saat ini dengan segala bentuk dampaknya, gampang dan bisa kita lihat kok, apalagi dengan kemajemukann dan sifat bangsa kita yang ketimuran yang menjungjung tinggi moral dan prilaku, gitu aja kok repotttt……..
        ( Bukti dari ketidaksiapan dan Resiko semua ini )

    2. marendra septianta says:

      saya jujur tidak setuju

      1. TK/SD sudah bisa internetan .

      hellooooow , TK/SD cuma bisa main game . kalo mereka sudah bisa mengatur blog(ngeblog) itu baru bisa dikatakan bisa internetan

      2.TIK harusnya sudah terintegrasi

      ini statement orang bodoh menurut saya , karena coba bayangkan jika MTK/FISIKA/KIMIA menggunakan laptop . mereka jadi malas menghitung dan lebih menggunakan kalkulator

      3. statement diatas mematikan harapan calon progammer , websiter , guru TIK , hardware master ,dll

      4. kalo harus membuat LABKOM disetiap sekolah . lah itukan emang penting . tinggal bilang mau korupsi aja segala sok pinter

      1. Yang terpenting di era globalisasi ini adalah memberikan pelajaran dan panduan bagi anak agar tidak gagap teknologi/gaptek,mampu menggunakan alat teknologi informasi secara baik dan benar,mampu berinternet secara sehat dan beretika,mencari informasi-membagi informasi secara baik,dll, memiliki program memajukan anak secara berkesinambungan.Saat SD diberikan pelajaran tentang MS-Office dan pengenalan internet sederhana.Tingkat SLTP diberikan pelajaran cara membuat program sederhana,disain grafis,serta belajar membuat blog dan cara mengisinya agar menarik dan informatif.Tingkat SLTA diberikan pelajaran SPSS/mengolah data,dan membuat program yang lebih luas lagi.Hal ini akan banyak menolong saat anak-anak menempuh pendidikan universitas,S1,S2,S3.
        Pemerintah perlu tahu bahwa internet bukan hanya game online dan jejaring sosial.
        Di Indonesia ini penggunaan internet sangat tinggi,namun pantas disayangkan bahwa penggunaannya 90% hanya untuk main game online dan jejaring sosial.Ini menunjukkan tingkat pendidikan yang masih rendah,sehingga multimedia tidak dimanfaatkan secara maksimal.
        Menurut pendapat saya,kurikulum terbaik adalah kurikulum RSBI/SBI karena benar-benar sesuai dengan perkembangan zaman.

        1. Lilis says:

          wooy…! kalian mikir pa enggak sih keuntungan dari dihapusnya TIK di kurikulum 2013? Di web ini tuh kalian pada mbaca yang kontra sama rencana itu aja. Pernah ngga lo lo mbaca yang pro sama rencana ini?
          Jujur, aku dan hampir seluruh angkatan ku, yang merupakan angkatan terakhir kurikulum lama, justru iri sama adik kelas. Ngerti kenapa?
          Dengan adanya kuikulum baru ini, beberapa mapel ngga terlalu penting terhapus. Sedangkan waktu belajar mapel penting bertambah (mapel dalam uji kelulusan atau seng pengting liyane, ex: b.indo, agama). B.indonesia emang bahasa sehari-hari kita, tapi buat ngehargai bahasa negara kita juga perlu kita pelajari itu. Coba aja, lo liat… Masih ada mapel b.indonesia, tapi anak sekarang bahasanya dah amburadul (sering pakek singkatan, atau ngga baku). Terus, waktu belajar di sekolah juga berkurang, secara otomatis tugas” juga berkurang terutama yang ngga penting. Toh, kalau gini waktu istirahat murid makin bertambah. Apalagi anak sma, yang sering pulang nya jam 4-6 cuma dari sekolah. Belum lagi ngerjain tugas” e.
          Pernah ngga sih, lo lo pada ngelakuin penelitian tentang hal ini? Mereka yang lulus dari smp ke sma, bakal ngerasa beda banget… Tau kenapa? Terlalu banyak pelajaran karo tugas” e, maraake pada sibuk belajar, terus berapa lama mereka beristirahat atau bermain? mereka dituntut belajar sekaligus mengerjakan tugas yang tak imbang dengan waktu yang mereka punya. Ini memang terlihat sepele, mungkin juga (+). Tapi, coba deh lo liat… Banyak temen gue yang akhir” jatuh sakit gara” kecapean bayak tugas yang ngga terlalu penting & daya tahan tubuh mereka menurun, muka e pada pucat & lemes. Ini juga buat yang rajin dan bisa tahan. Gimana sama yang lain? Yang punya masalah di luar sekolah, ex: broken home, ekonomi. Menurut lo lo pada apa yang akan terjadi? Mereka bisa putus harapan (gara” stress banyak tugas, ngga ada waktu, ngga kuat ngerjain, terus nyerah), atau yang stress nya kelebihan disana (ex: yang tawuran, itu kan sebenarnya pada nglumpahin kekesalan & kecapekan merekan, kan?) Pernah ngga lo nglakuin penelitian?
          lo mikir, deh… kenapa anak kecil pada bisa ngenet, itu bukan karena mereka belajar tik kan? itu karena alat teknologi makin maju! Paling juga pada main games, itu sih karena perkembangan jaman. Sekarang gini, deh… lo liat kalau anak smp-sma pada pelajaran TIK, paling ngga sedikit yang buka web lain (ex: fb, tw, youtube), diluar materi pelajaran, khusus nya yang daerah kota. Terus gimana yang di desa? Nah… itu lo tau kalau akses internet, listrik, komputer masih minim di daerah perdesaan. Apa ngga sia-sia sama uang negara buat beliin banyak komputer di setiap sekolah? Padahal juga jarang kepakek, kan? Belum lagi biaya perbaikan kalau rusak. Dari mana uang segede itu, buat cuma fasilitasi mapel TIK dari sabang samapai meroke? Lo milih deh: uang segitu banyak cuma buat fasilitasi TIK atau kemakmuran rakyat (terutama yang golongan ngga mampu).
          Kalian kalau mikirin sesuatu tu pakek cangkupan yang luas, donk! Jangan cuma liat/ denger dari 1,2 info. Liat negara kita! Utang Indonesia tu masih banyak, emang kita belum mampu buat sejahterain seluruh masyarakat. Tapi paling enggak, kita berusaha buat mengusahain itu, dan dimulai dari hal yang paling kecil !!!
          Yang guwe konta disini tuh…. Gimana nasib guru tik, bahasa asing, & seni? Yang dihapus tuh ngga cuma tik. Tapi, katanya guru b.asing mau dipindah ke jurusan bahasa, yang seni & b. daerah tiap sekolah cuma boleh milih 1. Paling sisa nya ntar pada dipindah ke sekolah lain atau ke smp/sd yang kurang atau dikasih duit buat berwirausaha. Kalau gitu kan, beres? Pls, deh… kalian jangan remehin mereka yang diatas sono. Mereka si pejabat pasti dah mikirin yang kaya ginian. Ngga mungkin juga kan kalau mereka tega memperburuk keadaan rakyat nya? Kalau yang tingkat sma masih susah buat pakek ms.word/mas.excel tu tanyain ke murid nya. Emang dia beneran belajar? Terus kalau materi tik dicampur ke mapel lain, bukan nya itu lebih hemat biaya? Kalau masalah yang ngajarin, kan bisa minta tolong yang dah bisa, banyak kok! Kawatir nya ngga usah berlebihan, deh…
          Aku harap, kalian bisa ngertiin ini semua…
          *Sorry, kalo kata” ku tadi kasar…

          1. Sepertinya Anda perlu belajar Bahasa Indonesia lebih banyak lagi terutama EYD karena bahasa yang Anda gunakan tidak baku,memakai singkatan,bahkan campur Bahasa Jawa.
            Anda perlu belajar memperhalus bahasa dan menyampaikan apresiasi dengan sopan,tanpa kata-kata kasar.Ingatlah bahwa pendapat Anda tersiar ke seluruh dunia.Dan hal ini makin meyakinkan pendapat saya tentang perlunya TIK dalam hal internet sehat dan menyampaikan/membagi informasi dengan sopan dan beretika di dunia maya.

          2. Agus says:

            org perlu belajar TIK supaya bisa jadi masyarakat yang gag gaptek. gag bisa dipungkiri skg qta lgi dijaman serba teknologi. tau akan perkembangan teknologi aja gag cukup skg, tapi juga perlu lebih dalam untuk dipelajari setidaknya tau penggunaannya. klu qta gag tau dasar2nya kyak mengoperasikan word, excel, powerpoint, ataupun aplikasi lainnya, mau jadi apa tar ? org aj cari kerja minimal harus bisa menggunakan komputer yang memang berhubungan dengan pekerjaan tsb, gg cuman taunya fban, twitteran, atau main game online. disinilah sebenernya peran guru TIK dalam sekolah, untuk mendidik siswanya agar bisa memilah mana penggunaan TIK yang positif dan negatif. qta juga pernah ngrasain yg namanya pulang sekolah jam sore. tapi ya itulah tanggung jawab siswa, belajar. makin banyak ilmu, kan tmbah bagus. apalagi bermanfaat bagi qta semua. klu skg qta berikan tanggung jawab guru matpel inti buat ngajarin juga siswanya dalam TIK, saya ykin gag akan efektif. ya klu mreka juga dah menguasai betul penggunaan office. klu gag? yg ada siswanya dsuruh belajar sendiri drumah,,, blum lagi klu emg gurunya pake media TIK dalam pelajaran harus menyiapkan komputer dan lcd. blum juga siswanya ada yang punya komputer ada yg tidak. disinilah peran pemerintah buat bikin generasi muda bangsa jadi manusia yang cerdas dan gag gaptek. emg perlu yg namanya pengorbanan buat bisa memajukan bangsa qta ini,
            sekali lagi bukan saya berkomentar karena 1 atau 2 berita yang seperti diatas, tapi dari diri saya sendiri punya pandangan tersendiri akan pentingnya pelajaran TIK dalam pendidikan yang memang harus dikhususkan sebagai satu matpel, bukan terintegrasi dgn matpel inti.

          3. Dika says:

            Gue Setuju sama Toni Herlambang,
            gaya nya aja tu lilis ngomongi anak-anak zaman sekarang yang pake bahasa Indonesia tidak baku segala macam..Lah dia sendiri apa gak sadar ya sudah pake bahasa yang tidak baku,pake singkatan,dan yang lebih parah pake bahasa Jawa.Hallooooooo,…Lo pikir orang Indonesia itu berasal dari Jawa semua.Mau komentar aja gak tahu diri,Mikirrr woyyy..hahahaha….(NGAKAK GUE)
            Intinya “Lo itu baiknya ngaca dulu sono,baru deh lo koar2 komentar sepuas lo”

          4. andre says:

            mohon maaf nih sebelumnya. anda mengatakan bahwa bahasa Indonesia tidak perlu di pelajari? dan anda mengatakan bahwa bahasa yang mereka pakai walaupun setelah belajar bahasa Indonesia amburadul? sudahkah anda melihat penggunaan atau diksi kata anda sendiri? menurut saya anda kurang banyak belajara bahasa Indonesia. bila anda dapat mengatakan bahwa murid dapat menggunakan bahasa Indonesia tanpa belajar. akan tetapi yang saya lihat dari diri anda yang sudah belajar bahasa Indonesia saja masih kacau dalam penggunaan EYD bagaimana bila tidak diajari?? saya memang masih bersekolah di jenjang SMA tapi saya tahu kepentingan dari beberapa pelajaran yang anda katakan “tidak penting”. menghapus bahasa Indonesia sama saja dengan tidak mengajari murid tentang negaranya sendiri. dengan dihapusnya TIK bagaimana nasib murid yang pada dasarnya berpotensi menjadi programmer handal dan dapat membanggakan bangsa Indonesia, malah hilang karena hanya menyentuh TIK di permukaanya saja yaitu dengan pemakain di rumah tanpa mendapat penjelasan lengkap dari guru. terkecuali bila ayah dan ibu mereka berkecimpung dalam bidang TIK.

          5. aang says:

            wong edan seng coment iki.
            pendukung’e NUH bento

          6. hany says:

            bu lilis setuju dengan kurikul 2013 atau penghapusan matapelajaran TIK di sekolah??? dengan adanya kurikulum 2013 sedikit banyak tugas guru berkurang karena banyaknya matapelajaran yang di integrasikan dengan pelajaran lainnya. tetapi untuk pelajaran TIK itu sendiri memerlukan guru/pemandu khusus dibidangnya, jadi bukan guru kelas/wali kelas yang harus mengajar. sehingga tidak membebankan anda sebagai guru kelas dengan administrasi dan lainnya, saya rasa komputer itu bukan sebatas bermain game dan lain-lain. jika pelajaran TIK dihapuskan kenapa sekarang pemerintah lebih condong ke dunia IT, setiap laporan sekolah harus secara online, apa2 online, sampai tes untuk guru atau kepala sekolah harus dengan sistem online. Sekarang kita tidak lepas dari yang namanya dunia IT, anda sebagai guru tidak usah berkeluh kesah seperti itu, tugas guru memang berat, guru juga harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
            segala sesuatunya pasti ada kekurangan dan kelebihan, tetapi kekurangan itu jangan dijadikan acuan untuk kita mengambil keputusan.
            Untuk Bapak Mentri jika TIK dihapuskan tolong setiap laporan sekolah atau tes lainnya jangan menggunakan sistem komputerisasi. Jika memang menurut anda pelajaran TIK itu hanya sebatas permainan, ingat anak-anak adalah penerus bangsa dan ingat juga bahwa ini zaman globalisasi reformasi demokrasi. dimana semuanya memiliki azas keterbukaan.
            saya rasa pemberitaan diatas intinya hanya seputar biaya oprasional, dimana pemerintah tidak sanggup membiayainya.

          7. Agun says:

            Lilis ,……..sayang anda picik pandangan…..kita bukan kontra kurikulum 2013….masalah kita adalah sesuatu yang sangat urgen dan pemerintah merubah tatanan. Bahwa dalam mata pelajaran TIK anak anak lebih terkontrol dalam pemakaian Teknologi Komunikasi dan Informasi.
            Cobalah anda berkaca….apakah saudari sudah betul atau tidak ….
            SAudari berbicara penelitian….penelitian yang mana ?

          8. Katiban says:

            Setuju tidak setuju kurikulum ya seperti itu Kalau jadi mentri Pendidikan atau pejabat baru jika tidak mengubah kurikulum belum di bilang heboh.
            Jika TIK di hapus dan ber integrasi dengan Pelajaran Lain Masih Banyak Guru Mapel yang lain juga baru belajar tik. tidak lucu kalau Guru dan muridnya sama

          9. dodo says:

            LILIS cantik

          10. Ari says:

            Halo, anda sepertinya kurang belajar BAHASA INDONESIA dan BUDI PEKERTI, tolong belajar yang rajin lagi ya, supaya anda punya SOPAN SANTUN dan TATA KRAMA.

          11. kus says:

            kok BAHASANYA Lo lO BEGITU,,,JARE GURU YANG SUDAH MELAKSANAKAN PENELITIAN….HOOO PODO KARO ORG G SEKOLAH…Lo Lo lO…LOLONG APA

          12. Riyadi says:

            Wkwkwkwkwk…
            Lilis.. Liliss….
            Kasian banget sih elooo…
            Kayaknya elo bukan guru dah…
            Klo pebisnis atau pejabat dinas mungkin aja bener omonganmu.
            Karena memang dari sudut pandangmu…
            Kliatan kalau g pernah tahu isi mata pelajaran TIK atau KKPI.
            Kasihan banget sih elooo….
            Gara-gara diancam yang tidak setuju kurikulum 2013 adalah kafir ya???
            walah walah…

          13. Putra says:

            Gaya bicara anda menunjukkan kualitas anda..#miris

          14. Muhammad Fakhruddin says:

            Gimana Ter-Integrasi, KALAU TIK Saja DIHAPUSKAN, Gimana mau menggunakan Laptop atau Komputer Untuk belajar segala macam Pelajaran KURIKULUM 2013, Kalau MEMAKAINYA SAJA KURANG MENGERTI?

          15. Yono says:

            Bekayu LILIS, anda mengungkapkan ” Kalau yang tingkat sma masih susah buat pakek ms.word/mas.excel tu tanyain ke murid nya. Emang dia beneran belajar? Terus kalau materi tik dicampur ke mapel lain, bukan nya itu lebih hemat biaya? Kalau masalah yang ngajarin, kan bisa minta tolong yang dah bisa, banyak kok! Kawatir nya ngga usah berlebihan ” apa sudah di pikir jernih dan arif ????????

            Apakah guru non TIK sudah anda tanya sejauh mana kemampuan mereka ber TIK ria.

            Banyak masalah ketika TIK diintegrasikan kedalam MAPEL non TIK, tugas guru menjadi berat, bahkan beban kerja guru tersebut boleh dikata melebihi porsi yang seharusnya dia mampu, karena dalam kurikulum 2013 setiap pelajaran harus mengintegrasikan berbagai hal yang terkait dengan ketaqwaan dan perilaku, dan akan tambah berat jika guru harus juga mengintegrasikan TIK dalam pembelajarannya.

            Belum lagi jika anda perhatikan lebih jauh tentang beberapa mapel yang baru muncul………. rasanya anak SMA akan tampil seperti SMP.

            Jujur aja, bahwa anda hanya melihat sekilas, tanpa berupaya melihat jauh kedepan, ketika siswa SMA/MA maupun SMK akan melanjutkan keperguruan tinggi, belum lagi kalau anda mau melihat lebih dalam, ternyata kurikulum 2013 sangat berat dijalani oleh siswa yang asal sekolah, apalagi masih suka main-main seperti yang anda ungkapkan.

            Saya sangat kecewa dengan tulisan anda ini, karena sangat tidak menghagai upaya orang belajar dan mengembangkan TIK agar calon pemimpin Negara Republik Indonesia tidak konsutif dalah hal TIK, bahkan menjadi produktif dibidang TIK sehingga ada devisa negara dari TIK !!!!

            MERDEKA !!!!!!!!!!!

          16. Wijaya Kusumah says:

            merdeka!

          17. kobe says:

            Kalau ngomaong pakai otok donk, coba lo kerja tanpa menggunakan alat teknologi, salah satunya di bidang pelajaran TIK

          18. PTK says:

            mbak lilis yg tidak kami hormati, anda jg jgn terlalu melihat atau bahkan memihak pihak pro doank.. sekarang gini ya kampret betina yg benar2 tidak kami hargai.. klo ga ada pelajaran TIK serta para PTK-nya ga ngerti komputer dan kebetulan sekolahya ada di desa (tidak terjamah teknologi), mau gimana mereka bisa mengintegrasikan TIK ke pelajaran lain.. mbak lilis selaku rubah betina mikir ke sana ga?
            belum lg, coba anda pikir dengan otak anda yg tergolong sangat kecil itu.. guru matematika ngajar 40 siswa/kelas, siswa yg ngerti/paham paling cuma 3-5 orang.. ngajar matematika doank aja cuma dapet hasil segitu, apalagi disisipkan dengan TIK.. masih banyak faktor kontra yg logis yg lain, tp saya yakin otak anda ga bakalan bisa nampung.. ==”

          19. Sanjaya says:

            Lilis yang amburadul dan sakit jiwa, km ngomong pakai otak dengkul?

          20. era says:

            perlu revolusi dari segala aspek.system pendidikan harus di rombak..sekarangb guru hanya sebagai pengajar bukan sebagai tenaga pendidik.tidak punya marakter building…muna banget kalau gak butuh akses….begok banget jadi orang

          21. marcel says:

            pendapat anda adalah pemikiran orang bodoh kayak pemerintah yg hapuskan TIK, karena mereka cuma sibuk dengan korupsi.

          22. Harimurti says:

            Li-lis, hug-hug-hug, ayo lari-lari.
            Lilis, sebelum km ngomong-ngomong di sini, harusnya dikonsep dulu dan dg argumentasi yang logis.
            Boleh aja semua orang ngomong, tapi haruslah dengan argumentasi yg kuat.
            Sampai sekarang kok tdk ada yg ngomong tentang penghilangan mapel TIK, baik pejabat kemdikbud sampai orang-orang yg hanya sekedar ngomong yang dersertai dengan argumentasi yg kuat.
            Ya itulah kwalitas bangsa Indonesia saat ini

          23. MuhDiah says:

            saya sependapat dengan bang Toni Herlambang.

            Bagaimana bang, apakah komentar saya sudah sesuai dengan EYD ?

            maju tak gentar membela yang bayar.

          24. indra says:

            Menurut guE itu siH “aLibi” ny Pemerintah z….
            Smua mapel tu penting…
            ga da istilah bisa bljr outodidak..krn slh satu cra memjukn bngsa y dr pnddikn…smua tu trgntng pd niat dan tujuan utama. Jk penggunaan yg slh trhdp teknologi diakibtkn krn mapel Tik, bgmn dgn bhs bhs gaul atau alay? Apkh jg kslhn mapel bhs indonesia?
            Uang untk di KORUPSI z bnyk, msa untk infrastruktur tik ga da? Kebrdaan tik justru merangsang perkmngn daerah trtinggl krn hrs segera di psng listrik dsb…jd tlng bg org yg pny wwng dbdng ne untuk pikir2 buat kbjkn ngilngin Tik sbg mapel

          25. Tony says:

            Lucu ya lihat komentnya Lilis, Cocoknya jadi Penjaga sekolah saja,
            Anda tau seberapa pentingnya TIK? kalau anda gaptek tentunya anda menjawab tidak, tetapi kalau anda seorang guru dan mengetahui minat, bakat serta persiapan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi seharusnya statemen anda lebih cerdas. yang perlu anda pahami adalah mata pelajaran TIK sudah berorientasi pada dunia kerja, ex: office, Networking, Hardaware. harusnya pemerintah lebih memkirkan solusi bukan asal coret mencoret, itu bukan ide yang bagus.

          26. joko says:

            Sabar bro sabar.. kasian neng lilis..
            Dia kan punya usaha kursus komputer tuh..nah jika TIK sudah tidak ada lagi ya kan pemasukan per bulan jadi bertambah tuh buat lilis.. begitu kira-kira..hahahah

          27. Anda luar biasa ya… Semoga Anda mengerti pentingnya semua pelajaran yang kita pelajari walaupun sekarang masih belum terlihat manfaatnya.

          28. Budi Hermawan says:

            situ orang jawa ngomong gw lo mengatasnamakan “menghargai bhs. Indonesia”?
            kencing dulu yg lurus dek

          29. Laras says:

            Mbak Lilis. kita hidup dalam sehari 24 jam. Saya dan teman-teman saya setiap pulang sekolah selalu mengikuti ekskul di luar jam sekolah. kadang memotong jam sekolah hanya demi ekskul. Tugas berarti bukan hanya tugas dari sekolah namun dari ekskul sendiripun ada. apalagi bila sudah menjabat, memgang jabatan di ekskul. otomatis tanggung jawab jatuh ke kita. ke pengurus. Namun saya dan teman-teman nggak pernah mengeluh, apalagi sampai sakit cuma gara-gara ini. Setiap hari masuk jam 6.30 pagi dan pulang 15.00, ditambah jam extra bisa pulang sampai jam 18.00. Perjalan sampai kerumah bisa sampai 2 jam. Namun tugas sekolah bisa selesai dan tugas ekskulpun lancar. Seharusnya kita bersyukur sekolah di Indonesia, karna jam mata pelajarannya lebih sedikit,kita juga nggak terlalu dituntut berfikir keras. Karna kita dipermudah dalam berfikir.

          30. alangGelanson says:

            Dihapus atau tidak dihapus TIK tidak terlalu penting bagi saya, justru prihatin terhadap komentar- komentar yg masing masing merasa benar sendiri dan menghakimi pihak lain, alangkah baiknya untuk saling menghargai apapun pendapat orang lain….
            Tidak ada yg sepenuhnya benar, juga tidak ada yg sepenuhnya tidak benar.
            Komentar anda menunjukkan seberapa besar anda menerima perbedaan yg ada pada bangsa ini…..
            ‘memprihatinkan’….

          31. Sass says:

            untuk mbak/tante/nenek/kakak lilis…
            memangnya kalau pake kurikulum tugas jadi sedikit?? Jam pelajaran berkurang dan waktu istirahat menjadi bertambah?? saya sbg siswa yg kebetulan kena kurikulum 2013 ini nggak merasa begitu tuh..
            karena di kurikulum 2013 ini murid yang harus aktif,jusru siswa harus belajar super giat biar nggak ketinggalan. kita harus lebih aktif dengan mencari tahu materi SENDIRI.. hasilnya ya lebih capek.
            terus kok malah nyalahin murid sma yg masih kesulitan pake word/excel?? harusnya kan itu memang diajarkan disekolah! makanya tik itu perlu!
            kalau tik masih dihilangkan, saya yakin beberapa tahun lagi siswa-siswa indonesia masih nggak bisa pake internet dengan baik…

            p.s. kak lilis kalau nulis j4n64n 4l4y dan nyolot

          32. NUH KOPLAK says:

            Maklum si Lilis ini ibaratnya masih kimcil,,, TIK bukan hanya masalah bisa buka web ato game saja, katakanlah anak2 sma bisa buat excell scr otodidak, alangkah lbh baik jika dia sdh bisa saat msh smp? anak smp sdh bisa buka program macem2 gara2 otodidak? BULLSHIT!! sy pny warnet, mrk kerjakan tugas di words aja boro2 bisa copy paste, menuju ke baris selanjutnya aja alias tinggal tekan enter dia msh bego, si lilis ini paling juga bego,, ini bukan mslh pelajaran lain yg dikorbankan, klo anak2 cuman bisa buka web n gaming tanpa diarahkan, bisa rusak bangsa ini,, wong bicara bahasa indonesia aja masih belepotan walaupun sdh diajari b indonesia sejak SD sampe SMA… semakin lama tingkat kerumitan mapel TIK itu semakin tinggi, dibutuhkan peran guru TIK utk terus mengarahkan siswa, weeess mboooohhh… tewur kabeh goro2 menterine m nuh…

          33. LOVE TIK says:

            Gw Bersumpah jika Lilis selama Hidupnya menggunakan Teknologi Komputer, Gw Sumpahin BUTA!!!

          34. Alhy says:

            Lilis….. Pandangan Anda benar menurut anda. Pantas Presiden SBY bisa disadap oleh australia karna Indonesia mempunyai orang pintar seperti Lilis….

          35. eko says:

            lho gapang ngomong kosong,pakai otak and strategi kite udah dicocolin amaa software dari korea ,jepang, cina, india, kita ini udah jadi pasar nya mereka kalau kagak ada pasarnye lho pakai otak nggak kite,negeri tercinta ini udah jadi pasar lho tahu,masak pelajaran tong kosong prakarya yang dimasukin,suruh anak sekarang bikin baling-baling bambu,kalau pengertian lho tik itu melulu internet perlu belajar lagi deh biar sdm negeri ini nggak njunkir kayak pejabat yang mutusin ini,masalahnya skripsinya pakai mesin tik jaman belanda nutupn kekurangannya,kasihan negeri ini alasan infrastruktur listrik segala itu harus di realisasikan terncana dan bertahap bukan membuat anak anak dongok
            kasihan negeri ini kalau ada orang yang masih hidup cara berfikir lhoo sori kalau omongan gue kasir

          36. kasian saya dengan anda yang bernama Lilis..
            Anda berfikir dan berkomentar tanpa menggunakan akal sehat.
            zaman serba teknologi seperti saat ini sudah pasti sangat membutuhkan TIK sebagai pendukung para siswa membuat tugas dari pelajaran lain.
            dan hal tak kalah penting yang harus anda pelajari lagi adalah bagaimana cara menyampaikan suatu gagasan kepada publik dengan santun, baik dan benar.
            mungkin anda belum “Makan Bangku Sekolah”

            “Mulut mu Harimau mu”
            “Perkataan anda adalah cerminan diri anda”

          37. ian says:

            anda lulusan apa ya? saya geli baca tulisan anda… berhenti deh jadi guru.. kamu perlu belajar bahasa Indonesia dengan benar… itu dulu.. baru kamu layak bicara kurikulum..

          38. ecko says:

            Saya jadi penasaran kalo mba lilis punya anak dan tidak diajar TIK disekolah dan hanya diajar oleh mba lilis sendiri atau otodidak yang notabene harus liat dari youtube atau buku atau les atau dari teman. Terbayang ga waktu yang terbuang dan dana yang terbuang lebih besar dan lebih banyak, belum lagi kalo mau pake youtube butuh kuota dan buffer (semoga ngerti arti buffer), tau kan kualitas internet di Indonesia?

            Anda iri ama angkatan bawah anda? Coba pikir lagi deh, pernah liat soal tematik anak SD? Kalo belum coba cek anak tetangga anda yang menggunakan tematik.

            Apakah anda tau ketika menggunakan kurikulum 2013 guru sama sekali tidak fokus mengajar? Soalnya guru lebih banyak mengisi administrasi yang lebiu bejibun, lalu peserta didik gimana? Ya suruh belajar sendiri, terserah mau bener2 ngerti ato ga anak2nya.

            Apakah anda sudah kuliah mba? Jurusan apa mba? Saya cuma mau tanya, apakah nanti ketika menyusun skripsi anda akan menggunakan ilmu dari TIK atau menggunakan mesin tik (mesin ketik). Apakah anda tahu cara di microsoft word untuk membuat nomor halaman didepan lengkap dengam sub judul dan nomor2 gambar? Saya rasa anda tidak akan mampu, kalau pun anda bisa karena anda baca atau lewat youtube, apakah efektif? Untuk beli buku harus keluar rumah dan keluar ongkos, kalo lewat youtube harus keluar biaya internet, okelah lewat temen bisa gratis, tapi apakah lewat teman bisa diajarkan semua?

            TIK diganti dengan prakarya, yang saya tau ada di salah satu pelajarannya membuat filter air, apakah semua orang akan menjadi pengusaha filter air?

            Saya rasa om jay lebih pintar dan lebih mengerti pentingnya pelajaran TIK, bukan karena nanti guru TIK kehilangan pekerjaan, tapi untuk kepentingan generasi penerus, apakah nanti mau balik lagi ke jaman menggunakan mesin ketik? Masih mau membuat penomoran halaman depan skripsi dibuat manual? Kemudian ketika sidang TA tidak menggunakan slide show karena tidak mengerti cara menggunakan power point?

          39. Manurung says:

            Kata2 anda tidak kasar jd tidak perlu minta maaf…cuma kata2 anda dan pemikiran anda belum cukup umur untuk membahasa hal seperti ini…!!!

        2. rian says:

          menurut saya, kebijakan ini perlu dikaji ulang,,, nampak terlalu terburu-buru,,, misal yang dihapus untuk tingkat SMA atau SMP tetap saja saya yakin, ada beberapa sekolah pada jenjang di bawahnya belum memiliki ruang lap komputer yang memadahi,,, sangat disayangkan bila siswa/i yang berasal dari wilayah desa yang belum cakap mengoperasikan komputer,,,

          dan tiada alasan menghilangkan mapel ini, sebab hingga jenjang kuliahpun (ilmu komputer, teknik informatika, sistem informasi) semua masih belajar tentang TIK…

          tinggal bagaimana mengembangkan materi sesuai jenjang pendidikan,,,

          toh bisa belajar bahasa pemrograman,,, misal pascal, C, php, dsb. dengan belajar bahasa pemrograman,,, siswa dapat meningkatkan daya analisa dan logika terhadap sebuah studi kasus,,,

          mungkin itu saja opini saya menyikapi informasi di atas…

          1. NN says:

            setuju dengan mas rian masak era global justru TIK dihilangkan bisa berabe generasi kita mendatang jadi gaptek semua

      2. anonymous says:

        saya setuju dengan anda.

        1. jauhari says:

          Lilis@@ ente ngomong jeplak ja.. bahasa kusut… Bahasa gitu amat…sih.Lilis emang pantesnya jadi tukang kebun aja dah.. dasar gendeng. jangan2 jangan bukan Lilis sesungguhnya tapi anakbuahnya NUH TUH MENTRI PENDIDIKAN YANG GAGAL MENANGANI UN KEMERIN heheheh

          1. Anon says:

            wkwkwkwk kurikulum 2013 tanpa TIK tugas berkurang?? sini yang ngerasain Kurikulum 2013 malah terbebani adanya tugas yg sangat numpuk, apalagi TIK diganti prakarya, malah nambah tugas, dulu kalo ada tugas buat karya seni(misal batik) sekarang tugasnya malah ke prakarya dan pelajaran seni juga harus buat lagi, coba kalo desainnya boleh sama, kalo nggak??

      3. Alan Benardi W. says:

        Ane stuju tuh .. khususnya no.4 yah .. ane pernah denger di salah satu stasiun TV “Uang rakyat yang diambil oleh para koruptor jika dibagikan keseluruh orang Indonesia (Dari Sabang sampai Merauke dan Dari Kepala Keluarga Sampai Anak Cicitnya)masing masingnya bisa mendapatkan 11 juta .. masa bikin lab.komputer di seluruh Indonesia aja kagak bisa??? logika pemerintah dibuang dimana tuh?? “

    3. Ifin says:

      Saya kelas 2 SMK saja masih sering salah dalam pembuatan dokumen baik itu pengolah angka maupun kata.

      Bagaimana jika TIK/KKPI dihapuskan? mungkin bukan sedikit lagi kesalahan yang ada, malah salah semua heheee

      1. Agus says:

        ifan ; asal jangan buka-buka yang lain yah..
        inilah kurikulum kita di indonesia ini

    4. Yosep Ryan Agusta says:

      saya anak kelas 8 smp, wah saya bingung nih kalau pelajaran TIK mau dihapus. padahal saya rencana mau masuk kuliah di bidang itu. hancur dah masa depan saya gara2 kurikulum baru ini

      1. Riyadi says:

        Sabar ya Yosep…
        Berdoa saja agar terjadi hal yang baik dan menankjubkan di negeri ini…
        Menjadi NEGERI INDONESIA
        Bukan NGERI INDONESIA

      2. Fradana says:

        Sabar. Tetap semangat buat belajar, ya!
        Ini sudah biasa terjadi di tempat ini

      3. Raymond says:

        Sama kakak. Saya smp kelas 7 mau menjadi programmer. Skrng seprtinya tidak mungkin.

      4. Alvi says:

        sama saya juga kelas 8 smp ,kalo saya mensurve teman sekelas saya yang bisa buat blog cuma 2 orang, yang bisa buat email paling 6-10 orang, yang bisa mindah data dari laptop ke flsh disk cuma 15 orang padahal ada 32 orang dikelas saya. dan mereka kalo diwarnet cuma buka fb bahkan twitter mereka juga nggak tau, apalagi kalo TIK ndak ada pasti kelo lihat hardisk lang sung di jadiin talenan

        ngak kebayang kalo TIK hilang….

    5. Agus says:

      Apakah mungkin para pejabat di atas terlampau sering melihat anak-cucunya sendiri yang difasilitasi peralatan yang mahal sehingga tidak ingat betapa anak-anak pedesaan yang kepingin bisa mengembangkan potensinya dijaman kemajuan ini namun terhalang oleh fasilitas yang ada. Sedikit yang bisa diterima oleh anak-anak kami tentang perkembangan yang serba moderen ini karena keterbatasan sarana-prasarana dikalangan sekitar kami, apalagi dengan ditiadakan mapel TIK menambah ketidaktauan anak didik kami terhadap perkembangan tekhnologi ini,, pemerintah mohon untuk bisa dipertimbangkan lagi aturan ini.

      1. jauhari says:

        ya para pejabat kita mungkin membandingkannya dengan sekolah2 bonapid.. yang para anak didiknya jg sudah pasti serba punya komputer/laptop. jadi dianggap sudah ngarti semua…! Emang Edan kayanya nih..

        1. subagyo says:

          Saya setuju mapel TIK dihapus asal diganti pelajaran Ilmu komputer dan Internet yang muaranya akhirnya sama alias “Jas Bukak Iket Blangkon, Sama Juga, sami mawon”…ohhh Mr. M. Nuh..siapa yang membisiki agar TIK dihapus, orang itu layak Bapak “Pecat”.

    6. Aldhi Wicaksono says:

      6 – 7 tahun mendatang akan muncul KESENJANGAN pengguasaan IT dikalangan lulusan SMA, antara anak kota dan anak pedesaan, bagaimana lulusan SMA pedesaan bisa kuliah di PTN, sedangkan daftar PTN saja sudah menggunakan sistem online dengan cukup malah sangat berat buat pemula

      Akhirnya memunculkan kesenjangan yang tidak pernah dipikirkan diawal, atau memang disengaja…!?
      Tau kan istilah kasarnya orang yang membuat kesenjangan…!

    7. kurniawan says:

      TIK dihapus karena guru TIK sudah berhasil mengimbaskan ilmunya baik ke siswa maupun ke teman sejawat pendidik dan tenaga kependidikan sehingga anak didik dan teman sejawat melek ICT. semoga amalan kita diterima Alloh SWT. walaupun kita secara langsung atau tidak langsung disingkirkan dengan alasan yang tidak masuk akal. belajar komputer tdk sama dengan belajar mengendarai sepeda motor Bung… asal tancap gas OK… anak SD bisa naik Motor matik tapi melanggar aturan tidak…….?????

      1. sulisno zou says:

        itulah yang terjadi…. kalian para tenaga guru TIK terlalu mudah berbagi ilmu…….. heheh…. tapi inilah kita….. berbagi ilmu… ..pasti akan ada hikmahnya 🙂

    8. nizam says:

      andaikan itu terjadi.. aku bersumpah… akan kugunakan ilmu TIK yang kupunya buat menghancurkan data komputer dipemerintahan. biar semua orang indonesia merasa percuma menggunakan komputer. biar semua generasi indonesia sama bodoh dengan yang buat kebijakan.

      1. Wijaya Kusumah says:

        wah, jangan sampai begitu akh, hehehe

      2. the danzzz says:

        sabar mas…. ntar yang rugi temen2 guru yang lain juga…

    9. Yopi Ramadani P says:

      Setuju Bang

      emang yang kgk punya laptop pasti nunggu pelajaran TIK klo Pengen Megang Komputer

    10. Agan says:

      Assalamualaikum.
      Saudara sudaraku yang terhormat, saya salah seorang guru TIK yang sudah tersertifikasi dan mendapat sertifikat pendidik, namun sebentar lagi sertifikat itu tidak akan berlaku lagi dan nasib saya sebagai guru tik akan dialihkan menjadi guru prakarya. Kita semua tahu bahwa di dalam mata pelajaran prakarya jauh berbeda dengan TIK itu sudah pasti, setelah saya baca ternyata di dalam kandungan kurikulum mata pelajaran prakarya sangat CANGGIH yang selintas saya baca, guru harus mengajarkan cara membuar es campur, membuat toge, membuat kue, anyaman plastik, membuat tape ubi kayu, membuat rak obat, dan masih banyak yang lainnya yang kelas 8 dan 9 belum saya baca. Jadi kesimpulannya biarlah anak didik kita main games dan internetan, untuk mendampinginya supaya asik dan nyaman mereka juga harus bisa buat kue dan minuman sendiri, itu kan yang dimaunya yang terhormat Pak Mendikbud. Kayanya kalau diresapi bangsa kita mundur 213 taun, kebanyakan ngak yah.

    11. TIK tidak hilang tapi terintegrasi, caranya setiap mata pelajaran harus ditambahan nama Teknologi. Misalnya: Teknologi Bahasa Indonesia, Teknologi Sosiologi, Teknologi Olahraga, dll. Kayaknya gitu sih, biar gak norak2 amat.

    12. shinemagroup says:

      miris meliat TIK di hapus..
      maka dari itu mari kawan semua kita bergrilya dalam memberantas buta teknologi khususnya yang ada di plosok ( seperti saya) dengan kreasi masing-masing.
      walupun saya bukan lah seorang guru namun jiwa saya ingin menjadi orang yang medidik. karena saya hanya memahami jiwa guru ada dua macam Pendidik dan pengajar.
      di wilayah saya listrik kisaran 3-5 tahun baru ada, sedangkan teknologi khususnya komputer hanya sebagian kecil yang mengenalnya. oleh karenanya saya punya program berantas Gaptek dengan cara membangun LAB komputer untuk sekolahan dengan biaya yang sangat terjangkau hanya kisaran harga pulsa 10.000 HP/siswa. dengan dana yg minim itu kita gunakan untuk merawat meliputi software , hardware serta biaya listrik Dll. dengan di hapuskannya TIK dari kurikulum saya berpikir tidak akan ada bantuan dari pemerintah yang berkaitan dengan komputer di sekolah, inilah salah satu landasan saya membuat program ini , dari siswa untuk siswa. alasan saya yang lain adalah saya ingin memperkenalkan sekelumit dari bagian teknologi yakni komputer kepada adik2 saya yang belajar didaerah plosok , jauh akan sentuhan perkembangan zaman. dan alhamdulillah saat ini baru satu sekolah yang sadar didaerah saya dan mau menerima program ini. dan yang lebih tercengang lagi adalah sekolah tersebut bkanlah SMA / SMP / MTs / MA melainkan SEKOLAH DASAR.
      saya harap kawan kawan semua yang disini mau membangun daerahnya masing2. MARI KITA kenalkan “KOMPUTER” kepada adik2 kita, agar mereka mendaptkan modal DASAR dalam mengarungi bahtera globalisasi.
      maaf jika kata2 saya ACAK ACAKAN, lihat INTINYA saja ya mas mbk pak bu.

    13. Bend says:

      Bego di piara, kambing di piara bisa gede dan beranak. Gini nih, pejabat yg liatnya cuma anak cucu dirumah sendiri. Dengan fasilitas yg ada tentu saja mereka bisa internetan mulai TK. Pejabat gini ko’ di piara, ketahuan bego’nya karena tolok ukur pelajaran TIK hanya bisa internet.an..ancur nih pendidikan kita.

  2. Fariz says:

    “Aneh” menurut saya. Sanggap pemerintah berfikir dari satu sisi saja. Terlebih dari poin pertama. Mereka anggap Anak TK yang bermain internet, berselancar bebas tanpa ada etika dalam berTIK adalah kemajuan, nampaknya. Sesungguhnya pelajaran TIK merupakan pelajaran yang PALING PENTING demi kemajuan masa depan. Bukan hanya masalah ketik-mengetik, tapi MASALAH KOMUNIKASI dan INFORMASI yang mana yang baik yang harus di cerna.

    Jelas TIK mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan untuk era globalisasi. Bukan hanya keterampilan, tapi yang paling penting menurut saya tata tertib dan etika. Kalau benar TIK ditiadakan, tinggal tunggu dampak negatif globalisasi yang tak lagi dapat terkendali…

    Jika memang memberatkan untuk membuat lab TIK, sepertinya alat2 berspesifikasi standar sudah memumpuni. bukan yang harus berlebihan seperti laptop pemerintah yang sampai belasan juta itu, bukan?

    1. Yang terpenting di era globalisasi ini adalah memberikan pelajaran dan panduan bagi anak agar tidak gagap teknologi/gaptek,mampu menggunakan alat teknologi informasi secara baik dan benar,mampu berinternet secara sehat dan beretika,mencari informasi-membagi informasi secara baik,dll, memiliki program memajukan anak secara berkesinambungan.Saat SD diberikan pelajaran tentang MS-Office dan pengenalan internet sederhana.Tingkat SLTP diberikan pelajaran cara membuat program sederhana,disain grafis,serta belajar membuat blog dan cara mengisinya agar menarik dan informatif.Tingkat SLTA diberikan pelajaran SPSS/mengolah data,dan membuat program yang lebih luas lagi.Hal ini akan banyak menolong saat anak-anak menempuh pendidikan universitas,S1,S2,S3.
      Pemerintah perlu tahu bahwa internet bukan hanya game online dan jejaring sosial.
      Di Indonesia ini penggunaan internet sangat tinggi,namun pantas disayangkan bahwa penggunaannya 90% hanya untuk main game online dan jejaring sosial.Ini menunjukkan tingkat pendidikan yang masih rendah,sehingga multimedia tidak dimanfaatkan secara maksimal.

  3. Drajat A, Imransyah says:

    RIP for TIK

    1. Katiban says:

      Jangan Selamat Tinggal TIK lan Mas Tapi
      selamat tingggal Kemajuan dan Selamat Datang Kebodohan
      sekarang kan gampang klik buka . . . .klik lagi buka …. klik lagi YA MUKA lagi
      Tapi kapan terarah terkendali kalau Klik Yang Muncul tidak berbusana Justru Justru HA HA HA karena tidak di kunci situsnya Hahaha Hancur lah
      Di pinggiran bayar LKS saja telat telat di suruh beli Komputer karena sekolah Pemerintah tidak menyediakan Dana
      Sekedar Curhat bagi warga yang sangat butuh TIK tetap ada

    2. Muhammad Fakhruddin says:

      Zaman Sekarang Zaman TIK, NASA pakai TIK, Boeing untuk merancang Boeing 787 memakai TIK, Menara ATC Pakai TIK, Merancang segala macam barang2 Canggih Memakai TIK, Untuk Mengirimkan komen saya ini pakai TIK, berkomunikasi pakai TIK….Lihat saja, Banyak Pejabat menggunakan BB, Twitter, Google+, Facebook, dan Email untuk segala macam urusan, TAPI untuk urusan ILmu MALAH MENGHAPUS ILMU itu sendiri.

    3. Tintin says:

      Pak Drajat,
      jangan bilang RIP for TIK dong, nyatanya saat ini banyak yang tidak setuju kok dengan kurikulum 2013. Saat ini saja banyak sekolah yang menunda menggunakan. Ada juga sekolah-sekolah yang menyadari kita ada di Era Informasi, Era 21 dimana skill ICT dibutuhkan. Sesuai juga dengan penceramah kurikulum 2013, bahwa sekolah boleh menambah tapi tidak mengurangi. Sehingga banyak sekolah di daerah saya yang menambahkan TIK di dalamnya, bahkan TIK diramu tidak hanya mencetak para user atau pengguna TIK saja, tapi juga mengadopsi kurikulum ICT dari manca negara agar kualitas lulusannya setara dengan lulusan luar negeri dan sanggup berkompetisi di tingkat international.
      Best Regards,
      Tintin

  4. Iqbal Parabi says:

    Masa iya Negara yang kaya raya ini tidak mampu memfasilitasi lab komputer di tiap sekolah? Andai saja koruptor di negeri ini tidak ada, saya rasa cukup atau bahkan berlebih untuk membuat fasilitas lab komputer. Lucunya negeri ini.

  5. Bayu says:

    TIK tidak hanya internetan dan main game, lebih dari itu..
    Salam kenal pak Wijaya

  6. Mr. Djati says:

    Kalo demikian, anak-anak bangsa ini akan semakin tertinggal dibidang teknologi informasi dibanding dengan negara lain yang sama-sama negara dunia ke 3. Menurut pendapat saya karena banyak orang di birokrasi yang tidak bisa mengoperasikan komputer sehingga mereka menggunakan kekuasaan dengan cara mengubah atau membuat kurikulum baru untuk tujuan tertentu dan yang lebih parah lagi orang-orang itu takut karena pengetahuaannya tertinggal dengan anak-anak muda jaman sekarang yang mempunyai kemampuan operasional hingga menjadi seorang hacker dalam bidang IT.

  7. adul says:

    alasan sesungguhnya ada di point 4:

    “Jika TIK/KKPI masuk struktur kurikulum nasional maka pemerintah berkewajiban menyediakan Laboratorium Komputer untuk seluruh sekolah di Indonesia, dan pemerintah tidak sanggup untuk mengadakannya”

    masalahnya bukan tidak sanggup, tapi jatah lab akan dibuat bancaan 😛

    1. gedank says:

      belum sampai dibelanjakan perangkat komputer lap sudah habis

      1. the danzzz says:

        wakakaa.. aku ngguyu tenan moco komentarmu kang…

    2. emyou says:

      kalau point 4 yang jadi alasan, saya kira itu mengada-ada. Di sekolah saya untuk lab komputer semuanya beli sendiri tidak ada yang bantuan dari pemerintah. Berarti pemerintah mngaku-ngaku yaaaaaaaaaa…. wah-wah-wah

      1. Wijaya Kusumah says:

        begitulah pemerintah kita

  8. adrian hastro says:

    pengetahuan yang kurang, dan pola pikir yang sempit… serta jabatan yang tinggi yang dapat membuat orang2 menjadi salah langkah…
    anda berpendapat seperti itu karna anda tidak mengetahui isi TIK secara mendalam. lebih mementingkah uang dibanding kecerdasan… kecerdasan tu bsa menghasilkan duit…
    bahkan gaji president saja kala dibanding programmer IT…

    harusnya anda mendiskusikan hal ini kepada depkominfo, lihat yang mana lebih besar manfaatnya,.,.

  9. jeepban says:

    saya mengajar TIK di smp, mau berontak kok gak punya kekuatan, bebrapa alasan pejabat2 skarang ini kadang lucu2, mau gmn lagi coba? akhirnya promo ke siswa ngadain les2an sepulang sekolah dan buka kursus/privat di rumah, sambil berdoa smoga pejabat2 kita dibukakan pinta hatinya

  10. anonymous says:

    mereka tidak mau mengeluarkan dana ke TIK karna angaran mereka abis buat TIK doang. (ga bisa korupsi) 😛

    1. yudi says:

      kenapa tidak liat latar belakang sesungguhnya, kan ini adalah ide dari sang Wapres, trus dilanjutkan sang Menteri, inilah proyek raksasa korupsi di dunia pendidikan, untuk memunculkan proyek2 penghasil rupiah luarr biasaa

  11. gedank says:

    hahaha lucu beud
    mending semua mata pelajaran di hilangkan,
    ujian nasional dihilangkan,
    program wajib sekolah dihilangkan,
    gak usah sekolah,
    biar masyarakat mudah dibohongi

    1. leo says:

      Pemerintahnya bego dan gaptek

  12. Reza says:

    Saya kok malah sangat2 tidak setuju…
    ini gimana??
    -20% anggaran pendidikan mau dibawa kemana? cuma bikin lab komputer saja tidak mau. Itupun anggaran untuk lab sangat kecil, dan rata2 dalam 1 sekolah hanya mempunyai lab komputer dg 20 unit + 1 operator saja. Dan biasanya PC tersebut sudah tertinggal 4-8 tahun dari spesifikasi terendah saat ini (sekarang masih banyak sekolah yang pakai pentium 4, termasuk sekolah saya dulu)
    – Walaupun ada pelajaran TIK saja, masih banyak masyarakat yang “buta” akan teknologi, apalagi jika tidak diajarakan sejak dini?
    – Membunuh lapangan pekerjaan yang sangat potensial di masa depan.

  13. pradana says:

    ya beginilah sistem negara kita,carut marut,satu suara saja tidak akan pnh bs merubah semuanya….

  14. sammy says:

    lanjutkan… saya benci (benar-benar cinta) TIK

  15. keppot says:

    IBARATNYA KALAU DI JAMAN SKARANG GAPTEK ITU SEPERTI BUTA HURUF DI JAMAN DULU !

  16. padahal saya suka sekali dengan pelajaran TIK

  17. shinichi says:

    makin tertinggal nih negara… gmna mau bersaing dalam teknologi, sedangkan mata pelajaran teknologinya di hilangkan…

    istigfar wahai para pemimpin negeri ini… bukan hanya bisa korupsi saja yang no.1

  18. Aan says:

    Wah kalo Kkpi di hapus susah nie sooal nya gara tuh pelajaran tahun kemaren rank 1 >.< (Sombong L.O.L)

  19. Widya Walesa says:

    [TANYA] Pelajaran TIK ini sebenarnya diajarkan di sekolah apa? Sekolah umum atau kejuruan?

  20. muklis says:

    Yang ngurusi pendidikan otaknya kok pada JONGKOK,,,,,,

    1. Kita hidup di era komunikasi,bukan di zaman prasejarah.Ingat itu.

  21. elick says:

    agak miris juga dengan keputusan pemerintah -,-“…. makin mundur aja bangsa ini… parahhh
    kalo kayak gni baru kpan majunya bangsa kita
    kalo uang yang di korupsi pejabat dikurangi mungkin bisa untuk membangun lab di setiap sekolah 🙂

  22. yoga says:

    Gitu kok mau teknologinya maju haha

  23. icky says:

    astagfirloh..makin hancur saja negaraku.,.
    jujur saya kecewa sekali dengan ini..

    pikir dulu wahai para pemimpin..”
    jangan hanya melihat sisi negatif dari pelajaran ini..
    tapi tingkah kalian lah yang harus diperbaiki .

  24. icky says:

    negeri yang urutan 1 terkaya didunia..tidak mampu untuk memfasilitasi,,
    tolong para pemimpin jangan perut mu saja yang dpkirin..
    pikir bagaimna negara ini bisa maju, orang2 yang berkualitas dinegeri ini pada lari ke luar negeri, kenapa??
    karena disini mereka dianggap sampah..
    tolong jangan seenak dengkul mu pak..
    pikirkan mana keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia..

  25. al3nk says:

    tolong suruh orang DIKBUD itu simak ni video mas:

    https://www.youtube.com/watch?v=nKIu9yen5nc

    makasi

  26. reza says:

    ahhh konyol nih kemendikbud.,
    baca alasan yg nomor 1 kenapa TIK dihapus,bikin ngakak+heran.
    klo bego jangan dipamerin,bego kok dipamerin,-_-

  27. nana says:

    bilang saja uangnya yang buat beli komputer mau dibuat beli mercy….

    aneh sekali.. justru siswa” dipedesaan membutuhkan Mapel TIK.. masa iya mereka mau ketinggalan zaman terus.. kan kasian.. saya yang pernah merasakn tinggal dipedesaan.. mereka sangat terkagum” saat melihat seseorang menggunakan laptop atau komputer..
    terus nasib orang” seperti saya yang kuliah di penjurusan itu bagaimana?? ya walaupun banyak lowongan kerja tp tidak menutup kemungkinan banyak juga yg ingin jd guru..

    kalau gg ada TIK gag Maju” lahh kita.. kasian mereka yang terisolir..

    tolong dong wamen psukur dan kwand”.na.. dipertimbangkan lg..

  28. Seharusnya pemerintah berpikir untuk investasi manusia dalam jangka panjang yaitu lewat pendidikan yang baik dan layak. Pembuatan laboratorium TIK di sekolah biayanya tidak begitu besar,paling banyak Rp.15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) isinya sudah lengkap 20 PC,modem,dll. Biaya pembuatan warnet saya juga seharga diatas.Tapi sayang, pemerintah Indonesia hanya sanggup berpikir sepanjang masa jabatannya, bagaimana cara korupsi anggaran,bagaimana cara menipu,dll.
    Pelajaran TIK harus diserahkan kepada guru yang ahli di bidangnya,yaitu guru TIK,dan bukan guru mapel.Tidak semua guru mapel menguasai TIK.The right man on the right place.

  29. Dark- says:

    Cerdas banget Nih … wkwkwkwk

  30. Pemerintah akhir akhir ini makin menggila dan edan. kalo masalahnya banyak sekolah tidak di aliri listrik dan pemerintah tidak sanggup bayar, kok jaman kita dulu jaman susah ada yang namanya TIK ato KKPI apalagi dijaman modern seperti sekarang ini, jaman dulu jaman susah pemerintah jangan fila donnk, jangan hanya Ko****i hahaha.

  31. rahcuk says:

    Astaga .. ayok ke jaman primitf lagi…biar gaptek semua

  32. Ai Siti R says:

    Yang Bikin kurikulum nggak tau masalah di lapangan,begitu sangat pentingnya TIK,karena tanpa TIK akan terjadi pembodohan massal,hey pa menteri apakah anda tidak tau? Kalo yang buta huruf jaman sekarang adalah yang GAPTEK,sungguh mengerikan ,anehhh

    1. Dihapuskannya TIK menjadikan bangsa Indonesia gaptek alias gagap teknologi dan kudet alias kurang update…hehehe.

    2. eman says:

      Setuju. Tanpa ada nya pelajaran TIK. Gimana masyarakat yang ingin kerja di kantoran. Kalau orang-orang tidak memiliki ilmu TIK gimana mau duduk di bangku kantoran. Jika tidak ada ilmu TIK. Mungkin kantor-kantor pada sunyi. Karna orang-orang pada gaptek.

  33. neta says:

    demi politik…generasi penerus di korbankan, nggak mendidik banget pak menteri pendidikan ini, karena anggaran pendidikan terlalu besar makanya diobok obok…..ya pak. tanggung jawab anda sampai ke akherat lhoo pak..jangan main-main

  34. seproni says:

    walaupun demikian tetapi seharusnya mappel tik itu harus tetap ada dalam kurikulum, karena kenyataanya dengan adanya mapel tik saja banyak yang gaptek apalagi tidak ada mau seperti apa :/

  35. shinta says:

    Zaman dulu banyak orang – orang buta huruf (tidak bisa membaca).
    dan di zaman sekarang,yang serba teknologi ini, kalo TIK dihilangkan,kedepannya akan banyak orang-orang GAPTEK.
    Kenapa?,ya itu tadi,anak – anak sekarang cumanya bisa maen game.
    tapi kalau disuruh mendesain blog,atau membuat website,
    mereka pasti bingung,
    disinilah peran mata pelajaran TIK,mereka akan diajarkan dengan baik.
    Tapi kalo TIK dihilangkan,ya paling yang anak-anak tahu soal game.itu pun cuma sebatas pemain game,bukan pembuat game.

  36. razpati says:

    Hahahahaa…..Pak Wamen takut kalah sama anak TK & SD, makanya TIK dihapus !

    1. dniel says:

      ia neh, pak wamen privat aja sama mas razpati 🙂

  37. Novy MT says:

    Saya guru Bahasa Indonesia di sebuah SMP dan SMA swasta “favorit” di Bandung. Saya merasakan perbedaan besar antara siswa dari sekolah-sekolah tertentu yang kualitas pembelajaran TIK-nya sudah baik dan yang belum. Repotnya, baik di jenjang SMP maupun SMA, ada banyak tugas yang mengharuskan siswa mengetik menggunakan Word maupun presentasi dengan bantuan Power Point, baik di pelajaran BI maupun yang lainnya.
    Saya kebetulan cukup memahami keduanya, dan harus ikut membantu mengajar siswa bagaimana mengatur marjin, jarak antarbaris, memasukkan dan mengatur gambar bersama teks, dan sebagainya. Ada kalanya harus mengajarkan juga cara mengaplikasikan Power Point. Ini karena kesenjangan di pembelajaran TIK di SD dan SMP yang dampaknya terasa hingga SMA (mungkin juga sampai di perguruan tinggi).
    Masalahnya, kalau TIK di tingkat SMP diintegrasikan dengan mapel lain, apakah para guru sudah siap? Mengingat di lapangan belum semua guru mampu menggunakan program-program tersebut dengan baik. Bahkan saya sering menjumpai guru-guru BI yang mengetik nomor soal saja masih secara manual, tayangan Power Point-nya “polos” dan tidak menarik, dan banyak kasus lainnya.
    Menurut saya, biarlah sekolah yang sudah maju tetap memasukkan mapel TIK dan yang belum mampu harus difasilitasi dan dibantu agar mampu menguasai teknologi.

    1. Yadi Nakagen says:

      di Perguruan tinggi juga banyak yang gaptek..
      bahkan ada yang ga tau bagaimana cara menghidupkan komputer, ada juga yang tidak berani memegang komputer…
      bagaimana mereka mengerjakan SKRIPSI mereka nantinya…
      mau ga mau suruh orang buatin..
      gmana ne pak menteri…?

  38. widibms says:

    wah.. apa ada sesuatu yg belum terungkap dari alasan – alasan itu ya…
    asal nnebak aja nih.. jangan – jangan nanti siswa -2 biar ikut kursus komputer di luar..biar LPK pada tumbuh…

    1. Emilia says:

      Wah, kok tebakan kita sama ya… Sepertinya pemerintah memang sudah dicekoki (pastinya besar dong…) oleh yg punya usaha peng-kursus-an agar mereka marak kembali seperti sebelum TIK masuk kurikulum sekolah…
      Aneh kan tahun 2004(10 tahun yg lalu), saat TIK msk kurikulum sekolah, kita sdh berpikiran maju, sekarang malah mundur lagi, hanya karena mata hati mereka sudah tertutup dengan BAL-an kertas warna merah… Apa tidak takut terbakaar oleh merahnya api…. (NERAKA)….!!!

      1. Kalau menurut saya penghapusan TIK bukan karena pengaruh dari LPK ataupun usaha kursus komputer tetapi karena oknum yang mau memakan uang anggaran pendidikan.

  39. adam says:

    Saya seorang dosen yang mengajar TIK, pengalaman saya mengajar mahasiswa dengan latar belakang pernah mendapatkan mapel TIK dan belum penah mendapatkan TIK sangatlah berbeda bukan saja pada sisi ketrampilan tetapi lebih kepada pemahaman konsep – konsep teknologi informatika. Justru pemahaman konsep teknologi inilah yang perlu diperhatikan dan dipertahankan karena pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan sangat membantu mempermudah, dan mempercepat pemahaman materi siswa sehingga mempercepat penguasaan materi dan pengerjaan tugas – tugas kuliah. Apabila mapel tik dihilangkan maka sudah bisa terbayang bagaimana kami harus mulai start lagi dari awal sekali untuk memulai mengenalkan materi kuliah dasar. Hal ini mengingatkan saya pada periode sebelum adanya mapel TIK di SMA dan tingkat dibawahnya. Kurikulum perguruan tinggi pun sebenarnya sudah menyesuaikan dengan kemampuan siswa setelah mereka “dimodali” TIK sehingga jika mapel TIK dihilangkan maka kurikulum kami juga akan mundur beberapa tahun, karena harus memasukkan materi materi dasar yang sebelumnya bisa langsung masuk ke materi inti. Menurut teman – teman apakah hal ini sebuah kemajuan atau kemunduran dalam konsep pendidikan kita ?

    1. Wijaya Kusumah says:

      hal itulah yg saya sayangkan dari sikap pemerintah, namun sayangnya sedikit dosen yg menuliskan tentang ini di media

      salam
      Omjay

    2. Wijaya Kusumah says:

      kemunduran pak dosen

  40. tri says:

    TIK dihapus,alsn pak NUH krn anak skrg udh beljr kmputer dirmh,dirental dll,Dungu bgt tu mentri.

    tu pendapat buat anak yg tinggal di kota,ank org kaya yg ortunya mampu ksih fasilitas buat anknya.
    gmn buat anak kampung,miskin,makan susah?
    hp ja ga pnya apalgi mau main kmpter.
    inget krg semua jenis pendaftaran dg cra online,klo ga di ajarin di skul,ank2 kampung,miskin tu bsok daftarnya gmana?
    bkal jauh ketinggalan ma anak org kaya yg punya fasilitas.
    mentru GOBLOK

    1. Setiap sekolah haruslah mempunyai kurikulum pengembangan untuk memasukkan mata pelajaran apapun yang dibutuhkan siswa termasuk TIK,Bahasa Inggris,Bahasa Daerah,Kesenian Daerah untuk mengkaver pendidikan siswa agar siswa tidak keterlaluan diperbodoh oleh kurikulum 2013.

      1. Juga IPA,IPS harus diberikan sejak kelas satu SD.

  41. z4w4 says:

    pa Wijaya Kita demo aja besar-besaran ke DEPDIKNAS kumpulkan Guru-guru TIK se Indonesia

    1. Wijaya Kusumah says:

      silahkan mas,saya demo melalui tulisan saja dan membuat konsep gerakannya

      1. guru TIK dacil says:

        Semua tulisan, ulasan, saran di atas sudah cukup jelas, lugas, dan pantas dibaca/disampaikn ke bapa mentri dan jajarannya. Yg bisa mnyampaikan smua tulisan d atas, tolong sampaikan !!!
        Trims semuanya

  42. do dox says:

    saya sebenarnya ndak habis pikir juga nih kalo TIK dihapuskan? Kenapa? Mengapa? Emang orang-orang depdiknas membuat database ndak pake komputer ya? atau pake tulis tangan? Gimana mau masuk dunia kerja, kalo SKILL saja ndak punya?

  43. gj says:

    saya kalau jadi guru akan tetap mengajarkan TIK di sekolah tidak perduli mau di TK sampai sma akan tetap saya ajarkan kasihan adik2 saya yang masih duduk di bangku sekolah jadi tumbal tender pemerintah.

  44. harwipenda says:

    Kalo sepintas baca draft kurikulum 2013, nantinya guru dituntut punya pemahaman & pengetahuan luas/fleksibel semua disiplin ilmu. Beberapa mata pelajaran yang diintegrasikan, khususnya yang diintegrasikan dengan TIK, ini susah menurut saya pribadi yang baru lulus prodi Pendidikan TIK. Bagi yang sudah mendalami ilmu TIK saja saya mengaku sulit gimana nanti mendidiknya, gimana yang belum punya basic ilmu TIK. “TIK ITU LUAS” itu mindset saya. Saya sepakat dengan tulisan diatas, dari segi siswa mungkin anak-anak bisa belajar sendiri tapi security/gimana belajar TIK yang baik perlu ada ilmunya untuk itu ada pendamping dari guru yang sudah punya disiplin ilmu (bukan bermaksud subyektif) karena mengajarkan itu mudah mendidik itu yang susah. Dari segi guru disini saya terus terang kasian dengan nasib kedepannya, terutama untuk guru TIK untuk SMP dan SMA, karena untuk SMK belum diintegrasikan. Itu informasi yang saya dengar. Pengalaman saja, saya pernah mengajar salah satu SMK di malang, waktu itu saya mengajar animasi 2D(flash), terus terang saja untuk tahu saja digunakan untuk apa aplikasi itu mayoritas anak-anaknya belum ada yang tau, terus ini gimana kok TIK mau dihilangkan, minat belajar sendiri anak-anak ini sangat rendah. Tapi bagusnya, setelah tau manfaatnya (flash) baru mereka antusias. Saya tidak ingin antusias mereka hilang karena tidak ada matapelajaran TIK dan guru matpel TIK. Semoga pemangku kebijakan membaca dan mengkaji ulang dan menggunakan dana alokasi 20%nya untuk membina kualitas guru dan memperbaiki sarana-prasarana, itu menurut saya yang paling penting sekarang. Salam hormat Omjay

    1. Wijaya Kusumah says:

      salam hormat kembali mas harwipenda

      salam
      omjay

    2. tania says:

      Saya bingung memulai darimana. Ini pertama kalinya saya berkomentar di suatu blog. CMIIW
      kalau pemerintah menghapuskan mapel TIK dan kemudian memilih untuk mengintegrasikan ke mapel lain, mungkin tidak akan berdampak terlalu besar untuk pendidikan di tingkat dasar. Tapi untuk tingkat lebih lanjut, apakah teman-teman kelas 5-6 SD, SMP dan selanjutnya (di bawah bangku kuliah)cukup hanya “menguasai” (ada keraguan untuk menyebut menguasai)Ms.Office ?
      Jika memang kurikulum TIK yang lalu dianggap “sepele” kenapa tidak dinaikkan bobot pelajarannya ? apakah tidak membanggakan jika seorang murid SD mampu membuat presentasi berbasiskan flash sederhana atau karya multimedia lain yang kemudian ia share sendiri pada blog pribadinya ?
      Khayalan saya, seandainya lulusan SD dicanangkan MENGUASAI Ms.Office, SMP menguasai Flash 3D, SMA diarahkan ke software yang lebih spesifik (jika suka musik, diarahkan ke aransemen musik.. suka olahraga, diarahkan ke simulasi atletik..dsb)sepertinya, akan tumbuh subur entrepeneur-entrepeneur muda Indonesia.
      CMIIW Omjay

  45. hmmmm..ada yang pro ada yang kontra…dunia,,,dunia…smua punya kelemahan,juga punya kelebihan…tergantung dari mana kita menyikapinya,,saya berharap semua insan yang berpendidikan menyikapi dengan kedewasaan,,,,damailah indonesiaku…Insya Allah..amiin

  46. Deo says:

    kemana guru TIK yang sudah disertifikasi ? thanks

  47. Deo says:

    tolong pak menteri kemana kami yang telah disertifikasi apakah tunjangan itu akan dihapus secara permanen juga?

  48. zen Radjibu says:

    Ini memang salah satu kesalahan pemerintah dalam mengelola Pendidkian Nasional. Kita sbg pendidik tidak perlu terlalu masuk dalam polemik ini. saran saya mari bersama2 kita pikirkan bgm mengatasi masalah ini.
    Persoalan Inti sebetulnya bukan pada “Pelajaran TIK”.. tp bgm Kita Mempertahan Kemampuan Siswa dalam pengoperasian Komputer.
    Misalnya….
    1. mungkin dr sebagaian sdr2 ada yang mempunyai PC/Laptop bekas yg msh bs di pakai mungkin bs di salurkan utk membantu anak2 didik kita di daerah terpencil
    2. mungkin bg bpk/ibu guru bs memberikan jam tambahan pelajaran komputer…
    Intinya mari kita bersama-sama mengatasi MASALAH ini bersama-sama…….
    jangana sampai BAngsa kita tertinggal terlalu jauh dari negara tetangga……
    Hiduplah Indonesia Raya…….

    1. Seluruh anak didik menjadi korban kebijakan pemerintah yang tidak bijaksana.

  49. endhut.... solo says:

    mapel TIK diintegarasikan di mapel lain silakan…. yang penting ada penjelasan kepada para guru pengajar TIK khususnya kepada guru yang berasal dari jurusan TIK. dan yang sudah guru bukan TIK tersertifikasi TIK.

    1. Integrasi kurikulum 2013 bukanlah integrasi yang sesungguhnya tetapi hanya campur-campur materi secara ngawur.Ada materi pelajaran yang tidak bisa diintegrasikan tetapi tetap dipaksakan.Semoga saat pemilu nanti terpilih tokoh pendidikan yang mampu membenahi atau merubah kurikulum 2013.Atau mengembalikan ke KTSP yang masih layak digunakan.

      1. arviant enggar says:

        yang membuat kurikulum itu bukan guru. mereka sampah.

        1. Kurikulum pesanan pejabat untuk mengeruk anggaran rakyat.

  50. riki says:

    Pendidikan di negara ini bisa dibeli dengan uang, banyak para pejabat hanya memikirkan kepentingan pribadi dan golongannya, hati nurani telah tertutupi oleh akal busuk mereka, para pejabat ingin menyalurkan kebodihan kepada bangsa ini, dan ingin mengkerdilkan pendidikan di negrinya sendiri, banyak pejabat yang tidak mengerti komputer yang taunya hanya FB, dan UPLOAD video Porno, DPR juga tidak punya E-MAIL, inilah cerminnan pejabat dan wakil rakyat

    1. Wijaya Kusumah says:

      itulah yg membuat kita prihatin

      salam
      Omjay

      1. Banyak pejabat yang hanya memikirkan perutnya…

  51. afif asyhari says:

    Jika suatu negeri di pimpin orang2 yg tdk-smart, maka rakyat akan digiring pd status yg disebut “k.e.b.o.d.o.h.a.n”. padahal jika inginkan negeri ini digdaya harus ada 4 pilar:
    1. ahli agama, (harus trampil dan mumpuni)
    2. ahli pendidik (harus trampil dan mumpuni)
    3. ahli ekonom, (harus trampil dan mumpuni)
    4. ahli militer (harus trampil dan mumpuni)

    kalau semua berumbang maka negeri ini akan jaya-makmur,
    jika militer yg kuat maka jadi tukang perang,
    jika ada nomor: 1,2,3 maka sdh cukup makmur, karena militer bisa disewa..

    mereka pura2 tdk faham bahwa pendidikan adalah pilar penguat anak2 negeri ini…

    tapi “p.e.j.a.b.a.t” negeri kita mahir dlm rekayasa teknik korupsi… m.e.n.y.e.d.i.h.k.a.n…

    1. Wijaya Kusumah says:

      betul sekali, sungguh sangat menyedihkan

      salam
      omjay

  52. yongki says:

    Ini sudah liburan akhir sekolah.masuk sudah ajaran baru.sampai sekarang belum jelas nasib kita(guru TIK).hanya bisa pasrah.berdoa dan berharap kepadaNya untuk kebaikan kita.Pejabat tidak akan sadar.karena mereka hanya memikirkan dirinya dan partainya saja.

  53. honny says:

    sudah jaman semakin maju kok TIK/KKPI di hapus..wkwkkk, mana bisa siswa2 kita bersaing dalam jaman global dengan negara maju di masa depan,,sudah BBM naik,cari kerja susah tanpa Lulusan TIK/KKPI,,survey membuktikan pelajaran yang satu ini justru di minati para siswa, mereka akan berkreasi dengan komputernya (mengalahkan pelajaran prakarya,lainnya), dengan membuat blog,web,program,animasi,grafis,editing video, (sudah sangat hebat kan?)mereka lebih senang belajar di lab (tidak seperti di kelas kayak di penjara)monoton,guru yang monoton,coba beda dengan adanya TIK/KKPI belajar aktif sampai sore tdk masalah di jamin tdk ada tawuran (adanya tawuran di blog,,kreatifkan?), jangan pada PD tuh mapel non TIK/KKPI?mana ada lulusan cari kerja, n ada pertanyaan “bhs indonesia,ips,olah raga,mtk,ipa,bhs jawa dpt nilai brp?pastilah yang ditanya bisa komputer?sdh bisa buat apa?
    singkat kata “jago TIK/KKPI=Banyak Duit”banyak siswa/lulusan tdk pada nganggur..ooooalah sdh bbm naik..banyak pengangguran (hidup TIK/KKPI) munculin aja RSBI lagi biar bagus…

    1. Setuju.Paling bagus adalah kurikulum RSBI yang mampu mengikuti kemajuan zaman era globalisasi.Banyak program bahasa inggris,science,matematika dan TIK.

      1. omdo says:

        mas RSBI emang bagus, saya baca di koran beberapa bulan lalu, alasan knp dihapus karena di JKT biaya masuk sekolah RSBI gila2 an mahalnya, dan yg salah dari pemerintah itu baru daerah jakarta saja bukan dibenerkan (ditindak biar g mahal) eh malah sekalian dihapusin RSBI nya.. -_-

        1. Ya,setuju,seharusnya yang ditindak adalah sekolah yang melanggar,sedangkan sekolah yang tidak bermasalah terus disupport agar semakin maju.Kalau bisa seluruh sekolah dipacu agar bermutu dan berbobot seperti RSBI/SBI.Itu baru benar.Kalau seluruh RSBI/SBI dihapuskanitu keputusan ngawur.Apalagi dilakukan tanpa riset seluruh sekolah RSBI/SBI.Yang di daerah tidak ada masalah seperti di Jakarta.Penghapusan RSBI/SBI adalah kekerasan pendidikan,mencabut hak anak.

    2. MTSRUPA says:

      Antusias siswa kami kepada pelajaran TIK melebihi pelajaran lainnya, kalau biasanya pelajaran yang lain guru menunggu murid datang ke kelas tapi kalau pelajaran TIK guru dijemput dari kantor. 😀 ya kenapa Bapak menteri tidak terjun langsung ke Daerah-daerah seperti Madrasah kami yg baru saja mengenyam pelajaran TIK. apakah Bapak menteri memang anak kota yg bergelimang teknologi sedari kecil…Wallohu AB. 😀

      1. Mendikbud hanya berpikir sesuai masa jabatannya, setelah itu beliau tidak mampu berpikir lagi.

        1. omdo says:

          wah coba mas nya yg jadi mendikbud, sok aja dicoba hehe
          kita yang tidak mengurusi langsung ibarat kita hanya belajar kulit, belum kedalem2 nya..
          bisa jadi omongan anda benar hanya berpikir sesuai masa jabatannya..
          tp yang pernah saya baca di koran, mendikbud itu sudah memikirkan untuk beberapa periode kedepannya juga makanya beliau berani membentuk kurikulum baru tapi sayang realisasinya masih sulit karena SDM kt yang blum mumpuni..
          (saya bukan pendukung Nuh)

          1. Kalau SDM belum memenuhi syarat seharusnya jangan terus menerus mengganti kurikulum,tetapi harus diadakan pelatihan guru secara berkala.

          2. Saya juga bukan pendukung Nuh,saya berada di pihak oposisi.

  54. mifta says:

    ya begitulah pemerintah…tiap ganti menteri akan ganti kebijakan kurikulum baru biar dianggap ada temuan baru dan dikatakan ada inisiatif…???????????????????????

  55. Xandor says:

    haduh” gak ada pelajaran tik disekolah nggak ada semangat belajar saya. saya adalah seorang program otodidak dan saya sangat ngerasain rasanya gimana jadi otodidak. kurangnya waktu+pusing+patah semangat+ngantuk. saya anak akhir SMA tahun ini. tanpa pelajarannya tik semangat saya pasti berkurang.

    alasan” yang dilanturkan pak wakil diatas. menurut saya adalah alasan yang terbodoh yg baru saya dengar. “Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…” itu contohnya, nah berarti tik adalah pelajaran yg mudah. kenapa tngkat kemudahannya nggak ditingkatkan? dan “Tik diintregasikan dengan mapel lain” gimana cara sinkroninnya? kecuali buku kertas udah diganti sama tab. nah itu baru sinkron.

    bilang aja mereka takut akan manajemen komputer yang selalu benar, karna gak mungkin bisa komputer mengubah nilai dari 10rb jadi 1jt. kecuali deperintahkan oleh Usernya …

    INDONESIA adalah negara yang sangat indah dan bagus, sudah diakui dunia karna itu. kita gundulin hutan kita negara lain pasti kebingungan.

  56. Aiyan says:

    Saya karyawan kontrak yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun, tugas saya adalah mengajar TIK di sekolah-sekolah yang bekerja sama dengan perusahaan di mana saya bekerja. Pertama kali saya betugas di SMP “PROVIDENTIA” (PROVA)Bandung sekarang namanya sudah berubah menjadi St. Ursula, lalu di pindah ke BPK Penabur Sukabumi, Cimahi dan Mardi Yuana Cianjur, Alhamdulillah di sekolah2 yang saya singgahi tersebut yang asalnya tidak ada pelajaran ekskul komputer/TIK menjadi ada setelah mereka menyadari betapa pengtingnya pelajaran TIK bagi kemajuan anak maupun bagi guru, karyawan dan TU. Bahkan di sekolah BPK apresiasi mereka sangat baik sekali, secara berkala mereka meminta saya mengadakan pelatihan TIK baik untuk guru, karyawan maupun TU untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam ilmu komputer dan tentunya dengan senang hati saya pun mengajarkan apa yang mereka perlukan. Setelah 10 tahun kontrak kerja saya pun dialihkan kerja menjadi tenaga outsourcing yang bekerja sama dengan perusahaan saya bekerja sebelumnya, saya pun ditempatkan di sekolah swasta favorit di Bandung. Setelah 2 tahun bekerja sebagai tenaga outsourcing, perusahaan BSW/perusahaan asal memberi kabar bahwa tahun sekarang akan kembali bekerja di bawah perusahaan BSW Gramedia seperti semula karena adanya kebijaksanaan bahwa guru tidak boleh outsourcing, saya pun senang mendengar kabar tersebut. Tahun ajaran baru 2013-2014 sebentar lagi dimulai, saya pun senang karena akan lepas dari outsourcing dan kembali ke semula, tetapi ketika sedang menikmati liburan dengan keluarga yang satu masih balita sedang lucu-lucunya,tanpa di duga perusahaan asal/BSW tidak memeprpanjang kontrak kerja lagi. Mungkin saya merupakan salah satu korban dari kebijakan pemerintah, nuptk,tunjangan fungsional(returan) yang belum juga cair semuanya sekarang tidak ada gunanya lagi bagi saya. Tidak hanya mata pelajarannya yang harus pemerintah perhitungan tetapi yang utama adalah manusianya juga yang berprofesi sebagai tenaga pengajar. Apakah nuptk tersebut masih ada mamfaatnya bagi saya sebagai mantan guru TIK.

  57. basuki says:

    yang bilang TIK gak penting, Bodohh kalian semua, yang gak penting itu adalah UN. Hanya bangsa indonesia yang msh UN, anak anak hanya belajar UN aja, loe kira mau hidup di indonesia aja, dunia lur juga penting. Mau terhubung ke dunia luar loe harus bisa TIK. Ampe kiamat juga loe nyari siapa penting gak kelar kelarr.

  58. TIK hilang = MULTIMEDIA hilang
    Indonesia kembali ke jaman batu

  59. waras says:

    kurikulum 2013 yang ingin mengintegrasikan TIK dgn mapel lain itu bisa hanta untuk sekolah-sekolah kota yang murid2nya anak org kaya (dirumah ada fasilitas komputer/sekitar ada warnet, ortunya bisa komputer atau si anak di leske, dan guru-nya bisa pake komputer semua)
    emang brapa prosen jumlah sekolah yang seperti itu?
    tidak ada 10%.
    lalu kenapa kurikulum baru ini dipaksakan kalo lebih dari 90% sekolah tidak akan bisa mengimplementasikannya?????

    1. Hanya sekolah RSBI yang memiliki keunggulan dalam ilmu dan teknologi menghadapi persaingan di era globalisasi.

  60. Hikam says:

    Kebetulan tahun ini saya diterima jalur SBMPTN sbg calon mahasiswa pendidikan TI di UNY . Barusan saja saya mendengar ada nya kabar dari guru TIK saya sewaktu di SMA , bahwa TIK di hapuskan pada Kurikulum 2013. Hal itu membuat saya agak bingung/gusar ( cara anak muda = “galau” ) .

    Terlintas dipikiran saya , bagaimana nasib saya kalau TIK benar-benar di hapuskan dalam Kurikulum 2013 ? . Padahal saya sudah berkeinginan kelak menjadi guru TIK . Terlintas juga , haruskah saya ‘mundur’ dari prodi pendidikan TI , biar sekalian ngambil prodi TI/SI di perguruan lain ( Kalau yg ini agak bodoh juga 🙂 , soal e udah susah2 ujian masuk , masak tak buang begitu aja ) .

    Semoga Pemerintah Bijaksana 🙂

    1. Wijaya Kusumah says:

      lanjutkan saja mas, nanti bisa ngajar di smk

  61. achmad husain says:

    memang benar pemerintah tdk sanggup membiayai mapel TIK, tapi perlu diketahui hampir 70% perangkat TIK selama ini bukan pemerintah yang mengadakan, tapi para ortu yang tdk keberatan, terutama di daerah2 mengeluarkan kocek demi anak2nya yang ingin maju, ingat dasar masyarakat kita bukan industri tapi agraris, sekali lagi masyarakat agraris yang rata2 tdk mampu mengikuti percepatan industri. Jadi wajar banyak para ortu dan pendidik agak kecewa dengan keputusan Bapak2 di atas tanpa melihat masyarakat yang menengah ke bawah. Yang dibuat patokan masyarakat menengah ke atas. Dan tanpa memberi solusi mau dikemanakan mapel TIK. Kalau pemerintah berani menghapus mapel TIK seharusnya siap memberi solusinya. Jangan menggunakan aji mumpung yang rata2 tidak pernah mau melihat ke bawah, akhirnya akan tersandung karena aji mumpungnya

    1. Wijaya Kusumah says:

      sepakat

      1. Jahidin says:

        Demikian adanya Pemerintah sangat hati-hati membuat sebuah kebijakan.namun merubah suatu kebijakan begitu mudah tanpa memikirkan efek 10 tahun kedepan. Seperti Mapel prakarya ini berdasarkan link and match nya pemerintah harus mencari guru yang kompeten dalam mata pelajaran Prakarya …atau berdasarkan PP 2010 guru mapel yang memiliki legitimasi pendidikan pra karya Dan sampai saat ini mapel pra karya sudah tertinggal jauh karena pernah ada mata pelajaran pra karya itu pada kurikulum 1975-an wah ini berarti kita berputar lagi ke masa lalu. Alih alih kekurangan anggaran Lab Tik mungkin di kota-kota sudah ada namun untuk di desa yaa yaa udah gedungnya tak karuan lihat di TV mana ada komputer apalagi Laptop. Jadi masa teknologi seharusnya pemerintah mendukung sarana dan prsarananya sesuai dengan kebutuhan yang minimal dalam setiap sekolah.Saya yakin TIK sangat dibutuhkan siapaun yang mau maju.semoga bapak yang di atas sana memikirkan kembali dan sebenarnya di sekolah siswa tidak hanya MS,Excel atau Net saja pa…

  62. Jahidin says:

    Demikian adanya Pemerintah sangat hati-hati membuat sebuah kebijakan.namun merubah suatu kebijakan begitu mudah tanpa memikirkan efek 10 tahun kedepan. Seperti Mapel prakarya ini berdasarkan link and match nya pemerintah harus mencari guru yang kompeten dalam mata pelajaran Prakarya …atau berdasarkan PP 2010 guru mapel yang memiliki legitimasi pendidikan pra karya Dan sampai saat ini mapel pra karya sudah tertinggal jauh karena pernah ada mata pelajaran pra karya itu pada kurikulum 1975-an wah ini berarti kita berputar lagi ke masa lalu. Alih alih kekurangan anggaran Lab Tik mungkin di kota-kota sudah ada namun untuk di desa yaa yaa udah gedungnya tak karuan lihat di TV mana ada komputer apalagi Laptop. Jadi masa teknologi seharusnya pemerintah mendukung sarana dan prsarananya sesuai dengan kebutuhan yang minimal dalam setiap sekolah.Saya yakin TIK sangat dibutuhkan siapaun yang mau maju.semoga bapak yang di atas sana memikirkan kembali dan sebenarnya di sekolah siswa tidak hanya MS,Excel atau Net saja pa…

  63. agus says:

    Era reformasi yang kebablasan ya seperti ini. Era orde baru yang konon katanya jelek sepertinya lebih baik dari pada yang sekarang. Mau lulus SD/SMP/SMA harus belajar mati-matian, eh … sekarang hal itu tdk perlu lagi krn udah ada kunci jawaban yang siap edar. he…he… ini bukan era reformasi tapi era kemunafikan.

  64. Erman says:

    emang kalo pejabat bodoh and ga mau belajar banyak y kaya gitu pangkas aja pelajaran yang dianggap baru, dengan alasan anak tk/sd udah pada pinter internetan. padahal yg sy liat kalo mereka ke warnet(karena gak punya komputer dan sambungan internet) mereka cuma main game aja. ketika guru mereka memberi tugas membuat rangkuman/laporan saja yang mengetiknya petugas warnet dengan tarif tertentu. nah kalo pejabat bodoh yang ngomong gak pake matahatinya yang dia liat cuma anak ama cucunya doang yang orang beduit. dasar pejabat goblok

  65. mudahan segera dilakukan pergantian menteri pendidikan. pak mentri dan wakilnya.. anda harus jadi pemimpin yang adil agar do’a anda terkabul oleh ALLAH AWT, klo tidak itu adalah kehancuran buat kita.

  66. arviant enggar says:

    saya mahasiswa PGSD, mendukung bapak wijaya. saya siap berdemo dengan memberi solusi yang lebih baik. bukan hanya asal demo. saya siap kapan saja pak.

  67. Dodol says:

    Aku curiga, semua berkenaan dengan proyek, pelatihan lagi la, itu lah… ini la….

  68. linux says:

    itulah hebatnya microsoft (Bill gates),,,pertemuan terakhir dengan pak menteri (M. Nuh)sebelum nya dengan SBY, berujung dikurikulum 2013 yang menghapus pelajaran TIK/KKPI….karena khawatir indonesia akan open source, khawatir kerugian yang akan dialami microsoft diindonesia….memaksa pemimpin negeri ini untuk menumpulkan calon-calon teknokrat hebat negeri ini…Luar biasa, salut atas kepintaran membodohi orang lain

    1. Frengky says:

      yang pasatinya bos.. makin banyak pembajakan app klu media tersebut berkembang. itu yang ditakutkan pak de Bill Gates dan om Nuh. Kalau Opa SBY “SAYA SIH NURUT AJA, MONGGO”.

  69. Gaib says:

    Nu Puguhna mah ga ada kerjaan, jd dibuat proyek seperti itu….belegug belet, bagusnya bukan dihilangkan tp direvisi bagaimana sebaiknya…baru taun ini ada mapel yang dihapus…ganti presiden+ganti mentrinya ganti lagi kurikulumnya…mksh wasalam

    1. Tenang,sebentar lagi Pemilu dan saya berani bertaruh bahwa partai maupun pejabat yang sekarang tidak akan terpilih kembali.

      1. Emilia says:

        Justru itulah mereka pada AJI MUMPUNG… Waktu yg tinggal sebentar lagi ini, bagaimana bisa menampung harta tujuh turunan… Dibikin-lah proyek BESAR-BESARAN…. :: Pengadaan SEMUA buku Mata Pelajaran(otomatis berubah semua); Pelatihan guru sampe 3 tahap-an per SELURUH Indonesia….
        Kebayang dak PUNDI-PUNDI yang bisa dihasilkan ???

        1. Trilyunan rupiah Bu…belum lagi upah untuk sosialisasi kurikulum 2013 keliling Indonesia. Mudah-mudahan kurikulum 2013 ini hanya berlaku di tahun 2013 saja dan kembali ke KTSP yang masih layak dipergunakan.Kurikulum 2014 sudah terlihat banyak kejanggalan,bahkan sebelum diberlakukan.

  70. deni says:

    Siap-siap lelang besar besaran komputer di smp dan sma, karena lab komputernya udah gak dipake lagi. Dan sudah pasti tidak akan ada lagi UKG online karena sekolah-sekolah tidak punya labkom lagi. jumlah blogger siswa dan guru akan berkurang karena tidak ada lagi tugas bikin blog, email dll. dan sudah pasti hanya siswa yang punya duit yang gak gaptek, sebab kesempatan orang miskin untuk pegang komputer hanya di sekolah.

  71. saloom says:

    Tik kurikulum 2013 terintegrasi ke smua mapel, sementara banyak guru masi memiliki penyakit TBC alias “Tidak Bisa Computer”

  72. risa says:

    ???????????????????, ko tidak berfikir lebih jauh dengan keputusan yang dibuat?, TIK sangat bermanfaat bagi bangsa ini pak. pelajaran lain tentunya mempunyai konsentrasi terssendiri dengn bidanganya. dengan TIK kita bisa lebih kreative dlm membuat tugas 2. di TIK juga dipelajari ttg membuat progam yang sangat berharga apabila pelajar tidak tahu. tolong berfikir lebih cerdas pak!

  73. luv says:

    Bikin semangat turun, saya pribadi seorang guru bukan TIK, kalau tanya2 ttg komputer (soft dan hardware) ke guru TIK supaya model pembelajaran lebih berkembang. Kalau mereka tidak ada tanya siapa? Karena merekalah yang benar2 fokus mempelajari teknologi dan informasi seiring perkembangan jaman di sekolah. Karena TIK ilmu yang perkembangannya paling pesat. Jika tidak ada guru yang benar – benar ahli di bidangnya, maka pastinya anak tidak akan memiliki pengetahuan yang benar, tetapi lebih penting dari itu membuat anak bangsa punya etika, misalnya dalam berteknologi. Bukannya salah 1 sasaran kur.2013 spt itu ya, berkarakter? Mau jadi apa anak – anak bangsa kalau pintarnya hanya main game/jejaring sosial dan jadi sasaran utama penjualan gadget asing. Alangkah baiknya pembuat kebijakan lebih banyak berpikir ke arah positif. Jika segala sesuatu dilandasi pikiran +, hasilnya juga pasti +.

  74. rahma fitri says:

    ini namanya bukan perkembangan zaman, tapi malah kemunduran. tambah lagi akan terjadi kesenjangan yang akan sangat terasa, ketika anak kota yang tidak perlu diajarkan TIK di sekolah karena semua fasilitas tersedia di rumah. sedangkan anak daerah yang untuk makan saja sulit akan sangat menyedihkan karena kesempatan kecil untuk belajar menggunakan komputer sudah pupus. asal tau saja, jangankan siswa, beberapa guru yang ada di sekolah-sekolah daerah itu saja belum tentu bisa komputer. kapan majunya daerah mereka nanti?
    gawat sekali jika negara ini sudah diurus oleh orang-orang yang tidak punya vision atau pandangan jauh ke depan, mereka hanya businessman yang hanya bisa memikirkan untung dan rugi untuk kalangan mereka sendiri.
    kesulitan pengadaan lab dan tetek bengeknya adalah sebuah alasan klasik yang mengada-ada. dana APBN dialokasikan sangat besar untuk bidang pendidikan. lagipula tidak setiap tahun kita harus membuat lab komputer. kalau memang masalahnya pemeliharaa peralatan, tinggal menempatkan satu atau dua tenaga teknisi IT di sana. tidak setiap masalah atau kerusakan harus mengganti baru. untuk apa setiap tahun mahasiswa di IT Indonesia diwisudakan jika mereka tidak dialokasikan sesuai kemampuan dan bidangnya.
    selain melihat realita, harusnya kita mampu berfikir secara logis dan tegas. negara ini bukannya baru berdiri dua atau tiga tahun. tidak ada alasan para petinggi untuk bersikap sangat tidak kompeten. kalau memang tidak mampu, ya sudah berikan saja jabatan itu pada orang lain yang mampu.

  75. abdul rahman says:

    pemerintah tidak serius ingin mencerdaskan anak bangsa terbukti dengan berkembangnya teknologi pada ada anak-anak pemerintah malah mengkambinghitamkan keadaan disekolah, sementara itu ketika pemerintah mensurvei beberapa sekolah hanya sekolah yang ada dikota saja yang disurvei tidak mensurvei sampai didesa-desa apa TIK ini masih dibutuhkan atau tidak. bagai mana bisa pemerintah mengkonversi TIK keseluruh mata pelajaran sementara 65% guru PNS di SULAWESI BARAT belum mampu menggunakan Multimedia Pembelajaran.

  76. Agun says:

    Pa Mendikbud dan kurikulum 2013 nya
    …..sayang 1000 sayang…

    Padahal sebelumnya Mantan Menkominfo….saya tidak melihat satu sisi TIKnya semuanya sangatlah penting…
    Tapi berkacalah ke arah yang mendasar….mungkin pa mentri termasuk yang otodidak…dengan gampangnya belajar sendiri (tidak Pa..). Ironis pa kalo melihat siswa saya begitu memegang mouse mereka seperti tabu…takut salah…takut computer mati…..apalagi TIK dihapuskan….mereka (siswa) disbanding Negara lain…apalagi jumlah siswa Indonesia 75% pedesaan….(menangis pa melihat kejadian siswa seperti ini (kurikulum 2013))…malah saya punya kebanggaan ketika siswa pandai mengetik dibandingkan guru gurunya, dan guru guru lebih termotivasi ketika anak anaknya pandai mengetik….
    coba pa mentri kaji ulang kembali…tak usah malu kalo kurikulum 2013 tiak baik untuk diteruskan….kami pemaaf kalo memang itu perlu untuk dikaji ulang ataou minimal matpel TIK iadakan kembali….jangan Pa mentri melawan arus dan terus bersilat lidah bahwa kurikulum 2013 yang terbaik….pa mentri yang baik adalah menutupi kekurangan an dievaluasi bukan merubah tatanan yang sudah baik

  77. Dimarya says:

    komenku pendek aja : GANTI MENDIKNAS!!!

    1. Made Widiatmika says:

      SETUJU!!!
      udah UN 2013 “AMBURADUL” sekarang TIK dihapus!!
      sebenarnya MENDIKBUD maunya apa sih??

      1. Maunya korupsi uang anggaran mumpung masih menjabat…

        1. the danzzz says:

          hehehe

  78. ch4lim says:

    Itulah Indonesia
    tiap ganti kurikulum ganti materi ajar Truuuussss sampai kapan kita ke Bulan ?????? apa kita mau di Jadikan Bulan Bulanan he he he

  79. dq says:

    M.nuh kontroversi. Bikin penerus bangsa gaptek. M.nuh sebaiknya mundur, udah gk pantas lg menteri pendidikan d jaman modern seperti itu

  80. Frengky says:

    cara berfikir insatan..
    memang anak sd dan tk sdah bisa bermain game. tapi pertanyaan nya sekarang apakah mereka sudah bisa memanfaatkan media tersebut dengan baik dan benar. klu tidak adanya TIK pastinya anak-anak tersebut akan tidak taunya pemenfaatan aplikasi-aplikasi (ex. Office). karena dipikirannya sudah di integrasikan game.. tidak dituntut untuk mengetahui/ mempelajari aplikasi-aplikasilainnya. yang sudah dipelajari saja anak-anak banyak malas untuk mendalaminya, apalagi tidak diberikan pengetahuan secara terkhusus (TIK).

  81. Agus says:

    Biasalah,..mereka kan belum pernah merasakan jadi guru… sehingga pola pikir di atas meja berbeda dengan pola pikir di alam nyata.

  82. andy says:

    Kita adalah manusia, bkan seorang manusia budak yang mau saja dibunuh/ dipenggal oleh penguasa… Kita bisa Mandiri, .. kita Swasta… Negeri-pun dengan tekad mencerdaskan Kemajuan Bangsa, bila memiliki Visi yang sama (adanya Otonomi Daerah) yaitu demi anak cucu generasi penerus yang kritis, sntun, cerdas, berteknologi, smart, beriman, dengan akses yang tidak terbatas…. TETAP Jalan Terus IT atau TIK diseluruh Sekolah di Indonesia Tercinta, KARENA KITA SEMUA TAHU bahwa Sebagian kecil Ilmu Alloh ini sangat Penting sekali dalam Proses Pencapaian dan Percepatan Kemajuan Generasi Penerus Bangsa.

  83. hery s says:

    Aneh bin nggumun kalau TIK ”dihapus”,menurut saya M.nuh telah berpikir mundur, padahal beliau ini latar belakang (mantar rektor ITS)yg berkaitan dg IT, semestinya IPTEK hrs dikedepankan di abad 21 ini,termasuk TIK,sy guru PKN,banyak teman2 guru yg tdk bisa operasikn komputer,maka sy disuruh tambah pegang TIK,Alhamdulilah sy bisa jalankan, krn sebelumnya pernah kursus komputer,namun bagu guru2 yg tdk bs komputer,banyak guru2 buat RPP,SILABUS dll rental ke orang lain,jadi kalau TIK dihapus maka sampai seumur hidup guru2 yg blm bs operasikan komputer juga tdk akan bs selamanya.

  84. Syaifudin says:

    saya bukan guru KKPI,, tapi saya tidak setuju TIK/KKPI dihapus,, itu sama saja kita mengalami kemunduran,, jaman dulu waktu sy sekolah SMK belum ada pelajaran komputer,, masuk kuliah ternyata ada pelajaran komputer dan banyak tugas yg harus diselesaikan dgn komputer,,, sy jadi mahasiswa gaptek waktu itu,,, dan untuk bisa komputer sy harus kursus di lembaga kursus yg tentu saja tambah biaya…. kejadian sy ini bisa terulang bila pelajaran TIK/KKPI dihapuskan,,, mau dibawa kemana pendidikan generasi kita pak Nuh…?

    1. Wijaya Kusumah says:

      Di Inggris tik dikenalkan lebih dini pd kurikulum yg baru. Di Indo justru dihilangkan
      http://m.guardian.co.uk/education/2013/jul/08/new-national-curriculum-published

  85. yudi says:

    Tenang aja..dan bersabar…semua aturan dan kebijakan termasuk kurikulum 2013 adalah buatan manusia, artinya selama aturan atau kebijakan dibuat manusia pasti ada perubahan yang akan dibuat oleh manusia yang lain…
    Kurikulum memang sudah selayaknya berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan jaman, namun kalo salah pemikiran dan kebijakan juga fatal akibatnya apalagi kalo dikaitkan dengan kepentingan politik atau kepentingan sesaat saja….
    Hanya aturan dan kebijakan Tuhan saja yang tidak pernah bisa berubah…Berdo’a saja semoga mendapat hal yang lebih baik dengan ditiadakanya ‘sementara’ TIK di kurikulum 2013 dan diganti dengan yang lebih baik yang datang atau didatangkan dari Tuhan.amin…

    1. udin says:

      Semoga kurikulum 2013 hanya bertahan selama satu tahun ajaran.Bukankah tahun 2014 sudah pemilu lagi?Sudah ada pergantian presiden dan kabinet yang mudah-mudahan lebih bijaksana dalam membuat keputusan.

  86. Hanibi Abna says:

    Semoga aja Kurikulum 2013 hanya bertahan sampe 2013 . . .

    1. Ya,tahun 2014 sudah PEMILU lagi,ayo kita pilih Omjay jadi Mendikbud dan saya Presidennya.

  87. pangeran says:

    secara logika pendidikan sekarang tidak bisa diajak untuk maju, karena selalu ketergantungan,seharusnya memberi solusi yang terbaik terutama guru KKPI, tetapi malah sebaliknya, kapan lagi mau maju kalo siswa SD sdh bisa maen game saja sdh dianggap maju, peraturan tdk saling menguntungan tetapi menguntungan yang diatas?? kok bisa?? secara nalar akhir2 ini pendidikan morat marit, yang penting selalu ada proyek, dan UUD(Ujung-Ujunge Duit)…

  88. ALFUN says:

    kalo saya lebih setuju kalo diganti materi pembelajarannya, BUKAN MENGHAPUS MATA PELAJARNNYA…

  89. Made Widiatmika says:

    kenapa pemerintah hanya berpikir dan memandang dengan sebelah mata untuk mapel TIK??
    tidak sadarkah mereka bahwa jika TIK dihapus akan memakan banyak “KORBAN”?

  90. wong deso says:

    Lucunya negri ini..

  91. siwi says:

    Gini gan, menurut saya banyak benarnya itu pelajaran dihapuskan, mending kalau masih TK/SD banyak2 dikasih pelajaran moral, sosial dan lingkungan dan sejenisnya, alasan ny simple biar si anak mudah sosialisasi ny dan lebih bagus moral nya, kalo masalah TIK itu bisa didapat dari mulai tingkat SMP/SMA saya rasa udah cukup bagus.Anda liat negara jepang ?TK sama SD malah kaga dibolehin nyentuh teknologi semacam itu, mereka fokus pada penanaman moral dan yang saya sebut diatas, hasilnya gimana ? yah you know lah. Pendidikan kita dari dasar aja udah dididik untuk jadi robot.

    sorry bahasa ny ga pake EYD, yang penting kaga kasar kaya primitif2 diatas 😛

    1. Mbak Siwi,di Jepang menggunakan sistem pendidikan Montessouri tetapi tetap tidak melupakan teknologi.Sejak usia dini mereka sudah dikenalkan dengan komputer, internet,multimedia,kamera,membuat robot,membuat film, dll.Ada pelatihan kreatifitas multimedia dan membuat robot untuk usia 3 tahun lho…

  92. lala says:

    TIK kan tidak hanya tentang internetan. Kan masih harus mempelajari pascal, excel, words, html.

  93. Muhammad Fakhruddin says:

    Tapi Kalau dipikir2 lagi, dengan menghapus mapel TIK karena Alasan bahwa anak TK dan SD bisa bermain game, Selain akan Merusak para Calon Pemimpin Masa depan Juga akan Menghambat adanya Ahli maupun Pakar TIK, bahkan bisa membuat pemahaman tentang TIK berubah Menjadi “Sarana” yang mengasyikkan untuk bermain game, bukan untuk menguasai Ilmu Teknologi, Informasi, dan Komunikasi.
    (Mohon diberi tahu bila ada kekurangan).

  94. Indri says:

    Yakinlah…pak Nuh anda bentar lg lengser kok…gak penting bangud nih Kurikulum 2013…

    1. Muhammad Fakhruddin says:

      Kalau TIK Dihapus, Bagaimana Anak-anak akan Belajar Microsoft Office, Adobe, CorelDraw, Etika dalam Menggunakan TIK? Kalaupun Mau di-Korupsi Dana Pengadaan Lab Komputer lebih baik pejabat-pejabat itu lebih memikirkan Makanan Otak untuk rakyatnya….apa? yaitu Ilmu. Dan Kepada para Pejabat Pemerintahan, Saya ingatkan, Kalianlah yang akan mem-pertanggungjawabkan segala apa yang kalian lakukan selama ini di Akhirat nanti.

  95. jono says:

    “Dalam Kurikulum 2013 khususnya di SMA/SMK terdapat peminatan IPA, IPS, Bahasa. Mengapa tidak diberikan peluang ada peminatan TIK,…..” lalu buat apa di SMK ada Bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi?

  96. Aditya says:

    JIka mayoritas anak TK / SD sudah mahir menggunakan Vlookup, Hlookup, dan Pivot table, mungkin itu bisa jadi alasan kuat kenapa TIK dihapuskan. 😛

    Korea Selatan , tahun 1950-an, merupakan negara termiskin di dunia. Dan bisa kita lihat sekarang, begitu majunya perekonomian negara mereka.
    Dan faktor utama kemajuan negara Korsel adalah anggaran negara 20% lebih digunakan untuk menciptakan SDM pribumi yang cerdas dan nasionalis. Dan mereka komitmen dan kontinu dalam mencapai targetnya dari 1950-an hingga sekarang.

    Entah pemerintah negara kita bercermin memakai cermin yang mana, para perut buncit di atas sana perlu ditugaskan 1 tahun melayani rakyat kepelosok-pelosok negeri ini agar mata mereka terbuka.

  97. Andhika says:

    Sungguh pemikiran yang sulit dinalar. Harusnya kalau pemerintah sadar mereka tidak bisa menyediakan fasilitas harusnya itu jadi sebuah tantangan bagi negara tercinta ini. Bagaimana ada pengalaman kalo nggak ada masalah ? pepatah aja bilang pengalaman itu guru terbaik. Bukannya maju malah mundur, jangan salahkan bunda mengandung kalau nanti penerus bangsa ini tak mengerti etika dan etiket

  98. Doit says:

    Dari anak TK, SD, SMP, SMA dan Mahasiswa sudah banyak yang bisa menlaksanakan perintah agama. Kalau berpikirnya begitu pelajaran agama juga akan dihapus. Begitupun dengan pelajaran bahasa indonesia mestinya dihapus. Bila nanti bahasa inggris banyak yang bisa hapus saja bahasa inggris. Bila anak SD sudah bisa menghitung hapus saja matematika atau pelajaran berhitung di SD.

  99. Yayat Ruhiyat says:

    memang benar apa yang dikatakan banyak orang, bahwa di Indonesia ini banyak komentator ulung…!

  100. Endang Muhtadin says:

    Saya sudah dua kali jadi Korban Perubahan Kurikulum .
    Pada kurikulum 2006 (KTSP ) salah satu poin perubahannya di tingkat SMP adalah IPA terpadu artinya pelajaran IPA tidak dipisahkan seperti pada kurikulum sebelumnya. akibatnya guru fisika harus bisa mengajar biolog atau sebaliknya. Sebagai guru yang berlatarbelakang fisika (diploma) saya merasa tidak punya kompetensi untuk mengajar biologi, maka saya akhirnya memutuskan untuk tidak megajar IPA dan beralih menjadi guru TIK, karena waktu itu di sekolah tidak ada guru lain yang bisa TIK. Untuk memenuhi tuntutan profesionalitas saya pun kuliah di jurusan TIK sampai saya lulus dan memenuhi syarat untuk program sertifikasi guru. Namun sekarang nasib profesional saya menjadi tidak jelas kembali. Tolong perjuangkan terus nasib kami om jay. terimakasih

  101. Muhammad Rasydan says:

    “Jika TIK/KKPI masuk struktur kurikulum nasional maka pemerintah berkewajiban menyediakan Laboratorium Komputer untuk seluruh sekolah di Indonesia, dan pemerintah tidak sanggup untuk mengadakannya”

    Kemana uang pajak itu? Masuk perut koruptor, eh?

  102. Ami says:

    Kl spt itu pola fikirnya,berarti B.Indonesia jg hrs d hps jg krn anak dr balita jg sdh bs brbahasa indonesia.

  103. zemy says:

    aneh bener yang ngatur kurikulum… semua lulusan ilkom yang ngambil pendidikan di kampus tempat saya mau dikemanain?… ngomong aja kalo ga mau ngasih fasilitas… emang komputer isinya game doang…

  104. Thecuteone says:

    Matematika juga gak perlu karena sudah ada orang menemukan alat bernama “kalkulator”..

  105. elma says:

    fb bapak menteri sudah dibuat, silahkan berpendapat disana, supaya dia lebih terbuka wawasannya.. meskipun kurikulum 2013 sudah disahkan 🙁

  106. herry says:

    Pak mentri ini sepertinya tidak pernah jalan kepelosok tanah air, cuma jalan jalan dikota saja…. pak… lihatlah yang di desa desa betapa pentingnya pelajaran TIK.
    Coba kalau bapak baca di koran koran setiap ada lowongan pekerjaan syarat utamanya bisa mengoperasikan komputer. terus dimana kesempatan belajar komputer anak anak yang dirumahnya tidak punya komputer kalau TIK dihapus? adakah kesempatan untuk bekerja bagi mereka?

  107. Danang says:

    Pemerintah takut kalau banyak yang pandai TIK, situsnya kena HACK semua, Kong kalingkong dan KORUPSI lebih mudah terbongkar. Makanya TIK ditiadakan, biar generasi muda tak byk yg pandai.

  108. Budi says:

    Di Indonesia Itu terlalu banyak orang pinter,Prof, Dr, dll yang akhirnya keblinger, ganti menteri ganti kurikulum, pingin coba-coba, jadi saya pencipta kurikulum yang baik, kata menteri ini dan itu, tahun berikutnya ganti lagi, revisi kurikulum dll, pendidikan semakin ke sini semakin repot eh ternyata yang merusak pendidikan itu ternyata orang yang pinter-pinter juga, yang banyak gelarnya, kalau anak didik tidak berhasil akhir-akhirnya guru juga yang disalahkan, kasihan murid dan guru yg jadi korban akibat kebijakan orang pinter kebliger, sebagai contoh lagi kebijakan akreditasi sekolah, masa sekolah negeri harus diakreditasi kan aneh, dari dulu juga sekolah negeri yang otomatis milik pemerintah dan negara masa harus diakreditasi,predikat A, B, C, merupakan distriminasi pemerintah yang notabene sekolah negeri itu milik pemerintah, terhadap sekolah, padahal yang menilai bagus tidaknya suatu sekolah adalag masyarakat, bukan asesor,

  109. rani says:

    saya sendiri setuju-setuju saja apabila TIK dihapuskan dari kurikulum. sebagai alternatif, agar siswa tetap bisa mengakses komputer dan mengetahui cara mengoperasikannya, bisa dijadikan ekstra kulikuler yang nilainya tidak perlu masuk rapor. jadi, buat tambahan skill ekstra saja. menurut saya, TIK memberikan beban tambahan belajar pada siswa yang sudah harus belajar mapel yang lain, yang kini semakin susah saja. saya sendiri tidak habis pikir di sma anak harus belajar bahasa pemrograman, yang notabene tidak terlalu sering digunakan oleh orang awam.

    1. udin says:

      Wah,anak muda yang tidak mau terima tantangan…Saya yang usia 30-an sana masih mau meneruskan kuliah S3 kok…

    2. Andri Annion says:

      Biar lebih ringan beban nya, MTK dihapus aja kan sudah ada kalkulator.. Bahasa Indonesia ga usah diajarin juga bisa sendiri kok.. Jadiin ekskul aja pulang malem gpp ko aman.

  110. hatanakol says:

    intinya pemerintah belum ingin memajukan generasi muda, karena mereka masih belum siap dengan semangat, kreativitas dan inovasi yang akan terus berkembang di indonesia,

    1. Emiro says:

      “Semua bisa belajar lewat internet”, kalo gitu ga ada guru sekalian, ga ada sekolah, biar generasi muda kembali ke jaman batu, …ketika ada sosialisasi kur 2013, sudah banyak masukan, kritikan, keluhan ke Dinas tapi apa jawabannya? “ini program pemerintah yang sudah harus dijalankan, silahkan hadapi dan selesaikan masalah Anda sendiri”…ueeedan, mereka yang buat masalah kita yang suruh menyelesaikan….dan omongan kita tidak pernah di dengar oleh para pejabat kita…inilah Indonesia yang sudah Mereka Puluhan Tahun akan segera kembali ke jaman batu….

  111. Rahma says:

    itulah, kalo negara kita dipimpin oleh orang2 yang tidak profesional. Liat aja pak Nuh itu basicnya apa???? sekarang jadi menteri apa??????? belum lagi pak xxx yang dulu jadi mentri perhub ganti jad mensesneg ganti sekarang jadi menko… so pasti lah mereka gak profesional dan membuat kebijakan yang seenak nya sendiri karena gak punya basic keilmuan di bidangnya…
    Mungkin kita merindukan orde baru bukan karena sistem pemerintahannya yang otoriter… namun pucuk2 pimpinannya benar2 dipilih dari orang2 yang profesional dan capable dalam bidangnya. seperti Menristek Pak Habibie sehingga kita mencapai era kejayaan saat membuat pesawat sendiri…
    What’s going on now?????
    sepertinya pemerintahan kita dipimpin oleh politisi busuk dan sangat tidak capable…
    WHAT A STUPID GOVERNMENT….
    Padahal jelas2,,, pendidikan adalah investasi masa depan… Mereka para politisi adalah orang2 yang mengorbankan generasi masa depan demi pemilu yang akan datang…
    kalau negarawan adala orang2 yang rela berkorban demi generasi masa depan…:)

    1. Jangan pilih partai busuk dong…

  112. Iwan says:

    Kalau liat film action hollywood, sekarang semua berbasis TIK.
    Baru beberapa minggu yang lalu, KPU menyatakan untuk melihat daftar calon pemeilih sementara cukup klik http://www…….
    Lah kalau gag tau TIK gimana ya?

  113. Boy says:

    Ha..ha.. Menterinya gaptek TIK…..biar sama bodhnya kali yaaa…..

  114. Boy says:

    Mudah-mudahan Indonesia punya menteri pendidikan yang melek teknologi IT. jadi ga sembarangan merubah kurikulum dan menghapus pelajaran TIK / KKPI

  115. budi says:

    Kalau TIK/KKPI dihilangkan siapa yang akan jadi generasi peerus sebagai OPERATOR. memang program pemerintah banyak OTODIDAK NYA.

  116. Yenni says:

    Saya gak setuju klu mapel TIK dihapuskan,……apa lg yg alasannya krn anak TK/SD udah bs internet. data dr mana itu? di daerah tempatku kerja/tinggal jangankan anak TK/SD, gurupun malah ada yang belum pernah pegang komputer. Trus bgmn mungkin guru mampu mengintegrasikan TIK dlm mapel lain yg diajarkannya. Lagi pula DLM mapel TIK bukan cm soal bgmn membuka internet tp lbh dr itu banyak sklai hal yg dpt dipelajari yg dapat memberikan suatu keahlian bg siswa. ini bkn langkah maju tapi mundur……

  117. rizal khan says:

    PANTES KLO NEGARA NI GOBLOK, BELAJARLAH PADA NEGERA TETANGGA MEREKA SUDAH BISA MEMBUAT ANIMASI YANG DI BILANG SANGAT ISTIMEWA, KITA KAPAN

    1. Muhammad Fakhruddin says:

      Jangankan Animasi, Perusahaan Otomotif Mereka saja, Proton, Sukses mengembangkan komoditas jual mereka dan mengekspor ke berbagai negara seperti Inggris, Thailand, Bahkan Indonesia.

  118. Suyadi says:

    Yang saya tunggu, Bagaimana kebijakan pemerintah terhadap nasib para guru TIK/KKPI? Di PHK atau bagaimana?

  119. Ada info KKPI diganti dengan Simulasi Digital yang digagas oleh Direktur SEAMOLEC bahkan guru2 dari 90 eks RSBI sudah dilatih. Tapi sampai saat ini Strutur Kurikulum C2 belum kunjung keluar yang mencantumkan Simulasi Digital

  120. nurman says:

    saya mengajar multimedia, alhamdulillah masih ngajar, temen saya pada siap2 nyari kerja lagi nich.

    kurikulum 2013 saya mengajar kelas x, yang membuat saya bingung matpel sistem komputer, setau saya buku-buku yang beredar lebih ke hardware komputer.

    tapi kenapa materinya seperti matkul pengantar teknologi informasi, waktu saya kuliah dulu dan bab 1 mengarah ke agama serta perilaku.

    bingung saya.

    silahkan download disini silabusnya:

    http://download.smkdki.net/index.php?dir=KURIKULUM+2013/silabusc1

  121. Kurikulum 2013? Awal Pembukaan Permusuhan orang IT di indonesia. Besok Jangan Lupa,,, Jika para Hacker Mengobrak abrik system apa saja yang berkaitan dengan pemerintah,,.. back 2 nature,,, ke zaman batu. BNSP? Bencana Nasional Seluruh Pendidikan…

    1. wealthy says:

      Ya asalkan untuk shock therapy pemerintah yg notabene pemegang kebijakan saya kira IT Master *hacker punya motivasi tersendiri dan harapannya mereka jadi berpikir ulang untuk kebijakan berikutnya. Asal jangan sampai mengganggu aktivitas anak didik nantinya. Ayo saling menasehati dengan cara yang bijak. Salam damai..

  122. benk2 says:

    Dihapusnya TIK/KKPI itu sebenarnya hanya strategi “Membodohkan” msyarakat Indonesia.

  123. brian hutajulu says:

    Percuma rekan disini berkomentar atau berdebat dengan kata-kata kasar atau saling menjatuhkan, lebih baik lakukan sesuatu yang lebih nyata, kenapa TIK/KKPI itu sendiri dibutuhkan dalam kurikulum di-Indonesia ?
    Apalagi untuk rekan-rekan yang (akan) mempunyai profesi seorang guru, berikan kepada Menteri Pendidikan sesuatu bukti nyata bagaimana pentingnya TIK/KKPI.

    No offense

    rgrd brian

  124. udin says:

    Pak WAMEN ini sebuah kekesalan dari saya satu kata buat anda FUCK.

  125. rizal says:

    Jawaban tak bermutu dari seorang wamen
    Pada kurikulum 2004 muncul pelajaran TIK dengan alasan era teknologi dan globalisasi. Pada waktu itu sekolah secara mandiri pontang-panting untuk menyediakan guru dan lab komputer.Waktu berjalan ,sekarang sebagian besar sekolah telah memiliki guru dan lab komputer yang di bangun dari sumbangan komite sekolah.
    Banyak LPTK yang membuka jurusan TIK, lalu mau di kemanakan mereka-mereka itu. Apakah proses yang sudah berjalan itu akan di cut begitu saja dengan alasan yang tidak jelas.!
    Alasan anak sudah pandai internet kontradiksi dengan alasan tiadanya listrik dan tiadanya lab di pedesaan.Bagaimana mungkin mereka mahir internet jika desanya saja tidak ada listrik dan komputer.
    Alasan pemerintah tidak sanggup membangun lab komputer adalah alasan yang bodoh, bagaimana mungkin pemerintah mau lari dari tanggung jawab?.
    Lagi pula sudah banyak sekolah yang telah mempunyai lab komputer dengan cara mandiri tanpa cmpur tangan pemerintah, pemerintah tinggal menyempurnakannya terutama yang didesa-desa terpencil.
    Mungkinkah hilangnya pelajaran TIK karena pembuat kebijakan disuap oleh lembaga pendidikan informal agar Kursus komputer hidup kembali?

  126. rizal says:

    Hanya Tuhan yang tahu

  127. cbgiovanni says:

    Ikut berbagi.
    Kota Bandung kemarin baru menyelesaikan WORKSHOP KI KD dan Silabus untuk Prakarya dan Kewirausahaan yg akan diimplementasikan di tiap-tiap SMA Negeri atau Swasta. Dan guru-guru TIK bisa ko masuk didalamnya. Lewat :

    Rekayasa
    Pastinya yang diambil adalah rekayasa perangkat lunak. Di KI KD yg ada kan rekayasa perangkat keras, akan sangat bodoh kalo pemerintah melarang RPL dengan jawaban TIDAK ada yang namanya Rekayasa Perangkat Lunak. Hhe.

    Kerajinan
    Desain grafis yang menghasilkan produk seperti kemasan, iklan, poster film, animasi 2D dan 3D, film, ini semua adalah kerajinan, dan guru TIK masih bisa masuk ko.

    Tapi memang di Bandung, prakarya ini tidak semerta-merta diisi guru TIK, ada yg ke ekeltro, tata boga, otomotif, pengolaan limbah, dsb. Intinya, semua dikembalikan kepada kebijakan sekolah. Kalo ada labkom, ada guru TIK, ngapain juga sekolah ngeluarin duit untuk yg lain, manfaatin apa yg ada.
    Ya, kecuali kalo sekolahnya punya modal untuk membuat lab elektro misalnya, dan menyediakan robot kit untuk para siswa.

    Intinya, manfaatkan saja semua yg ada. Masuk mulok juga masih boleh ko. PLH juga masih bisa masuk di Kur 2013.

    Salam.

  128. fazizahfatimah says:

    Pejabat kita terutama di Kamendiknas pinter2 kok mending kita nurut aja SMK aj sudah bsa merakit mobil, merakitloh.lihatlah banyak kan sekarang yang bergelar: Profesor, doktor, insinyur, S3,S2, bahkan S1 pun dah gk laku sptnya..lagian rakyat kita sudah makmur mur…di mana2 penuh mobil dan motor..mpe jalanan macet, nah kur 2013 agama ditambah jdi 3 jam biar kita pandai bersyukur dan sembayang dengan kata2 yang indah, makanya bahasa Indonesia 6 jam, biar kita pandai bincara dgn santun dan kalau perlu MAT, IPA , di hilangkan cukup kita perbanyak doa biar masuk surga..oke

    1. Kalau mau mengajarkan moral,apalagi terhadap anak,tidak perlu dengan pelajaran agama yang bersifat teoritis tetapi harus memberi teladan.Di Indonesia sekarang ini terjadi krisis kepemimpinan dan kurang keteladanan dari para pejabat sehingga yang dapat kita saksikan dari media hanyalah 90% berita korupsi,mark up anggaran,selingkuh,dll.Marilah mulai dari diri kita sendiri,introspeksi diri dan banyak berbuat baik.

  129. Cah Angon says:

    Orang Bodo tp sok pinter ya orang yg hpus TIK/KKPI.
    orNG yg punya ide pngn hapus palingan orang2 yg otaknya otak udang,
    mereka kira negara maju tu, butuhnya guru2 yg ngajar dsuruh nyatat sambil tidur. ga faham apa IT, LAGIAN BIAR SEMUA WARGA BODO GA DA YG TAU KLO KORUP BERJAMAAH.

    1. Rakyat tidak bodoh Mas Cah Angon,rakyat tahu pejabat negara korup berjamaah dan mengorbankan rakyat dan membuat kurikulum baru demi mencopet uang anggaran.

    2. the danzzz says:

      kecurigaan saya mas CAh angon… jangan-jangan para pemangku kebijakan dangkal kemampuan TIK nya, jadi mereka takut kalah bersaing dengan anak didik kita… hehehe keeep smile!

  130. dedy says:

    jangankan hanya pelajaran TIK lha yang bersifat akademis saja cuma di nunutke, seperti ipa dan ips, padahal pelajaran sains dan economic di negara2 inggris , amerika sampai israel sangat di utamakan. memang aroma untuk pembodohan bagi bangsa indonesia terasa semerbak, dan semakin lama semakin terasa……biarlah kemana lagi kita akan mengadu.

    1. IPA dan IPS termasuk ilmu dasar yang harus diajarkan sejak dini,demikian pula TIK dan Bahasa Inggris agar siswa dapat bersaing di era globalisasi.

  131. ija says:

    pemerintah gimana sih,, ko kkpi dihilangkan gimana anak muda bisa mengeri lebih jauh tentang internet dan pernagkat lain yang mendukung,,, otak pemerintah di taruh mana sih,,, jaman sekarang serba komputer,,

    1. Mbak Ija,memang seperti inilah dunia pendidikan Indonesia. Sering dikomersilkan,dikorupsi sehingga mutu pendidikan lenyap entah kemana.Saya guru matematika.Rasanya saya tidak tega mengajarkan kurikulum 2013 kepada murid-murid saya karena mutu pelajaran yang semakin mundur dibanding kurikulum RSBI dan KTSP.Sehingga saya mengajar tetap dengan KTSP agar tidak terjadi kesenjangan mutu pendidikan.

  132. Vega says:

    TIK dihapusin kapan Indonesia mau maju? sekarang ini jamannya teknologi, googling aja pekerjaan paling berpengaruh saat ini. masa Indonesia mau ngimpor teknologi mulu?

    Anak TK dan SD sudah bisa main internetan dan game? lah, apa hubungannya? apakah pemerintah menginginkan anak-anak negara hanya bisa internetan dan main game? HAHA. LUCU SEKALI.

    APA?? terintergrasi dengan mata pelajaran lain? Paling cmn Microsoft yang terintegrasi…

    Jika kalian pemerintah memang merasa belajar microsoft, internet semua orang juga bisa, lalu MENGAPA KALIAN MEMASUKKAN MATERI ITU DARI DULU?? Kalian bisa kan mengubahnya menjadi programming, desain, pelajaran yang lebih berguna dari itu. jadi, orang yang memang berniat mendalami teknologi tidak akan merasa asing saat kuliah atau sejenisnya. Juga para remaja akan mendapat pengetahuan programming dan lain-lain setidaknya, kalau saat kerja butuh banget, nggak perlu jauh-jauh nyewa ahli mahal.

    Kalian tidak pernah berpikir, di era teknologi yang maju dan semua orang mengerti internet, anak-anak dan remaja justru perlu dijelaskan lebih jelas mengenai itu semua?
    Bayangkan, jika selama beberapa belas atau puluh tahun lebih ini ditetapkan, berapa banyak orang tua gaptek yang kalian hasilkan? lalu semakin lama orang gaptek akan bertambah terus menerus. LUCU. LUCU BANGET. lama kelamaan komputer nggak akan ada lagi kali ya di Indonesia ini karena nggak ada yang ngerti cara pakenya. HAHA. Nah, terus di tahun-tahun itu justru kemajuan teknologi Indonesia dibutuhin banget. TERUS, TIK DIMUNCULKAN LAGI DEH!! BELAJAR DARI NOL LAGI DEH GENERASI-GENERASI BARU KITA! HAHAH, lalu jika ujung-unjungnya akan muncul lagi, kenapa sekarang DITIADAKAN?

    Berpikirlah lebih maju agar Indonesia turut maju, depdiknas…
    Janganlah berpikiran terlalu cetek sehingga level Indonesia ikutan cetek.

  133. Dhani says:

    Saya paham betul perasaan kawan-kawan yg profesinya terancam karena ada kebijakan seperti ini.
    Jujur di sekolah tempat saya mengajar, belum mampu menyediakan fasilitas Lab Komputer. tapi kendala seperti itu bukan menjadi penghambat, masih bisa menggunakan projector sama 1 buah laptop, atau menyewa warnet didekat sekolah. Agar anak-anak bisa di bimbing mengenal TIK dari segi positif, bukan dari segi negatif (belajar otodidak dari teman terus buka situs dewasa atau semacamnya). semoga ini bisa jadi renungan buat para pemimpin kita.

    1. Wijaya Kusumah says:

      amin ya robbal alamin

      salam
      omjay

  134. Rickonblog says:

    sbnrnya sy jg kurang setuju dgn kurikulum ini….
    entahlah, kita hanya bisa berusaha yg bisa kita lakukan & jgn berkecil hati…:) ttp smgt

    1. Wijaya Kusumah says:

      yes mari tetap semngat demi kemajuan bangsa tercinta

      salam
      omjay

  135. Agus Mrt says:

    TIK itu luas sekali ? bisa saja masuk dalam setiap wilayah dan menerapkan TIK untuk menumbuhkan jiwa Entepreneurship setiap peserta didik, jadi anak bangsa kita mempunyai wawasan luas untuk mengembangkan dan mengaplikasikan ilmunya di kehidupan. jika anak sudah terbiasa dengan Teknologi , Informasi dan Hiburan yang diarahkan melalui adanya mata pelajaran TIK akan membantu dalam kehidupan berbangsa dan negara ini. Mungkin SK dan KD peru ditinjau sesuai dengan wilayah atau kondisi sekolah yang ada, jadi TIK tetap dapat dijalankan dimana saja. Seandainya kita kirim surat menggunakan jasa burung merpati seperti jaman majapahit dulu, sebelum sampai ditujuan merpati kesamber petir dan hasilnya tidak sampai tujuan, dengan e-mail dan segala bentuk positifnya surat cepet selesai. jika mengirim pesan di kutub utara menggunakan kuda seperti jaman majapahit kira – kira bagaimana ?, tapi adanya handphone .. dengan cepat pesan terkirim, apa hubungannya dengan dengan mapel TIK.. yang jelas Teknologi Informasi dan Komunikasi yang terarahkan dengan baik dari tingkat SMP akan lebih baik.

    1. Wijaya Kusumah says:

      betul TIK itu luas sekali

      salam
      omjay

  136. goyangcesar says:

    Percuma curhat sampe berdarah2 juga ga bakalan di dengar sama mentri dan pejabatnya klo hati mereka udah merem (jangan2 buta), mendingan simak percakapan berikut ini dan semoga membuat kita tersenyum dalam kegalauan…
    Dialog guru dengan murid
    Guru Sosiologi : “Ada tugas ya buatnya pakai power point….”
    Murid : “ Wah… belom bisa bu !”
    Guru Sosiologi : “kan sudah diajarkan di mata pelajaran TIK”
    Murid-murid : “diajarkan di kelas 12 bu…”
    Kemudian Guru TIK lewat kelas mendengar pembicaraan mereka,
    dalam hatinya ia berkata “kelas 12 saja baru di ajarkan gimana kurikulum 13….”

    1. goyangcesar says:

      Kalau di lihat dari percakapan tadi Gurunya saja masih memikirkan pendidikan dan kemajuan siswa-siswanya tanpa disadari bahwa dirinya sudah tidak memiliki jam ngajar alias nganggur… (lebih parah dari Pak Umar Bakri, nasib… nasib…)

  137. sinaga17 says:

    pelajaran TIK seharusnya di ajarkan mulai dari usia dini, karena perkembangan saat ini semua berbau teknologi komputer. anak2 harus diajarkan bagaimana memanfaatkan perkembangan tik, UU ITE, dan bukan hanya diajarkan sekedar mengoperasikan software tertentu. jika seseorang akan bekerja yg bersangkutan sudah harus lancar menggunakan produk2 tik.

  138. ozi says:

    Mari Berdo’a semoga pemerintah membatalkan penghapusan mapel TIK dengan lebih mempertimbangkan nilai kemanfaatnnya bagi temen2 guru TIK dan generasi yang akan datang. Amiiin.

    1. Wijaya Kusumah says:

      amin ya robbal alamin

    2. the danzzz says:

      amin

  139. Yang terpenting di era globalisasi ini adalah memberikan pelajaran dan panduan bagi anak agar tidak gagap teknologi/gaptek,mampu menggunakan alat teknologi informasi secara baik dan benar,mampu berinternet secara sehat dan beretika,mencari informasi-membagi informasi secara baik,dll, memiliki program memajukan anak secara berkesinambungan.Saat SD diberikan pelajaran tentang MS-Office dan pengenalan internet sederhana.Tingkat SLTP diberikan pelajaran cara membuat program sederhana,disain grafis,serta belajar membuat blog dan cara mengisinya agar menarik dan informatif.Tingkat SLTA diberikan pelajaran SPSS/mengolah data,dan membuat program yang lebih luas lagi.Hal ini akan banyak menolong saat anak-anak menempuh pendidikan universitas,S1,S2,S3.
    Pemerintah perlu tahu bahwa internet bukan hanya game online dan jejaring sosial.
    Di Indonesia ini penggunaan internet sangat tinggi,namun pantas disayangkan bahwa penggunaannya 90% hanya untuk main game online dan jejaring sosial.Ini menunjukkan tingkat pendidikan yang masih rendah,sehingga multimedia tidak dimanfaatkan secara maksimal.
    Yang saya amati,tidak semua situs pemerintah memiliki email dan blog.Para wakil rakyat mengakses internet saat rapat hanya untuk melihat video porno,ataumain game.Ini berarti pemanfaatan TIK yang belum maksimal.

    1. dini w says:

      apakah karena TIK =Tidak Ingin Korupsi….makanya pak mentri getol banget pingin menghapusnya..!!

  140. Woen says:

    Mata Pelajaran TIK seharusnya memang tidak dihapuskan. Tetapi SEHARUSNYA yang dihapus adalah mata pelajaran Bahasa Inggris. Kenapa?
    Selama ini negara Indonesia tidak lagi menghargai bahasa Indonesia. Mengapa negara harus mewajibkan bahasa inggris pula pada UN misalnya?
    Seharusnya mata pelajaran seperti itu tidak masuk yang penting. Tapi masuk muatan lokal (Seperti dahulu) dimana orang yang berminat bisa belajar sendiri.
    Jika dimasukkan sampai ke “WAJIB” negara kita akan selalu tertinggal. Karena orang luar berfikir, merasa kita sudah bisa bahasa inggris.
    Kondisi sebenarnya negara kita adalah kunci kehidupan dunia. Tanpa negara kita, mereka tidak memiliki apa apa. Mereka hanya memanfaatkan Indonesia. Mereka yang butuh, seharusnya mereka yang harus belajar bahasa indonesia. Bukan kita yang harus belajar bahasa kita. KONYOL SEKALI!!!

    =====Sekali Dayung, 2-3 pulau terlampui=====
    Menurut saya Bahasa Inggris dihapus dan dimasukkan ke dalam TIK, Alasannya negara kita tidak bisa membuat komputer dan komputer selalu berbahasa inggris, maka akan lebih efektif jika Bahasa Inggris diajarkan ketika seseorang berada di depan komputer.
    Demikian pula tenaga kerja pendidik, dapat dialihkan ke ruang lab komputer. Misalnya pada sekolah awal-awal yang memiliki 1 guru dalam 1 kelas, dalam ruangan komputer bisa menjadi 2-3 guru dalam satu kelas. Karena mereka memerlukan bimbingan. Pengajaran lebih dari 1 pendidik dalam satu kelas rasa akan juga lebih fokus.
    Demikian pula JURUS mengetik mereka akan lebih lihai jika dalam bahasa indonesia dan asing. Bahasa Indonesia Jangan dipisahkan. Karena itu bahasa kita.
    Jika orang membutuhkan kita, maka biarlah mereka yang mencari kita.

    Jika ada kalangan mengatakan:
    “Itu bahasa global”.

    katakan saja:
    “Bahasa negara kita juga akan menjadi global”.
    Jika tidak, angan-angan negara kita tidak terkabulkan untuk selamanya.

    Sebab sebenarnya ada 3 negara ASIA yang sebenarnya bisa menumbangkan pemerintahan yg sok “GLOBAL” tetapi ada andil-andil memerosokkan negara kita termasuk membuat krisis negara.
    Seperti yang terjadi kemarin-kemarin dan saat ini. Untuk kedepan, keadaan ekonomi moneter akan ditambah dengan politik. Yang akan membuat negara kita makin kacau.

    Memang Inggris komputer dengan inggris berbahasa itu berbeda, tetapi setidaknya bisa diajarkan secara bersama jika dengan dibimbing.

    HAL YANG PENTING!!! HAL YANG PENTING!!!
    Jika ada murid yang lebih pintar atau lebih mengerti dari pendidik, maka sepatutnya sang pendidik bersyukur karena bisa membantu sang pendidik mengajarkan pada murid yang lain, bukan malah menjatuhkan sang murid.
    DAMPAK BURUK: Mungkin sang murid bisa menjadi sombong, dan sang pendidik merasa harga dirinya direndahkan tetapi dengan pembelajaran yang baik dari mata pelajaran PPKn/Kwn
    Hal tersebut saya rasa dapat tercermin dengan perilaku. Bukan sekedar wacana.

    Mengapa saya menulis hal tersebut (HAL PENTING)?
    Karena hal tersebut saya alami ketika masih duduk di bangku sekolah, dan nilai saya justru dijatuhkan. Begitu pula pandangan guru lain terhadap saya dialihkan. Tetapi saya tertolong ketika kepala sekolah mengajar ke kelas saya dan menyadarinya. Hal tersebut saya tuliskan karena ada sebagian pendidik yang KOLOT. Saya harapkan anda tidak demikian, tetapi bijaksana.

    1. Kamikaze says:

      Bisa dijelaskan lagi mengenai 3 Negara ASIA yang mampu menumbangkan Kekuasaan yang SO “GLOBAL” ? saya penasaran.

      1. Woen says:

        3 negara berkembang di asia yang sebenarnya sumber dari alam kehidupan bumi saat ini. Bukankah semenjak dahulu hanya dimanfaatkan oleh mereka pihak luar.
        Sekarang saatnya untuk bangkit menjadi nomor 1. Sadar diri rubah dunia, bukan mengikuti perkembangan jaman yang ada di dunia. Kalau begitu terus ceritanya akan selalu tertinggal.
        Tetapi kita yang harus membuat perubahan itu sendiri dan bisa mempengaruhi dunia.

    2. Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional harus dikenalkan dan dikuasai anak sejak dini.Saya tidak setuju kalau Bahasa Inggris dihapuskan.Bahasa Inggris adalah kunci menguasai ilmu,pergaulan,pendidikan.Hal ini akan sangat dirasakan di jenjang pendidikan tinggi atau universitas.Banyak literatur bahkan hampir semua literatur tertulis dalam Bahasa Inggris.Jurnal ilmiah,penelitian ilmiah yang bermutu juga hampir semua tertulis dalam Bahasa Inggris.

  141. Kamikaze says:

    Saya sangat tidak setuju dengan dihapusnya pelajaran TIK. karena menurut saya, walaupun anak-anak di Indonesia itu bisa menggunakan Komputer tapi itu masih Basic. masih hanya sekedar bisa Membuka Facebook, berinternet ria, main game online. dan apakah mereka bisa menggunakan Ms.Exel? kebanyakan siswa TIDAK BISA. Apakah mereka bisa membuat Jaringan? kebanyakan siswa TIDAK BISA. tentu TIK itu sebenarnya harus Ada, supaya siswa-siswi indonesia tidak GAPTEK.
    dan tambahan lagi, menurut saya bukan TIK yang harus dihapuskan melainkan materi mengenai TIK nya yang harus diperbaiki. ada beberapa materi TIK yang sebenarnya tidak harus dipelajari, dan ada beberapa materi TIK yang kurang dan harus ditambahkan.
    Just my opinion, Terimakasih.

    1. Wijaya Kusumah says:

      saya sepakat, bukan pelajaran TIKnya yg dihapus, tetapi materi TIKnya yang harus diperbaiki.

      salam
      omjay

    2. Woen says:

      Untuk pelajaran TIk saya rasa perlu dibenahi untuk penambahan bahasa inggris saja dan menghapus mata pelajaran khusus Inggris dari kurikulum menggantinya menjadi muatan lokal.
      Untuk jaringan, saya kira tidak perlu diajarkan. mengingat adanya masing-masing individu tidak memiliki kemampuan atau minat dalam pembentukan jaringan sehingga jika diajarkan kepada semuanya akan menjadi sia-sia. Begitu pula dalam pembentukan jaringan tidak penting, hal itu hanya perlu diketahui oleh para teknisi saja yang mendalami jaringan. Dampak buruk dari hal tersebut juga tanpa disertai dengan kesadaran adalah akan munculnya banyak cracker seperti di China yang mengajarkan jaringan pada sekolah umum.

      Untuk pelatihan Excel dan Word saya rasa perlu dibenahi kualitasnya.

      Hingga duduk di bangku S2 pun saya melihat bahwa begitu banyak mereka yang mengejar gelar pada dasarnya sudah kurang mahir dalam penggunaan word dan excel ataupun point. Mereka yang sekolah tinggi mengejar gelar, kebanyakan orang hanya mementingkan gelar.
      Seharusnya yang perlu dipentingkan adalah seberapa besar mereka memahaminya dan dapat diajarkan pada orang sekitarnya.

      1. rismayanti says:

        Yang perlu diganti bukan materi TIK tetapi Mendikbud dan kabinet.Anak didik bukan tempat uji coba.

        1. Wijaya Kusumah says:

          iya betul, mereka mengira tik hanya sebagai alat saja dalam pembelajaran

        2. the danzzz says:

          ini namamya “buat anak kok coba-coba”

  142. ATANG TOHERI says:

    Yang Perlu di Tiadakan bukan mata pelajaran TIK nya Pejabat WAMEN PUSKUR nya ajah yang ga becus menjadi pejabat main hapus ajah itu yg harus ditiadakan…pantesan teknologi Indonesia kalah bersaing dengan negara lain…terus terang saja saya mengutuk kepada WAMEN PUSKUR yang telah berani menghapus TIK/KKPI dari pelajaran disekolah…

  143. ketut parta says:

    kasihan juga guru2 TIK, seharusnya pemerintah lebih bijak mengambil keputusan dan setidaknya memberikan keputusan yang adil dan tidak merugikan pihak-pihak tertentu

  144. Wijaya Kusumah says:

    Menuju Indonesia Berbasis Teknologi Informasi
    5 Januari 2009 pukul 12:04
    Tertinggalnya Indonesia dalam penerapan teknologi informasi dan komputer dibanding negara-negara tetangga merupakan satu hal yang tidak aneh, karena kemampuan manajerial para birokrat Indonesia belum mampu mengendalikan suatu pekerjaan yang sifatnya rutin dan semuanya terlihat pada keadaan dimana hampir disemua lini infrastruktur, Indonesia tertinggal dan dalam keadaan amburadul.
    Melalui pengamatan penulis, ketertinggalan bangsa Indonesia dalam penerapan teknologi informasi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah sebagai berikut :
    Tidak adanya komitmen dari pimpinan tertinggi yang selalu membuat “kambing hitam” kacaunya penerapan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan. Dan berdasarkan pengalaman, memang salah satu sumber kegagalan kita untuk ikut dalam gelombang teknologi informasi adalah kebijakan yang tidak konsisten dan terkesan asal-asalan

    Kemampuan tingkat manajerial di pimpinan sebagian besar tidak memiliki basis teknologi informasi, sehingga banyak sekali pekerjaan yang lebih effisien di penerapan teknologi informasi tidak dilirik atau bahkan dihindari penerapannya. Banyak sekali Kepala atau Pimpinan yang gagap teknologi, sehingga tidak dapat mengarahkan bawahannya untuk memanfaatkan teknologi informasi

    Kalaupun institusinya ditekan untuk memanfaatkan teknologi informasi, biasanya Kepala atau Pimpinan tidak mengetahui dengan persis apa yang harus mereka lakukan, sehingga ahirnya mencari konsultan yang berbasis vendor tertentu sehingga seluruh proyeknya dikuasai oleh keuntungan semata, bukan menomor satukan pemanfaatannya

    Infrastruktur penunjang tidak mendukung operasi yang berbasis teknologi informasi, seperti misalnya listrik yang kurang dan sering mati-nyala, gedung atau ruangan yang tidak memadai dan infrastruktur lainnya

    Alasan klise yang memang menjadi kenyataan adalah terlalu luasnya Indonesia, sehingga penerapannya tidak dapat merata, baik karena kekurangan biaya maupun pemikiran yang terlambat karena konsentrasinya tidak dapat jalan sekaligus

    Kebanyakan usia produktif dan yang bekerja di perkantoran tidak berbasis teknologi informasi, sehingga semua pekerjaan jalan seperti biasanya dan tidak pernah memikirkan effisiensi atau pemanfaatan teknologi informasi yang konsisten

    Dunia teknologi informasi terlalu cepat berubah dan berkembang, sehingga tidak dapat diikuti dengan langkah yang “alon-alon asal kelakon”

    Dari ketujuh alasan yang selalu kita dengar dan terjadi, maka dapat ditarik satu kesimpulan bahwa Indonesia akan maju dan tidak kalah dengan negara tetangga jika dalam pemerintahannya menerapkan teknologi informasi dan komputer untuk kegiatan sehari-harinya.

    Pemanfaatan teknologi informasi ini sangat penting, karena nasib Indonesia di masa depan akan tergantung dari kemampuan masyarakatnya menguasai dan menerapkan teknologi informasi untuk pekerjaannya masing-masing.

    Presiden Susilo Bambang Yudoyono sudah mengantisipasi hal ini dengan membentuk satu lembaga khusus dibawahnya, yaitu Dewan TIK Nasional (DeTIKnas) yang tugasnya memikirkan cara-cara pemerintah Indonesia untuk menerapkan teknologi infomasi dan komputer.

    Berdasarkan tujuh atau lebih kondisi yang terjadi di masyarakat Indonesia, dilingkungan pemerintahan khususnya, maka dapat disimpulkan empat pokok pemecahan masalah atas ketertinggalan bangsa Indonesia terhadap negara tetangga, yang poin-nya adalah sebagai berikut :
    Effisiensi Bandwidth untuk Indonesia

    Pengembangan Local Content

    Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Indonesia dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi

    Kerja Sama Antar Departemen

    Dalam posisi Indonesia yang sedang mencari bentuk dalam pengelolaan negara dan sifatnya yang terlalu sensitif terhadap isu politik dan sosial, memang sangat tidak mudah untuk mencari solusi.

    Terjadinya tumpang tindih tanggung jawab diantara departemen dan bahkan terkesan saling menyalip kepentingan, yang ahirnya memperlambat penerapan penggunaan teknologi informasi yang memang selalu konsisten dan tidak mudah disisipi oleh “kebijaksanaan”.

    Komitmen atasan merupakan salah satu kunci keberhasilan penerapan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan, dan saat ini tidak mudah untuk mencari “atasan” yang punya wawasan kedepan dan mau menerobos berbagai kesulitan yang diakibatkan oleh penerapan teknologi informasi.
    Infrastruktur yang tidak menunjang, tim teknis yang tidak handal dan masih tergantungnya semua bagian ke satu pekerjaan yang membutuhkan “kebijaksanaan” adalah hal-hal yang menghambat penerapan teknologi informasi di seluruh kantor pemerintahan.

    Effisiensi Bandwidth untuk Indonesia

    Saat ini penggunaan bandwidth di Indonesia sangat tidak effisien, kebanyakan orang Indonesia menggunakan mail server seperti yahoo.com, gmail.com, hotmail.com atau domain lainnya yang berada di Amerika atau di luar negeri. Dengan menggunakan domain yang berada diluar, otomatis kita memerlukan infrastruktur untuk mengakses jaringan tersebut, dan biaya untuk mengaksesnya lumayan mahal karena selain harus menggunakan satelit, kita juga tergantung kepada operator yang menguasai jaringan serat optik yang melintas laut luas.

    Selain harus keluar negeri untuk mengakses data pribadi yang sebetulnya dapat dipasang di dalam kantor sendiri, keadaan pemanfaatan teknologi informasi di Indonesia juga kacau balau, karena semua departemen atau bagian mengakses sendiri-sendiri jaringan internetnya, sehingga ahirnya keadaan per-internet-an di dalam negeri menjadi kacau dan tidak effisien.

    Sebetulnya tidak salah kalau setiap departemen atau bagian membangun jaringan akses sendiri, hanya saja, seringkali effisiensinya dibawah 50%, sehinga dana dan anggaran yang disediakan tidak terpakai separuhnya, atau bahkan hanya 25% jika diasumsikan sore dan malam hari sama sekali tidak terpakai.

    Pemakaian bandwidth luar negeri ini memang sangat ironis sekali, karena selain menjadi kebutuhan pokok, ahirnya setiap departemen juga sangat tergantung pada operator asing untuk mengambil data yang semestinya ada di server di dalam kantor yang bersangkutan.

    Ide yang diusulkan untuk menangani masalah ini adalah dengan membangun jaringan antar kota yang sudah diluncurkan dalam proyek Palapa Ring, dimana setiap kota diseluruh Indonesia berupaya untuk saling menyambung ke kota terdekat atau Jakarta sebagai pusat pemerintahan, sehingga besarnya jaringan ini ahirnya milik pemerintah yang memang diamanahkan untuk menguasai infrastruktur yang ahirnya selain dipakai untuk operasional pemerintahan, juga dapat dimanfaatkan oleh masayarakat sekelilingnya.

    Pemborosan anggaran karena pembangunan yang tidak ada ujung pangkalnya dapat dihindari dan pada ahirnya, pemanfaatan bandwidth akan lebih dari 80% yang berarti penghematan lebih dari setengah yang sudah kita keluarkan saat ini.

    Pengembangan Local Content

    Berkaitan dengan effisiensi penggunaan bandwidth di pemerintahan yang sudah dipaparkan di bagian atas, pengembangan local content atau isi internet Indonesia (I3) juga merupakan satu hal yang harus dipikirkan.

    Pemindahan email ke server lokal, pembangunan situs yang disimpan di server lokal dan pengembangan I3 lainnya merupakan langkah yang harus kita lakukan secara terus menerus dan tidak terputus.
    Kelemahan selama ini adalah kita tidak memiliki konten yang handal yang dapat menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari, sehingga email saja harus dipasang di server luar negeri.

    Pemerintah sebagai “enabler” merupakan solusi untuk memperkaya I3 dengan berbagai aplikasi yang berbasis web seperti perpanjangan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Pindah, Kartu-Kartu lainnya yang secara berkala akan diakses oleh masyarakat 24/7 (dua puluh empat jam selama satu minggu penuh).
    Penggabungan data antar departemen dan lintas sektoral ke swasta merupakan satu cara yang akan sangat effisien untuk meningkatkan pemakaian teknologi informasi di masyarakat, sehingga seluruh pekerjaan dapat dilakukan di rumah atau di kantor masing-masing, sehingga ahirnya juga akan menghemat penggunaan BBM dan effisiensi nasional.

    Langkah awal yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membangun data centre di masing-masing kota propinsi, kotamadya dan kabupaten yang jumlahnya sekitar 461 kota, kemudian mengintegrasikan di pusat data (DRC) yang dikelola oleh Kominfo bekerja sama dengan Ristek untuk pengembangan dan pemiliharaannya.

    Dengan dibangunnya data centre, diharapkan akan banyak pengembang aplikasi berbasis web yang akan berkreasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas, dan ahirnya kebutuhan masyarakat akan pengolahan data elektronik juga akan meningkat.

    Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Indonesia dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi

    Pemanfaatan teknologi informasi saat ini masih terkesan asal pakai saja, belum menyentuh pada kebutuhan yang primer, hanya melulu di bidang finansial dan pengelohan database, sementara untuk bidang-bidang lain seperti keamanan (security), effisiensi dan proses kerja masih sangat terbatas pemanfaatannya.

    Penelitian tentang pemanfaatan teknologi informasi ini memang masih sangat terbatas, karena kebutuhan masyarakat masih merasakan belum menjadi kebutuhan primer.
    Penggunaan perangkat mobile semacam Blackberry baru saja meledak dalam satu tahun terakhir ini, dan memang teruji dapat meningkatkan effisiensi dan unjuk kerja diperkantoran, sementara pemanfaatan teknologi informasi lainnya sedang diuji coba, misalnya mengatur peralatan jarak jauh, pemantauan kamera digital dan social network untuk komunitas tertentu.

    Otomatisasi pembayaran di jalan tol, sistem pembayaran otomatis untuk bus way, kereta api, pesawat terbang atau kapal air, transaksi ditempat-tempat pembelajaan dan pembayaran-pembayaran yang menggunakan kartu khusus, semuanya sedang dalam taraf pengembangan, karena kemajuan di bidang ini sebetulnya yang dapat membuktikan kemampuan bangsa Indonesia dalam menerapkan teknologi informasi di kehidupan sehari-hari.

    Pembuatan KTP, SIM dan kartu-kartu lainnya secara on-line dan dapat diakses dari rumah merupakan bagian penting dari peningkatan apresiasi masyarakat terhadap teknologi informasi, dan pada ahirnya kemajuan teknologi secara umum akan terbukti.

    Untuk kontinuitas apresiasi masyarakat terhadap teknologi informasi, Departemen Pendidikan Nasional harus menerapkan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komputer sejak dini sehingga usia produktif dapat betul-betul memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa Indonesia secara menyeluruh.

    Kerja Sama Antar Departemen

    Kerja sama antar departemen atau bagian di dalam satu perkantoran merupakan pekerjaan besar yang harus dilalui untuk menerapkan penggunaan teknologi informasi secara nasional.
    Saat ini, penerapan teknologi informasi dan komputer di lingkungan pemerintah masih tersebar secara acak dan tidak konsisten, apalagi dengan kondisi sistem pemerintahan yang berbasis ke arah vertikal, ketidak perdulian ke bagian lain secara horisontal menyebabkan banyak hambatan dalam penerapan teknologi informasi dan komputer di lingkungan pemerintahan.

    Sudah ada beberapa departemen yang menerapkan “satu pintu” untuk pemanfaatan teknologi informasi dan komputer, tetapi antar departemen masih belum dapat terjadi karena anggaran dan kewenangannya berbeda dan tidak dapat dijadikan satu.

    Adalah tantangan kita untuk membuat suatu sistem terpadu diantara semua departemen, sehingga satu sama lain dapat punya peran dan memanfaatkan teknologinya secara effisien dan tepat guna.
    Keterlibatan Kominfo dalam bidang ini memang sangat diharapkan, apalagi pemerintah memang sudah berniat mengejar semua ketinggalan ini dengan membentuk DeTIKnas dan beberapa program-program yang berbasis teknologi informasi dan komputer.

    Kesimpulan

    Empat pokok pikiran ini jika diterapkan mudah-mudahan dapat meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komputer di Indonesia, dan jelas sekali bahwasanya pemerintah punya peran yang sangat besar dalam peningkatan penggunaan teknologi informasi dan komputer untuk kemajuan bangsa Indonesia.

    Hanya saja, sistem pemerintahan yang sudah jalan puluhan tahun ini semuanya berdasarkan pada repeating job, artinya selalu terjadi pengulangan pekerjaan yang selain tidak effisien juga tidak akurat.

    Pengulangan pekerjaan ini dilakukan selama berpuluh tahun dan merupakan kunci untuk terjadinya penyimpangan-penyimpangan administrasi, dan kendala “perlawanan” terhadap sistem yang effisien dan menutup kemungkinan kecurangan merupakan cerita lain yang tidak mudah dijalankan.

    Bogor, 5 Januari 2008
    Michael S. Sunggiardi

    1. john arifin says:

      saya yakin pak menteri dan wamennya itu gak pernah mengoperasikan komputer, beliau itu cuma ngeliat anak-anak mereka internetan, main game doang, gak ngerti fungsi komputer yang sebenarnya.

  145. danur says:

    Sepertinya ada unsur politik, mereka mempersiapkan dana untuk pemilu 2014, seharusnya ada kurikulum baku untuk acuan, seharusnya pengetahuan itu dikembangakan bukan dikurangi, seharusnya mereka melihat sesuatu kedepan. Jangan sampai kita kehilangna generasi karena tik dihapuskan. Bayangakan jika anak remaja salah menggunakan TIK, bukan untuk memudahkan tetapi untuk kenakalan atau bahkan, kejahatan.

    Jika generasi anak indonesia hancur karena kesalahan penggunaan teknologi, siapa yang akan disalahkan?? May God Save Our future for better nation ..

    1. Wijaya Kusumah says:

      kalau sampai dananya digunakan untuk politik sungguh keterlaluan.

      1. says says:

        Trus qta-qta harus bilang wawwwwwwwwww gtuh…aku cuma berdoa,,apaun yang terjadi mudah-mudahan itu yang terbaik.

        1. Wijaya Kusumah says:

          semoga Allah memberikan jalan yg terbaik.amin

      2. the danzzz says:

        iya kang… “sungguh Terlalu” … busuk banget…

        1. john arifin says:

          sangat busuk bung… bayangkan k-13 diharuskan untuk kelas X dan XI SMA kenapa tidak dari kelas X saja dulu.. itu kan biar buku2 k-13 yang sudah dicetak laku terjual. sungguh kasian siswa kelas XI ketika kelas X KTSP eeh kelas XI K-13. kelas XII kurikulum apa lagi?

  146. Ryan says:

    wah gimana nasib kita sebagai calon guru TIK nanti,klw TIK sampai di hapus dalam kurikulum..

    1. Wijaya Kusumah says:

      kalau begitu teruslah menulsi di media sosial ttg nasib kita agar org banyak tahu apa yg kita alami

  147. Imanduha says:

    Komputer bagian dari tekhnologi komunikasi, tidak dipungkiri akan semakin berkembang. Dulu komputer yang kita kenal berupa CPU, Monitor dan keyboard. Kedepan atau bahkan sekarang sudah, komputer menjelma menjadi barang berukuran kecil yang ada dalam genggaman tangan. Coba anda bayangkan, komputer generasi pertama hanya menggunakan RAM 1/4 mega sudah disebut komputer. Sekarang sebuah HP mempunyai RAM beribu kali lipat dari sebuah komputer jadul.
    Saya berpikir TIK sebagai sebuah matapelajaran, perlu merubah diri dan terus berkembang mengikuti perkembangan tekhnologi. Barang kali menjadi sebuah pelajaran yang mengajarkan bagaimana pemanfaatan tekhnologi itu sendiri.
    Tetapi kalau dipikir juga, pelajaran mengetik itu masih diperlukan juga. Bagaimana anak bisa membuat blog kalau gak bisa ketik. Bagaimana bisa ketik cepat kalau gak pernah dilatih.
    Perlu juga anak belajar tabel-tabel, dalam format pembukuan misalnya.
    Atau belajar membuat desain-desain gambar, karena desain gambar hampir diperlukan di setiap profesi. Bahkan membuat kandang ayampun, bagus kalau di rancang desain dulu.
    Kalau game… facebook… tw… sih emang gak perlu juga di ajarkan. Karena anak dengan sendirinya bisa.

    Demikian …. Jadi …. Pelajaran TIK…. itu ….. masih perlu ada.
    Gak masuk dalam kurikulum 2013 juga gak papa. Yang penting sekolah tetap merdeka menentukan sendiri nasibnya. (Emang KTSP lebih baik)

  148. Sekarang ini Indonesia sudah jauh tertinggal dalam kemajuan ilmu pengetahuan dibandingkan negara-negara lain di Asia. Jepang,Korea,Cina menjadi macan Asia karena mereka selalu mengikuti kemajuan zaman.SDM mereka bagus dan terbina dengan fasilitas yang terbaik,dengan dukungan pemerintah yang berpikiran maju.Untuk menjadi bangsa yang maju kita harus menguasai teknologi.Berarti TIK memang masih diperlukan.Banyak siswa dan orangtua murid yang merasa bahwa kebijakan pemerintah menghapus TIK ini bukanlah keputusan yang bijak.

  149. Ebrin says:

    saya guru TIK di salah satu sekolah Internasional. tapi gini, saya bicara bukan soal uang atau sekolah yang bonafit. ini soal masa perkembangan anak. dimana anak mempunyai masa emas yaitu usia 0-8 tahun. pada usia tersebut otak anak sangat peka. saya mengajar TIK mulai dari siswa Kiddy(2-3 tahun), TK(3-5 tahun). jadi kesimpulannya. dalam masa emas itu biarkan anak berkembang dengan sendirinya tapi tidak luput dari pengawasan orang tua dan guru. semua mapel boleh diajarkan asalkan sesuai porsinya. Guru mesti banyak baca buku tentang perkembangan anak dari segi apapun. soal pemerintah biarkan mereka yang punya program. tugas guru hanya mendidik anak agar siap menjadi manusia yang benar, berakhlak dan beradab. terima kasih

    1. Harimurti says:

      Ebrin,
      Joko sembung naik ojek, gak nyambung jek

  150. marcel says:

    pendapat bodoh itu yang hapuskan TIK

  151. Maxen says:

    Dengan Menyebut Nama Tuhan,,,,
    Saya Menolak Penghapusan Mata Pelajaran TIK.

    Perlu bpk Kroscek ke daerah sy disana mereka megang mouse aja ga tau, mau disuru klik kanan aja ga bisa,,,,masa ko mau di hapus mapel TIK,,,jangn bpk membandingkan antara di pusat sana dngn daerah kita di pelosok timur indonesia,,,kasihan kami disini sangat membutuhkan namanya TIK.

    klu alasan yg bpk sampaikan itu tdk masuk dia akal,,,klu mau internetan itu ma gampang sekali,,,coba bpk suru sama Anak TK/SD,,, buat hitung-hitungan di Excel make rumus IF, COUN, COUNTA, MIN, MAX, AVERAGE, SUM dll. Bahkan mungkin bpk sendiripun pasti tak bisa….

    makanya saran saya,,,utk mencerdaskan anak bangsa kita perlu belajar Teknologi,,,orng semakin tau teknologi maka semakin cerdaslah bangsa kita, saya kira demikian dari saya. mohon maaf jika kata2 saya menyakiti hati bpk. maksih

    1. Wijaya Kusumah says:

      terima kasih mas

    2. Benar.Lihat dan amati lembaga tinggi negara kita bahkan tidak punya email.TIK itu luas,tidak hanya jejaring sosial dan game online.Program komputer,penggunaan rumus-rumus dan aplikasi tertentu hanyalah salah satu aspek TIK.Kalau ingin memajukan Indonesia seharusnya sekolah sejak usia dini mengenalkan multimedia melalui kurikulum TIK.Contohlah Jepang,Cina,Korea,Eropa.

  152. the danzzz says:

    dan sampai hari ini nasib guru TIK (yang pastinya nasibku juga…) masih belum jelas…

    tetap semangat, tetap berdoa untuk yang terbaik bagi bangsa ini. sakit itu pasti, tapi ini bukan akhir dari perjuangan… tetap berbagi ilmu sebisa kita untuk sesama…

    ga sah pada marah-marah nanti malah kena stroke yach.. (dan tentu saja kemdikbud tidak akan menanggung pengobatannya.. hehehe ) keep smile aja kaya si caisar!

    usahakan gunakan energi untuk berpikir dan melakukan hal-hal positif…. Gusti mberkahi.

  153. Harimurti says:

    Beberapa alasan yang terungkap mengapa TIK/KKPI hilang dari Kurikulum 2013 ketika dialog dengan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (WAMEN) bidang Pendidikan dan Perwakilan PUSKUR (Pusat Kurikulum dan Perbukuan) diantaranya “Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…”
    TIK / KKPI bisa integratif (terintegrasi) dengan mata pelajaran lain
    Pembelajaran sudah seharusnya berbasis TIK (alat bantu guru dalam mengajar), bukan TIK/KKPI sebagai Mata Pelajaran khusus yang harus diajarkan
    Jika TIK/KKPI masuk struktur kurikulum nasional maka pemerintah berkewajiban menyediakan Laboratorium Komputer untuk seluruh sekolah di Indonesia, dan pemerintah tidak sanggup untuk mengadakannya
    Banyak sekolah yang belum teraliri LISTRIK, jadi TIK/KKPI tidak akan bisa diajarkan juga disekolah

    Wah kalau alasan bgt, itu bukanlah alasan yg ilmiah dan akademis, alasan yang sengaja dicari-cari.
    Tdk seharusnya seorang wakil menteri bicara seperti itu. Kalau belum punya alasan harusnya dia jawab begini aja : Ya coba nanti kita carikan dulu alasan mengenai penghapusan mapel TIK, tolong doakan semoga kami sgr mendapat jawaban. hehehe.

    1. john arifin says:

      pak wamen… saya mau tanya kenapa Bahasa Indonesia masih ada di kurikulum 2013? Kan’ anak SD dan SMP sudah bisa berbahasa Indonesia.
      Survey dong ke daerah jangan diem aja di betawi listrik sudah ada dimana-mana, apa gak mau ngakui pembangunan sudah menjangkau pelosok nusantara.

  154. Bluette says:

    Sudah hampir 5 tahun sekolah kami tidak memiliki SECARA KHUUSUS mapel TIK. Sudah 5 tahun lebih pula kami menerapkan pembelajaran secara integratif, jauh….sebelum kurikulum 2013 diluncurkan. Namun siswa kami dari SD sampai SMA tidak pernah kurang prestasinya dalam kompetisi TIK yang diadakan secara nasional maupun internasional.

    Mengapa?

    Karena di setiap pembelajaran integratif, tugas/ project selalu melibatkan TIK sebagai SALAH SATU medianya.

    Lho, katanya tidak ada mapel TIK???

    Mapel TIK di sekolah kami bukanlah mapel yang BERDIRI SENDIRI. Setiap kali penugasan/ project, siswa diberi kesempatan mendapatkan bimbingan dari guru TIK.

    Siapa bilang guru lulusan ilmu komputer tidak terpakai di sekolah kami? Justru mereka bertindak sebagai konsultan di tempat kami. Mereka sudah menyusun RPP-nya disesuaikan dengan project siswa di masing-masing level, juga disesuaikan dengan masing=masing SKILL yang di tiap level itu seharusnya dapatkan.

    Bagaimana penerapannya?

    Karena sistem pembelajaran kami tematik sudah sejak lama, maka di setiap memulai tema baru, kami, guru-guru duduk bersama, membahas skill yang harusnya siswa dapat yang sesuai tema yang akan dijalankan. Lalu project besar apa yang diharapkan dari siswa untuk dihasilkan. Tentu saja, dari tahun ke tahun, project bisa berubah. Inilah dinamika yang kami miliki. Kami TIDAK PERNAH TAKUT AKAN ADANYA PERUBAHAN. Dan yang penting, semua keahlian TIK sesuai umur siswa harus mereka dapatkan, dari mulai dokumen, spreadsheet, mind-mapping, animasi, video, blogging, design, dsb.

    Apakah guru mapel lain HARUS MENGUASAI TIK?

    Tidak semua. Tentu bila menguasai, ini akan menjadi sebuah keuntungan. Tapi, bila tidak pun, maka guru TIK yang akan masuk ke kelas pada saat mapel utama lainnya untuk memberikan prosedur cara menguasai keterampilan tertentu. Jadi, jadwal guru mapel pelajaran lain dengan guru TIK harus ada sinkronisasi, agar tidak bertubrukan jadwalnya, hanya karena guru TIK ini akan “dipinjam” oleh kelas lain.

    Bagaimana dengan ETIKA berinternet?

    Itu juga sudah di”lebur” dalam pembicaraan sehari-hari oleh semua guru kepada siswanya di samping membicarakan budi pekerti lainnya. Selain itu, setiap pagi sebelum pelajaran dimulai, selalu ada 25 menit sesi untuk “mengobrol” apa saja tentang etika baik di dunia nyata, maupun di dunia maya, dan itu pun sudah ditentukan topiknya, sehingga apa yang dibicarakan tidak akan ngelantur.

    Inilah salah satu poin penting pelaksanaan pembelajaran secara integratif. Semua guru pada level/ kelas tertentu, harus duduk bersama dan bekerja secara kolaboratif.

    Fleksibilitas tentu perlu diterapkan di sana-sini, agar apa yang kita harapkan dari siswa untuk kuasai tidak terkungkung oleh sistem yang kaku. Saya rasa, sekolah yang baik, adalah sekolah yang tidak menutup jalur kreativitas guru dan siswanya. Tapi akan keluar dalam bentuk kesepakatan yang saling menguntungkan. 🙂

    1. Ya,memang TIK ajib dimasukkan dalam kurikulum pengembangan setiap sekolah.

    2. Mr T says:

      saya sependapat dengan anda..saya rasa tidak semua benar2 melihat kendala untuk mata pelajaran tersebut..jika tetap dipaksakan..juga tetap ada pro Dan kontra..jadi menghapus atau memisahkannya dari mata pelajaran disekolah adalah jalan satu2nya yang sangat bijak untik saat ini kita jangan egois ..ditempat kita mungkin tidak ada kendala yang bnar2 bisa menghambat ..tapi ditempat lain ? teman2 kita ditempat yang punya banyak kendala untuk mengajarkan mata pelajaran tersebut
      apakah kita benar2 harus menutup mata juga telinga? kebijakan itu untuk kesetaraan..menunggu semua kendala primernya teratasi dahulu…percuma ada tenaga pengajarnya jika alat2nya tidak ada…percuma ada tenaga pengajar juga alat2nya jika listriknya belum ada..pemirintah kita memang punya Dana khusus untuk pendidikan…tapi permasalahnya mencakup departemen atau lembaga yang lain …bukan pendidikan saja..semua perlu intergritas Dan itu perlu proses ..proses itu butuh waktu…Dan tepat jika ditiadakan dulu dari mata pelajaran disekolah..jika sekolah mampu Dan merasa TIK itu penting Dan sekolah bisa lebih kreatif mensiasatinya …kenapa kita memilih tidak mendukung kebijakan yang saya liat tujuannya baik..yaitu menyetarakan semua sekolah dipelosok negeri ini…ini tantangan buat sekolah juga kita sebagai pendidik…sekali lagi saya setuju dengan kebijakan ini..Dan saya acungkan jempol untuk sekolah saudara/ri bluette cara sekolah anda menyelesaikan masalah bukti dari kualitas sekolah anda juga tenaga pengajarnya..salam hormat saya

  155. TIK DI HAPUS? sata sungguh tidak setuju! banyak anak indonesia yang menyalahgunakan komputer seperti untuk akses “PORNOGRAFI” atau “PERJUDIAN” dan masih banyak lagi… dan juga hanyan bisa sebagai media chat… mereka belum mengetahui kemampuan sebenarnya komputer! mereka dapat digunakan sebagai alat yang sangat membantu manusia dna dapat digunakan sebagai hiburan manusia seperti saya hobi saya adalah overclocking… dan ini belum ada pada gadget, consol dan jujur saja walaupun saya masih berumur 14 tahun dan bersekolah di SMP YOS SUDARSO BANDUNG tetapi saya sangat menyukai pelajran tik… seperti jaringan komputer, overlcocking, merakit pc, cara kerja komputer dari processor, dll… saya selalu mendaptkan nilai 100 setiap ulangn komputer… walaupun nilai mata pelajran saya yang lain hanya 5-7 an.

    Regards
    Yansen Haryanto

  156. rangga says:

    jika memang seperti itu alasan pemerintah kita,
    sejujur’a saya tidak bisa menerima’a dengan akal sehat saya.
    kenapa?
    sebagai calon guru TIK sudah terancam di samar-samarkan masa depan kami.
    bukan cuma saya,
    bahkan juta’an calon” guru TIK yang akan di lahirkan oleh banyak lembaga perguruan tinggi di seluruh indonesia juga terancam.
    jika memang TIK itu di hapus dari kurikulum, yakin dan percaya saja, tidak ada satu SETAN dua BINATANGpun yang akan mampu mengubah paradigma berpikir manusia di indonesia ini mengenai tekhnologi, manusia indonesia ini akan mengalami degradasi intelektual’a mengenai TIK.
    mengapa seperti itu?
    pemerintah membuat alasan bahwa anak kecil saja sudah bisa internetan sebenar pemerintah kita tidak konsisten,mengapa anak kecil yang sudah bisa berbahasa indonesia tidak di ambil patokan’a.
    seharus’a mapel bahasa indonesia juga harus di hapus dari KURIKULUM kalo pemerintah mengambil patokan seperti itu.
    anak SD,SMP,hanya baru mengetahui kulit’a saja mengenai tekhnologi,mereka tidak mengetahui apa yang mereka lakukan.
    coba cerna dengan akal kalian, negara indonesia adalah negara berkembang,nah apa yang harus di kembangkan?
    salah satu’a adalah wawasan atau pengetahuan mengenai tekhnologi.
    sebenar’ pemerintah salah mengkaji di situ.
    peningkatan pengetahuan mengenai TIK, harus terus di lakukan bukan justru malah di ANAK TIRIKAN.

  157. Dwi Wahyudi says:

    Sempat kaget begitu tahu kurikulum IT dihapuskan dari mata pelajarannya, gimana mau berkembang Indonesia kalau arahnya dibuat ngga jelas seperti ini. Hhhmmm… 🙂

  158. feldi says:

    Kamu Pikir….. Ilmu TI cuman buat internetan dan main game
    dasar… Hmmmm….. Kalaw uang Korupsi Bisa miliaran Kenapa buat Lab komputer aja nda bisa…..???

    1. john arifin says:

      yang nganggep TIK itu cuma Internetan adalah orang yang pernah

      1. john arifin says:

        yang nganggep TIK itu cuma Internetan adalah orang yang gak ngerti Silabus Mata Pelajaran TIK

  159. Edy says:

    Alasan yang tidak akademis……

  160. CIKGU says:

    TIK dihapus, Menteri Pendidikan silakan mengundurkan diri ….!

  161. CIKGU says:

    TIK dihapus, Silakan Pak Menteri mengundurkan diri ..!

  162. ranger ijo says:

    Ujung-ujungnya duit.
    Gak perlu guru IT pun sebenernya bisa belajar IT

    belajar saja di GOOGLE 🙂

    yang penting punya gadget kalau tidak punya ya pinjam.

  163. Menurut Mendikbud, Muhamad Nuh, ke depan semua guru harus menerapkan sistem pembelajaran yang berbasis TIK. Itulah, kata Mendikbud, salah satu alasan mapel TIK dihapus. Namun demikian, Kemendikbud juga masih membuka peluang untuk TIK sebagai mapel muatan lokal, atau ekstra kurikuler. Saat ini, kurikulum baru akan masuk pada tahap uji publik, di mana masyarakat dipersilakan untuk memberikan masukan, saran atau kritikan terhadap rencana pemberlakuaan baru. Dalam berbagai kesempatan, pihak Kemendikbud menjelaskan, Kurikulum baru disusun terkait dengan rencana jangka panjang Bangsa Indonesia, hingga tahun 2030

    Dapat dikemukakan bahwa hampir sebagian besar opini publik menolak rencana penghapusan mapel TIK di SMP, hampir tidak pernah terdengar atau tercatat mengenai pendapat atau opini publik yang menyatakan persetujuan atas penghapusan mapel TIK secara tegas. Alasan Kemdikbud yang akan mengintegrasikan TIK ke dalam semua mata pelajaran dianggap publik sebagai alasan yang tidak kuat dan tidak cukup berdasar. Menurut mereka, perlu dibedakan antara TIK sebagai media pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru dengan TIK sebagai salah satu materi pelajaran yang dipelajari oleh siswa.

    Orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 sebagaimana tersurat dalam penjelasan Pasal 35: kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Hal ini sejalan pula dengan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.

  164. Mengapa TIK dihapus?
    Leave a reply

    Kemendikbud telah mengungkapkan rencana perubahan kurikulum, dimana mapel TIK merupakan salah satu mapel yang akan dihapus. Dalam draft struktur kurikulum baru, mapel TIK akan diintegrasikan pada semua mapel lainnya berdasarkan konsep pendidikan yang berbasis TIK (Kompas, 20 November 2012)

    Menurut Mendikbud, Muhamad Nuh, ke depan semua guru harus menerapkan sistem pembelajaran yang berbasis TIK. Itulah, kata Mendikbud, salah satu alasan mapel TIK dihapus. Namun demikian, Kemendikbud juga masih membuka peluang untuk TIK sebagai mapel muatan lokal, atau ekstra kurikuler.

    Saat ini, kurikulum baru akan masuk pada tahap uji publik, di mana masyarakat dipersilakan untuk memberikan masukan, saran atau kritikan terhadap rencana pemberlakuaan baru. Dalam berbagai kesempatan, pihak Kemendikbud menjelaskan, Kurikulum baru disusun terkait dengan rencana jangka panjang Bangsa Indonesia, hingga tahun 2030

    Beberapa hari setelah rencana perubahan kurikulum terungkap telah menimbulkan beragam reaksi yang cukup intensif. Salah satunya adalah mengenai rencana penghapusan mata (mapel) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada jenjang pendidikan SMP.

    Berdasarkan pengamatan langsung maupun tidak langsung, terutama melalui media, dapat dikemukakan bahwa hampir sebagian besar opini publik menolak rencana penghapusan mapel TIK di SMP, hampir tidak pernah terdengar atau tercatat mengenai pendapat atau opini publik yang menyatakan persetujuan atas penghapusan mapel TIK secara tegas
    Alasan Kemdikbud yang akan mengintegrasikan TIK ke dalam semua mata pelajaran dianggap publik sebagai alasan yang tidak kuat dan tidak cukup berdasar. Menurut mereka, perlu dibedakan antara TIK sebagai media pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru dengan TIK sebagai salah satu materi pelajaran yang dipelajari oleh siswa.

    (Pikiran Rakyat, 25 November 2012), Sejumlah guru yang mengajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (Mapel TIK) mengaku cukup resah dengan adanya kurikulum baru. Pasalnya, Mapel TIK akan dihapus pada kurikulum baru SMP yang akan mulai berlaku pada awal tahun ajaran baru 2013.

    Keresahan para guru ini terkait dengan penjelasan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) yang dianggap kurang memadai. Menurut mereka, seharusnya Mendikbud berpikir lebih jauh mengenai bagaimana nasib guru yang mata pelajarannya dihapus.
    Memperhatikan dinamika implementasi Kurikulum 2013 yang sudah dalam tahap uji publik (http://www.kurikulum2013.kemdikbud.go.id) yang sudah ditutup pada tanggal 23 Desember 2012, penulis merasa perlu memberikan respon kritis terutama kepada rasionalitas dihapuskannya mata pelajaran TIK dari struktur kurikulum pada jenjang SMP. Secara umum alasan yang dikemukakan Kemdikbud dan Team Pengembang Kurikulum 2013 adalah TIK sudah menjadi media dalam proses pembelajaran. Dan inilah yang perlu direspon mengingat proses pembelajaran adalah berbasis siswa bukan berbasis guru yang menggunakan media TIK.

  165. jo says:

    je’ wet ruwet pokeen ngajer se bener
    dari imam choiri

    1. yuyun says:

      Semua peraturan pemerintah di bidang pendidikan ngawur. Dikatakan bahwa mapel TIK akan dihapuskan.Di lain pihak sekarang era globalisasi,zaman komputerisasi.Untuk tes saja menggunakan sistem online,harus punya email,harus ada accont facebook,dll.Kalau tidak ada pelajaran TIK,dari mana siswa bisa belajar?Mengenai etika berinternet,banyak orang yang belum memahami.

  166. cah GK says:

    PEMERINTAH menghapuskan TIK, karena mereka tak ingin TERLIHAT GAPTEK’NYA..
    nah sebagai guru, janganlah hanya memikirkan HONOR, tp juga memiliki tugas lain, yakni mendidik.. jangan sampai anak didik kita menjadi GAPTEK seperti mereka.

  167. hery afianto says:

    kalau alasannya anak tk saja bisa internetan dan TIK sudah terintegrasi ke dalam semua mapel, kenapa stidak sekalian BAHASA INDONESIA tidak DIBUBARKAN ? Bukankah BAHASA INDONESIA sudah terintegrasi ke semua MAPEL !!!!

    1. Mengapa di era globalisasi ini justru ada program penghapusan pelajaran TIK ?

      1. john arifin says:

        menteri pendidikan kita minder dengan negara tetangga yang gak ada pelajaran TIK. Gengsi lebih dipikirin dari pada mencerdaskan anak bangsa dibidang IT.

  168. stupid human says:

    Lilis says:
    May 25, 2013 at 2:53 am
    wooy…! kalian mikir pa enggak sih keuntungan
    dari dihapusnya TIK di kurikulum 2013? Di web ini
    tuh kalian pada mbaca yang kontra sama rencana itu
    aja. Pernah ngga lo lo mbaca yang pro sama rencana
    ini?
    ———————————
    @lillis : apakah anda tahu bahwa setiap kata yg keluar adalah menunjukkan kepribadian masing2 dan tentunya bs dilihat pula dr tingkat pendidikannya..sangat miris bila mmbaca komentar yg gk jelas dan cenderung memperkeruh keadaan..Negara kt sudah muak dg org2 yg pintar ngomong tp gk sesuai kenyataan.. Kt bicara realita saja..tujuan sekolah adalah belajar, mndapat ketrampilan yg nntnya buat modal menghadapi dunia kerja/brwira usaha.. Yg jelas dlm melamar pekerjaan pasti yg bnyak di tanyakan adlah : apakah anda bs ccomputer?bs mengoperasikan office? Dll..tdk pernah di tanyakan apakah anda lo lo gua gua..hadehhhh..parrrah

  169. GuruTIKAsli says:

    Ass. yg komentar Pro Menteri diharap segera tinggalkan area diskusi ini klo ga nanti dipecat dari dunia TIK…..Wass.

    1. Wijaya Kusumah says:

      wah galak banget mas, hehehe

      salam
      Omjay

      1. john arifin says:

        setuju !

  170. Kepada para pembaca,sudahkah Anda semua mendengar penyadapan telepon terhadap Presiden SBY,Ibu Ani Yudhoyono,dan menteri-menteri kabinet yang dilakukan oleh Badan Intelegen Asing? Hal tersebut dapat terbongkar bukan karena kehebatan Indonesia tetapi karena ada pengkhianatan badan intelegen asing tersebut.Presiden SBY marah sekali,dan peristiwa ini mengakibatkan putusnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia.
    Seandainya Indonesia memiliki ahli-ahli TIK,dan mata pelajaran TIK tidak dihapuskan maka penyadapan telepon tersebut tidak akan terjadi.Indonesia dapat melindungi dirinya dari penyalahgunaan Tik dan kehormatan bangsa akan terjaga.Itulah pentingnya menguasai TIK bagi bangsa dan negara.Jadi dapat disimpulkan bahwa mata pelajaran TIK tidak boleh dihapuskan.

  171. Ridi says:

    sedangkan di tempat saya mengajar siswa siswi SMA sangat menyenangi mp TIK. karna bagi merika dengan TIK akan lebih mudah menambah wawasan ilmu pengetahuan.. kenapa harus di hilangkan.. saya bingung dengan pemerintahan kita. atau jangan2 kalau rakyatnya sudah pintar TIK semua merika engak bisa KKN lagi karne dengan adanya mp TIK siswa lebih mudah mendapatkan informasi kemajuan dunia dan Teknologi……….

    1. anonym says:

      di hack oleh siswa maksudnya. cakep cakep.

  172. Kepada para pembaca,sudahkah Anda semua mendengar penyadapan telepon terhadap Presiden SBY,Ibu Ani Yudhoyono,dan menteri-menteri kabinet yang dilakukan oleh Badan Intelegen Asing? Hal tersebut dapat terbongkar bukan karena kehebatan Indonesia tetapi karena ada pengkhianatan badan intelegen asing tersebut.Presiden SBY marah sekali,dan peristiwa ini mengakibatkan putusnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia.
    Seandainya Indonesia memiliki ahli-ahli TIK,dan mata pelajaran TIK tidak dihapuskan maka penyadapan telepon tersebut tidak akan terjadi.Indonesia dapat melindungi dirinya dari penyalahgunaan Tik dan kehormatan bangsa akan terjaga.Itulah pentingnya menguasai TIK bagi bangsa dan negara.Jadi dapat disimpulkan bahwa mata pelajaran TIK tidak boleh dihapuskan.
    Ini adalah pendapat Bp.Toni Herlambang. Bagus sekali dan cocok dengan situasi saat ini.TIK memang perlu dan harus terus ada seiring perkembangan zaman.

  173. Nurul Huda says:

    Hal yang harus diperhatikan pemerintah adalah mara bahaya virus pornografi yang sangat meluas kepada para tunas bangsa, kalau saja para ‘penikmat pornografi’ di internet memiliki kemampuan khusus untuk membuka situs-situs porno yang telah diblokir oleh pemerintah, maka usaha pemerintah akan sia-sia. Dapat disimpulkan, saya setuju akan tindakan pemerintah yang menghapuskan pelajaran TIK,

    1. Rupanya Anda lebih suka berjalan mundur daripada melangkah maju ya?

  174. Nurul Huda says:

    Hal yang harus diperhatikan pemerintah adalah mara bahaya virus pornografi yang sangat meluas kepada para tunas bangsa, kalau saja para ‘penikmat pornografi’ di internet memiliki kemampuan khusus untuk membuka situs-situs porno yang telah diblokir oleh pemerintah, maka usaha pemerintah akan sia-sia. Dapat disimpulkan, saya setuju akan tindakan pemerintah yang menghapuskan pelajaran TIK, bla bla bla bla

    1. Apakah Anda hidup di zaman prasejarah sehingga setuju TIK dihapus?

      1. intan says:

        Bapak Nurul Huda,kita tidak bisa menutup dan mengisolasi diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.Kemajuan TIK bisa berdampak negatif maupun positif,semua tergantung manusia yang menggunakannya.Jadi terhadap anak/murid perlu kita kenalkan,dampingi,dan arahkan agar tidak berdampak negatif.

  175. waslie says:

    DICARI PARTAI YANG BISA MENGEMBALIKAN MAPEL TIK KEDALAM KURIKULUM 2013.

      1. Bukan hanya partai tetapi rezim pemerintahan.

        1. john arifin says:

          agak sulit mas mencari partai seperti itu tapi yang paling gampang kita bubarkan rezin yang menghapus TIK dari kurikulum kita.

