Banjir di Bekasi, Kenapa Bisa Terjadi?

Banjir, kenapa sampai terjadi?
Banjir, kenapa sampai terjadi?

Semenjak siang tadi, Bekasi masih terus diguyur hujan. Setelah hujan reda, terbitlah banjir. Banjir sudah terlihat dimana-mana. Hampir setiap komplek perumahan yang ada di kota bekasi pastilah banjir. Termasuk di daerah tempat tinggal saya di Komplek TNI-AL jatibening bekasi. Air terus meninggi sampai sepaha orang dewasa.

Untunglah hujan segera berhenti malam ini. Saya tak tahu apa yang terjadi bila hujan terus mengguyur. Pastilah akan terjadi banjir besar seperti tahun 2007 lalu. Dimana hampir semua rumah terendam banjir dan terpaksa mengungsi. Kami sekelurga pada saat itu terpaksa mengungsi ke rumah pak dokter Firdaus yang kebetulan rumahnya di atas komplek. Air di dalam rumah sudah sedada orang dewasa. Sudah tak terbayang lagi kerugian yang kami derita.

Kenapa banjir selalu terjadi di bekasi? Hampir setiap tahun perumahan kami terkena banjir. Padahal beberapa tahun sebelumnya kami tak mengalami banjir separah ini. Kalaupun  ada banjir, hanya semata kaki anak-anak saja. Itupun cepat mengalir begitu hujan berhenti.

Para pengurus RT, RW sampai kelurahan sudah lama mencari solusinya. Tapi banjir masih saja ada. Saluran air utama seperti tak sanggup menampung volume air. Air pun seperti berbalik dan tumpah ruah membasahi jalanan rumah. Mobil-mobil pribadipun terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih tinggi. Bila tidak, maka habislah dilalap banjir. Seperti mobil sedan tetangga saya yang terpaksa turun mesin karena mesin mobil sudah terendam banjir.

Banjir oh banjir. Selalu datang tiap tahun. Tapi mengapa tak pernah terjadi perubahan? padahal saluran air sudah diperbaiki dan diperdalam. Sampah-sampah di saluran air sudah diambil, dan gerakan penghijauanpun telah digalakkan. Banyak pohon besar dan kecil tumbuh menghijau, namun sayang daerah resapan air terasa kurang. Nampaknya perlu ada danau besar di setiap komplek perumahan di bekasi, karena air yang mengalir ke kali malang justru seperti tersendat.

Daerah-daerah yang dulu tempat resapan air kini sudah menjadi rumah mewah dan mall megah. Urusan bisnis nampak lebih terperhatikan ketimbang urusan lingkungan. Fulus yang mulus telah menghinggapi para pejabat pemda. Maklumlah dana pilkada begitu besar. “Harus balik modal dong! Urusan rakyat bodo amat”, begitu pikir mereka.

Saya dan penduduk bekasi lainnya sudah tak tahu lagi mau lapor kemana lagi. Sepertinya kita diminta pasrah menerima nasib. Terkena musibah banjir setiap tahun. Berusaha sendiri mencari solusinya dan tidak lagi bergantung kepada pemerintah daerah. Banjir sudah menjadi sahabat orang bekasi.

Ketika banjir masih terjadi, itu tandanya para pejabat pemda cuma bisa berjanji. Tak pernah  ada solusi, dan kitapun dipaksa untuk berdiam diri. Mereka berjanji akan membuat saluran air yang bagus, dan akan dibangun waduk yang menampung air. Tapi janji tinggal janji. Tak jelas kapan terealisasi.

Wahai warga bekasi, mari bahu membahu mencari solusi. Bukan hanya bekasi saja yang banjir, tetapi sudah menyebar sejabodetabek. Kita pun maklum kalau banjir sampai terjadi, karena sang ahlinya banjir hanya mengumbar janji. Mari kita bersatu mencari solusi, dan terus menerus menagih janji pejabat negeri. Jangan biarakan mereka terus berjanji tanpa ada bukti janjinya ditepati.

janji-janji tinggal janji. Tiap tahun tetap banjir lagi. Sayapun hanya bisa menulis, ditengah hujan gerimis. Sambil menunggu air surut di halaman depan rumahku yang mungil ini. Nasib ya nasib. Beginilah nasib rakyat kecil.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

One Response to “Banjir di Bekasi, Kenapa Bisa Terjadi?”

  1. Turut prihatin, semoga banjir bisa cepat teratasi.

Leave a Reply

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi