Semoga Terwujud, One Blog and One Teacher

Leave a Comment

Omjay Menjadi Pembicara di Acara ACDP

Teacher Preparation and Development: In-Service Teacher Development

“The 21st Century Teacher Skills”

 omjay-kogtik

Spokespersons:

  • Tagor Alamsyah Harahap – Kepala Seksi Penyusunan Program Sub Direktorat Program dan Evaluasi, Direktorat P2TK Dikdas
  • Wijaya Kusumah (Omjay), S.Pd., M.Pd. – Guru Blogger Indonesia
  • Ir. Totok Amin Soefijanto, Ed.D. – Konsultan ACDP Indonesia

 

The session was attended by approximately 45 people; media, bloggers, ICT teacher community, P2TK Dikdas and BKLM.

  » Continue reading…

Leave a Comment

Merefleksi Kembali Perjuangan Guru TIK dan KKPI

Salam hormat buat anda yang membaca tulisan ini. Semoga anda dapat memberikan masukan buat perjuangan guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Keterampilan Komputer Pengolahan Informasi (KKPI).

Pertemuan agtifindo dan kogtik yang difasilitasi pak Indra Charsmiadji

Pertemuan agtifindo dan kogtik yang difasilitasi pak Indra Charsmiadji

Saat ini kami sedang melakukan perenungan diri, terutama tentang perjuangan guru TIK dan KKPI yang sudah 2 tahun ini terus berjuang mengembalikan mata pelajarannya yang hilang. Matpel kami tidak ada dalam struktur kurikulum. TIK terintegrasi ke semua mata pelajaran dan tidak perlu berdiri sendiri sebagai mata pelajaran. Begitulah maksud dari para pejabat kemdikbud yang menjadikan TIK hanya sebagai sebuah tool atau alat dalam kurikulum yang tergesa-gesa dibuat oleh mereka. Mengapa terlihat tergesa-gesa? Karena kurikulum ini diluncurkan di akhir pemerintahan presiden SBY. Nampaknya ada sesuatu yang dipaksakan agar kurikulum itu terlaksana di semua sekolah.

savetikkapi

Terbukti, kurikulum itu mendapatkan penolakan di sana sini yang akhirnya direvisi. Kami lebih fokus kepada struktur kurikulum. Sebab dalam kurikulum itu tidak ada mata pelajaran TIK dan KKPI. Tentu saja guru TIK dan KKPI dirugikan. Juga anak Indonesia yang ingin terdidik TIK dengan baik. Perjuangan demi perjuangan dilakukan, agar presiden Jokowi dengan mendikbud Anies Baswedan mengembalikan mata pelajaran TIK dan KKPI ke dalam struktur kurikulum.

Kuncinya sekarang ini ada di Pak Anies Baswedan. Bila beliau berani mengeluarkan permen tentang perubahan struktur kurikulum, maka akan gembiralah kami para pejuang guru TIK dan KKPI. Namun, ada beberapa oknum guru TIK dan KKPI yang tidak sabar dan merusak perjuangan. Mereka berkolaborasi dengan pejabat kemdikbud menerbitkan permendikbud 68 tentang peran guru TIK dan KKPI. Di sana nampak jelas bahwa TIK bukan sebagai mata pelajaran, tetapi sebagai layanan TIK. Guru TIK berubah fungsi, dan yang lebih menyakitkan hati, para pejuang TIK yang tidak linier tidak boleh jadi guru TIK. Padahal menteri Susi saja hanya tamatan SMP, dan terbukti tidak linier dengan jabatannya. Pengalaman dan kemampuan yang membuatnya terpilih oleh presiden Jokowi menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

kogtik-39

Perjuangan kami ini memang berat, tapi bisa dilakukan bila kita terus memberikan masukan kepada pemerintah akan pentingnya mata pelajaran TIK dan KKPI diberikan kepada anak Indonesia. Selama ini pejabat kemdikbud beranggapan bahwa TIK bisa dipelajari secara mandiri, dan tidak perlu menjadi mata pelajaran tersendiri. Dari dokumen naskah akademik yang kami dapatkan dari pusat kurikulum, ternyata mata pelajaran TIK belum sempat dikembangkan dan akhirnya banyak materi TIK yang terkesan ketinggalan zaman. Sementara itu guru TIK dan KKPI masih terlihat rendah kompetensinya, karena minimnya pelatihan yang berkualitas untuk guru TIK dan KKPI.

Selama 2 tahun ini kami terus berjuang. Kami membuat organisasi yang bernama Asosiasi Guru TIK dan KKPI Nasional (AGTIKKNAS). Namun dalam perjalanannya, organisasi ini terbelah menjadi tiga organisasi, FGTIKKNAS, KOGTIK, dan AGTIFINDO. Masing-masing organisasi berusaha untuk tetap fokus kepada tujuan semula perjuangan. Dua organisasi sudah bergabung dan menyamakan visi dan misinya. Komunitas Guru TIK dan KKPI (KOGTIK), dan Asosiasi Guru Teknologi Informasi Indonesia (AGTIFINDO) sepakat untuk melanjutkan perjuangan. Sedangkan (Federasi Guru TIK dan KKPI Nasional) atau FGTIKKNAS masih dimanfaatkan oleh pejabat lama kemdikbud untuk melancarkan proyek bimbingan TIK. Guru mata pelajaran TIK dialihkan menjadi guru Layanan TIK.

anies dan omjay

anies dan omjay

Tentu saja banyak guru TIK dan KKPI yang kecewa dan tidak puas. Mereka sangat kecwa ketika dipanggil dilat guru TIK dan KKPI. Ternyata TIK tidak berbentuk mata pelajaran. Komunitas Guru TIK dan KKPI sudah mengirimkan surat resmi ke pak Anies Baswedan. Isi suratya, sebagai berikut:

Kepada Yth.

Bapak Anies Rasyid Baswedan, Ph.D

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

di Tempat

Semoga Bapak dalam keadaan sehat selalu, dan terus menginspirasi kami agar mampu mencerdaskan kehidupan Bangsa. Semoga pula Bapak masih mau mendengarkan inspirasi kami dari guru TIK dan KKPI se-Indonesia. Inilah surat cinta kami untuk Bapak. Surat cinta dari guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI).

Saat ini, beberapa orang guru TIK dan KKPI mendapatkan panggilan untuk mengikuti diklat guru TIK dan KKPI. Namun mereka ternyata kecewa. TIK berubah menjadi layanan dan bukan mata pelajaran seperti tertulis dalam permendikbud 68 tahun 2014 tentang peran guru TIK dan KKPI. Padahal perjuangan kami dari awal adalah mengembalikan mata pelajaran TIK dan KKPI ke dalam struktur kurikulum. Kami tidak meminta yang lain.

Dalam kajian ilmiah kami, mata pelajaran ini masih sangat dibutuhkan, apalagi bila nanti Bapak mau melakukan Ujian Nasional dengan UN CBT menggunakan komputer. Tentu anak-anak sudah dibiasakan menggunakan komputer, karena tidak semua anak Indonesia memiliki komputer di rumahnya masing-masing.

Ketika bertemu Bapak secara langsung, sudah kami sampaikan data akan pentingnya mata pelajaran TIK dan KKPI. Semoga Bapak sudah membacanya. Namun, ada yang masih beranggapan bahwa TIK hanya sebagai sebuah tools atau alat bantu pembelajaran dan tidak diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri. Padahal TIK terus berkembang dan tentu saja TIK sebagai ilmu seharusnya diberikan kepada peserta didik.

Dari hasil wawancara dan hasil penelitian di sekolah-sekolah yang telah menyelenggarakan mata pelajaran TIK dan KKPI, tidak ada satu pun guru dan siswa yang meminta matpel TIK dan KKPI dihapuskan dalam kurikulum 2013. Mareka ingin mata pelajaran ini tetap ada dalam struktur kurikulum. Bahkan ketika Seminar Nasional tentang urgensi mata pelajaran TIK dan KKPI, kepala pusat kurikulum dan perbukuan, Bapak Ramon Mohandas mengatakan belum ada kajian secara ilmiah tentang penghapusan mata pelajaran TIK dan KKPI. Semuanya tergantung kepada Bapak Anies Baswedan bila TIK dan KKPI kembali menjadi mata pelajaran.

Bapak Anies sering menyampaikan bahwa guru adalah manusia yang harus diperlakukan sebagai manusia, bukan sumber daya manusia. Pelakuan pendidikan akan terus didorong dan dilatih dengan model pelatihan yang berfokus pada kompetensi, bukan berfokus pada administrasi, sebagaimana selama ini terjadi. Namun dalam diklat guru TIK ternyata hal itu masih terjadi, dan itu laporan dari kawan-kawan yang ikut diklat guru TIK.

Mengapa kita tidak mencontoh pada negara-negara yang masih menerapkannya, seperti di Amerika. Penerapan TIK sebagai mata pelajaran, diharapkan TIK dapat secara utuh menjadi tools dan mindset. Alangkah bijak pengembangan TIK seiring dengan pengembangan keilmuan yang dituangkan dalam Mata pelajaran TIK sejak SD. TIK sebaiknya dipandang dari dua sisi, sebagai tools dan mindset. Pemisahan keduanya akan menjadi bom waktu bagi bangsa ini.

Permendikbud 68 tentang peran guru TIK dan KKPI dalam kurikulum 2013 belum menyelesaikan permasalahan, karena TIK masih dianggap sebagai layanan. Jangan melupakan sejarah Mapel TIK, banyak guru yang mulai mengajar TIK ketika TIK mulai menjadi Mapel. Guru-guru seperti itu, sekarang nasibnya belum terakomodir dalam permen. Mohon kiranya kebijakan Bapak Anies Baswedan.

 

Ketua Komunitas Guru TIK dan KKPI

 

Bambang Susetyanto, S.Kom.

NIP.196103101986031013

Comments (2)

Save TIK dan KKPI Harga Mati

anies dan omjay

anies dan omjay

Bimbingan tik atau layanan tik sesuai permen 68 tahun 2014 merupakan kemunduran bagi bangsa kita di bidang tik. Diklat guru tik dan kkpi yang diberikan isinya tidak lebih baik daripada diklat yg diharapkan. Maklumlah dibuat oleh oknum guru tik dengan cara tergesa gesa. Demi proyek kurtilas mereka tega ikut menghilangkan matpel tik yang dibutuhkan bangsa ini agar kelak mampu menjadi pemain di bidang tik. Darurat tik akan terjadi di negeri ini.

Ingatlah selalu kawan. Sesuatu yg dikerjakan dgn cara tergesa gesa, apalagi membawa bendera organisasi guru tik tdk akan optimal hasilnya. Sebab nasibnya seperti kurikulum 2013 yg terpaksa harus direvisi karena dibuat tergesa-gesa. Tahun 2015 ini sdh banyak kawan guru dipanggil ke hotel mewah untuk memperbaikinya.

Persoalan tik sebenarnya lebih kepada materi tik yg terus berkembang dan update kompetensi gurunya. Bukan menghilangkan mata pelajarannya dengan cara mengintegrasikannya ke semua mata pelajaran. Tik tdk hanya sebagai alat bantu. Tetapi sebagai ilmu seharusnya diajarkan dan dikembangkan oleh pusat kurikulum. Namun sayangnya, pusat kurikulum masih tetep kekeuh tik hanya alat bantu. Kami belum mendapatkan naskah akademik terbaru dari puskurbuk tentang pentingnya mata pelajaran tik. Kami hanya dapatkan dokumen lama ketika puskur dipimpin ibu diah.

Saat ini nasi sdh menjadi bubur. Diklat guru tik sudah dilaksanakan di berbagai kota. Guru tik beralih fungsi dari guru mata pelajaran kepada layanan. Tik hanya bimbingan dan bukan lagi mata pelajaran dengan jumlah jam minimal 1 jam matpel. Sedih sekaligus kecewa rasanya mendengar cerita kawan kawan yg ikut diklat. Pada akhirnya bukan kemajuan yg kita dapatkan, tetapi justru kemunduran yg didapatkan. Sebab kurikulum 2006 atau ktsp sebenarnya sdh bagus dan tinggal menyempurnakannya. Guru tik dan kkpi seharusnya dilatih dan ditingkatkan kompetensinya dengan materi tik terbaru. Bukan dengan cara cara lama yg pada akhirnya hanya menghabiskan uang rakyat. Derita guru tik belum pulih dan sakitnya tuh di sini.

Pada akhirnya, kurikulum 2013 telah memakan korban. Banyak guru tik terpaksa dan dipaksa dirumahkan. Sebagian lagi kembali ke matpel asal dan pindah ke struktural. Semakin sedikit saja orang orang yg jago it mau jadi guru tik dan lagi lagi pada akhirnya bangsa ini hanya akan menjadi konsumen di bidang tik. Computer sains mungkin bisa menjadi salah satu alternatif utk diajarkan kpd siswa, sehingga olimpiade computer semakin banyak pesertanya. Kita bisa berdiskusi soal hal ini. Tulisan sebaiknya di lawan dengan tulisan dan bukan makian.

Save tik dan kkpi harga mati.

Comments (2)

Sambutan Omjay di Acara Semnas Urgensi Matpel TIK dan KKPI

Comments (1)

Juara Lomba Blog KSGN Periode 2 Mei – 20 Mei 2015

11017826_10203965113585185_5574226209550283091_n

Dengan mengucapkan Basmalah,

Bersama ini kami umumkan, pemenang lomba menulis di blog dari Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN) periode lomba dari tanggal 2-20 Mei 2015, yaitu:

  1. Juara pertama, https://kasmadi74.wordpress.com/2015/05/02/taman-yang-paling-indah/
  2. Juara kedua, http://pkndisma.blogspot.com/2015/05/paradigma-baru-belajar-menuju.html
  3. Juara ketiga, https://winwinfaizah.wordpress.com/2015/05/13/sekolah-desa-mental-juara/

Kami ucapkan selamat kepada para pemenang, dan akan dikirimkan hadiah kejutan dari KSGN, mohon kirimkan biodata dan alamat pengiriman hadiah ke wijayalabs@gmail.com.

Kami juga memberikan hadiah kejutan KSGN berikutnya untuk blogger inspiratif KSGN berikutnya adalah http://www.bundayati.com/ . Hal yang menjadi dasar penilian kami karena beliau sudah tua usianya, tapi masih terus belajar dan mengupdate blognya.

Salah satu tulisannya sangat bagus, di http://www.bundayati.com/2015/05/rakyat-pintar-negara-kuat-dan-makmur.html

Comments (1)

Management Sekolah Unggul

Bahagia rasanya dapat materi baru dan wawasan keilmuan yang baru dari pimpinan Labschool Jakarta. Kami dapatkan itu semua dalam rapat kerja (RAKER) guru SMP Labschool Jakarta hari ini, Jumat, 5 Juni 2015.

Materi ini disampaikan oleh Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd yang merupakan guru besar UNJ dan penasehat kami di Labschool Jakarta. Beliau juga ketua harian komisi nasional Indonesia untuk Unesco.

Ada 10 management sekolah yang unggul, yaitu:

  1. Kepemimpinan sekolah yang profesional
  2. Semua warga sekolah memahami dan melaksanakan visi dan misi sekolah dengan baik
  3. Suasana pembelajaran di sekolah menyenangkan
  4. Kegiatan pembelajaran di sekolah sangat beragam seperti intra, co, dan ekstrakurikuler berjalan seimbang dan saling mendukung.
  5. Guru mempunyai perencanaan pembelajaran
  6. Semua program-program yang positif mendapatkan penguatan dari sekolah, orang tua, dan siswa
  7. Sekolah melakukan monitoring dan evaluasi secara terprogram dan berdampak terhadap perbaikan sekolah
  8. Hak dan kewajiban siswa dipahami dan dilaksanakan dengan baik di sekolah
  9. Kemitraan antara sekolah dengan rumah tangga/orang tua
  10. Munculnya kreativitas dalam organisasi sekolah untuk pengembangan pendidikan.

Kesepuluh hal di atas tidak harus berurutan. Bisa jadi tidak sama urutannya dengan sekolah lainnya, karena setiap sekolah memiliki budaya sekolah yang berbeda-beda.

Ketika saya tanyakan mana yang paling baik dari kesemuanya itu, Pak Arief mengatakan semuanya saling terkait dan melengkapi. Semua sama-sama unggul. Intinya semuanya penting dalam meningkatkan prestasi akademis siswa.

Proses pembelajaran yang meningkatkan prestasi kepribadian dan akademis yang sukses juga harus memperhatikan keterampilan akademik dan personal untuk sukses.

Ada 10 keterampilan akademik dan personal untuk sukses yaitu:

  1. Moral
  2. Aktualisasi diri
  3. Semangat motivasi
  4. Target prestasi
  5. Hubungan sehat orang tua, guru, dan teman sejawat
  6. Tanggung jawab
  7. Kegemaran menyelesaikan masalah
  8. Keterampilan berkomunikasi
  9. Rasa kebersamaan dan senang membantu
  10. Minat kepada budaya/isyu lokal, regional, dan global.

Kesepuluh hal di atas juga tidak harus berurutan seperti yang dituliskan, bisa jadi tidak sesuai dengan diri kita. Hal itu tergantung dari kondisi dan lingkungan kita masing-masing.

Selain mendapatkan materi tentang management sekolah yang unggul, kami juga mendapatkan materi sekolah ramah anak dari pak Sukardjo dan ibu Indira. Nah untuk materi ini akan saya postingkan dalam materi yang lainnya.

Alhamdulillah, senang sekali dapat ilmu baru tentang management sekolah yang unggul. Jadi terinspirasi untuk membuat workshopnya untuk semua anggota ikatan profesi guru Indonesia (IPGI) di seluruh Indonesia. Mau?

 

Leave a Comment

Mari Kita Perjuangkan Terus Matpel TIK

Mari kita terus perjuangkan mata pelajaran TIK demi anak bangsa.

tik PERLU

Leave a Comment

Aksi Damai Ribuan Guru TIK dan KKPI, Jumat 5 Juni 2015

Hadirilah AKSI DAMAI guru tik/kkpi, Jumat, 5 juni 2015 jam14 di gedung A @Kemdikbud-RI senayan jakarta. Agenda kita adalah kembalikan matpel TIK dan KKPI dalam struktur kurikulum seperti kurikulum 2006. Yuk teriakan save tik/kkpi harga mati. Itulah yang akan menjadi slogan kami.

Mohon kabulkan permohonan kami pak Anies Baswedan. Kembalikan matpel TIK dan KKPI dalam struktur kurikulum karena mata pelajaran ini masih sangat dibutuhkan oleh generasi emas Indonesia. Bukan sebagai layanan atau bimbingan TIK tetapi sebagai mata pelajaran TIK yang berdiri sendiri.

Mari kita tonton bagaimana ribuan guru TIK dan KKPI berjuang datang ke Jakarta menyampoaikan aspirasinya di Seminar Nasional Urgensi Mata pela ajaran TIK dan KKPI pada Sabtu, 25 April 2015 lalu di kantor Kemdikbud Senayan Aula Gedung A. Watch “Kembalikan matpel tik kepada kami di kurikulum” on YouTube –https://youtu.be/csEHTfT0gIo.

Assalamu’alaikum wr.wb

Selamat pagi om jay, salam perjuangan TIK dan KKPI. Saya Arris syafaat dari SMPN 6 Purwakarta. Saya atas nama warga sekolah menyampaikan dukungan nya dalam memperjuangkan mapel TIK/KKPI dalam kurikulum 2013.
Dengan ini kami sampaikan data-data begitu pentingnya TIK/KKPI bagi siswa dan guru.
1) Bagi siswa
– Peranan TIK begitu penting dalam membentuk pengetahuan dan pemahaman siswa tentang bagaimana memanfaatkan sebuah teknologi agar bisa digunakan secara baik, bijak dan benar.
– TIK penting sebagai sarana aau fasilitas siswa dalam memasuki dunia modern yang tidak lepas dari pemanfaatan perangkat TIK dalam mengkases dan mengelola informasi agar bisa diperoleh dengan mudah dan cepat.
– Siswa sangat penting menguasai teknologi teknologi informasi komunikasi agar mampu beradaptasi dengan lingkungan yang menggunakan peralatan TIK.
– TIK sangat penting untuk melatih agar siswa mampu berfikir logis dan mampu memecahkan masalah dengan alur yang sistematis.
2) Bagi guru
– Mayoritas guru di sekolah kami masih menggunakan metode-metode manual dalam menjalankan proses belajar mengajar (PBM), dengan TIK proses PBM terfasilitasi sehinggan proses PBM menjadi tervisualisasi dan lebih difahami siswa.
– TIK sangat penting dalam mengelola sumber informasi yang sangat beraneka ragam, sehingga guru memperoleh sumber belajar atau sumber informasi yang bervariasi dari internet.
– TIK sangat penting bagi guru dalam mengelola administrasi pembelajaran, seperti kehadiran, pengolahan nilai siswa.

Demikian data-data pendukung bahwa TIK sangat penting bagi kemajuan sumber daya yang ada di daerah kami.

Salam Perjuangan
SAVE TIK/KKPI

Arris Syafa’at, S.Kom

“Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan, saat mereka menyerah”. *Thomas Alfa Edison”

Comments (1)

Pelatihan Menulis di MGMP Bahasa Indonesia

SURAT MGMP

 

Yth.

Bapak Wijaya Kusumah, S.Pd.,M.Pd.

Di Jakarta

 

Dengan hormat,

Teriring salam, semoga Bapak senantiasa dalam limpahan rahmat Allah SWT. Amin. Sehubungan akan diadakan kegiatan Pelatihan Menulis dan Retorika Bahasa Indonesia oleh MGMP Bahasa di lingkungan Yayasan Pondok Karya Pembangunan, maka kami memohon kesediaan Bapak  untuk berkenan menjadi narasumber pada acara tersebut.

Adapun acara tersebut akan dilaksanakan pada:

hari,tanggal    : Jumat, 22 Mei 2015

waktu              : 13.00 s.d. 15.00

tempat            : Perpustakaan Yayasan Pondok Karya Pembangunan

acara               : Pelatihan Menulis dan Retorika Bahasa Indonesia

Demikian permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian Bapak, kami mengucapkan terima kasih.

Jakarta, 5 Mei 2015

Ketua MGMP

 

 

Dra. Sri Setyowati, M.Pd

Comments (1)

  • Komentar blog

  • komentar blog

  • Tulisan Wijaya Kusumah di blog Lainnya

  • Yuk Menulis Setiap Hari! Lalu Perhatikan Apa Yang Terjadi