  176. hunawar says:

    rekan rekan sejawad percuma saja kita menentang tentang penghapusan TIK toh Kemendikbud tidak akan bergeming .dijelaskan seribu kali juga dia tidak akan mengerti karena beliou benar benar gabtek dia memiliki misi bangsa kita harus menjadi pengguna teknologi/pembeli/konsumen teknologi bangsa lain bukan dijadikan pembuat teknologi untuk di jual ke luar negeri sungguh misi dan visi orang yang tidak mengerti pendidikan

  177. bonar says:

    baru baru ini aja negara kita disadap dengan negara autralia mungkin inilah doa dari kemendikbud biar seluruh aktivitas negara kita bisa diketahui negara asing trus satu satu negara ini di bodohi dengan negara asing kur 2013 membuka peluang bagi negara asing untuk menjajah negara kita untuk dalam bidang TIK kalau menurut saya kur 2013 hanya proyek kemendikbud untuk mencari dana diakhir masa jawabatannya lumayan bisa ada yang di kantongi diakhir masa jabatannya setelah itu terserah pada mentri yang baru mau melanjutkan atau tidak yang penting sudah dapat duit ha..ha… jujur aja pada hati nurani kalian yang ada di kemendikbud

    1. Benar,saya setuju dengan pendapat Anda.Mengapa kasus ini tidak berlanjut di KPK ya?

  178. anonymous says:

    menurut saya yang paling betul itu korupsi diberantas, terus yang ketahuan korupsi, hartanya dipake tuh buat bikin lab komputer/mengaliri listrik di desa2. trus tu anggota pemerintahan apa jumlahnya ngga kebanyakan?kan gituan makan anggaran negara banyak banget cuma buat gaji orang2 yang kerjanya ngga maksimal. trus tuh mentri ngapain coba ganti2 kurikulum, kayak kurang kerjaan aja. saya masih lebih milih kurikulum lama (2006). pikir aja sendiri , di SMP, ada UAS keterampilan, seni budaya, dan OR , terus masa pelajaran biologi dan fisika digabung? kan jadi pemahaman dalam biologi dan fisika yang lumayan penting jadi berkurang.Trus TIK dihapus. daripada hapus TIK mendingan PKN dan PLKJ digabung aja, ‘kan PLKJ itu pemahaman yang bisa didapet dari nasehat ortu & guru, trus PKN, emang kita semua mau jadi pengacara/anggota pemerintahan/… Kita cuma perlu dasarnya, nggak perlu hafalin pasal2 peraturan2nya.

  179. anonym says:

    saya adalah pengajar mapel TIK di tingkat SMP dan SMA hanya ingin berkeluh kesah dengan keputusan Bpk. M.Nuh dan Jajarannya yang menganggap TIK tdak penting.

    Melihat berita yang disiarkan bahwa handphone (jalur komunikasi) Presiden Indonesia (SBY) beserta keluarga dan beberapa menteri Indonesia bersatu jilid 2 telah disadap oleh negara lain yang saya tahu dibaliknya terdapat negara AdiDaya yg berpatung Liberty cs.

    Jika melihat hal tersebut bukankah masih terdapat celah-celah yang harus ditutup oleh ahli-ahli IT, sedangkan 2013 ini salah satu dasar pengenalan dan juga pendalaman mengenai IT telah dihapuskan dari MAPEL di Sekolah dengan alasan boros anggaran, anak TK/SD saja sudah bisa IT (lebih pada Game Online/Offline), belum pernah di daerah saya ada seorang anak SD malah Tk yg hanya bisa copy paste sesuai daya nalar. Pak Menteri (M.Nuh) yuk kita kumpulkan Beberapa anak (TK) dari berbagai Kota dan Desa, kita suruh mereka antara lain:
    1. Menggunakan HP smartphone (dasar)
    2. Menjalankan Aplikasi Office (word, Excel dam Acces)
    3. Membuat desain (photoshop, AutoCad, Corel Draw. Web Design, Movie Design) dsb.
    4. Mereka supaya membuat setting jaringan Cable dan Wireless.

    Coba saya tanya:
    1. Jika Komputer/Laptop bpk Bermasalah, siapa yg perbaiki
    2. Pemasangan jaringan (network) di Kantor Bpk Siapa?
    3. Kepada siapa bpk belajar menggunakan Smartphone, Laptop dsb?

    Jawab jujur pak. Perubahan Kurikulum boleh saja tapi tidak harus pada Penghapusan MAPEL dong.

    1. Inilah PR yang harus dituntaskan oleh pejabat pemerintahan dan kabinet mendatang.Semoga lebih baik dan bernalar.

      1. subagyo says:

        Betul, harusnya saat ada niat menghapus TIK pengambil kebijakan tanya ke “sesepuh” pencetus pelajaran TIK tahun 2006 dulu kala, apa niat baik dan mulia adanya TIK, bukannya seenaknya menghapus TIK yang merupakan langkah yang amat sangat “tidak Mulia”.

  180. anonym says:

    2014 > kepada para Pengajar MAPEL TIK/KKPI mari bergabung di Jln. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta (Gd.Kemendikbud, Semula Kemendiknas).

    Silahkan Pilih:
    1. Ngopi Bareng M.Noeh (ngobrol ngalor ngidul)
    2. Makan-makan bareng Noeh sambil ngobrol (pulang diongkosin),
    3. Santet dari deket biar mantabs,
    4. Bakar gedungnya aja biar Jakarta Galau terutama M.Noeh
    5. Duduk Diam Denger (apa kata Noeh(eyd), Noah (english),
    6. Browsing cari Lowongan Kerja Baru (boleh2 aja)

    Silahkan yang enak dipilih, lebih dari satu bebas gak ada nilai koq. :v :v :v, hihihi (maaf ini hanya humor loh!)

    1. subagyo says:

      Sepakat Mas, dan kusampaikan pada Pak M.Noeh, mengapa kehebatan SBY dengan adanya Tunj. Sertifikasi guru telah “anda” coreng dengan menghapus TIK juga guru-guru di daerah capek memenuhi syarat administrasi DAPODIK.

  181. Rhisa Adika Putri says:

    JADI..
    seandainya kita jadi guru, kan guru sekarang menggunakan infokus untuk mengajar dan kita gax bisa gunakan infokus, kan itu menggunakan pelajaran TIK . jadi gimana ?

  182. Furqon says:

    Perjuangkan TIK..

    1. Wijaya Kusumah says:

      setuju

      1. john arifin says:

        kami mendukung!!!

  183. NoName says:

    Saya tidak setuju dengan penghapusan mapel TIK. Jika pemerintah berpikir bermain game online, bermain sosial media atau browsing itu TIK/IT, itu salah besar. TIK merupakan pengantar untuk mengenal IT.Dunia IT itu sangat luas. dalam faklutas IT pada tempat saya dulu menuntut ilmu IT saja ada beberapa peminatan dalam bidang IT. Mungkin banyak yang berfikir bahwa IT bisa kita pelajari dari google. Tapi apa setiap orang bisa belajar TIK/IT hanya dari google?? Apakah setiap orang bisa membuat website/aplikasi/program hanya dengan browsing dari google?? Jangan menyepelekan pelajaran TIK/IT. Karena dunia IT tidak hanya sekedar bisa browsing atau mahir berinternetan ria. menghilangkan TIK sama saja secara tidak langsung membunuh kreatifitas anak-anak bangsa pada bidang IT.

    Regard’s

    NoName

  184. Sapriden says:

    Hahahahaha…. begitulah pola pikir katak dalam tempurung, apa yang sudah dia pikir, dianggap orang lain berpikiran sama dengan apa yang dia pikirkan. Dalam pikiran WAMEN, tik nggak perlu, karena beliau dan keluarganya sudah pintar tik, tapi beliau mungkin nggak berpikir lebih dalam, dia sudah pandai bahasa indonesia berarti bahasa indonesia juga nggak perlu, dia sudah pinter matematika, berarti matematik juga dihapus, dan seterusnya…. alhasil semua pelajaran harus dihapus, disekolah hanya perlu sikap, klu sikap sdh baik ya sudah, nilainya tinggikan, ga perlu belajar2 yang laen2… xixixixi….

  185. Kurikulum 2013 yang diberlakukan secara paksa di sekolah sebenarnya adalah kurikulum standar minimalis.Jadi kurikulum sekolah adalah standar terendah dari pendidikan di Indonesia. Sayangnya di Indonesia sangat mementingkan formalitas ijazah yang dimiliki,sehingga mau tidak mau harus bersekolah.Sebenarnya lebih enak mengikuti pendidikan luar sekolah,les,LPK,seminar/simposium/pendidikan dari berbagai sumber termasuk dari internet untuk menambah pengetahuan.
    Mapel TIK merupakan kebutuhan untuk era globalisasi seharusnya tetap ada dan harus ada sebagai wujud tuntutan zaman.

  186. Heheh, analisis pak Sapriden boleh juga tuh. Mestinya begitu. Karena sy guru TIK maka saya juga tidak setuju mapel tersebut dihilangkan, kenapa? Karena kita hidup saat ini di era teknologi kok, apa jadinya kalau anak-anak kita tidak belajar TIK? TIK bukan cuma belajar bagaimana mengoperasikan komputer, mengenal internet dan perangkat bantu infomrasi lainnya. Tapi lebih dari itu, ada proses mentoring bagaimana mengenalkan teknologi secara positif. Mungkin kita mengenalnya dengan sebutan soft skill (saya mengutip bahasanya pimpinan majalah linux). Apa jadinya coba kalau anak belajar internet sendiri? Dengan dibantu gurunya saja anak-anak bisa tersesat, apalagi belajar sendiri? Pun dengan penggunaan gadget2 yang semakin dekat dengan anak kita, apa tidak takut jika tanpa proses mentoring yang benar. Ingat, ketika gadget ditangan maka internet pun dalam genggaman, dan saat itu pula informasi-informasi yang tidak baik ada dalam tangan anak kita. Kalau ini dibiarkan, wah?

    Saya bersyukur mengajar di sekolah yang independen, sekalipun kurikulumnya mengadopsi diknas tapi tidak mentah2 memakainya semuanya, contohnya untuk kasus mapel TIK ini. Di sekolah saya tidak menghilangkan mapel tersebut, karena kami yakin mapel tersebut harus ada dan perlu, lebih dari itu lewat mapel tersebut kami berusaha memberikan pemahaman teknologi dengan baik.

    Salam perjuangan untuk Guru TIK!

    1. Sebenarnya ada kurikulum pengembangan yang bisa diterapkan sesuai situasi dan kondisi daerah dan sekolah yang bersangkutan.Sayapun bukan guru TIK,namun saya tahu perlunya belajar TIK di era globalisasi.

  187. Ade says:

    hallooo…
    gini mb, mas, tante, om,
    saya cuma berpendapat., hal sepele saja.,
    kalau TIK mau dihapuskan., apakah guru, kepala sekolah, dinas,mau menulis laporan dengan cara mengetik dengan mesin ketik begitu.?? atau mungkin mereka semua mau menulis laporan dengan tulis tangan, apalagi raport murid – murid.???

    dan siswa pun apakah mereka mau menulis tangan dengan tugas yang guru – guru berikan pada mereka.??

    jadi, tolong dari dinas, pikirkan semua tentang hal itu dulu., jangan karena alasan anak TK/SD sudah pinter memakai komputer atau internetan salah satunya, dan sebagainya…
    semua jadi korban…

    terima kasih,,, dan maaf kalau ada kata – kata saya yang menyinggung…

  188. abdillah_TB says:

    payah ,,, kenap harus dihapus pelajaran TIK
    aduh payahhh…….

    1. Penghapusan pelajaran TIK berarti pembodohan dan kerelaan diri terhadap penyadapan alat komunikasi presiden dan para pejabat negara yang dilakukan oleh intelegen asing.

  189. ari says:

    Mengapa harus dihapus, kalau memang pemerintah tidak sanggup mengadakan fasilitas komputer disekolah. jalin aja kerjasama dengan Pemilik-pemilik Warnet disekitar sekolah. gitu aja kok repot……….

    1. Itu hanyalah alasan pemerintah,berkata tidak sanggup namun siap menghabiskan dana anggaran untuk memperkaya diri sendiri.
      Yang jelas jika TIK dihapuskan,bangsa kita akan semakin terpuruk,diremehkan,dan dilecehkan di dunia internasional.Contoh nyata adalah kasus penyadapan telepon terhadap presiden,ibu negara,dan menteri-menteri kabinet.
      TIK sangat luas dan penting peranannya.Dalam dunia ilmu pengetahuan,sebenarnya buku-buku diktat/paket sudah tertinggal jauh,kurang lebih 10 tahun yang lalu.Kalau ingin mendapatkan pengetahuan yang terbaru dan valid bisa dipilih dan dilihat di internet,dalam jurnal penelitian, majalah on line terutama dari luar negeri.Untuk itu diperlukan pengetahuan di bidang TIK.

  190. hen says:

    sangat disayangkan dengan mata pelajaran tik dihilangkan pada kurikulum 2013 saya sendiri sebagai guru mp tik di sma yang sudah di sertifikasi mau di kemanakan ?

    1. hen says:

      padahal saya melihat dan mengamati TIK tersebut belum mencapai 50% dikuasai oleh guru-guru bagaimana mau bisa di impelementasikan dalam kegiatan pembelajaran kepada siswa di kelas, bukti yang paling jelasnya saja pada saat uka dan apdet data melalui IT mereka masih kebingungan.

      1. Yang jelas jika TIK dihapuskan,bangsa kita akan semakin terpuruk,diremehkan,dan dilecehkan di dunia internasional.Contoh nyata adalah kasus penyadapan telepon terhadap presiden,ibu negara,dan menteri-menteri kabinet.
        TIK sangat luas dan penting peranannya.Dalam dunia ilmu pengetahuan,sebenarnya buku-buku diktat/paket sudah tertinggal jauh,kurang lebih 10 tahun yang lalu.Kalau ingin mendapatkan pengetahuan yang terbaru dan valid bisa dipilih dan dilihat di internet,dalam jurnal penelitian, majalah on line terutama dari luar negeri.Untuk itu diperlukan pengetahuan di bidang TIK.

        1. intan says:

          Ya,Bapak Toni Herlambang benar.Guru besar S3 saya berkomentar sama dengan Bapak.Semestinya buku diktat dibuang ke laut saja karena sudah ada internet dengan artikel,penelitian yang selalu baru dan berkembang.Untuk menguasai ilmu baru dari segala penjuru dunia sangat dibutuhkan pengetahuan TIK dan Bahasa Inggris.

  191. nuvimbar says:

    saya tidak setuju
    1.TK/SD sudah bisa internetan
    itu sudah menjadi wajar karena di era globalisasi ini semua dapat mengakses internet tinggal orang tuanya saja bisa membimbing anak dan mengawasi anak tidak
    2. sudah menjadi tugas pemerintah untuk memikirkan tentang biaya pengadaan lab tik jika memang ingin melihat anak bangsa tidak terpuruk di dunia internasional
    3. bilang aja duitnya mau dikorupsi paak! masa ngadain lab tik aja gabisa padahal untuk proyek2 yg tdk penting malah pemerintah memberikan dana yang besar
    4. kasian adik2 kita besok tidak mengerti apa2 tentang dunia komputer dan internet padahal di negara2 lain anak seumuran mereka sudah bisa membuat website
    sungguh aneh negara ini. sepertinya pemerintah ingin melihat indonesia semakin terpuruk dala sistem informasinya

  192. FAHMI WAHYUDI, S.Pd says:

    Allahu akbar.. Kasihan sdr. LILIS di atas, belum tau pentingnya TIK.. Semoga semuanya sadar dengan fakta bahwa: “banyak Mahasiswa UT 80%-an di daerah kami yang nilainya IPK-nya jeblok di bawah 2.00, penyebab utamanya karena tidak bisa menggunakan perangkat TIK dan internet. Akhirnya

  193. bangkandir says:

    saya sarjana lulusan fisika,, jujur saya akui kalo dulu pelajaran tik tdk sy dapatkan, karena saya lulusan sma angkatan 2003,, masih belum ada.. setelah kuliah,, buat skripsi makalah ini itu,, sungguh sangat kacau.. intinya TIK kui emang penting.. kalo untuk game itu hanya sebatas melepas lelah penat kalo sudah cape ngerjakan tugas.. sangat menyesal jika tik harus di buang dari kurikulum.
    contoh : sablon – desain pola pake komputer dengan org yg punya keahlian coreldraw atau program desain lainnya, bukan keahlian orang gamers..

    1. Wijaya Kusumah says:

      iya, masalahnya banyak guru yg diam saja menghadapi kebijakan ini

  194. yudi TIK says:

    YANG PALING SAYA HERAN… SI LILIS KOK NDAK MUNCUL LAGI YA??? emang dah ndak brani muncul atau ndak ada pulsa bwt internetan ya?

    1. joko says:

      sudah kabur si lilis bos..

  195. Iwan suwandi says:

    Maaf kalau boleh saya katakan pak nuh telah melakukan pelanggaran ham berat karena membuat mahasiswa pendidikan TI jadi sengsara. sudah berapa biaya yang dikeluarkan untuk kuliah sementara hanya sia-sia. Sekali lagi para pengambil kebijakan betul-betul tidak dapat membaca realita di lapangan. Nega Inggris saja yang sudah maju , di sana pelajaran TIK justru dikembangkan.

    1. Seret M.Nuh,Boediono,dan SBY ke KPK,membuat proyek pendidikan terindikasi korupsi.Berdalih membuat kurikulum 2013 untuk menyelamatkan bangsa malahan jadi amburadul semua.Anggaran amblas,dicurigai untuk biaya Pemilu Demokrat.Inilah Century jilid dua,Hambalang jilid dua.

  196. Iwan suwandi says:

    Saya sangat kecewa dengan kebijakan TIK dihapus di sekolah.Saya yakin pendidikan kita akan mundur karena TI adalah selalu berkembang. Jadi kalau TI dihapus bangsa indonesia akan dilecehkan oleh negara-negara lain misalnya negara malaysia. Kita akan dilecehkan. Saya ndak sanggup membayangkan

    1. Bukan hanya Malaysia yang akan meremehkan negara kita akan tetapi semua negara di dunia ini akan meremehkan Indonesia. TIK adalah lambang kemajuan zaman,sarana ilmu,komunikasi dan informasi.Jika TIK dihapus berarti pemerintah telah menutup jalur ilmu,komunikasi dan informasi negara kita.Dampak negatifnya akan jauh lebih banyak,terjadi pembodohan dan keterbelakangan seluruh rakyat Indonesia.Indonesia akan mengalami banyak kemunduran di banyak bidang,semakin mudah dimanfaatkan dan dijajah.

      1. subagyo says:

        Kalo mikir kebijakan M. Nuh pusing 7 keliling, antara laen Kurikulum 2013, Dapodik, penghapusan TIK semuanya bikin repot orang, tidak berimbas pada kemajuan, justru kemunduran, salah besar SBY milih M.Nuh jadi menterinya, terbukti dengan menurunnya suara Demokrat tahun 2014.

  197. henri kurniawan says:

    saya juga guru TIK. sangat prihatin sekali dengan hilang nya pelajaran TIK. generasi kita hanya akan jadi generasi pengguna software ( pengguna internet dan game ). tetapi tidak akan pernah tau bagaimana cara membuat software itu sendiri. Pemerintah sangat meremehkan pelajaran TIK. kalau tidak ada guru TIK, siapa yang mengontrol jaringan internet disekolah dll.
    Ketika UJI PUBLIK saya ikut memberikan komentar tetapi apa daya pemerintah tetap tidak bergeming, masukan hanya dianggap angin lalu saja.

    Mari kita sama-sama lihat generasi yang akan datang. generasi yang sangat tertinggal akan ilmu komputer.

    mudah2 pejabat kementerian kemdikbud cepat sadar akan salahnya keputusan yang mereka ambil.

    Saya sekarang mengajar Prakarya kelas 7 SMP, saya test penggunaan komputer, hasil NOL besar. mereka hanya bisa game dan media sosial saja. Ilmu yang lain nya NOL besar.

    1. Wijaya Kusumah says:

      sepakat dengan bapak

  198. Della Novita says:

    saya tidak setuju jika pelajaran TIK dihapuskan , belum tentu semua anak tk maupun SD dapat mengoperasikan komputer , yaa memang banyak yg dpat menggunakan internet , namun apakah mereka dapat membuat dokumen tanpa bimbingan guru TIK ? , selain itu di SMK kan juga ada pelajaran TKJ , masa dihapus , bagaimana dengan murid” yang akan lulus dari jurusan itu ? apakah Indonesia akan menambah jumlah pengangguran ? apalagi d’kuliah jurusan IT juga akan dihapus , mohon dipertimbangkan lagi … jangan egois , berfikirlah yang jernih !

  199. syahroni. says:

    bangsa yang maju itu bangsa yang di dalam nya ada manusia yg bisa menerima perkembangan teknologi dan sejenisnya untuk perkembangan manusia selanjutnya, generasi muda adalah pengganti generasi yg sudah tua, nampaknya generasi yg tua di indonesia ini tidak rela kalau yg muda maju dan mengerti perkembangan teknologi, apa jadinya kalau orang indonesia dibangku kuliah baru ketemu dengan komputer,ya kalau ada duit mau kuliah, kalau nggak katanya mau mengenalkan teknologi sedini mungkin,bisa jadi kalau pejabat yg baru lagi, timbang punya timbang di perguruan tinggi materi komputer di hapuskan juga,kenapa pelajaran bhs inggris aja di hapuskan, soalnya kalau di liat mungkin pak menteri merasa sendiri kita belajar bahasa inggris dari smp s/d dgn perguruan tinggi satu orangpun nggak bisa ngomong inggris. berkaca lah, bangsa kita ini seagian besar otaknya lemah jangan di bikin lemah lagi

  200. khusnul says:

    IPA dan TIK adalah bagian penting dari perkembangan zaman. Kalau bagian penting dari perkembangan zaman dihilangkan, apakah kita mampu mengikuti perkebangan zaman…?

  201. http://edukasi.kompasiana.com/2014/02/22/mapel-tik-lebih-baik-disempurnakan-daripada-dihapuskan-634992.html

    Mapel TIK Lebih Baik Disempurnakan Daripada Dihapuskan
    OPINI | 22 February 2014 | 22:55 Dibaca: 10 Komentar: 1 1

    Oleh

    Santi Hartini, S.T.

    Dunia pendidikan adalah suatu pondasi dimana akan tumbuhnya pribadi yang pintar dalam keilmuan dan keimanan, taktis, strategis, sukses, bisa menempatkan diri dan dapat mengamalkan ilmu untuk segala situasi dan lapisan usia. Karena pondasi yang baik akan membuat bangunan diatasnya menjadi kokoh.

    Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja (Wikipedia). Berkaitan dengan hal tersebut betapa penting nya kurikulum sebagai tuntunan dan pondasi bagi pendidik dan murid untuk menapaki jenjang pendidikan nya, ditambah lagi kaitan nya dengan kebutuhan lapangan kerja. Ada pernyataan bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang disesuaikan dengan kmajuan jaman salah satunya teknologi, tanpa melupakan adat istiadat yang mendasar dan sopan santun.

    Di negara kita Indonesia perkembangan teknologi tak kalah pesatnya, dengan banyak nya bermunculan berbagai macam alat komunikasi dan elektronika, tentunya disertai dengan dampak yang dibawanya. Disitulah peran seorang pendidik untuk menuntun mereka mencari solusi menghadapi dampak negatif yang terjadi, menjadi sumber informasi untuk sederet istilah asing didunia teknologi yang bermunculan, sangat tepat rasanya dengan munculnya mata pelajaran TIK pada tahun 2004 untuk menjangkau para siswa menghadapi perkembangan teknologi yang ada. Sangat patut untuk dikembagkan mata pelajaran tersebut bukan malah ditiadakan sperti yang tercantum di kurikulum 2013, berikut saya cantumkan beberapa point dimana mata pelajaran TIK ini pantas diperhitungkan dan dipertahankan :

    1. Lingkungan pergaulan dan cara bersosialisasi, banyak istilah asing yang muncul yang sebetulnya wajib mereka (siswa) pahami, disaat mereka ditanya apa artinya mereka tidak dapat menjelaskan padahal sering mereka ucapkan. Dan kebanyakan istilah tersebut dalam bahasa asing, sebagai contoh masih banyak yang tidak mengetahui apa itu image, upgrade, approve dan masih banyak lagi. Karena perkembangan teknologi ini berkaitan erat dengan berbagai bidang termasuk budaya, seni dan soial. Sehingga tidak ada rasa minder pada saat siswa yang sekolahnya di pelosok berbaur dan berbicara dengan siswa yang di perkotaan dimana fasilitas mereka serba lengkap, hal ini penting trutama untuk sekolah yang jauh dari keramaian kota agar tidak tertinggal, dan dapat bersosialisasi pada taraf yang sama,

    2. Penggunaan alat teknologi (software/hardware), ada pernyataan bahwa dihapuskan nya tik karena anak kecil saja sudah bisa komputer jd tidak usah ada mapel tik, perlu dibahas lebih lanjut pernyataan sudah bisa itu yang seperti apa batasan nya, apakah hanya bermain game, menggambar, poto editing, pemograman, pembuatan surat resmi, bermain facebook atau yang bagaimana, karena begitu tik masuk ke suatu lembaga pendidikan maka disitu akan dididik mulai dari dasar, istilah, tata cara penggunaan, pemahaman dan penerapan yang tepat di segala bidang terkait dengan lapangan pekerjaan, sampai dengan legalitas produk software atau hardware yang seharusnya. Sebagai contoh di tingkat SMP sekolah tempat saya mengajar di daerah pegunungan dan jauh dari perkotaan, dimana mayoritas pekerjaan orangtuanya sebagai petani atau buruh lepas, sehingga hanya 30% siswa nya yang melanjutkan ke jenjang SMA/SMK dengan alasan faktor ekonomi, sementara sisa nya menginginkan untuk bisa bekerja, maka saya sesuaikan materi di bidang tik agar mereka yang ingin bekerja dapat mendapatkan keterampilan computer yang cukup untuk tingkatannya. Sehingga sekalipun mereka tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yg lebih tinggi dengan berbagai alasan, mereka tetap siap dan mampu bersaing.

    3. Antusiasme siswa, tak bisa dipungkiri bahwa siswa memiliki rasa keingintauan yang tinggi di mapel tik ini. Pengalaman saya pribadi selaku guru tik SMP, pada mapel tik siswa senang menyampaikan berbagai informasi teknologi yg mereka dapat dari televisi ataupun dari media lainya, apalagi pada saat praktek mereka sangat bersemangat walaupun fasilitas yang ada di sekolah saya sangat minim, dengan mengenal berbagai istilah yang sangat berkaitan dengan mapel bhs inggris sehingga membantu mereka dalam belajar bhs inggris juga. Karena TIK merupakan salah satu mata pelajaran yang memang secara langsung diterapkan dalam kegiatan sehari-hari secara nyata.

    4. Kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas, dalam hal ini adalah pendidik (guru) sebagai jajaran depan suksesnya pendidikan. Terkait dengan kurikulum 2013 yang katanya berbasis tik dan dihapuskannya tik karena di integrasikan dengan semua mapel, pertanyaan nya hanya satu, apakah para guru siap dengan kondisi guru yang terdiri dari berbagai lapisan usia dimana kemampuan nya berbeda dalam hal teknologi, dengan fasilitas ( hardware dan software) yg harus dikuasai tiap guru sesuai bidangnya agar kata terintegrasi tersebut menjadi nyata. Jangan sampai ada pernyataan “apapun kurikulumnya,seberapa sering pelatihannya, pada prakteknya cara mengajar guru tetaplah sama”.

    Paparan diatas semoga dapat membantu yang berwenang dalam bidang pendidikan untuk mengkaji ulang mengenai penghapusan mapel TIK, yang juga berdampak kepada profesi guru tik yang merasa tersisih karena belum ada solusi yg jelas untuk posisi di kurikulum 2013, yang seharusnya sebelum diterbitkannya suatu keputusan wajib dipikirkan dampak dan solusinya terlebih dahulu. Karena kami para guru tik hanya menginginkan tetap bisa mengajar tatap muka di kelas seperti biasanya menyampaikan materi dan berbagi pengetahuan teknologi yang berkembang, karena kami senang mendengar celoteh dari para siswa tentang apa yang mereka ketahui terutama di dunia teknologi, yang berceloteh tidak hanya siswa yang notabene pintar dalam hal akademik, tapi juga seisi siswa dikelas, dan saya melakukan survey mata pelajaran favorit kepada siswa kelas 7, 8 dan 9 dan pelajaran tik berada di 3 besar diantaranya.

    Bukankah untuk memperbaiki sesuatu hal terutama dibidang pendidikan tidak harus melakukan penghapusan, tetapi melengkapi dan mengembangkannya agar menjadi lebih sempurna lagi.

  202. deden says:

    Sekolah saya kelas 10 semenjak diberlakukannya Kurikulum 13 belum pernah ke labkomputer, tahun depan mungkin kelas 10 dan kelas 11, dan tahun depannya lagi mungkin semua kelas, kemungkinan 2 tahun kedepan labkomnya tutup karena ga ada yg pake.

    1. john arifin says:

      jangan ditutup mas … saya yakin penghapusan TIK kesalahan besar yang dibuat kemendikbud. Mari kita berdoa semoga dibukakan hari para petinggi kemendikbud dan sadar kalau TIK sangat dibutuhkan anak bangsa ini.

  203. Pujo Cahyono says:

    apabila merujuk dari “Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…”, terus dibuat keputusan yang seperti ini runyam jadinya. Koq tidak melihat dibalik apa yang terjadi pada “Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…”, mengapa anak betah main game, ironisnya lagi dengan internet anak salah dalam memanfaatkan intenet. Adanya teknologi yang makin berkembang menjadikan pembelajaran kita semua, tidak terkecuali pembuat keputusan.
    Baru saja baca, Guru Diminta Manfaatkan Teknologi, dari sumber http://engineeringtown.com/teenagers/index.php/berita/3274-guru-diminta-manfaatkan-teknologi-.html

  204. Renata Marelene says:

    kok rasanya seperti ada udang di balik batu ya? ada supplier hardware mau masuk nih ya? Tablet, smartboard, dkk… sehingga guru yang mengajar menggunakan tablet, smartboard, sudah dikatakan mengajar menggunakan TIK..

  205. Putra Mebel says:

    Tik, memang pelajaran yang dipandang paling diminati mulai kurikulum thun 2006. walaupun tergolong mudah, namun bukan berarti tidak diperlukan. karena itu bentuk dari kemajuan teknologi sekarang.

    artikel yang bagus, salam bapak wijaya.

    1. Putra Mebel says:

      Tik, memang pelajaran yang dipandang paling diminati mulai kurikulum thun 2006. walaupun tergolong mudah, namun bukan berarti tidak diperlukan. karena itu bentuk dari kemajuan teknologi sekarang.

      artikel yang bagus, salam bapak wijaya.

  206. Akhyar says:

    Ulasan yang menarik. Di satu sisi saya setuju, seharusnya pelajaran TIK tetap dipertahankan. Di sisi lain, saya agak kecewa juga dengan pembelajaran TIK. Sebagai seorang programmer profesional, saya lihat pelajaran TIK di Indonesia ini sangat berbelit-belit, dan sangat banyak siswa yang gagal mengerti.

    Interaksi dengan komputer memang suatu hal yang biasa sekarang. Hampir nggak ada orang yang nggak familiar sama kata ‘internet’. Tapi bagaimanapun, nggak semua orang tahu gimana cara menggunakannya dengan benar. Akibatnya? Kena penipuan lah, kena spam terus lah. Kasian juga kan.

    Pelajaran TIK belum bisa dihapuskan, tapi perlu sedikit revolusi.

    1. Memang solusi yang paling baik diterapkan menurut saya adalah dengan mengubah/menambah materi yang diajarkan bukan malah langsung dihilangkan seperti itu. 🙂

  207. Soedaryanto says:

    alat bantu manusia – dari jaman ke jaman selalu terjadi perubahan – lebih praktis dan harapan nya agar mudah di mengerti oleh generasi ke generasi …TIK itu sebagai ujung tombak – siapa yang kuasai teknologi – dunia kan di genggam ,, tentunya dari proses yang berkesinambungan…kalau di putus ilmu TIK ini , generasi – anak putu cucu nanti mau dadi opo .. – dirembuk maning…bersama-sama dan duduk sama rendah – berdiri sama tinggi – karena pilihan ilmu itu di turunkan bertahap dan diulang ulang agar paham dan bener2 menjiwai dan mampu untuk diterapkan sesuai kebutuhan…

  208. Siti Rohaeti says:

    Aneh bgt kl mrk beralesan anak SD aja bisa internet, emang pelajaran TIK dan KKPI cuma internet ???? Kan ada office, jaringan, database dll. Apa ank TK dan SD sudah bisa belajar begitu tanpa ada gurunya ??? Kalo alasnya cuma bgitu ya ga usah diajarin Agama (karena mrk juga udh punya agama, kl ga suru aja bljr d pengajian), Bhs. Indonesia (kan sm ortunya udh diajarin bahasa sehari2), olahraga (ya bener kasih aja bola, nanti juga maen sendiri), seni (kasih buku gambar sama pensil biar pd gambar sendiri). Ga masuk di akal banget deh pokonya. Kalo gara2 pemerintah harus mengadakan laboratorium komputer, kan sekolah2 juga udah banyak yang punya lab. Lagian bknnya seneng kalo banyak proyek ?? Kan jadi ada proyek pengadaan lab. Hadeuuuhhhh

  209. HAPSORO YUDHO S. says:

    lol~
    sbner’a dr dasar pun, juga musti diajarkan, dan wajib tau komponen yg ada di depan mata, bukan krn masalah poin 1 “Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…”
    mapel TIK dihapuskan…
    contoh kasus,
    CE:”bro tolong dong hack in FB cwo gw”
    CO:”yaudah, coba copas link di address bar”
    CE:”yg mana sih address bar? caranya ngopas gimana?”

    dan tidak “TIK / KKPI bisa integratif (terintegrasi) dengan mata pelajaran lain”, mungkin iya tapi dalam dasar pelajaran, ambil contoh pendidikan jasmani, apakah musti pake komputer buat nendang bola atau lay up basket..?
    itupun juga cuma pake stopwatch yg notabene produk IT, yg cuma dipake buat bab atletik…

    penerapan lain krn ketidakmampuan pemerintah adalah, karena semua badan pemerintah dari paling ujung sampai paling rendah, pasti ngga jauh2 dr KORUPSI, makanya TIK yg seharusnya penting buat kemajuan negeri jadi’a malah terabaikan…

  210. Arief Rachmat says:

    Kenapa TIK Dihapus Dari kurikulum 2013.

    Nanti Mungkin Anak-anak Generasi Masa Depan Mungkin Mengatakan Kalau Computer Cuma Dapat Digunakan Buat Main Game ama NgeYoutube ama Facebookan/Twitter/Path/Instagram Doank.

    Sebaiknya TIK Dikembalikan lagi Ke Kurikulum Mendatang seharusnya, Supaya Anak-Anak Tau Bahwa Komputer Tidak hanya Digunakan Buat Main game/Youtube/Sosmed Doang, Tapi Juga Tau Cara Menjadi Developer Game/Web/Program, Bukan Cuma Make Doang :v.

    1. saya setuju Saya juga sedang mengembangkan untuk membuat game kecil-kecilan dengan aplikasi Flash, tetapi terkadang saya membuatnya ketika selesai mengerjakan tugas di LAB KOM sekolah dengan ijin Guru… Guru saya sendiri mendukung ketika saya sedang membuat Game itu (y)

  211. Saya Hartawan Bahari Mulyadi
    Juga merasa kurang setuju dengan program kurikulum 2013, karena ditahun sekarang (2014) saya masih menduduki kelas 8 SMP, Dengar-dengar saya mendapat berita bahwa ketika saya SMA baru akan diterapkan kurikulum 2013,tetapi jika TIK dihapus saya tidak setuju dikarenakan banyak teman-teman saya yang masih belum bisa mengirim E-Mail apalagi membuat E-mail. Jadi saya merasa kasihan pada generasi baru, meskipun beberapa orang mengatakan hal itu bisa terjadi secara autodidak. Tetapi saya me,iliki pengalaman bahwa ada beberapa anak yang malu /canggung untuk tanya pada temannya, justru lebih pas untuk bertanya pada guru. Saya sendiri merasa terbebani juga dengan masalah ini, terlebih lagi di tahun ajaran saya RSBI telah di hapus. Bayangkan bagaimana rasanya berlomba-lomba masuk ke SMP / sekolah yang terbaik di kotanya dengan kualitas yang menjamin kelulusan tinggi, malahan di hapus. Di awal penghapusan RSBI di sekolah saya sering mengalami pemadaman listrik, yang beralasan bahwa Biaya Subsidi RSBI yang biasanya datang dari pemerintah juga telah dicabut. Efeknya dari itu pembelajaran saat itu kurang memuaskan karena LCD tidak bisa digunakan dan Wi-Fi tidak aktif dikarenakan tidak ada suplai listrik.
    Kembali kemasalah utama Ilmu teknologi komputer juga diperlukan untuk mengambil di berbagai bidang pekerjaan,dan kerap dibutuhkan lulusan yang ahli di biidang IPTEK. Tetapi jika ilmu itu dihapus jumlah angka pengangguran bisa bertambah, OK.. Anggap saja masalah itu bisa diatasi… Bagai mana jika Anak-anak yang tidak ahli TIK dan bahkan tidak lancar dalam membuat dokumen ditugaskan untuk menulis program SKRIPSI saat di jenjang kuliah, mereka akan semakin bingung. apalagi malahan jika dia bertanya pada teman yang kurang baik, mereka bisa malahan di ledeknya…
    semoga pemerintah punya kebijakan baru untuk menangani itu, meskipun katanya ada program E-Library yang akan dikembangkan….

