Berhentilah Menulis Untuk Membaca


1348365574743577968
Latihan Membuka dan Menutup pelajaran bersama teman-teman guru di Bekasi (dok: Pribadi)

Agak aneh memang. Orang yang terbiasa menulis disuruh berhenti menulis. Itulah saran dari seorang sahabatku yang memintaku untuk berhenti menulis selama sehari. Bagi saya awalnya sulit sekali. Sebab “menulis setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi” sudah menjadi mantra ajaibku. Persis seperti seorang guru yang sedang belajar membuka dan menutup pelajaran di kelas. Untuk berhenti rasanya sulit sekali. Apalagi bila materi dikuasai.

Aku setujui saja saran sahabatku ini. Kemarin aku seharian tak menulis. Benar-benar tak menulis. Lalu apa yang terjadi? Aku merasa ada yang hilang dalam diriku. Aku merasa haus dan lapar. Aku pun merasa ada “sesuatu” yang hilang dari diriku. Sebab menulis bagiku sudah menjadi sebuah kebutuhan sama halnya makan dan minum. Menulis sudah masuk ke dalam alam bawah sadarku.

Kusempatkan waktu untuk banyak membaca. Kusempatan waktu untuk membuka kembali buku-buku yang pernah kubaca. Kubuka kembali buku-buku yang aku beli dan belum sempat terbaca. Alhamdulillah, banyak membaca membuat ilmuku terasa bertambah. Banyak ilmu baru kudapatkan, dan banyak pengetahuan baru yang ingn kuberikan kepadamu para pembaca setia tulisanku.

Intinya adalah berhentilah menulis untuk membaca. Tulisanmu akan lebih berkualitas bila kamu banyak membaca tulisan orang lain. Jangan pernah menganggap bahwa tulisanmu adalah tulisan yang paling hebat dari orang lain. Percayalah, semakin banyak menulis, maka kamu akan semakin bodoh. Sebab kamu akan semakin menyadari, bahwa ilmu Allah itu sangat luas, dan begitu banyak yang harus dipelajari.

Berhentilah menulis! Perhatikan sekitarmu, dan catat dalam hatimu apa yang harus kamu tuliskan. Seperti apa yang kurasakan saat ini. Cuci mobil di pagi hari setelah berolah raga jalan kaki keliling komplek tempat tinggalku. Banyak pohon mangga sudah mulai berbuah. Ingin rasanya menikmati lezatnya buah mangga yang ranum itu.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com


Tentang Omjay

Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd,

Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Edupreneurship, Pendidikan Karakter Bangsa, Konsultan manajemen pendidikan, serta Praktisi ICT. Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis. Semua perjalanan itu ia selalu tuliskan di http://kompasiana.com/wijayalabs.

Omjay bersedia membantu para guru dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) online, dan beberapa Karya Tulis Ilmiah Omjay selalu masuk final di tingkat Nasional, dan berbagai prestasi telah diraihnya.

Untuk melihat foto kegiatannya dapat dilihat dan dibaca di blog http://wijayalabs.wordpress.com

Hubungi via SMS : 0815 915 5515 atau kirimkan email ke wijayalabs@gmail.com atau klik hubungi omjay yg disediakan dalam blog ini, bila anda membutuhkan omjay sebagai pembicara atau Narasumber.

Wijaya Kusumah

Buat Lencana Anda


Jumlah Pengunjung

Flag Counter
free counters


Artikel Terkini


Tulisan Wijaya per bulan


Blog Pendidikan Terkeren di Dunia Maya

Blog ini didedikasikan untuk kemajuan Pendidikan di Indonesia. Blog ini mengajak anda untuk dapat kreatif dalam menulis.

Ciptakan tulisan-tulisan anda yang bermutu dan kirimkan kepada kami untuk ditayangkan di blog ini.

Kirimkan ke wijayalabs@gmail.com atau sms ke 08159155515. Dengan senang hati akan ditampilkan di blog pendidikan ini.

Selamat Membaca!


Jadwal Kegiatan Omjay

Jadwal Kegiatan Omjay: dapat dilihat di Biodata Omjay. Omjay baru bisa mengiasi kegiatan seminar & Workshop hari Sabtu dan Minggu. Hari kerja setelah pukul 16.00 WIB. Kirim ke wa 08159155515


Internet Sehat & Facebook Omjay


Jadwal Kegiatan dapat dilihat di blog http://wijayalabs.com

September 2012
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930




Komentar blog


komentar blog



Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi