Kurikulum 2013 yang Membingungkan
Semalam ada seorang rekan guru dari yogyakarta menelepon saya. Beliau bertanya tentang nasib pelajaran tik. Sebab hingga kini, belum jelas juklak dan juknik guru matpel tik bila kurikulum 2013 itu diterapkan.
Semalam ada seorang rekan guru dari yogyakarta menelepon saya. Beliau bertanya tentang nasib pelajaran tik. Sebab hingga kini, belum jelas juklak dan juknik guru matpel tik bila kurikulum 2013 itu diterapkan.
Alhamdulillah, akhirnya muncul juga sosok Omjay di Harian Kompas pagi ini Selasa, 28 Mei 2013. Semoga dapat memotivasi dan menginspirasi guru-guru lainnya di Indonesia.
Wijaya Kusumah, Guru yang Suka Menulis dan “Nge-blog”
Setelah mengikuti kegiatan silahturahim komunitas blogger di Demang Cafe Sarinah Jaya, bersama Mas Erri, Mas EDP, dan Mbak Fema saya meluncur ke Kalibata City. Di tempat itu ada acara peluncuran buku Ketika Tuhan Masih Memberi Aku Hidup (KTMMAH) buah karya seorang kompasianer Christie Damayanti.

Saya terpesona sejenak ketika menyaksikan begitu tabahnya Christie Damayanti menjalani hari-hari dengan penyakit yang dideritanya. Rasanya malu diri ini kepada Mbak Cristie. Begitu saya memanggilnya. Beliau yang sudah terkena stroke saja masih bisa menghasilkan maha karya yang luar biasa. Hari itu Mbak Cristie meluncurkan buku ketiganya. Hari itu juga diadakan perayaan hari ulang tahunnya yang ke-44.

Hal yang membuat saya termotivasi lagi dalam menulis ketika Habibie (penyandang difabel) dan Ibundanya tampil ke atas panggung memeriahkan suasana. Saya melihat Mas Valentino, dan Mbak Soraya yang memandu acara ikut terhanyut di dalamnya. Inilah sebuah kisah nyata yang sungguh menginspirasi. Saya benar-benar malu kepada diri saya sendiri yang telah diberikan Allah nikmat kesehatan dan kesempurnaan tubuh. Seharusnya, saya lebih berprestasi dalam hidup ketimbang mereka.

Rasanya seperti ingin menangis ketika Mbak Cristie memanggil nama saya tiba-tiba yang sedang asyik mengambil moment kejadian itu. Saya pun naik ke atas panggung, dan memberikan sepatah dua patah kata. Hampir saya tak mampu berkata apa-apa, sebab mata saya berkaca-kaca. Ingin rasanya saya menangis dalam kebahagiaan. Motivasi menulis dari seorang Cristie Damayanti begitu dahsyatnya, dan membuat decak kagum para hadirin yang hadir dalam peluncuran buku ketiganya itu.

Mbak Cristie memberikan saya buku terbarunya di atas panggung. Surprise banget, dan tak menyangka akan mendapatkan langsung dari penulisnya. Saya merasa sangat terhormat dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Mbak Cristie. Semoga sehat selalu ya mbak Christie!

Selama ini, Mbak Cristie dikenal sebagai seorang insan pasca stroke dengan lumpuh separuh tubuh sebelah kanan. Dengan tangan kanan belum mampu untuk di pergunakan serta bicaranya yang masih terbata-bata. Semakin lama, keadaannya memang semakin baik, bahkan sangat baik! Allah SWT sudah menunjukkan kuasa-NYA! Kuasa yang sangat luar biasa! Ketika secara medis beliau divonis hanya bisa berbaring saja, tetapi justru sekarang mbak Cristie mampu melakukan apa saja, sesuai dengan keinginannya. Hal yang tak pernah dilewatinya adalah menulis setiap hari. Inilah yang akhirnya menjadi catatan harian dan kesaksian hidup seorang stroke, dan cancer Survivor. Sebuah kisah nyata yang membuat kita belajar darinya. Beliau juga sangat aktif dalam membesarkan ID Kita Kompasiana.
Usai acara peluncuran buku, kami berkumpul di sebuah cafe dekat panggung. Saya sempat membaca sejenak sebagian isi buku ketiga dari Christi Damayanti ini. Wow sungguh dahsyat sekali isi bukunya! Anda harus segera pergi ke toko buku dan membelinya. Setelah itu, segera baca isi buku yang menginspirasi banyak orang ini. Saya meramalkan, buku ini akan menjadi buku best seller. Amin.

Buku Mbak Christi yang ketiga, “Ketika Tuhan Masih Memberi Aku Hidup”, menceritakan pengalamannya ketika beberapa kali cakar-cakar maut menusukkan kukunya untuk ‘merebutnya’ dari tangan Sang Maha Kuasa. Lalu ketika Tuhan masih memberikannya hidup dengan tugas-tugas khususnya, Mbak Christie semakin sadar bahwa jika Allah berkehendak, apapun akan terjadi, dan ketika Allah belum berkehendak, bahkan iblis pun yang mendaulatnya untuk menghunjamkan kematian untuknya, itupun tetap tidak akan terjadi!
Foto lengkap acara peluncuran buku ada di facebook omjay. Anda bisa mengunduhnya melalui komputer.
Saya sedang melahap habis buku ketiga Mbak Cristie ini, semoga dapat membuatkan resensinya. Buku yang diterbitkan Leutikaprio dengan jumlah 151 halaman ini semoga menginspirasi banyak orang untuk menulis. Mereka yang diberi keterbatasan saja masih bisa menghasilkan karya sebuah buku yang begitu memotivasi. Hari itu saya belajar dari seorang Christie Damayanti. Motivasi Menulis dari Christi Damayanti semakin memperkuat mantra ajaib saya, Menulislah Setiap Hari dan Buktikan apa yang terjadi.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Ketika dirawat di rumah sakit karena menderita penyakit demam berdarah, aku bermimpi berada di rumah sakit berwawasan lingkungan. Rumah Sakit Berwawasan Lingkungan (Green Hospital) yang kuimpikan adalah sebuah rumah sakit yang di dalamnya ada pelayanan prima, dan kondisi lingkungan yang membuat pasien betah berada di rumah sakit.
Kebetahan itu terasa bila di saat pagi hari terasa udara segar. Ada taman dan pepohonan hijau terlihat dari kaca jendela. Aku pun menikmati mentari pagi yang keluar malu-malu dari peraduannya. Seakan-akan menyambutku untuk berolahraga pagi menyehatkan tubuh.
Sewaktu tubuh lemah dan terbaring tak berdaya di rumah sakit, barulah terasa nikmat sehat itu. Ingin rasanya cepat sembuh dan menikmati taman nan hijau yang ada di dalam area rumah sakit. Aku merasa berada di sebuah villa di puncak gunung, dan bukan berada di rumah sakit yang menyebalkan.
Pagi hari, para perawat menyapa ramah, dan menanyakan keadaanku. Dengan senyuman yang termanis, mereka merawat pasiennya dengan kasih sayang yang tulus. Seperti menyambut seorang bayi yang baru lahir ke dunia. Sang bayi menangis, perawat tersenyum sambil memandikannya.
Aku memimpikan pelayanan rumah sakit yang seperti itu. Perawat dan dokternya sangat ramah sekali. Ketika dokter memeriksa pasien, tak ada kesan buru-buru karena jadwal praktek dokter yang padat. Dokter tak boleh tergesa-gesa memeriksa pasiennya. Periksa secara detail bagian tubuh pasien yang sedang sakit. Ajak dialog sehingga pasien bicara dari hati ke hati tentang penyakit yang dideritanya.
Kebanyakan dokter, terutama dokter-dokter di kota besar, mulai tak ramah lagi melayani pasiennya. Hal itu mungkin disebabkan jadwal praktek mereka yang padat dari rumah sakit ke rumah sakit. Akh, ini hanya pendapatku secara subyektif saja. Tak semua dokter seperti itu. Kulihat masih banyak dokter yang benar-benar melayani pasiennya dengan pelayanan yang prima. Pasien pun cepat sembuh karena penanganan yang cepat dan tepat.
Pelayanan rumah sakit yang seperti itulah menjadi dambaan kami yang telah merasakan dirawat di rumah sakit. Suasana kumuh dan terkesan menakutkan sebaiknya dihindari. Rumah sakit harus menjadi surga dan rumah kedua bagi pasien agar mereka cepat sembuh dari penyakitnya. Pengelolaan taman, dan penghijauan di sekitar rumah sakit harus terjaga dengan baik. Siapapun yang berada di lingkungan rumah sakit akan merasakan kondisi Rumah Sakit Berwawasan Lingkungan (Green Hospital).
Pohon yang rindang, udara yang sejuk dari alam menambah kehangatan suasana. Gas CO2 dan O2 tersebar gratis untuk kehidupan manusia dan makhluk lain di sekitarnya. Oksigen dibutuhkan manusia, dan karbondioksida diharapkan diproduksi oleh pepohonan yang ada di sekitar rumah sakit.
Kucari informasi di internet. Karbon dioksida adalah senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen terikat kovalen dengan atom karbon. Berbentuk gas pada temperatur dan tekanan standar dan berada di atmosfer. Konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi ± 387 pp. Tetapi jumlah bervariasi tergantung lokasi dan waktu. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang penting karena mampu menyerap gelombang inframerah.
Karbon dioksida diproduksi oleh hewan, tumbuh-tumbuhan, fungsi, dan mikroorganisme dalam respirasi dan dipergunakan tanaman pada fotosintesis. Sehingga karbon dioksida termasuk komponen yang penting dalam siklus karbon. Karbon dioksida juga dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Karbon dioksida anorganik dikeluarkan dari gunung berapi dan proses geotermal lainnya seperti pada mata air panas. Itulah hal terpenting yang kubaca tentang karbon dioksida di dunia maya.
Mampu menerapkan Green Hospital di rumah sakit impianku jelas menjadi impian yang semoga dapat diwujudkan oleh semua rumah sakit yang ada di Indonesia. Namun, mahalnya harga tanah di perkotaan dan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari kepulauan membuat impian ini membawa tantangan tersendiri. daerah lahan yang terbuka dan menghijau dengan penggunaan air yang efisien tentu menjadi dambaan rumah sakit idaman. Apalagi bila tak perlu memakai AC, dengan pencahayaan yang cukup. Tentu saja rumah sakit yang seperti ini akan menghemat penggunaan listrik.
Bukan hanya itu saja. Demi neningkatkan mutu pelayanan bagi pasien rumah sakit impianku, Rumah Sakit di Indonesia harus merubah konsep pelayanan, dari pelayanan konvensional bergeser ke arah pelayanan paripurna dengan berbasis kenyamanan dan keamanan lingkungan. Pasien harus menjadi raja dengan pelayanan berawawasan lingkungan. Sosialisasi tentuk harus digalakkan dengan berbagai bentuk media. Pengelola rumah sakit harus kreatif dalam mempublikasikannya.
Usul konkrit saya, Departeman Kesehatan RI harus membangun rumahsakit berwawasan lingkungan (Green Hospital) dengan perlindungan dan kenyamanan bagi pasien dan pengunjung lainnya untuk memenuhi unsur kenyamanan ekologis sebagai pertimbangan pasien dalam pemilihan rumah sakit. Pihak swasta pun diharapkan ikut andil dalam mewujudkan rumah sakit idamanku.
Semoga rumah sakit idamanku dapat terwujud. Akupun sembuh dari penyakitku. Rumah sakit idamanku harus menjadi model pembangunan berkelanjutan untuk industri rumah sakit di pelosok nusantara, sehingga pengelola rumah sakit tidak terjebak pada orientasi bisnis semata, tetapi juga memberikan pelayan sosial bagi seluruh pasien tanpa pengecualian.
Konsep Green Hospital yang kuimpikan adalah dimana pasien yang menginap di rumah sakit tersebut akan senyaman mungkin berada di sana, karena seakan-akan pasien sedang berada didalam sebuah taman yang hijau dan sejuk. Aku tidak akan merasa bosan lagi, walaupun sedang menjalani perawatan dari penyakit yang menyerangku. Akupun akan disambut dengan gemercik suara air dan pemandangan nuansa taman hijau yang alami. Oh Indahnya! Begitulah suara dalam hatiku berkata.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Sabtu, 15 Juni 2013 saya diundang untuk mengikuti acara Forum Group Diskusi (FGD) Sekolah Guru Indonesia (SGI). Hadir dalam kesempatan itu, para dosen SGI dan Prof. Dr. Marwah Daud Ibrahim (Ketua Presidium Dewan Pakar ICMI). FGD ini dilaksanakan di ruang rapat Wisma Syahida Lt.6 Kampus II UIN Jakarta.
Ketika saya datang, peserta diskusi belum semuanya hadir, dan saya diminta oleh panitia untuk makan siang terlebih dahulu di lantai 3. Hemmm, nikmat sekali rasanya makan di saat lapar. Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah.
Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2013
Tema Penulisan: Membangun manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berkarakter, Cerdas, Cakap, Kritis, Kreatif, Inovatif, dan Kompetitif di Era GlobalDalam rangka mendapatkan naskah buku pengayaan yang bermutu dan menggali potensi menulis di kalangan siswa, mahasiswa, pendidik, dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud menyelenggarakan Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan. Buku pengayaan adalah buku yang memuat materi yang dapat memperkaya buku teks pelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan tahun 2013 ini memperebutkan hadiah total lebih dari Rp 1.000.000.000,00 untuk 57 pemenang dari 9 jenis naskah.Informasi lebih lanjut tentang sayembara dapat menghubungi:Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud
|
Kamis, 13 Juni 2013 saya membaca kompas cetak di halaman 12. Halaman ini memuat kolom pendidikan dan kebudayaan. Judul headline beritanya adalah “kurikulum baru, guru bidang TIK tersisih”. Sebuah judul yang sangat menarik perhatian pembaca. Apalagi bagi kami yang bergelut dalam dunia pendidikan, dan guru pengajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Sebelumnya, mbak Ester (Wartawan Kompas) menelepon saya melalui telepon selular. Beliau bertanya tentang mata pelajaran TIK yang tidak lagi berdiri sendiri. Mata pelajaran itu akan diintegrasikan dengan semua mata pelajaran. Sehari sebelumnya, saya pernah mengirimkan tulisan di kompasiana kepada beliau.
Seorang teman bertanya kepada penulis. “Kamu mau pilih PKS atau PDIP dalam pemilu 2014 nanti?”.
Saya kaget mendapatkan pertanyaan yang tiba-tiba itu. Sebab kader PKS dan PDIP sama-sama militannya. Bedanya, PDIP ketua umumnya tak tersangkut kasus korupsi, sedangkan PKS?
Saatnya pks menjadi partai oposisi dari pemerintah. Pks bisa belajar dari pdip. Pks bisa belajar bagaimana menjadi opisisi yang baik. Berani menolak kebijakan pemerintah berdasarkan data dan fakta di lapangan.
Hampir semua partai politik saat ini telah banyak meninggalkan komunikasi politik. Pks harus belajar dari pdip agar mampu bertahan dari gelombang badai politik yg menerpanya.
Sebelum mengawas Ujian Kenaikan Kelas (UKK) di sekolah Labschool, Bapak Prof. Arief Rachman memberikan nasehatnya kepada kami, para guru di SMP Labschool Jakarta. Beliau yang sudah berusia 71 tahun ini memberi kami nasehat agar dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Sebab waktu itu bagaikan pedang. Waktu akan menusuk orang yang tak dapat menggunakannya dengan baik. Waktu akan terus berjalan dan tak akan kembali lagi.
Prof Arief Rachman yang masih menjadi guru besar emiritus UNJ ini mengingatkan pentingya waktu yang bagaikan pedang dan harus diasah agar menjadi tajam. Supaya pedang menjadi tajam, maka jasmani, hati, pikiran, mata, dan lisan harus dijaga. Oleh karenanya para guru diharapkan untuk pandai menjaga pedang agar selalu diasah dan tajam dengan kreativitas dan imajinasi. Selalu berkata jujur dan mampu memberikan keteladanan. Biasakan untuk sholat tepat waktu dalam keadaan apapun. Disiplin soal waktu adalah bagian yang paling pening dalam hidup ini.
Saya tidak tahu persis mengapa pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tidak ada dalam struktur kurikulum 2013. Padahal pelajaran ini sangat penting diajarkan kepada peserta didik kita. Mengapa penting? Sebab dalam pelajaran TIK anak-anak akan diajarkan menjadi seorang produsen pengetahuan di bidang Teknologi komunikasi, dan informasi. Mereka akan mampu memanfaatkan TIK dalam kehidupan sehari-hari. Akan banyak proggamer muda lahir, dan akan banyak anak muda yang mampu menggunakan internet secara sehat. Mereka tidak lagi menjadi konsumen tetapi sudah menjadi produsen. Sayangnya, ini kurang dipahami oleh para penentu kebijakan di bidang pendidikan.

Tulisan ini adalah jawaban opini yang akan menyoroti tulisan sahabat saya, blogger Kompasiana, sekaligus guru Omjay dalam menulis di dunia maya. Namanya Mas Harja Saputradi http://politik.kompasiana.com/2013/06/09/menyoroti-tulisan-om-jay-kalau-gue-bela-pks-masalah-buat-lo-567183.html
Supaya Omjay menjawabnya enak, izinkan saya tersenyum dan berterima kasih, sebab begitu banyak para sahabat yang memperhatikan Omjay. Hasil pencarian Omjay di mesin pencari Google meningkat drastis,personal branding Omjay pun meningkat. Kalau dulu sulit sekali menemukan omjay di dunia maya, maka sekarang sudah banyak blogger yang menuliskannya. Alhamdulillah. Omjay bersyukur kepada Allah. Lebih bersyukur lagi ada yang menuliskan begini http://politik.kompasiana.com/2013/06/10/omjay-saya-bilang-apa-567378.html