  212. wkwk says:

    aduh UN aja pak yang dihapus! bwt rakyat miskin dana un nya!!! anak jaman sekarang cman bisa online doank ga tau yang lainnya! tambah kebelangsak aja nih negara udah teknologi cetek pejabatnya juga ga punya otak!

    1. Setuju gan, mending UN aja yg dihapus. Menurut ane, TIK jauh lebih penting dari UN. Padahal banyak banget materi pelajaran di bidang TIK yang mungkin perlu diajarkan ke murid, seperti belajar hacking, mendesain, membuat blog, dll.

      1. M Mulki says:

        Hahaha belajar hacking hebat banget tuh

      2. Anon says:

        waduh kalo yang belajar menghack jangan diajarin di sekolah deh, kalo yang desain/membuat blog itu wajib

        1. Loh justru itu yg menurut ane penting gan. Agan inget kan pas Indonesia perang cyber dengan Asutralia beberapa waktu yg lalu?

          Coba kalau Indonesia gak punya pasukan cyber yg hebat, Indonesia mungkin bakal kalah. Belum lagi kalau ada negara2 lain yang nyerang, seperti AS contohnya.

          Yang tentunya juga harus diberi bimbingan moral agar kelakuannya gk keluar jalur..

    2. sebenarnya UN ada sisi positifnya, semisal menjadi tolok ukur dan pemerataan kualitas pendidikan. namun saat ini sisi negatifnya lebih dominan, seperti fungsinya sebagai proyek ladang uang, banyak guru yang curang, dll. jadi kalau mau hapus UN juga berikan solusinya sebagai pengganti, jangan sampai pendidikan kita melaju layak ‘glondong semprong’. 🙂 peace

  213. Rizky agam says:

    seharusnya kan pelajaran TIK kan penting kalo bisa internetan kan hebat lagian kan bisa ditingkat-kan teknologi IPTEK nya dan bisa mengikuti perkembangan zaman

  214. M Mulki says:

    Saya gak setuju dengan pemerintah
    masa TIK harus di hapus nanti indonesia jadi Negara yang Gagap Teknologi(Gaptek)Atau indonesia menjadi Negara yang Ketinggalan Teknologi) Waduh… malu – maluin banget tuh, jepang ajah kelas 123 SD sudah bisa bikin robot masa TIK di hapus di negara kita nanti anak indonesia boro – boro bisa bikin robot megang komputer ajah kepeleset terus tuh nyentuh keyboard komputer.

    Padahal TIK sangat penting bagi kita semoga kebijakan ini bisa di batalkan pemerintah

  215. Ahdika says:

    Saya salah satu siswa yang merasakan kurikulum 2013.
    Bagaimana bahasa pemrogaman bisa terintregasi ke mapel lain ?
    Itu sudah diluar bahasan mata pelajaran lain.

  216. Antonius says:

    kalo ga ada pelajaran TIK dulu, saya ga bakal cita jadi progammer, saya ga bakal punya semangat tinggi masuk ilmu komputer, saya ga mungkin punya cita” saya ga mungkin bisa nge game, saya ga mungkin bisa manage data saya, saya ga mungkin koding, saya ga mungkin ketemu temen saya satu perjuangan saya ga mungkin tau hacking saya ga bakal kepikiran UN online saya bobol, saya ga mungkin mengerjakan suatu program sendiri, jadi intinya TIK itu bisa buat orang seperti saya ini semangat, punya tujuan hidup, jadi saya bisa langsung menjurus, jadi ada masukan masukan sedikit dari guru TIK mengenai apa yang saya pelajari tentang koding, editing video, audio, game development, hacking, dan lain lain yang harusnya ada, memang anak kecil aja udah bisa internetan, tapi kalo ga ada TIK, SIAPA YANG MAU JADI PROGAMMER? SIAPA YANG MAU NGEMBANGIN TEKNOLOGI INDONESIA? SIAPA YANG TAU SELUK BELUK SEBUAH PROGRAM? APA KITA AKAN JADI KONSUMEN TEKNOLOGI LUAR NEGERI TERUS? APA KITA MAU KETINGGALAN 10 TAHUN TERUS? TEKNOLOGI DAN SOFTWARE DEVELOPMENT ITU PERLU DI ERA MODERN INI? KALO BUKAN ANAK NEGERI YANG MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI INDONESIA, SIAPA LAGI?

  217. Lorenzo says:

    Untuk poin 4 dan 5 itu urusan kalian dong pejabat/pemerintah!

  218. Jeniv says:

    Aneh aneh ajah tuh, setahu ane kalau pelajaran TIK itu juga masih dibutuhkan karena tidak semua siswa mengetahui/bisa cara mengoperasikan komputer serta TIK itu luas tidak hanya itu itu saja.

    Mungkin solusinya bukan menghilangkan mapel TIK namun menambah meteri yang diajarkan agar siswa tidak merasa jenuh. 🙂

  219. MST says:

    Astagfirullah, dari alasan-alasan yang diutarakan saja sudah terlihat ketidak pandaian berfikir pemerintah dalam membaca perkembangan zaman.
    Dan alasan yang paling buat saya heran adalah, no.4, karena sudah tertera bahwa memberikan penyediaan fasilitas adalah kewajiban yg harus dilakukan oleh pemerintah apalagi dalam bidang pendidikan sebagai penunjang keberhasilan penerus-penerus bangsa, tapi?
    Salam hormat saya untuk pemerintah, semoga lebih jernih memikirkan hal ini 🙂

  220. Valnzy says:

    Hmm… saya mendukung pernyataan “tidak setuju” dengan dihilangkannya pelajaran TIK dari Kurikulum 2013…
    Saya adalah siswa kelas 10 (yang baru saja merasakan kurikulum baru ini) dan saya merasa kaget ketika TIK sudah tidak ada. Sebagai seorang yang hobi banget programming dan design ini jelas cukup ‘jleb’ juga. Namun sebenarnya saya juga cukup mengerti juga mengapa dihilangkan melihat dari pengalaman saya ketika SMP dan SD dulu (dan SMA juga)… saat-saat pelajaran TIK merupakan yang paling menyenangkan karena bisa dibuat hiburan (main game atau apalah) dan faktanya itu benar terjadi saat saya sekarang pun. Saya sering melihat kakak kelas yang masih mendapat bimbingan TIK dan mereka kebanyakan hanya bermain game atau lihat youtube di lab TIK. Tidak semua juga guru pembimbing TIK itu ‘lihai’. Guru TIK di sekolah saya bahkan tidak sadar kalau komputer admin lab itu terinfeksi virus -.- ya mungkin juga dia pura-pura tidak sadar…

    Sebenarnya dianggap bahwa anak muda jaman sekarang lihai TIK itu pun salah besar. BANYAK teman saya yang memiliki laptop atau pc berspesifikasi tinggi namun tidak pandai menggunakannya. Tidak paham bedanya software asli dan bajakan. Bahkan tidak dapat menggunakan software-software microsoft office dengan benar.

    Dan pada kenyataanya kita perlu pelajaran TIK…

    1. wah kalo sekolah ane prakarya nya dibuat kaya TIK gan, jadi misalnya prakarya Flash animation, blog, corel, photoshop, dll 😀

      1. Wah enak banget sekolah lu gan, bisa belajar blog, pelajaran favorit ane tuh..

  221. rio yuliano says:

    jawabannya simpel aja…Itu sama aja bikin kita kembali ke era sokarno. menulis laporan dengan mesin ketik…ini sama aja mengajarkan gaptek masal ke seluruh siswa di indonesia…saya anak TI dan saya lebih merasa terancam lagi orang tidak bisa memahami program yang akan saya buat nanti…

  222. point 1, ““Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…”

    Internetan + main game beda banget sama bisa teknologi. Kalo internetan sama ngegame doang ya siapa aja juga bisa. Coba kalo disuruh ngeblog, programming, atau minimal office. bisa anak tk sd??

    Point 2 dan 3 bertentangan banget sama point 5.
    point ke 2 dan ke 3 menandakan tiap sekolah juga harus minimal punya komputer. “tiap mata pelajaran harusnya sudah terintergrasi bla bla bla”. dengan point ke 5 “Banyak sekolah yang belum teraliri LISTRIK, jadi TIK/KKPI tidak akan bisa diajarkan juga disekolah” bandingkan saja.

    dan bukannya sudah seharusnya buat pemerintah untuk mengadakan listrik dan komputer di tiap sekolah?? mau jadi apa sekolah tanpa listrik atau komputer??
    Bilang aja dananya dikorupsi, ga usah banyak basa basi.

    Masalahnya disini, masih sangat banyak sekali penerus bangsa yang Gaptek, sedangkan ini era globlasisasi, apa apa serba teknologi. Apa jadinya kalo tidak ada pendidikan TIK? Dengan alasan point 1, “Anak tk sd juga bisa internetan” apa anda pikir masuk akal?

    Dan materi TIK sendiri itu pun perlu dibenahi, tidak melulu tentang office. (di sekolah saya dulu)
    Kalo sekarang, di sekolah saya pelajaran Prakarya dikaitkan dengan TIK seperti prakarya membuat blog, animasi flash, corel, dll.

    1. Naufal Irfan says:

      Internetan + main game beda banget sama bisa teknologi. Kalo internetan sama ngegame doang ya siapa aja juga bisa. Coba kalo disuruh ngeblog, programming, atau minimal office. bisa anak tk sd??

      game? semuanya berawal dari game
      dari game anak menyukai komputer
      lihatlah blog ku, itu berawal dari main game

      aku murid, aku suka TIK, tapi aku tidak suka bila pelajaran TIK dihapuskan

  223. AnonymouS says:

    Indonesia gak akan maju, kita harus mengikuti perembangan jaman jadi karena itu mata pelajaran yg penting bagi masa depan jadi di hapuskan, apalagi bahasa inggris dan TIK/KKPI, itu suatu pembelajaran agar anak anak tidak kaget dengan pembelajaran tersebut, jangan bagi kementrian jangan labil…..

  224. jalu septama` says:

    saya dari mahasiswa ptik uksw salatiga
    menurut saya keputusan pemerintah yang tidak logis bahwa anak sd sudah bisa main internet
    coba liat anak2 yang berada di desa apa mereka tau itu internet??
    jujur di daerah saya banyak anak kecil sd yang main di sawah ketimbang yang mmain internet
    tolong lah kalu ngembil keputusan tuh diliat dari semua aspek jangan dari satu aspek
    oh ya dulu juga pernah ada anak dari ntt yang bisa juara 1 lomba TIK dia padahal gak pernah megang komputer dia hanya baca buku,jadi gak usah banyak alasan lah bahwa gak bisa menyediakan semua computer
    cukup lah 1 sekolah itu 1-10 komputer sudah cukup kalau n gak isah banyak2 dulu

  225. Naufal Irfan says:

    bener tuh, Mapel TIK itu jelas ada gunanya
    aku aja belajar blogging, edit game dll sendiri, kalo di sekolah malah pelajaran TIK menyenangkankan, TIK itu butuh kemauan dari rasa ingin tau, dan diajarkan dengan urutan yang sudah ditentukan. Enak Belajar Sendiri Di rumah malah lebih Jelas kalau diajarkan di sekolah juga.
    Toh di Sekolah rasanya nambah ilmunya, itu bukan opini, itu pengalaman ku.

  226. Raka Perdana says:

    Oke kita sudah diskusi mengenai hal tersebut, saya pun setuju TIK bukan di hapuskan, tapi di kaji ulang mengenai materi dan kurikulum TIK itu sendiri. Pertanyaan saya, apa yg harus kita lakukan sekarang?

  227. bangun says:

    sebenarnya tidak tepat bila mata pelajaran TIK dihapuskan. angkatan saya(lulus SMA 2012) saja yang ada yang bahkan sama sekali tidak mengerti masalah TIK. bisanya cuma facebookan dan game. apakah skill facebookan dan game itu layak untuk dianggap sebagai mata pelajaran? tentu tidak.
    mungkin yang seharusnya dilakukan bukanlah menghapuskan, tetapi mengubah materi-materi pelajaran menjadi yang lebih berguna.

  228. Roni says:

    buat agan2 yg mahir soal TIK,ini waktux buka klas kursus TIK. manfaatkan moment ini dgn baik…

  229. agatha says:

    walah walah, yakin tuh mw di hapus, memang anak2 jaman sekarang bsa internetan/ main komputer,tapi mereka hanya bsa fban, twiteran dsb, saja, mereka belum tentu bisa membuat surat, grafik dan sebagainya mereka belum tentu, cara print saja kadang tidak tau -_-

  230. Wond Ndeso says:

    sangat disayangkan klo pelajaran TIK dihapus, kenapa saya bs bilang spt tu, jujur ja saya cuman seorang penjaga warnet, selama 2tahun (2012-2014) saya menjaga warnet di daerah Jakarta Selatan, saya menemui kejanggalan pd pengunjung diwarnet saya yg rata-rata usia sekolah SD, SMP, dan SMA, 3bulan yg lalu, da seorang siswi SMA bertanya ke saya “Bang gmn caranya mengirim berkas jawaban melalui email?”, anda bisa menangkap kejanggalan tersebut bukan?, siswi SMA Jakarta kirim berkas melalui email ja gak bisa, gini bilangnya anak TK dan SD dah bisa internetan, menggunakan email ja gak bisa, ini di Jakarta, trus bagaimana dgn mereka2 yg da didesa?, klo ja saya diberi harta lebih, Insya Allah akan saya buat pendidikan komputer gratis bagi yg tidak mampu didesa asal saya, saya ingin mereka menggunakan teknologi yg terarah bukan sekedar main game, buka facebook, twitter, yg akhirnya disalah gunakan krn tidak da bimbingan dan pengawasan.

  231. “Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…” <<— Emang TIK Blajar Internet Ya Setau Gua TIK SD Itu Msh Di Excel Sama WORD Dan Belum Nyambung Ke Internet Apa Lagi TK kwkw

    "Banyak sekolah yang belum teraliri LISTRIK, jadi TIK/KKPI tidak akan bisa diajarkan juga disekolah" <<<— Dasar Tolol Belum Teralir Listrik …. Hahah Emang Di Pedalaman Banget Apa Sklhnya… Kalo Di HUTAN Wajar…..

    INGAT!! Negara Yang Tidak Mengenal Dunia Komputer Atau Semacamnya Ga Bakal Maju dan berkembang…. <<<— Pernah Denger Pas Ikut Seminar

  232. bangbozz says:

    emang TIK cuma belajar internetan doang….. “ya gag lah”
    apakah mereka pengen anak bangsa gag tau teknologi….
    kapan negara ini maju kalo mereka” yang diatas sana dan NEGARA gag memikirkan anak bangsanya…… buat studybanding keluar negri aja bisa…. bikin lab komputer gag bisa…….
    ??????????

  233. sah says:

    Ilmu IT itu sangat luas, sangat penting, manfaat untuk dimasa depannya juga sangat banyak. Cobalah untuk tidak melihat dari sisi negatif nya saja, tanpa memperhatikan betapa pentingnya IT bagi bangsa ini agar tidak tertinggal dari bangsa lain. Saya senang belajar IT karna otak saya jadi terpacu untuk berpikir memecahkan masalah, membuat penemuan baru dan membantu sesama yang minim dengan ilmu IT, saya bangga jadi anak IT dan saya ingin ilmu TIK dipelajari sejak dini dengan disertai penanaman moral ber-IT.

  234. Karebet says:

    Point ke 4-5
    PEMERINTAH GOBLOK,,,,
    ibarat anak,,,
    Kamu harus menafkahi anak-anak mu,,,[wajib hukumnya]

    Bagaimana g sanggup? Bukannkah kalian curi uang kami untuk kepentingan pribadi?
    Kenapa g di relasikan ke LABKOM…??

    Yuk Pindah Negara ajja yuk….

  235. mirza says:

    dari alasannya aja kita sudah dapat mmengerti bahwa indonesia miskin ,… tidak mau ngeluarin dana untuk pendiidikan , kalau mau beli kapal perang dll ada dana triliunan rupiah , nah 1 lagi yang kemarin jilbab untuk polwan katanya tidak ada dana nah kalau buat beli anjing utk polosi kok ada ? , indonesia kita tercinta !! pemimpin hanya memikirkan perut nya sendiri FUCKING FUCKING

  236. mirza says:

    padahal Ilmu IT itu sangat luas 🙂 , ttapi pemirintah GAPTEK semua,, !!!

  237. Haekal MF says:

    Ingat dulu saya kalo ngetik pake MS Office ke page baru selalu harus di enter, tetapi guru saya ngajarin kalo cara itu salah. Tentu pakai page break agar halaman lain tidak terganggu, dan saya sangat terbantu sekali dengan bantuan beliau ketika mengajarkan saya seperti itu, hingga kini ilmunya masih saya gunakan dan menjadi kenyamanan dalam pengetikan. Untung waktu itu TIK masih ada, kalo waktu itu saya pakai kurikulum yang saat ini, hingga kini saya ngetik di page baru harus di enter terus, hehehe 😀

  238. fadjarDjack says:

    Sampai hari kelihatannya tidak ada perubahan dari pemerintah…. TIK tetep hilang, artinya para guru TIK tetap harus kebingungan, terutama guru yang non PNS,apalagi yang sudah sertifikasi,
    ada solusi yang aku tahu, kalo guru tik nya dulu berbasis ilmu yang lain maka dia kembali ke mapel sebelumnya,
    waduh, padahal mapel yang sebeblumnya sudah dipakai orang lain, yang butuh jam buat sertifikasi… jadi rebutan jam.
    bingung aku

    1. Rasa khawatir saya bukanlah masalah jam pelajaran, sertifikasi,ataupun ststus PNS tetapi kemunduran bangsa Indonesia tanpa adanya penguasaan TIK yang memadai.Bagaimana nasib generasi muda kita?Bagaimana nasib negara kita?

  239. rio says:

    kok pada repot knp?
    ingat2 april 2014 pemilu..
    ganti presiden ganti mentri
    berarti ganti atur..a..n???? nah pinter

    beres .. tenang saja

    1. Wah iya ya gan, siapa tau aja presiden dan menteri kita yg baru nanti bisa mengembalikan TIK ke kurikulum lagi..

      1. Pak Jokowi mendapatkan mandat dari PDI Perjuangan untuk mencalonkan diri sebagai Presiden RI berkat kinerjanya sebagai Walikota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta.Seluruh media,seluruh jajak pendapat rakyat menempatkan Pak Jokowi sebagai ranking teratas,orang yang paling diinginkan sebagai RI-1.Mudah-mudahan beliau mampu memperbaiki keadaan RI yang kacau balau ini.

        1. Wijaya Kusumah says:

          TIK sebagai ilmu yg wajib dipelajari harus diberi kesempatan utk menjadi mata pelajaran tersendiri. Bukan terintegrasi dalam semua mata pelajaran saja.

          salam
          Omjay

  240. Novrizal says:

    Minta izin copas buat tugas praktek TIK pak.

  241. kummo says:

    menarik banget membaca komen-komen diatas. yang paling menarik itu… ngambil beberapa kalimat Pak Wijaya buat nambahin end note dan daftar pustaka! izin nambah komen: “menurut saya, pelajarn TIK sangat dibutuhkan di seluruh jenjang pendidikan. nggak lucu,,, kalau ada yang nanya DP(bbm)bisa jawab, tapi ditanya PPT kagak tahu! kata upin, kasian kasian kasian.”

  242. han says:

    Sebagai seorang lulusan IT saya kontra dengan kebijakan pemerintah ini, karena TIK luas tidak hanya sekedar Ms.Office, masih ada ilmu Robot, Jaringan, Pemrograman, Multimedia dll, dan jaman skrng ilmu tersebut sangat terpakai, Belum lagi TIK hanya dikenal diperkotaan, dipedesaan kemungkinan masih bnyak yg gaptek, sebaiknya kemendiknas memikirkan hal tsb

  243. M. Susanta says:

    di tempat saya tinggal bahkan anak TK sampe SMA tidak ada yg mengerti memakai komputer, jangankan memakai komputer,fasilitas komputer saja tidak ada di karenakan PLN belum ada. Lalu TIK harus di tiadakan bagaimana nasip anak bangsa kita???????

  244. eko says:

    Om,Bapak,Tante,Guru-guru,
    Begini yah pelajaran TIK itu yang mendasar adalah mengolah anak untuk berlogika,maka itu pelajaran tik bukan semata menggunakan aplikasi yang sudah diajarkan pada sekolah pada umumnya tetapi tidak mengajarkan tik dasar seperti pengetahuan logikanya,conto billgates itu bukan jago jago amat yang mahal adalah pemikiran logikanya yaitu binery yang dibuat untuk menjadi aplikasi,banyak pelajaran logika untuk tik seperti turbo pascal,dll itu hasilnya untuk anak-anak kedepan bisa menemukan bahkan membuat aplikasi buatan indonesia bukan memakai aplikasi seperti pikiran m nooh yang sangat dangkal ini saya pastikan bangsa kita sudah dijajah teknologi tidak ada bibit yang berinofasi membuat software tapi bangsa ini sudah di jajah tetangga kita seperti korea,jepang,cina,india mereka yang luar biasa membantai kita untuk menjual produk dinegeri ini sayang kalau negeri ini konyol hanya bisa menggunakan aplikasi yang sudah dipikirkan m nooh, tobat tujuh turunan salah makan apa waktu dia masih kecil kok nggak punya referensi

  245. cimcim says:

    Duh gimana sih kalo TIK bakalan dihilangkan gimana rakyat indonesia mau maju?
    Soal tidak mampu memberikan fasilitas komputer disetiap sekolah, kayanya itu salah pemerintah deh korupsi mulu.

  246. Wijaya Kusumah says:

    Statment Onno W. Purbo akan menyurati ke Mendikbud dlm spekan memuat 3 butir pernyataan:
    1. Pelajaran TIK hrs tetap ad pd Kurikulum 2013.
    2. Materi Pelajaran TIK kita diganti.
    3. Guru TIK diupgrade spy bermutu.

    1. bagaz says:

      lihat aja kemaren pas ujian sertifikasi OL yg lulus berapa persen????? Sang menteri takut kelihatan gagalnya.. wkwkwkwkw

    2. Nana says:

      solusi cerdas…

  247. Dina says:

    Saya masih duduk di bangku kelas 11 SMA. Sebentar lagi 2015 yang berarti akan ada sistem AFTA. Di jaman yg berbasis teknologi ini jika TIK dihilangkan dan saat AFTA sudah berlangsung nanti apakah kita tidak kalah saing dengan negara lain? Bisa2 di Indonesia angka penganggutannya jadi lebih tinggi lagi karena kalah saing.

    1. parhan says:

      Waduh… Makin kacau saja negri ini. Orang sudah berlari, kita baru mau belajar berjalan, disuruh lagi merangka. Kapan majunya kalau kayak begini? “Kurikulum 2013 WAJIB DIREVISI KEMBALI”.

  248. Hafizh says:

    Wamen suruh belajar HTML aja….
    Kalo ga pusing luar biasa…
    Kaya bikin game atau aplikasi simple aja, emang komputer cuma buat main

  249. Nana says:

    Prihatin dengan negeri ini.
    Pemerintah perlu mengkaji ulang kebijakan menghapuskan pelajaran TIK.

  250. Adven Permana Pita says:

    lol geblek bener alasaNYA…klw listrik ngak ada di semua tempat ya itu jadi kesempatan pemerintah buat bangun sumber listrik di tempat yang ngak ada sumber listriknya..terus yang katanya pemerintah ngak bisa bangun lab komputer di semua sekolah di indo,,,itu konyol memangnya kemana aja duit pemerintah yg didapat dari ngutang,mungut pajak dll…apa semuanya habis cuma buat pemilu dan pembangunan infrastruktur…masa cuma nyetok komputer 30 buah dgn spek standar aje kagak bisa…jgn buat ane ketawa..ini aja ane sdh ketawa jd jgn buat ane tambah ketawa dgn kelakuan konyol pemerintah lagi

  251. simon says:

    Alasan penghapusan TIK karena pemerintah tidak punya anggaran untuk membeli PC untuk sekolah di seluruh Indonesia tapi kalo untuk Korupsi itu yang dicari karena tidak ada celah untuk di korupsi dana 20% maka mereka berusaha untuk mata pelajran TIK dihapuskan saja, tapi kenapa mereka masuk TIK pada Kurikulum 2006 (KTSP) ? aneh tapi nyata

  252. simon says:

    kaji lagi pak menteri untuk TIKnya trimakasih

  253. KUN says:

    bodoh ah yang penting masi bisa dapet wifi di sekolah :p

  254. Dika says:

    Saya kelas XI SMA. Wah saya tidak setuju kalau pelajaran TIK dihapus. Kalau di sekolah pelajaran tersebut dihapus dari kurikulum ini yang ngajarin TIK siapa selain guru? Duh lucu banget -_- Saya gini juga otodidak dalam pelajaran ini tetapi tidak semuanya bisa, jadi harus ada yang ngebimbing dibidang pelajaran TIK, Pelajaran favorit saya sejak SD kelas 5. 🙂

  255. ovang says:

    Sudah-sudah sekarang sudah jadi keputusan, saya guru TIK cuman bisa berkata, suatu saat pasti akan berubah lagi kurikulumnya, ganti pejabat ganti kurikulum sudah ga aneh, coba tengok kebelakang, orangtua kita dulu lancar sekali berhitung perkalian, pembagian, pengurangan sudah diluar kepala, anak sekarang! pake kalkulator yang ada di HP…. itu tandanya kurikulum yang kemarin kurang sukses, yang sekarang pun belum tentu… justru saya menginginkan kembali lagi ke formasi awal kurikulumnya masa orangtua kita dulu… tapi tetap harus mengikuti perkembangan jaman, terutama di bidang teknologi.. pelajaran TIK harus tetap ada…

  256. Asyam Mukhtar says:

    Ini History saya Menggunakan TIK/KKIP Pelajaran TIK pada zaman saya SD Tidak Di ajarkan, saat SMP bru Diajarkan tpi Dengan membaca Bukunya. Mulai SMA Dilakukan Praktek Langsung dengan membaca bukunya. Mulai Kuliah – Kerja* (*Belum) Sangat Dibutuhkan. Jadi intinya TIK Harus tetap ada akan tetapi berikan pembelajarannya dulu tanpa praktek Di jenjang SD dan SMP. Baru Berikan Pembelajarannya lagi secara praktek di SMA dan Kuliah. Ini hanya saran saya selanjutnya terserah anda

  257. Indra says:

    Saya Kelas XI SMA , saya perihatin knpa kok pelajaran TIK dihilangkan … menurut saya pelajaran TIK pada saat ini menjadi kebutuhan pelajar , karna di pelajaran TIK lah diajarkan Internet Positif … Kalau mata pelajaran TIK sudah tidak ada , sudah tidak ada yang mengingatkan pelajar akan penting nya internet positif … dan satu pertanyaan saya apakah ada keuntungan atas di hilangkan nya pelajaran TIK dari kurikulum ?

  258. Irlansyah says:

    lihat kondisi mana sih ????? anak TK sama SD sudah bisa main komputer,,,,, kalau lihat point of view kejadian jangan lihat dari satu sisi, tetapi lihat dari banyak sudut pandang, Indonesia negara besar pak…. yang tahu ini bukannya bapak yang terhormat, tetapi guru yang ada dilapangan.

  259. mulyadi says:

    sangat aneh dan sangat tidak logis andai kata TIK di hapus, ne zaman sudah moderen jadi co anak di daerah terpencil bagaimna mengetahu tentang komputer kalau Tik sudah di hapus? apa pemerintah hanya memikirkan daerah maju saja? sedang daerah terpencil gax pernah di hiraukan …………….

  260. subagyo says:

    TIK adlh singkatan Tehnologi Informasi dan Komunikasi… yang paling canggih tehnologi tersebut adalah dengan Internet(dulu adanya radio, TV,telegrap, telepon dll) untuk internetan secara umum menggunakan komputer,untuk menjalankan komputer harus mengerti programnya,… jadi skemanya adalah TIK >>> Internet >>> Komputer(hardware) >>> Program (software)…. nah kalau TIK di integrasikan ke mata Pelajaran lain apakah guru saja yang harus menguasai TIK atau Guru dan Murid, kalau guru saja… bagaimana dengan murid… apakah murid hanya menonton paparan guru melalui proyektor, nah kalau murid juga harus bisa komputer siapa yang ngajari apakah tiap guru mata pelajaran juga harus mengajari siswa untuk bisa menggunakan komputer…. Nah Pusing dan bingung saya jadinya dibuat oleh Pak Nuh.

  261. siti maghfiroh says:

    setuju sekali dg pendapat anda, memang M.NUH itu ……. ?

  262. newbie says:

    Ketika anak anak anda membuka internet, tahukan bahwa anak2 masih lugu, tanpa mengetahui berbagai hal
    tiba2 internet muncul gambar kartun orang bugil(iklan misalnya )
    kemudian di blackberry via FB bisa liat film porno

    nah siapakah yang akan di persalahkan ???
    Internetkah, gurunyaKAH, orangtuanyaKAH, atau MENTERInya kah ??, paling juga saling lempar ( mohon direnungkan dengan sungguh sungguh) karna jalur internet sekarang sangat bebas, gak peduli anak, remaja, kawula muda, maupun orang tua, akan mengakses berbagai media dan perkembangan zaman, siap saja anak anda akan tertular virus tehnologi dan virus porn kalo anda sendiri tidak turun tangan.

    karna sbentar lagi akan merebak penyakit siluman, anak bisa internet tapi tidak punya aklak, tidak bisa membedakan mana yang porn dan tidak.

    PR yang sangat menakutkan

  263. newbie says:

    http://www.tempo.co/read/news/2013/03/04/058464996/Akibat-Korupsi-Uang-Negara-Menguap-Rp16819-triliun

    Coba kalau duit 1619 triliun itu di gunakan untuk membeli komputer, kira2 dapat berapa ya …
    wkwkwk,
    cuma ngekek aja atas alibi si bangsat NUH

    taunya dari mana uang segitu ya ..?? dari internet NUH, nah kenapa tidak anda tuntut aja uang tersebut untuk membeli PC komputer di sekolah2

    Coba hitung
    berapa trilyun UANG YANG MENGUAP
    kalo di belikan PC komputer dapat berapa ya ???

    Saudara semua, si NUH ini adalah sebagai salah satu PEMBELOK ISU POLITIK di indonesia ALA SBY, jangan terkecok

  264. andusktr@yahoo.com says:

    sungguh ironis pelajaran yang akan mengantarkan masyarakat indonesia menjadi manusia yang membangun SDM yang handal malah akan dihapus sistem apa sebenarnya yang ingin dibangun oleh pemerintah.

  265. Muh. Akbar, S.Kom says:

    alasan listrik jangan dijadikan alasan pak, itu alasannya orang pelit yang tidak ingin masyarakatnya maju, kalau masalah listrik dan komputer jadi alasan kyknya itu alasan yang tidak berpihak pada kemajuan pendidikan. usahain dong pak supaya semua daerah di indonesia dijangkau listrik.

    1. riyanti says:

      Iya nih,uang negara yang dikorupsi pejabat saja berjibun dan bertumpuk,tetapi pemerintah merasa sayang mengeluarkan biaya untuk mencerdaskan rakyat.Sekarang ini pendidikan berkualitas sangat dibutuhkan dan sudah menjadi kebutuhan primer seperti halnya sandang,pangan,papan.

  266. ASRIYADI says:

    kalou listrik ama komputer biayanya tidak menjangkau, tapi impor produk luar mau berapa pasti pemerintah penuhi, itu artinya pemerintah lebih mengutamakan luar negeri daripada masyarakat sendiri.

  267. zhariq says:

    Hmmm…. Diskusi yang panjang ya Pak?!! Dari tahun kemaren masih panjang aja Komen2nya… Salut sma yang punya Blog ini.

    Klu opini saya, TIK mendingan lanjut, tetapi muatan di pelajarannya di update yang lebih mengakar pada siswa gitu. Materi2 yang gag perlu dibuang aja. Lebih ditanamkan lagi internet sehat. Kalau yang saya tahu, kurikulum TIK yang kemaren udah lumayan ketinggalan, cuz teknologi kan pesat banget. Muatan tentang internet sehat harusnya sudah ada sejak kelas 7 SMP, atau mungkin SD. Karena buktinya sekarang, marak banget pelecehan seksual yang bersumber dari internet dan komputer.

    Thank You. Salam buat mbak Lilis yang di atas ya! Sya masih mesam-mesem baca komen2 yang berhubungan dengan mbak Lilis itu.

    Salam.

  268. riyanti says:

    Saya setuju dengan pendapat Bapak Toni Herlambang.Beliau dengan cerdas dan sesuai fakta sudah mengungkapkan perlunya TIK di era globalisasi.Saya pribadi sangat menyukai kurikulum RSBI/SBI yang di dalamnya tercakup pembelajaran dengan multimedia.

  269. Rick says:

    saya sedih pemerintah mengambil kebijakan sepeti ini.

  270. andra says:

    aslm….semoga alloh senantiasa melindungi hambanya yang taat. sungguh prihtin sekali TIK di hapus.say guru GTY di yayasan guru tik.kebijakan yang salah kaprah menurut kami. tik tidak sebatas bisa game facebook twiter dll…tapi tik lebih luas cakupanya word,excel,powerpoint,spss dll.bagaiman siswa bisa belajar tanpa bimbingan guru? sudah bi bimbing saja masih ada juga yang belum bisa hidupin komputer??? apalgi saya mengajar di desa yang notabene jarang siswa yang punya komputer sendiri. sungguh kebijakan yang tidak benar untuk menghilangkan tik…….saya setuju dengan pendapat tony herlambang. bagi mb lilis apa pernah terfikir nasib guru seperti kami?

  271. Iwan says:

    Sekarang kita tak perlu menyalahkan atau menghujat siapa dia, jabatan apa dia, pemerintahan apa dia, terserah mereka, kita serahkan aja pada Allah swt agar terbuka pintu hatinya untuk memajukan pendidikan kita yang semakin lama semakin hancur oleh pejabat yang otodidak, yang penting kita sebagai guru TIK/KKPI mempunyai kewajiban mendidik anak bangsa agar dapat menggunakan IT dengan sehat. Jangan biarkan anak bangsa ini hanya menggunakan internet untuk sarana yang negatif (main game online, nonton pornografi, perjudian, pengrusakan (hecker), dll), dan mempunyai mental moral yang bejat karena internet, kita arahkan anak kita ini, kalau perlu kita buka kursus TIK/KKPI di sekolah atau di rumah, ingatlah kita sebagai sebagai guru harus mendidik tidak mengajar, apa lagi kita orang-orang IT, tak perlu pikir apa itu tunjangan sertifikasi kalau memang anak bangsa akan terpuruk oleh tangan-tangan pemerintahan atau pejabat yang otodidak. Yang kita pikir sekarang bagaimana anak bangsa ini maju dengan menggunakan sarana IT, yang terpenting mari kita bekali anak kita dengan dasar pengetahuan UU IT agar anak bangsa kita selamat dari tangan-tangan pejabat yang otodidak. Trima Kasih, Inallah Minal Sobirin.

  272. Agan says:

    Assalamualaikum.
    Saudara sudaraku yang terhormat, saya salah seorang guru TIK yang sudah tersertifikasi dan mendapat sertifikat pendidik, namun sebentar lagi sertifikat itu tidak akan berlaku lagi dan nasib saya sebagai guru tik akan dialihkan menjadi guru prakarya. Kita semua tahu bahwa di dalam mata pelajaran prakarya jauh berbeda dengan TIK itu sudah pasti, setelah saya baca ternyata di dalam kandungan kurikulum mata pelajaran prakarya sangat CANGGIH yang selintas saya baca, guru harus mengajarkan cara membuar es campur, membuat toge, membuat kue, anyaman plastik, membuat tape ubi kayu, membuat rak obat, dan masih banyak yang lainnya yang kelas 8 dan 9 belum saya baca. Jadi kesimpulannya biarlah anak didik kita main games dan internetan, untuk mendampinginya supaya asik dan nyaman mereka juga harus bisa buat kue dan minuman sendiri, itu kan yang dimaunya yang terhormat Pak Mendikbud. Kayanya kalau diresapi bangsa kita mundur 213 taun, kebanyakan ngak yah.

    1. Ari says:

      Saya sangat mengharapkan mata pelajaran TIK tetap ada dan tetap menjadi mata pelajaran di sekolah-sekolah. Dengan kebijakan yang diambil oleh Mendikbud apakah sudah dilakukan pengkajian dengan mendalam dampak dari dihilangkannya TIK atau memang hanya karena alasan-alasan dangkal seperti disebutkan di atas. Pembelajaran TIK bukan hanya bagaimana siswa mampu menggunakan aplikasi/software yang ada tetapi juga akan mengarah kepada bagaimana siswa dapat lebih kreatif untuk mengembangkan aplikasi/software tersebut, yang pada akhirnya mereka dapat “menciptakan”, bukan cuma sebatas sebagai pengguna. Saya sangat bersyukur di beberapa sekolah mata pelajaran ini tetap ada, walaupun tidak akan dihitung sebagai jumlah jam mengajar bagi guru sertifikasi, tetapi sekolah-sekolah ini memahami dengan sungguh-sungguh pentingnya TIK diajarkan. SAYA TERUS TERANG SANGAT SEDIH DENGAN ANAK-ANAK KITA YANG BISA DENGAN LIHAI BERMAIN GAME, TETAPI TIDAK MAU TAHU BAGAIMANA GAME ITU BISA DIBUAT. Padahal kalau kita mau benar-benar mendidik anak-anak bangsa menjadi anak-anak yang kreatif secara positif, komputer adalah satu alat yang dapat digunakan untuk hal tersebut. Masalah utama hanya terletak pada “Bagaimana kita sebagai orang dewasa” menanamkan “GIGO” = Garbage in Garbage out. SALAM TIK.

  273. […] Termasuk beberapa alasan dar wamendibud Sozo Himamura yang saya copy dari blognya pak wijaya kusumah […]

  274. Matsul says:

    “Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…”

    Menurut saya jangan hanya melihat dari sudut pandang daerah perkotaan. ingat daerah pedesaan yang sebegian besar belum mengenal ti. kok ini ada pendapat anak tk bisa internetan. coba suruh hidup di daerahku di pedesaan. ga ada koneksi internet. mau ngenet harus ke warnet. di sma saya dulu ga ada lab komputer tp buktinya siswanya juga bisa komputer. 1 kelas 1 komputer. ganti2an.

  275. Istupi, S.Kom says:

    APA INDONESIA KEMBALI KE JAMAN PURBA SAJA YA… BIAR TAMBAH TERTINGGAL DENGAN NEGARA LAIN. Contoh nyata : Setiap perusahaan mempersyaratkan pegawai barunya bisa menggunakan komputer minimal Ms. Word, Ms. Excel dan Internet, masa lulus sekolah harus kursus lagi… biaya nya brooo…

    1. Kurikulum 2013 dinilai kontroversial sejak awal pembuatannya.Kalau kurikulum sebelumnya dibuat berdasarkan UU Sisdiknas,kurikulum 2013 dibuat terlebih dahulu lalu UU Sisdiknas dirombak untuk disesuaikan dengan kurikulum 2013 (logika terbalik).Masalah anggaran untuk kurikulum 2013 juga sempat diperdebatkan karena terus menerus naik,dari 300 milyar rupiah naik menjadi 684 milyar rupiah dan pada puncaknya mencapai 2,49 triliun rupiah.Masalah evaluasi secara komprehensif terhadap kurikulum sebelumnya (KTSP) belum dilakukan sehingga tidak ada alasan/landasan pasti mengapa harus ada pergantian kurikulum.Negara-negara di Eropa membuat kurikulum baru melalui tahapan penelitian yang panjang,bisa sampai 50 tahun, bahkan 70 tahun sehingga lebih siap dan matang.Masalah penyusunan buku ajar dilakukan sebelum tuntas pembahasan kurikulum 2013.Masalah integrasi yang terkesan aneh dan dipaksakan,contoh: cinta tanah air,menghormati orang lain,bangga menjadi anak Indonesia,sudut,telinga, dll.
      Masalah pelatihan guru yang relatif singkat,dan yang dilatih sedemikian banyak dinilai kurang efektif dan banyak yang tidak siap sebagai akibatnya.Masalah panduan kurikulum dinilai membelenggu kreativitas guru karena guru tidak diperbolehkan membuat silabus, semuanya sudah disediakan oleh pusat.Padahal di setiap daerah terdapat permasalahan yang berbeda,dan gurulah yang mengetahui keadaan di daerah/wilayah,tidak bisa disamakan begitu saja.Masalah penghilangan beberapa pelajaran,yaitu Bahasa Inggris dan TIK juga menimbulkan tanda tanya.Padahal kita semua tahu bahwa Bahasa Inggris dan TIK sangat penting di era globalisasi.Dan terakhir, sejauh ini belum diketahui apakah kurikulum 2013 akan tetap berlaku seiring dengan pergantian kepemimpinan di Indonesia.

  276. ENDANG says:

    Kurikulum menrut saya mah bagus yang kaya gini
    a. Berkepribadian Islam

    Kepribadian Islam tersusun atas dua unsur yaitu pola pikir (aqliyah) dan pola sikap (nafsiah), maka kualitas kepribadian siswa yang diharapkan adalah sebagai berikut:

    Aqliyah: Siswa memiliki pemahaman Islam yang kaffah yang akan menuntunnya untuk senantiasa berfikir Islami.
    Nafsiah: Siswa memiliki nafsiyah Islam, yaitu bertingkah laku sesuai dengan ajaran Islam yang merupakan perwujudan ketaatan terhadap ajaran Islam dalam aspek ibadah, makanan, minuman, akhlak, muamalah, aqidah, syari’ah, dan dakwah, serta fiqih kontemporer.
    Siswa mampu berbahasa Arab, Inggris, serta hafal Al-Qur’an minimal 7 juz, hafal ayat-ayat dan hadits-hadits pilihan.

    b. Pemahaman Tsaqofah Islam

    Siswa menguasai Tsaqofah Islam untuk bekalnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama menguasai ilmu dasar seperti bahasa Arab, ushul fiqh dan sebagainya menuju cikal bakal seorang mujtahid.

    c. Penguasaan Ilmu Kehidupan dan Keterampilan

    Siswa menguasai ilmu kehidupan yang cukup sehingga dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
    Siswa memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang aplikatif, yang akan mendorongnya untuk bersikap mandiri dalam penerapan prinsip perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan kegiatan.
    Siswa memiliki kemampuan lifeskills dan memiliki jiwa entrepreneurship.

    1. Ya,bagus bagi sekolah Islam.Namun alangkah baiknya jika kurikulum bersifat umum,bisa diterapkan oleh semua golongan di Indonesia yang berbhinneka tunggal ika.

  277. oki says:

    kurikulum apaan tuh mana bsa anak kls 123sd wong msh blm bsa baca tulis hitung dikasih maenan….

  278. TRI says:

    Saya Dukung Kalian Semua……

  279. idrus ibrahim says:

    menurut saya jika pemerintah menetapkan aturan tentang kurikulum 2013 tentu kita sebagai warga NKRI berbaik sangka saja. pada akhirnya juga bahwa perubahan kurikulum laksana MENYULAM BENANG YANG KUSUK.sabar,,,sabar,,,sabar ya teman-teman?
    MERDEKA………………!

  280. Ronan Harris says:

    Menurut saya sebaiknya mata pelajaran ini dipertahankan, tapi pelajarannya dipecah jadi beberapa bagian tapi masih berorientasi pada pelajaran TIK, supaya mereka dapat belajar lebih banyak hal lagi. Ibarat IPA dan IPS, sama – sama Ilmu Pengetahuan, tapi beda yang dibahasnya. Jadi guru – guru TIK lebih berguna dan dibutuhkan. Mungkin pelajaran TIK dibagi menjadi TIK Komputer yang membahas komputer, dan TIK Perangkat Lunak yang membahas penggunaan perangkat lunak. Jadi ibarat SMK saja, tidak ada TIK, tapi tetap belajar pelajaran komputer yang juga ada di pelajaran TIK.

  281. Deffry says:

    nahhh mungkin sangat menilai sekali ya om om,sobat,dll
    mungkin dari kelas SD ataupun TK saja anak sudah bisa make komputer makanya pelajaran TIK itu dihapus,
    tapi kan maklum lah anak TK-SD itu masih labil dalam bidang komputer hanya biasa digunakan untuk game saja
    tapi kalau SMP-dan sampai jenjang pendidikan yg lebih tinggi TIK harus benar benar digunakan secara matang
    dan pelajaran TIK tidak hanya berbasis mengenal istilah brainware,software,maupun hardware
    juga seperti mengetik,office dan lain2
    tetapi TIK sebenarnya juga mempunya banyak materi yg harus dikuasai sebelum sebelumnya

    seharusnya kurikulum 2013 jangan menghapus TIK karna saya juga merasa dirugikan apalagi pelajaran yg paling saya senangi adalah komputer (TIK)
    Lagian juga kasihan guru guru TIK yang sudah terdahulu dan yang sedang benar benar mendalami pembelajaran TIK

  282. Herison says:

    Katanya “Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…” Ini yang menjadi salahsatu alasan petinggi2 itu menghapus TIK dari mapel SMP dan SMA. Sehubungan dengan ini dapat saya kemukakan beberapa pendapat:
    1. Anak TK dan SD sangat2 terbatas bisa internetnya, yakni sebatas yang diajarkan ortunya dan biasanya hanya GAME ONLINE, FB.
    2. Kita semua tahu TIK itu luas sekali dan kalau mau jujur, pelajaran TIK di SMP dan SMA selama ini cuma dasar2 saja. Selama ini kan ada materi tentang sistem operasi, pengolah kata, pengolah angka dll, yang mana semua itu perlu diajarkan.
    3. Saya 10 tahun yad perdagangan online akan marak sekali di seluruh dunia, dan semua itu ilmunya berkenaan dengan TIK. Anak2 sangat perlu setidak-tidaknya memahami/mengenali dunia online secara baik.
    4. Saya fikir semua alasan yang dikemukakan terlalu mengada-ada.
    5. Saran saya: TIK sangat perlu tetap diajarkan di SMP dan SMA. Jangan dihilangkan/dihapus, tetapi yang perlu kita lakukan adalah menyempurnakan muatan kurikulumnya.
    6. Saya berharap Pemerintahan Yang Baru (Jokowi&JK) akan mengkaji ulang kebijakan pemerintah SBY yang sangat tidak bijak ini.

  283. masbhe says:

    dari curhatan wali siswa (SMP) yang pernah saya temui, mereka bersyukur ada pelajaran tik.
    mereka diajari oleh anak-anak mereka saat membutuhkan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

    dan sekarang entah apa yang akan terjadi

  284. sugi yono says:

    maaf numpang komen..seharusnya yang di hapus itu bahasa inggris karena ini negara indonesia bukan negara inggris….
    siapa yang mau datang keindonesia suru aja belajar bhs inggri…jepang aja tidak mengakui baha inggris

  285. afiqa says:

    saya murid kelas 11 menurut saya tik dihapus
    membuat kita menjadi orang pedalaman
    sedangkan sebentar lagi kita akan menghadapi pasar bebas yang menuntut kita untuk bersaing dengan orang luar negeri yang lebih dari kita.
    lalu bagaimana dengan smk dengan jurusan multimedia?
    k-13 menuntut siswa untuk aktif tanpa guru
    itu membuat siswa semakin gila
    jadwal siswa benar benar penuh di sekolah belum lagi mereka mengikuti ekskul
    kita menjadi lebih lelah dan mudah sakit kadang kalau tugas sedang menumpuk kita tidak tidur sampai pagi
    jika siswa dituntut aktif tanpa guru lalu fungsi guru apa?

  286. asyifa says:

    Oke, oke. Para pembaca yang saya hormati.. Saya hargai komentar kalian semua di halaman blog ini. Masalah pelajaran dihapusnya pelajaran TIK di sekolah ini memang memunculkan banyak pro dan kontra, tapi memang cenderung lebih banyak memunculkan kontra. Kenapa? Karena memang, benar bahwa zaman sekarang itu teknologi sudah harus semakin berkembang dan begitupula dengan ilmu pendidikannya, yang tidak seharusnya dihapuskan karena banyak juga manfaat yang berguna dalam mempelajari TIK, terutama untuk pemakaian aplikasi2 di komputer….

    Saya disini bukan bermaksud untuk menyalahkan salah satu pihak, tapi buat apa juga kita untuk menghajat/mendzalimi orang, yang opininya dibalas dengan kata2 seperti “lu lebih baik jadi satpam sekolahan aja” atau “lu lebih baik jadi tukang kebon aja”. Apa kalian tidak sadar kalau kalian juga sudah melakukan cyberbullying? Bagaimana jika orang yang kalian hajat itu setelah memberikan pendapat lalu diberi pendapat oleh puluhan orang yang ternyata pendapatnya disertai dengan kata2 yang mungkin bisa saja menyakiti si pengomentar tersebut

    Berpendapat adalah hak asasi manusia setiap individu dan kita masing2 WAJIB untuk menghargainya. Pendapat setiap orang memang berbeda-beda, tapi bukan berarti pendapat itu ada yang benar atau yang salah. Pendapat itu berarti setuju atau tidak.

    Saya minta maaf kalau kata2 ini kurang berkenan di hati para pembaca sekalian.

  287. anang says:

    Saya sangat tidak setuju kalau pemerintah ingin menghapuskan mata pelajaran TIK/KKPI karena berpendapat kalau TIK/KKPI tidak diperlukan karena alasan yang sudah dipaparkan di atas, kalau pemerintah berfikir TIK/KKPI tidak diperlukan lagi karena anak-anak SD sudah bisa maen game online, dan apakah maen game online itu tersebut sudah menjadi pembelajaran??? TIDAK. Saya siswa smk yang mengambil jurusan TKJ (Tehnik Komputer dan Jaringan) tapi saya sama sekali belum bisa menguasai mata pembelajaran saya sendiri padahal itu mata kejuruan saya yang harus saya kuasai. Apa lagi kalau sudah tidak ada guru tambahan yang mengajarkan adanya TIK/KKPI maka akan bagaimana nasib anak bangsa ini kalau hanya bisa maen game saja , ada guru saja saya belum bisa sempurna menguasai akan canggihnya teknologi. Apa lagi kalau tidak ada guru yang mengajarkan, maka anak bangsa ini akan buta akan teknologi.

  288. achmad ridhlo says:

    indonesia perlu sistem pendidikan yang efisien dahulu, setelah ada sistem yang telah dirancang, baru kita mulai jalankan sistem tersebut, supaya antara orang ber[endidikan dan orang awam saling memahami.

  289. SAYA TIDAK SETUJU TIK DIHApUSKAN PADA KURIKULUM 2013.
    bagaimana anak indonesia akan berkembang bila pelajaran teknologi di hapuskan> ? apakah kita akan diam saja di perbudak oleh teknologi canggih neraga asing? apakah kita akan menjadi lemah teknologi krna kurang nya pemahaman teknologi sejak dini?

    pemghapusan mapel tik dri k13 harus di pertimbangkan.!

  290. annisa says:

    loak2 menteri pendidikan dan kebudayaan yang dulu
    1. masa mapel TIK dihilangkan lama2 masyarakat indonesia gaptek dong dalam pengoperasian komputer cth dalam pemakaian ms.office, dll. terutama dlm masyrakat pedalaman karena pengetahuan tik hanya dapat diterima di sekolah. gak hanya itu siswa di pekotaan pun masih banyak yang belum tau mengoperasikan komputer.
    2. mapel sejarah peminatan ipa hanya belajar mengenai lingkup sejarah indonesia saja, padahal siswa/i perlu tau sejarah dunia karena gak semua siswa tau sejarah dunia secara detail dari luar.
    udalah mau dibawa kemana indonesia ini kedepannya. semua kurikulum 2013 tak ada yang beres sama sekali, sok mengikuti atau menyamakan pendidikan luar negeri

  291. Baru tahu kalo TIK mau di hapuskan di kurikulum yang akan data., Tapi ini hanyalah sebuah pelajaran teknis.

  292. sayang sekali klo di hapus

  293. Fikri says:

    Sekarang, UN saja online. Kok malah tik dihapuskan? hadeh nanti klo pas mau ngerjain bingung gmn? gmn nanti nasib para calon Programmer? mereka bisa putus harapan. “Sekarang anak TK dan SD saja sudah bisa internetan” alasan itu membuat saya tidak habis pikir. kalimat itu seperti diucapkan dengan asal dan tidak jelas. kalian pikir tik hanya sekedar internet? tik memang lebih banyak mempelajari komputer. tetapi komputer adalah dasar dari semua teknologi yang ada setelah komputer. bayangkan saja jika indonesia bisa membuat teknologi baru , tentu itu sangat membanggakan. mungkin memang anak2 sudah bisa internetan, tapi apakah anda tahu apa saja yang ada diinternet dan apa yg mereka lakukan diinternet? mereka mungkin hanya sekedar membuka byka saja tanpa mengetahui arti dari internet. internet memiliki banyk aplikasi dan bahasa yang jika disusun bisa menjadi sebuah situs web, Html misalnya. jika anak2 mempelajari dan paham tentang itu, mereka bisa berkarya dan membuat sesuatu yg luarbiasa.

    mohon maaf jika ada salah, itu adalah pendapat saya, tolong dihargai, dengan ini saya berharap agar tik dikembalikan! tik itu cukup penting.

  294. Fikri says:

    Sekarang, UN saja online. Kok malah tik dihapuskan? hadeh nanti klo pas mau ngerjain bingung gmn? gmn nanti nasib para calon Programmer? mereka bisa putus harapan. “Sekarang anak TK dan SD saja sudah bisa internetan” alasan itu membuat saya tidak habis pikir. kalimat itu seperti diucapkan dengan asal dan tidak jelas. kalian pikir tik hanya sekedar internet? tik memang lebih banyak mempelajari komputer. tetapi komputer adalah dasar dari semua teknologi yang ada setelah komputer. bayangkan saja jika indonesia bisa membuat teknologi baru , tentu itu sangat membanggakan. mungkin memang anak2 sudah bisa internetan, tapi apakah anda tahu apa saja yang ada diinternet dan apa yg mereka lakukan diinternet? mereka mungkin hanya sekedar membuka byka saja tanpa mengetahui arti dari internet. internet memiliki banyk aplikasi dan bahasa yang jika disusun bisa menjadi sebuah situs web, Html misalnya. jika anak2 mempelajari dan paham tentang itu, mereka bisa berkarya dan membuat sesuatu yg luarbiasa.

    mohon maaf jika ada salah, itu adalah pendapat saya, tolong dihargai, dengan ini saya berharap agar tik dikembalikan! tik itu cukup penting

  295. Fikri says:

    Sekarang, UN saja online. Kok malah tik dihapuskan? hadeh nanti klo pas mau ngerjain bingung gmn? gmn nanti nasib para calon Programmer? mereka bisa putus harapan. “Sekarang anak TK dan SD saja sudah bisa internetan” alasan itu membuat saya tidak habis pikir. kalimat itu seperti diucapkan dengan asal dan tidak jelas. kalian pikir tik hanya sekedar internet? tik memang lebih banyak mempelajari komputer. tetapi komputer adalah dasar dari semua teknologi yang ada setelah komputer. bayangkan saja jika indonesia bisa membuat teknologi baru , tentu itu sangat membanggakan. mungkin memang anak2 sudah bisa internetan, tapi apakah anda tahu apa saja yang ada diinternet dan apa yg mereka lakukan diinternet? mereka mungkin hanya sekedar membuka byka saja tanpa mengetahui arti dari internet. internet memiliki banyk aplikasi dan bahasa yang jika disusun bisa menjadi sebuah situs web, Html misalnya. jika anak2 mempelajari dan paham tentang itu, mereka bisa berkarya dan membuat sesuatu yg luarbiasa.

    mohon maaf jika ada salah, itu adalah pendapat saya, tolong dihargai, dengan ini saya berharap agar tik dikembalikan.

  296. Ahmad Nurkholish says:

    Alasan yang saling bertentangan : 1. anak SD sudah bisa internetan sementara alasan lain banyak sekolah yang belum teraliri listrik (ini menunjukkan alasan yang dibuat-buat / jawaban orang kepepet), 2. Jika dimasukkan ke kurikulum pemerintah berkewajiban menyediakan lab. komputer sementara selama ini pelajaran tik/kkpi yang masuk kurikulum 2006 pemerintah tidak pernah menyediakan lab. komputer.

  297. yadhy says:

    KEMANA ARAH GURU TIK YANG SUDAH DISERTIFIKASI APA MAU AMBL SERTIFIKASI KEDUA ATAU GIMANA

  298. hajrah says:

    Mauu dikmnakan calon guru tik klauu tik disoklah dihpuskan cma krn alasan anak TK/SD bisa berinternetan atau game.klau dipikir emang iaaa anak TK/sd tauu berintrnet tpii blum tentu cara mengoperasikan cntohx kcilnya MS.word, jdii kalau tik dihpuskan bgmna nsib anak yang dri dlu brcita2 ingin mnjdi programmer handal ? Pemerintah tidak berpikir pnjang dalam mgambil sikap, knpaa msti tik dihpuskan jujur śάЧά,, dsni mrsa kcewa apalgi dg prkataan lilis yang tdk pikr pnjang Bª®‎​Ů komentar itu otak digunakan brpikir bkan tempat helem sjaa.hidupppp tik.

  299. Deden says:

    Alasannya terlalu sederhana untuk menghapus TIK dari Struktur Kurikulum, pak pejabat yang terhormat,,,kalau anda ingin membuat kebijakan tolong pergunakan analisa yang tepat sehingga bisa menghasilkan kebijakan yang tepat pula, jangan buat kebijakan hanya berdasarkan asumsi yang sekarep jidatmu karena saya yakin anda adalah orang pandai…

  300. anotherorion says:

    proyekan lagi om, proyek ngubah pelajaran jadi bimtek, sudah kuduga 😀

  301. budi suhardi says:

    1. “Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…”
    2. TIK / KKPI bisa integratif (terintegrasi) dengan mata pelajaran lain
    3. Pembelajaran sudah seharusnya berbasis TIK (alat bantu guru dalam mengajar), bukan TIK/KKPI sebagai Mata Pelajaran khusus yang harus diajarkan
    4. Jika TIK/KKPI masuk struktur kurikulum nasional maka pemerintah berkewajiban menyediakan Laboratorium Komputer untuk seluruh sekolah di Indonesia, dan pemerintah tidak sanggup untuk mengadakannya
    5. Banyak sekolah yang belum teraliri LISTRIK, jadi TIK/KKPI tidak akan bisa diajarkan juga disekolah.

    dari 5 alasan itu semua ngawur mengada2…. ke pinteran… semua nya…. egk ngerti memang klau orang sudah di atas apa mereka pinter atau mo minter2.. ri dan takut2 nya apa mo ngerusak generasi muda….
    alasan pertama memang semua anak klau di kasih barang pasti bisa menjalankan alat itu.. yang pasti mereka bisa menggunakan tapi tidak paham maksud dan tujuan aplikasi itu….. jadi klau seumpamnya DUrian diberikan anak2 mereka pasti tahu itu durian…. egk usah lah duruan berbahaya…
    anggaplah anak2 diberikan 1 buah rambutan.. ya namanya anak pengen tahu nya besar… pasti dengan melihat itu mereka pasti mengambil mencoba cari tahu….apa itu rambutan yang anggaplah dia tahu karena ayahnya atau itu nya yang memberitahu… terbenak lah di pikiran kita pasti si anak ini akan mengalami pengalaman2 karena rasa pengentahu nya itu… pasti iy perna merasa kan pahitnya kulit rambutan, mulutnya yang bergetah, dll nya….itu kah yang di inginkan pemerintah… padahal kita atau saya sebagai umat Islam untuk mendidik seseorang Allah telah memberikan Pengajaran kepada Nabi Muhammad tentang Ayat yang di turunkan kepada nabi agar nabi memberitahukan kepada umatnya…. dgan turunnya ayat Iqraq.. yaitu bahasa indonesianya…
    Baca, Baca, dan Baca….
    contoh kasus alasan nomor satu tadi yang saya umpamakan rambutan… dan kaitan nya dengan ayat yang di turunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW.
    Baca (oh rambutan) baca (oh ini isinya) Baca (oh ini rasanya) baru kita baca sampai tiga kali baru tahu kita rasanya rambutan itu… kadang2 hal yang sepele ini di lupakan para pejabat kita yang ingin mengadakan inovatisi atau perubahan… tapi akhirnya meracuni anak2 bangsa kita menjadi kerdil… tidak memahami asal usulnya dan menjadi murid yang instant… coba kita pikirkan lah alasan mereka yang pintar2 itu…

    dan yang lebih parah lagi alasan yang kedua…..
    TIK bisa fleksibel dengan mata pelajaran lain… tapi kok di hapus… coba…..??????

    alasan 3 mata pelajaran sudah berbasis TIK… lah Kok dihapus…. bingung egk… apa mereka tidak mengerti bahasa berbasis TIK… klau egk di pelajari dari dasar gimana tu..

    alasan 4 lebih parah lagi…. pemerintah takut tidak dapat mengadakan LAB. di Sekolah2… apakah kita guru2 ini di anggap bodoh apa….
    contoh kasus di sekolah saya begitu TIK mulai diajarkan di sekolah tahun 2005 kepala sekolah dan guru serta komite mengalang persatu untuk pengadaan LAB TIK… apa itu tidak terpikir oleh mereka yang di atas ini…

    ini lagi alasan yang ke 5 listrik tidak ada…. pemerintah sendiri yang mencanangkan zaman pak le (pak Suharto)listrik masuk desa, sama seperti ABRI masuk desa…
    coba SMP mana di indonesia yang belom masuk listrik…

    apa egk malu kita masih bisa membilangkan masih banyak sekolah tidak punya listrik….

    sudahlah moga2 yang di atas seperti presiden, terutama menterinya harus bisa memberi masukan yang positif.. untuk membagun negeri ini… terima kasih…..

    RAKYAT INDONESIA INI PINTAR-PINTAR TAPI RAKYAT INDONESIA INI DI BODOH-BODOH OLEH SISTEM YANG ADA,,,
    TERIMA KASIH

  302. Yoki F says:

    Saya Guru Komputer, Memang benar anak-anak harus diarahkan yang benar dalam penggunaan TIK. “Anak Tk dan SD pun bisa Internetan” ini saya anggap alasan yang sangat dangkal pemikirannya, dan ini diucspkan oleh seorang menteri!! lihatlah zaman ini, semua serba teknologi.. Internet sudah menjadi kebutuhan, pada bidang bisnis, berita, sosial, bahkan pendidikan, khususnya yang marak adalah pendaftaran sekolah online! Juga TIDAK semua guru mengusai komputer dan Internet! adanya guru TIK, bisa mengajarkan ke siswa dan ke guru sekolah. miris anak-anak sekarang malah banyak diberi tugas yang berkaitan dengan komputer dan internet. apa anak-anak sudah jago?? ya jago main games dan nonton youtube!! tapi disuruh mencari tugas di google dan ngetik di Word mereka gigit jari! padahal di dunia kerja Ms.Word dan Excel itu wajib dikuasai!

  303. IFAD WORLD says:

    “..kan pelajaran TIK sudah masuk ke semua
    pelajaran..”
    “pelajaran TIK merupakan konsekuensi dari implementasi
    Kurikulum 2013” katanya
    ndasmu smua pelajaran pak, teorinya aj gak dipake
    gimana ilmunya.. contoh, sebagian besar sekolah
    indonesia.. pemasangan proyektornya gajelas, pada saat
    pememtasan seni.. speaker electric guitar dipake bass,
    lalu apalagi.. BUKU penggunaannya masih tidak sinkron
    dgn pemikiran teknologi masa kini.. juga pada saat tes
    TOEFL, 2015..masih jaman analisis audio hasil kompres
    kaset kotak ? Ini yang perlu dipertimbangkan lagi.. lalu
    katanya pelajaran ini dibilang membebani? justru
    penghapusannya itu MEMBEBANI siswa ahli IT karena
    selali dimanfaatkan secara kotor di kelasnya.. anda
    sebagai menteri tidak tahu apa-apa yg terjadi di
    lapangan.. setelah pelajaran TIK, bahasa daerah (pada
    daerah asal), lalu apalagi yg akan dihilangkan?

  304. Hanandito 7E Labschool Raw says:

    Bagus sekali Omjay. Saya sangat setuju

  305. Hanandito 7E Labschool Raw says:

    Bagus sekali Pak Wijaya. Saya sangat setuju

  306. menurut saya meskipun mungkin anak zaman sekarang sudah terpapar TIK di kehidupan sehari-hari, pelajaran yang terstruktur tetap diperlukan.. karena masih banyak yang hanya bisa menggunakan tetapi tidak bisa mengolah dengan baik 🙂

  307. arcz says:

    emang anak tk tau menggunakan Ms word, Ms Excel Ms power point dan lain? jangankan anak tk anak kuliahan saja banyak yang tidak bisa menggunakan word untuk mengetik dan mereka menggunakan jasa orang.turun survey dulu bos baru ngomong. dan tidak semua punya komputer atau laptop jadi mereka mau tau dari mana cara makenya?

  308. niel says:

    menghawatirkan….

  309. hary says:

    Muridku nangis TIK Hilang, gara-gara M. Nuh. Aku gak rela muridku bodo TIK gara-gara M. Nuh. Dasar M. Nub gak bisa melek matanya.

  310. simkos says:

    Lilis mantap kayanya seorang yang profesional, bicara dan bahasanya pinter banget, pasti nilai bahasanya diatas 100 tuh……

  311. simkos says:

    Udah gini aja semuanya serahkan yang di atas ALLAH SWT, pasti yg kuasa punya rencana, apa pun yang terjadi itu pasti yang terbaik untuk yang maha kuasa dan yakin buat kita semua, ndak usah dengerin sdr Lilis itukan baru Lulus habis penelitian maklum lagi belajar, kita berdo’a aja semua ini akan ada hikmahnya,cape dan stress kita mikirin yg pejabat dan orang seperti itu, hukum alam dan hukum Allah pasti berlaku, yakin yaklin dan yakin. wassalam.

  312. syahroni says:

    Kalau ngomong mbok ya di difikir, zaman sekarang orang banyak yg pintar ngomong, tapi nggak di fikir, akhir selesai ngomong omongannya jadi fikiran orang lain ujung-ujungnya berkelahi… edan…

    Mata pelajaran TIK di hapuskan bearti kita mundur ke tahun 2003 lagi khususnya di kota saya waktu itu zamannya TIK baru mau muncul. hitung aja kita mundur berapa Tahun. saya termasuk orang yang bersusah payah mengenalkan Tik di kota saya,khususnya SMTP dan SMTA sekarang Mapel Tik malah dibuang.

    dikota saya Lab Komputer swadaya sekolah itu sendiri karena pengen tidak ketinggalan teknologi seharusnya pemerintah tidak perlu repot-repot lagi menyiapkan tapi sekarang malah TIK lenyap, mau diapakan Lab kom yang dibangun sekolah bukan sedikit duit.

    Yang perlu diketahui Bahwa TIK di tingkat pendidikan yang manapun diperlukan TIK sebagai Contoh Mahasiswa yg kuliah Apapun jurusannya harus menggunakan Komputer untuk mengerjakan tugas, bukan hanya jurusan komputer, kita tau sendiri mesin ketik sudah tidak ada lagi, mungkin pabriknya udah tutup lah.. mau dibuat pake apa kalok ada tugas,

    Cobalah survey setiap insatansi pemerintah berapa Persen para pegawainya yang bener-bener mengusai Word, Exel, PP. tiga jenis ini saja nggak usah yang lain lah kmungkinan paling 25 %. karena rata-rata Autodidak. bikin surat aja menunya penulisannya saja kadang nggak bener. bawa laptop petantang petenteng. duduk di kantor putar MP3.

    menurut saya aneh saja. bagaimana mau menggunakan komputer dengan bener toh belajar dengan standar aja nggak pernah,

    anak saya umur 8 tahun bisa komputer dirumah belajar sendiri, tapi kalau udah besar nanti saya akan sekolahkan yg sekolahnya ada pelajaran komputernya biar ilmunya dapat dipertanggung jawabkan.

    anak saya umur 8 tahun bisa bahasa indonesia saya ajari bahasa yang baik tapi kalau udah besar nanti saya akan sekolahkan yg sekolahnya ada pelajaran Bahasa indonesia biar bahasanya dapat dipertanggung jawabkan.

    Anak saya yg besar belajar bahasa inggris dari SMP sampe mau tamat SMTA nggak bisa – bisa, saya juga. ha…ha… begok

    saya berharap kepada pejabat yg terkait, secara umum teknologi memang sisi negatifnya banyak, namun kalau kita sedini munkin mengenalkan teknologi dengan aturan dan perundangan IT hal ini akan berimbang. justru sebaliknya IT tidak dilandasi dengan dasar penggunaan yang bener akan memperparah ketidak beneran.

    1. makasih sdh komentar

  313. Unggulcenter says:

    Mngkn slain dgn demo (perlu juga utk perhatian pemerintah) slain ‘diplomasi’ yg akan dilaksanakan ya omjay bulan dpan klo ga salah, informasi jg perlu trsbr.. misal dgn poster infografis jd lbh mudah kita share. Sy tunggu kreativitas rekan2 guru tik yg paham argumennya gmn n bs dituangkan di satu gambar yg lengkap. Salam!

      1. fajat says:

        Justru pelajaran tik sangat penting …..knapa …! Karena d mana2 mengggunakan tik baik instansi pemerintah maupun swasta..

        Jd klw tik d hapuskan itu kesalahan besar

        Mohon kemdigbud d kaji ulang trntang penghapusan tik

        Trimakasih

  314. LASIMAN says:

    DIERA GLOBALISASI SAAT INI DENGAN PESATNYA PERKEBANGAN TEKNOLOGI KENAPA PELAJARAN TIK DI HAPUS , SEDANGKAN SEKARANG SEMUA INTANSI PEMERINTAHAN BAHKAN SWASTA PEN MENGGUNAKAN KOMPUTER,DAN TIDAK JARANG ANAK LULUSAN SMA / SMK YANG BEKERJA LANSUNG BERKAITAN DENGAN KOMPUTER.

    Mohon kemdigbud d kaji ulang trntang penghapusan tik

    Trimakasih

  315. LASIMAN says:

    PERU DI PERTIMBANGKAN JUGA BAGI PEMERINTAH KALU PELJARAN TIK DI HAPUS, NASIB GURU TIK YANG SIDAH MENGAJAR DISEKOLAH, SECARA OTOMATIS AKAN KEHILANGAN PEKERJAANYA.

  316. adiet Fullbaster says:

    assalamualaikum..
    kakak2 sekalian saya juga sebagai guru TIK sangat tidak setuju jika tik dihilangkan. memang kemajuan teknologi di masyarakat sudah hampir seluruhnya tahu internet. namun internet hanya sebagian kecil dari TIK. coba anda survey pasti dari 45 siswa yang tahu pengertian TIK itu apa? komputer itu apa? internet itu apa? mereka akan bingung bahkan saya mengajar SMA kelas 10 – 12 diantara mereka pasti banyak yang tidak tahu. oleh karena itu sebagai guru TIK tidak semata hanya mengajar dan menuntut siswa untuk bisa TIK melainkan mengaajarkan bagaimana memanfaatkan TIK dalam kehidupan sehari – hari untuk masa depan siswa.

    saya tidak berpikir saya akan kehilangan pekerjaan sebagai guru TIK melainkan saya berpikir mau secanggih apapun alat teknologi perlu bimbingan dalam dalam penggunaannya agar kita sebagaimana masyarakat biasa tidak mudah dibodohi..

    sekiranya dikaji ulang untuk kemendikbud jika mau menghapus TIK anda memiliki alternatif apa supaya anak terdidik dan guru TIK yang sudah mengajar tidak galau. anda bisa tertawa di atas penderitaan ini namun anda melihat hanya di sekeliling pemerintah yang kaya harta tanpa melihat masyarakat kecil yang masih awam dengan TIK. terima kasih

  317. joyo says:

    sekiranya dikaji ulang untuk kemendikbud jika TIK dihapus mengingat era globalisasi tik sangat dibutuhkan apalagi ujian sekarang berbasis komputer banyak juga siswa yang tidak bisa menggunakan tik secara benar,hendaknya kemendikbud jangan melihat kondisi yang dikota saja lihatlah dipelosok negeri tik sangatlah penting. terima kasih

  318. Guru Muda says:

    Sungguh bijak apa yang diutarakan Pak Wamen. Sayangnya, beliau tidak tahu bagaimana kondisi di lapangan. Mengajar TIK seperti saya di kampung, anak-anak gemetaran ketika memegang mouse saja.

    Tak elok rasanya jika jawaban pak Wamen seperti itu…

  319. Harry cadal says:

    Hati2 dgn pembodohan teknologi informasi. Dari sisi politis seperti ada kesengajaan agar bangsa ini mundur ke jaman batu tulis. Sehingga org indonesia tidak perlu ada yg ahli komputer or tek informasi. Biar nanti toh gampang mendatangkan dr negri lain (cina. Hongkong. Taiwan. Jepang. Singapore dan malsysia)

Leave a Reply

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi